4

Lebih pantas disebut ‘Curhat Kelulusan’

#odopfor99days #day100
Bismillahirrahmaanirrahiiim

BeFunky Design_odop

Alhamdulillah, akhirnya sampai sudah di garis finish #day100. Ya, hari ini. Ini adalah hari kelulusan odop yang juga dirayakan oleh beberapa orang lainnya. Di akhir minggu ini saya berhasil kejar setoran sebanyak hampir 12 postingan. Why? Because I’m not good in time management, and also a deadliner.

Ya, saya pernah berpikir menjadi penulis. Tapi untuk menulis seperti odopfor99days ini, saya mengatakan tidak. Cukup sekali ini saja. Untuk setiap hari menulis, ternyata saya tidak sanggup, apalagi untuk tulisan yang berkualitas. Jadi, untuk sementara bye bye semester 2, mungkin saya ikutan grupnya aja, tanpa ikut nulis tiap hari (boleh ya teh Shan, hehe).

Saya merasa seringkali stuck, karena tulisan saya tidak terstruktur. Beda dengan penulis lainnya, terutama yang bikin fiksi mungkin. Bisa saja menulis satu paragraf. Lah saya? nulis status? Ya itu juga yang akhirnya banyak saya lakukan di trimester ke-3 odop ini.

Menurut saya memang odop ini pas sekali untuk yang ingin latihan menulis. Sekedar menulis apapun, belajar menyusun kalimat, mencari ilmu sana-sini untuk memperkaya otak dalam menulis.

Kalau saya mah, tipe orang yang kalau tulisan udah jadi, jarang banget dicek lagi. langsung publish aja lah. Beres. Entah kapan, saya akan coba buka lagi nih blog dari trimester awal, pengen tau saya tuh nulis apa sih. Kayanya bakal terpingkal-pingkal sendiri.

Di trimester pertama semangat 45, kalau ada utang 1 atau 2 langsung dikejar. Mulailah di trimester kedua semangat rada ngendor, hutang mulai numpuk, dan dikejar dalam beberapa hari. Nah, trimester ketiga, saya sampai lupa gak pernah setor ke fb, yang penting nulis. Jadi setoran menumpuk di hari-hari terakhir. Saya akui juga, akhirnya ada beberapa postingan yang hanya copas. Memang sebagai catatan saya juga. Ada dua hari kemarin-kemarin ini, saya mempublish 5 postingan per hari demi tidak ikut SP. Karena saya pikir, segala kerjaan yang bisa dikerjakan sekarang, ya diselesaikan saja. Saya masih punya PeeR lainnya. Odop ini selalu ada di pikiran saya sehingga tidak tenang kalau belum beres. Terharu akhirnya bisa lulus juga. *lap keringet*

Tapi asli sih, ikut odop ini banyaaak banget dapet ilmu, info menarik, kulwap bareng penulis beken. Kerenlah pokonya. Tapi kalaupun saya bisa lulus, saya mengakui bahwa saya cukup melakukan hal ini satu kali. Ya, menulis setiap hari adalah kesengsaraan. wkwkwkwk. Ya ga sengsara-sengsara amat sih. Mungkin karena masih belum fokus ya.

Saran saya untuk odop ini, mm apa ya. Gak ada sih, cuma pengen bilang bagus aja untuk latihan menulis. Karena kalau saya pribadi, menulis one day one post itu jadi gimanaa gitu. Ini kan kalau saya, mungkin yang lain merasa bisa menulis dengan baik, menceritakan dengan baik. Saya setengah mati nyari materi buat besok apa, besoknya lagi apa, dan seterusnya. Apalagi kalau ada hutang, trus mau dirapel malam, malah diprotes suami. qiqiqi

I will keep writing, although not One Day One Post.
But maybe someday, I will be back on One Day One Post. (me, 2016)

Terima kasih kepada punggawa odop Teh Shanty. Ilmu-ilmunya super keren. Terima kasih juga buat teman-teman odop yang bikin semangat untuk setoran tulisan.

Sekian curhat kelulusan saya. Selamat juga kepada odopers yang sudah lulus hari ini. Mari berucap Alhamdulillahirabbil’alamiin.

99 JUDUL

Berikut ini adalah list judul tulisan saya ikut odopfor99days:

Trimester pertama, bisa diliat di postingan saya 33 hari odopfor99days.

Trimester kedua, bisa diliat di postingan saya 66 hari odopfor99days.

