0

Menjawab Kekhawatiran

Sudah masuk bulan Juni 2017. Berarti sudah hampir 4 tahun usia pernikahan saya dengan sang kekasih. Ditambah dengan anggota keluarga baru, Raida (3y 2m), sebagai penyemangat kami berdua.

Sebagai mahmud alias mamah muda, saya dilanda kekhawatiran atas manusia kecil yang Allah amanahkan kepada kami. Dunia yang kejam, pergaulan bebas, kriminalitas, kebodohan, kemiskinan, remaja-remaja galau, dan kondisi-kondisi lainnya yang membuat kepala pening kalau dipikirkan. 

Maka sejak ananda menangis pertama kalinya, saya terus cari ilmu, sebagai bekal saya menemani, mendidik, membimbingnya. Sesekali terlintas juga kalau misal salah satu atau kami berdua dipanggil lebih dulu ke hadapan Yang Maha Kasih, bagaimana anak saya nanti hidup. *Cirambaay*

Berbagai ilmu parenting yang saya dapat sedikit demi sedikit, membuat saya berpikir bahwa hidup di dunia hanya sebentar. Apalagi sebagai ibu, tidak ada kewajiban untuk mencari nafkah. Walaupun ada tuntutan diri untuk berbakti kepada orangtua, menjadi pertimbangan yang cukup pelik. Dunia cuma sebentar untuk mencari sebongkah berlian. Apa artinya kalau anak terbengkalai. 

Ketika menjelang 3 tahun usianya bulan Maret yang lalu, saya memutuskan untuk menjadi freelancer. Ya seperti yang saya harapkan sebelumnya. Ini adalah hasil dari ilmu-ilmu yang saya dapat dari parenting. Anak yang lucu dan menggemaskan, dan berusia emas ini cuma sebentar. Maka saya ingin menemaninya sampai ia melewatinya. Selepas itu, saya berharap bisa kembali beraktifitas (bekerja) untuk dapat mengabdikan diri atas ilmu yang dimiliki. 

Hampir segala buku parenting saya beli. Walaupun belum semua saya khatamkan. Seringkali setiap hampir selesai, malah pindah ke buku lainnya lagi. Ikut grup berbagai macam demi mendapatkan berbagai ilmu yang harus jadi bekal buat saya pribadi. Segala kulwap parenting saya masuki, demi pencerahan. Menjapri beberapa ibu-ibu hebat, demi mendapatkan semangatnya dalam mengarungi kehidupan berumahtangga, terutama mendidik anak. Selalu merasa kurang ilmu, bagaimana, bagaimana, dan bagaimana. Semoga bekalnya cukup dan bisa dipraktekkan, bisa ditularkan, bisa menjadi manfaat, dan berkah.

Syaqiq Al Balkhi berkata,

الدخول في العمل بالعلم والثبات فيه بالصبر والتسليم إليه بالإخلاص فمن لم يدخل فيه بعلم فهو جاهل

“Masuk dalam amalan hendaklah diawali dengan ilmu. Lalu terus mengamalkan ilmu tersebut dengan bersabar. Kemudian pasrah dalam berilmu dengan ikhlas. Siapa yang tidak memasuki amal dengan ilmu, maka ia jahil (bodoh).” (Hilyatul Auliya’, 8: 69).

Sumber: https://muslim.or.id/18866-ilmu-dipelajari-untuk-diamalkan.html

Jadi kesimpulan sementara adalah, terus cari ilmu, terus amalkan, terus bersabar, terus belajar IKHLAS.

Bismillahirrahmanirrahim

#odopfor99days2017 #day3 

Advertisements
1

Yang Muda Yang Bersemangat

#odopfor99days #day98
Bismillahirrahmanirrahim

business-person-silhouette-vector_people_000025

image.clipartpanda.com

Melihat anak muda bersemangat memang seharusnya kita merasa terbakar ya. Terbakar untuk lebih semangat lagi. Bahwa tidak ada yang tidak mungkin sampai Allah yang berkehendak.

Hari ini saya kukurilingan sama temen pake jasa uber (taksi online tea). Di luar kesimpangsiuran soal legal dan ilegal nya, saya mengacungi jempol untuk idenya. Dari anak muda. Bahkan supir yang tadi mengantar pun muda banget. Masih kuliah semester empat.

Kami pergi menuju beberapa tempat, dan dia pun menunggu. Total-total perjalanan tadi adalah 3 jam. Saat saya dan teman saya berpisah (turun lebih dulu di stasiun menuju Yogyakarta), saya jadi banyak nanya sama si dek supir ini. Saya pikir, semangat dia yang luar biasa juga patut diacungi jempol.

“Udah lama ikut uber?”
“Baru 3 minggu, bu.”
“Ooh. Berapa bersaudara?”
“Tiga bu, saya anak kedua.”
“Kakaknya udah kerja?”
“Iya. Di departemen xxx di Jakarta”
“Hoo. Adiknya?”
“Adik saya masih sekolah. Kelas 6 SD.”
“Wah beda umur nya jauh ya. Kalau ayah kerja dimana?”
“Ayah saya kepala dinas xxx bagian xxx”
(Saya pun melongo)
“Kalau ibu?”
“Ibu saya ngajar di sma swasta xxx”
“Ikut uber kemauan sendiri nih?”
“Iya. Soalnya tadinya mau usaha rental mobil. Tapi kayanya resiko besar.”
(Saya melongo lagi deh, ini pasti dia banyak duit)

Baiklah dek, semangat kamu untuk anak semester 4 boleh juga. Saya jadi merasa malu aja. Dulu semester 4 ngapain gue??? Masih ikut ini itu. Belum mikirin duit. Trus sibuk mikir pas udah lulus. Kamana wae. Hmm. Ini anak-anak saya harus diajarin dagang deh dari kecil. Tujuan utamanya adalah supaya gak banyak tergantung sama orang lain.

Sekian hikmah kukurilingan hari ini. Wassalam.

0

Tiga: Fighting!

In the name of Allah, The Most Beneficent and The Most Merciful

Postingan kali ini, saya copas/kutip/repost dari web IKADI jatim, tapi tidak semua tulisan, saya ambil yang sesuai dengan judulnya.

berikut ini alamat link nya

Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Apa pendapatmu bila saya melaksanakan shalat-shalat wajib, berpuasa Ramadlan, menghalalkan yang halal, dan mengharamkan yang haram, namun aku tidak menambahkan suatu amalan pun atas hal tersebut, apakah aku akan masuk surga?” Rasulullah menjawab: “Ya.” Dia berkata, “Demi Allah, aku tidak akan menambahkan atas amalan tersebut sedikit pun.” (HR. Muslim)

Hadits ini menunjukkan semangat para sahabat dalam menuntut dan memperdalam agama sekaligus semangat beribadah dan gairah yang besar agar bisa menjadi penghuni surga.Ya, semangat. Barangsiapa kehilangan semangat berarti ia siap kehilangan masa depan. 

Astaghfirullah (pen)

Perkara kecil saja hanya bisa diraih dengan semangat. Mana mungkin Surga bisa dicapai dengan kemalasan dan modal loyo. Karena itulah Rasulullah selalu berdoa setiap pagi dan sore berlindung dari rasa lemah dan loyo:

أَلَلهُمَ اني أَعُوْذ بِكَ مِنَ العَجزِ وَالكَسَل

Allahumma inni a’uudzubika minal ‘ajzi wal kasal

“Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari rasa loyo dan malas.”

Mengapa sahabat Rasulullah saw begitu semangat? Kerinduan kepada surga telah menyulut dan membakar semangat mereka. Inilah pertanyaan-pertanyaan yang sering ditanyakan para sahabat dengan cara yang berbeda-beda. Mereka ingin mengetahui dan memastikan amalan yang bisa menghantarkan mereka ke Surga. Misalnya dalam hadits riwayat Muslim: “Tunjukkanlah kepadaku perbuatan yang bisa mendekatkanku ke Surga dan menjaukanku dari neraka?”

Mari kita terus tumbuhkan semangat ketika kita drop, carilah hal-hal yang bisa membuat semangat itu.

Semoga kita menjadi manusia tangguh yang selalu memperbaharui semangat di setiap waktu.

Kalau boleh saya mau mengikuti salah satu drama korea yang selalu bilang Aja! buat menyemangati yang lain.

Aja!! Fighting!!

3

Semangat – Pemuda Palestina

Saudaraku, tularkan semangatmu kepadaku,
semangat beribadah kepada-Nya
agar hidup ini tidak sia-sia
Saudaraku, Allah akan selalu membantumu,
dengan semangat jihadmu disana,
Semoga Islam akan semakin berjaya, dan menjadi Rahmatan lil ‘alamin

Lagu favorit kali ini:

tiada kusesal berdiri di tepian jalan
walau hanya batu senjataku melawan engkau
ini tanahku dan kami pantas berontak
perang tak kan usai sampai palestina mulia

kusadari sebiadab apa dirimu
dan kau perlu tau, ada Allah di Atas sana

aku kencang berlari
biar kuhadang dengan apa yang kupunya
hunus saja tubuh ini biar ku syahid
itu mati yang mulia
barisan kami pemuda palestina

mimpi jika engkau berharap kami berhenti
perang takkan usai sampai palestina mulia
tanah suci ini, kelak akan menjadi saksi
saat kau terima kehancuran bertubi-tubi

aku kencang berlari
biar kuhadang dengan apa yang kupunya
hunus saja tubuh ini biar ku syahid
itu mati yang mulia
barisan kami pemuda palestina

adqoustic – pemuda palestina

0

Kemalasan

Ayo Hijrah dari Kemalasan menjadi Rajin

Orang yang malas tidak memiliki WIBAWA

Untuk mendapat karunia Allah,

untuk mencapai keberhasilan dan kesuksesan,

membutuhkan perjuangan luar biasa,

pengorbanan luar biasa,

bukan MALAS!!

Setiap kita malas, maka setan sedang terbahak-bahak menertawakan kita.

Karena setan hanya memiliki 1 pekerjaan yaitu membisiki sesuatu yang bagus tapi mencelakakan.

tetap Semangat!! jangan Malas!!

Semangat !!

Source: MQ pagi – Aa Gym