Trimester ketiga di bawah ini:

Day 67 66 hari odopfor99days
Day 68 Bunga Cinta Agaphantus
Day 69 Have to Read Book
Day 70 Keseruan di Jejakecil
Day 71 Mindfulness-nya Para Ibu
Day 72 Sertifikasi Keahlian (SKA) Lanskap
Day 73 Selamat Hari Kartini, Wanita Indonesia!
Day 74 Tips Menghilangkan Kantuk Saat Bekerja
Day 75 Stop Finding the idea
Day 76 Apa itu Bintang?
Day 77 Mainan Favorit Anak
Day 78 WS Rendra: Hidup itu seperti UAP
Day 79 Tentang: Sabtu Bersama Bapak (novel)
Day 80 Taman Bahagia SMAN 2 Bandung
Day 81 Image Analysis to Enrich Design
Day 82 Pasang-surut Yanweizhou Park
Day 83 Catatan kulwap: Genetic drift Oryza sativa
Day 84 Kebutuhan parkir
Day 85 Nak, Yuk Shalat (bagian 1)
Day 86 Nak, Yuk Shalat (bagian 2)
Day 87 Romantisnya Bandara Husein
Day 88 Toilet dan Mushola Mall
Day 89 Up&up – Coldplay
Day 90 Ketika marah adalah sebuah teguran
Day 91 Musim gugur daun berubah warna
Day 92 Belajar Menjamu Tamu dari Nabi Ibrahim AS
Day 93 Apa yang Sedang Saya Lakukan Saat Ini
Day 94 Bogor dalam Ingatan
Day 95 Kencan
Day 96 Kerja Ikhlas
Day 97 Menjadi Penulis?
Day 98 Yang Muda Yang Bersemangat
Day 99 Akan jadi apa saya?

Sekian dan terima kasih.

Advertisements
2

Akan jadi apa saya?

#odopfor99days #day99
Bismillahirrahmanirrahim

Tulisan kali ini bukan sekedar tulis. Tapi harapan dan impian saya. Rencana-rencana ke depan memang banyak. Mungkin kalau semua tertulis gak beres-beres juga.

Life begin at 40
Katanya begitu. Sekarang umur saya menuju 29 tahun. Untuk umur segini, rasanya saya belum cukup jadi ‘orang’. Mungkin usaha saya masih kurang. Para pembalap motoGP ataupun F1, usianya masih muda-muda, tapi sudah mendulang prestasi. Pun teman-teman saya ada beberapa yang sudah melakukan pencapaian-pencapaian keren. Ini adalah penilaian versi duniawi ya.

Tapi saya memang mau menulis rencana di dunia, yang semoga nilainya bisa ukhrowi. Berikut ini beberapa poin yang menjadi harapan dan impian saya.

mother

Ibu Rumah Tangga ++

Ya. Dalam waktu dekat, inilah yang saya pilih. Segera setelah urusan saya selesai, saya ingin menjadi ibu rumah tangga ++. Tanda ++ ini tentu saja saya maksud bukan thok jadi ibu rumah tangga. Tapi menjadi ibu yang produktif. Produktifnya bisa macam-macam. Menulis berkreasi, jualan online, atau bahkan proyek santai. Tapi prioritas ada di rumah. Karena ini untuk anak-anak saya. Saya bertekad mendidik mereka sendiri. Walaupun akan banyak jungkir baliknya nanti. Harapan saya adalah anak-anak yang sholeh dan sholehah. Sekarang ini saya ikut grup-grup parenting, tapi belum bisa menerapkan semuanya. Semoga nanti bisa. Status ini, sebisa mungkin sampai anak sekolah. Lalu saya bisa kembali berkarya.

entrepreneur 0

Enterpreneur

Memang untuk menjadi seorang enterpreneur harus serius, kalau disambi menjadi kurang maksimal. Tapi masa sih gak bisa? Saya yakin itu bisa. Tapi prioritas tidak terlalu banyak. Semoga. Ini sebagai modal untuk masa depan keuangan dan jiwa mandiri. Supaya tidak tergantung pada siapapun kecuali Allah saja.

landscape architect

Arsitek lansekap

Saya menyukai bidang ini. Dibanding gelar S1, saya masih lebih menyukai lansekap. Mungkin karena alam-alam gitulah. Jadi saya suka. Ditambah lagi setelah kerja di konsultan lansekap, trus kuliah lansekap dan dapet proyek-proyek lansekap juga. Semakin saya suka. Banyak tantangannya. Harus banyak belajar untuk bisa ahli. Apalagi di Indonesia, perkembangan infrastruktur yang membutuhkan bidang ini terus meningkat. Jadi intinya proyek lansekap itu banyak. Sedangkan ahlinya belum sebanyak arsitek. Padahal mungkin proyek lansekap akan lebih banyak dibutuhkan dibanding arsitektur. Lalu banyak kasus proyek ini dikerjakan oleh orang yang bukan ahlinya. Malah jadi asal dan hanya buang-buang duit negara aja.
Oia satu lagi, bidang ini juga sebenarnya melahirkan banyak kebutuhan. Di samping posisi sebagai desainer, sedang banyak dibutuhkan pula pengajar lansekap. Kalau Allah mengijinkan, saya juga mau mengajar. Supaya jadi amal jariyah. Bisnis? Bisa nih. Bisnis nursery. Ada satu peluang yang dari dulu ingin sekali dibangun. Tapi belum juga dilaksanakan oleh instansi terkait. Yaitu toko online dengan penyediaan berbagai jenis bibit tanaman. Ya. Online nursery, tapi bedanya dengan nursery lain adalah berlokasi di seluruh Indonesia.

investor

Investor

Menjadi investor ini sebenarnya tujuan silaturahim dan memperbanyak link. Dengan memperbanyak link, insyaAllah jalan hidup juga lebih terbuka. Bisa banyak membantu orang. Tentunya investor untuk hal-hal kebaikan dan banyak untungnya bagi banyak orang.

traveler

Traveler

Ini impian juga nih. Sejak pertama kali ke luar negeri, saya merasa kalo traveling itu banyak ilmunya. Melihat bumi Allah yang lain, mengambil banyak hikmah, ilmu menjelajah, ilmu bertahan hidup, ilmu berkomunikasi, dapet visual library yang keren dan mungkin baru. Bisa jadi bahan cerita, pengalaman, dan ilmu tadi. Bagaimana merencanakan itinerary yang banyak pertimbangan. Tapi jadi inget kata-kata di film ‘bedanya liburan dengan traveling, kalau traveling itu semuanya tanpa rencana. Semua terjadi mengalir gitu aja’. Berarti kalau gitu, saya lebih suka liburan deh hehehe.

Garis besar Akan jadi apa saya?, terwakili di ke-5 poin di atas. Semoga Allah memberkahi apapun yang saya jalani, dan apapun yang Allah Kehendaki saya menjadi apa. Dari garis besar di atas yang sifatnya duniawi, tentunya harapan saya paling besar adalah menjadi muslimah bertaqwa. Aamiiin. Semoga yang membaca ini juga harapan dan impian baiknya tercapai. Aamiiin.

Bagaimana dengan anda?

1

Yang Muda Yang Bersemangat

#odopfor99days #day98
Bismillahirrahmanirrahim

business-person-silhouette-vector_people_000025

image.clipartpanda.com

Melihat anak muda bersemangat memang seharusnya kita merasa terbakar ya. Terbakar untuk lebih semangat lagi. Bahwa tidak ada yang tidak mungkin sampai Allah yang berkehendak.

Hari ini saya kukurilingan sama temen pake jasa uber (taksi online tea). Di luar kesimpangsiuran soal legal dan ilegal nya, saya mengacungi jempol untuk idenya. Dari anak muda. Bahkan supir yang tadi mengantar pun muda banget. Masih kuliah semester empat.

Kami pergi menuju beberapa tempat, dan dia pun menunggu. Total-total perjalanan tadi adalah 3 jam. Saat saya dan teman saya berpisah (turun lebih dulu di stasiun menuju Yogyakarta), saya jadi banyak nanya sama si dek supir ini. Saya pikir, semangat dia yang luar biasa juga patut diacungi jempol.

“Udah lama ikut uber?”
“Baru 3 minggu, bu.”
“Ooh. Berapa bersaudara?”
“Tiga bu, saya anak kedua.”
“Kakaknya udah kerja?”
“Iya. Di departemen xxx di Jakarta”
“Hoo. Adiknya?”
“Adik saya masih sekolah. Kelas 6 SD.”
“Wah beda umur nya jauh ya. Kalau ayah kerja dimana?”
“Ayah saya kepala dinas xxx bagian xxx”
(Saya pun melongo)
“Kalau ibu?”
“Ibu saya ngajar di sma swasta xxx”
“Ikut uber kemauan sendiri nih?”
“Iya. Soalnya tadinya mau usaha rental mobil. Tapi kayanya resiko besar.”
(Saya melongo lagi deh, ini pasti dia banyak duit)

Baiklah dek, semangat kamu untuk anak semester 4 boleh juga. Saya jadi merasa malu aja. Dulu semester 4 ngapain gue??? Masih ikut ini itu. Belum mikirin duit. Trus sibuk mikir pas udah lulus. Kamana wae. Hmm. Ini anak-anak saya harus diajarin dagang deh dari kecil. Tujuan utamanya adalah supaya gak banyak tergantung sama orang lain.

Sekian hikmah kukurilingan hari ini. Wassalam.

1

Menjadi Penulis?

#odopfor99days #day97
Bismillahirrahmaanirrahiim

WRITER.jpg

Setelah saya coba ikut odop ini, saya jadi berpikir apakah saya ingin menjadi penulis? Sempat pernah, mungkin masih ada sedikit. Tapi belum kuat niatnya. Kemudian saya jadi mencari bagaimana sih menjadi penulis yang hebat. Saya cari dengan browsing saja. Rupanya memang kalau niat sudah bulat, dan usaha yang kuat, pasti kamu bisa jadi penulis. Saya coba tulis ulang dari hasil beberapa artikel yang saya baca ya.

1. Apakah anda ingin menjadi penulis?
Pertanyaan ini harus anda jawab terlebih dulu. Apakah sudah mantap?

2. Anda ingin menjadi penulis di segmen apa?
Untuk memilih genre, bisa sesuai dengan apa yang kita mau saja, atau sesuai dengan pasar yang saat ini banyak dibutuhkan. Contoh adalah parenting. Lagi banyak nih kebutuhan tulisan parenting.

3. Mulailah menulis.
Menulis apa? Apa saja yang ingin anda tulis. Tapi, tulislah yang benar-benar dari hati. Walaupun genrenya adalah non fiksi, bisa saja ditulis dengan hati dan kesungguhan.

4. Bacalah buku yang berkaitan dengan genre yang kamu tulis.
Sebanyak mungkin. Dari mulai penulis yang terkenal, sampai tidak terkenal, yang penting sesuai genre dulu

5. Baca juga genre lainnya.
Tidak perlu sebanyak yang poin 4. Tapi supaya kamu tau beda penyampaian, gaya bahasa, dan sebagainya dari beda genre itu.

6. Catat ide.
Ini penting banget. Karena seringkali ide terbang begitu saja. Atau kita stuck karena tidak tahu lagi ingin menulis apa. Kalau ada catatannya, kan enak, tinggal mengembangkan tulisan.

7. Menulis kembali.
Poin 3 sampai 7 ini diulang terus menerus. Read more, write more. Bahkan ada juga yang melakukan poin 8 berulang kali, sebelum naskah/tulisan selesai.

8. Revisi.
Nah pada bagian revisi ini, baca ulang yang sudah ditulis, lalu revisi menurut kita. Menghindari kata berulang, mengganti kata berulang dengan yang sepadan, dan sebagainya. Lalu minta juga revisi dari orang lain yang bersedia. Sesuai dengan genre tadi. Ini seperti ‘bertanya pada yang ahli’, siapa tau ada sesuatu yang salah dari yang kita tulis, atau sumber yang kita dapat.

9. Temukanlah tips trik menulis sesuai genre yang kita tulis.
Misalnya: membuat judul yang mengena, membuat kesan awal dan akhir yang briliant. Gak semua tulisan juga harus seperti itu. Tergantung tadi, genre tulisan yang kita pilih.

Kira-kira begitu yang saya tangkap dari berbagai sumber. Emang teorinya kelihatan mudah ya. Kalau untuk saya pribadi, memang harus didahului dengan niat yang kuat dulu. Hehe.

Semoga bermanfaat bagi yang ingin menjadi penulis. 🙂

1

Kerja ikhlas

#odopfor99days #day96
Bismillahirrahmanirrahim

Bukan hanya kerja, tapi di seluruh hidup, maka kita harus ikhlas. Idealnya!. Tapi ini pertama kali saya berhadapan dengan pemberi tugas langsung. Tugas yang cukup besar. Yang saya juga bingung menyelesaikannya.

Tugas ini besar, karena memang secara kuantitas besar, dan permintaan mereka pun banyak. Saya merasa bahwa pekerjaan ini sebaiknya dipegang oleh 2 orang. Tapi saya terlanjur mengiyakan saya yang mengerjakannya.

Ketika pekerjaan sudah akan sampai di tahap akhir. Malah banyak yang harus direvisi. Mungkin juga ini adalah pelajaran buat saya. Bahwa mengerjalan sesuatu itu jangan asal jadi. Saya juga berusaha menghindari apa yang belum dikerjakan. Itu juga kesalahan saya. Saya jadi banyak ngedumel.

Pelajaran yang saya dapat dari tugas besar ini untuk tugas lainnya adalah
1. Bersungguh-sungguh mengerjakan amanah
2. Kontrak kerja di awal sangat penting
3. Belajar mengatakan tidak, untuk pekerjaan yang bukan lingkup kita

Saya rasa masih perlu pembelajaran lagi dalam mengerjakan amanah dan tentu saja harus menggali lebih dalam hikmah di baliknya.

c706b7466a22657ee427b1897091a2ea

 

3

Kencan

#odopfor99days #day95
Bismillahirrahmanirrahim

IMG_3005e.jpg

Hari itu adalah hari bersama suami. Pagi-pagi saya diminta untuk latihan lagi nyetir mobil. Nah, nyetir mobil ini harus dipaksain memang. Kepentingan keluar kota dan supir lebih dari satu akan dibutuhkan ke depannya. Kasian pak supir kalau gak ada yang gantiin. Dan saya pun merasa malu kalau disetirin sama ibu mertua. Merasa gak guna gini eung.

Alhamdulillah suami punya ilmu nyetir dengan benar. Katanya dulu diajarin safety riding di kantornya waktu pernah kerja di Kalimantan. Saya akui nyetirnya kalo suami saya nyetirnya oke. Taat aturan. Bisa ngebut di situasi yang memungkinkan. Cuma ngocehnya aja sih yang harus dikurangi. Hehe

Selepas belajar nyetir, saya pun diajak nonton. Wiih. Itu mah ya, bahagia banget. Gak penting filmnya apa. Yang penting diajaknya itu yang bikin saya berbunga-bunga. Ditambah lagi abis nonton saya diajak makan siang berdua di cafe. Aduuh berasa nih pacarannya. Maklum pacaran baru abis nikah. Wkwkwkwk

Kalau lagi momen-momen gini nih pengennya lamaa banget si waktu. Soalnya segala obrolan pasti masuk. Dan semua pembicaraan jadi lebih tenang, lebih terarah. Biasanya kalau ngobrol di rumah suka gak tuntas karena berbagai alasan. Yang satu ngantuk, satunya nonton bola, nemenin anak tidur trus ikut tidur, gitu-gitu lah. Hehe

Semoga sering ada momen berdua gini, supaya komunikasi lebih clear. Saya suka banget dan seneng banget di hari itu. Terima kasih suamiku.

1

Bogor dalam Ingatan

#odopfor99days #day94
Bismillahirrahmaanirrahiim

2 Januari 2011
Saya berangkat dengan travel door to door yang namanya dulu masih melambung. Diantar lambaian tangan orangtua membawa saya ke kota hujan. Kota dimana saya mengadu nasib. cailah. Saya bersama adik kelas saya Yttria, yang tergila-gila dengan The Beatles dan impian besar kuliah di Inggris ini, kos bareng satu kamar. Dan itu adalah kamar kenangan penuh cerita.

3 Januari 2011
Hari pertama saya bekerja di konsultan di dalam kebun raya Sheilsflynnasia. Menurut saya ini kantor bergengsi, secara bosnya aja di Inggris sana. Saya merasa beruntung bisa bekerja di sini.

Itu awal saya di Bogor. Saya dan Yttria menapaki hari-hari di Bogor yang penuh dengan angkot itu. Pulang malam sudah jadi santapan kami setiap hari. Walaupun secara teori kami disuruh pulang pukul 6 pm. Bogor dalam ingatan, hanya ada 2, yttria dan sheilsflynnasia.

Y.T.T.R.I.A

Gadis kurus lebih tinggi dari saya dan berkacamata. Memiliki passion yang bagus, tapi dia selalu menampik hal tentang dirinya. Saya kadang menyebutnya dengan Yttria ‘vintage‘ Ariwahjoedi. Orangnya punya hati teguh, walaupun kadang cepat luluh. Kadang polos, tapi kadang juga berani banget.

Setiap ada waktu di weekend yang kosong, kalau kita lagi gak ada jadwal pulang ke Bandung, kami menyempatkan main ke sekitar Bogor atau Jakarta. Hehe, maklumlah kita mah anak rumahan di Bandung. Babaloey, si kamera dslr nikon, selalu menemaninya kemana dia pergi, walaupun katanya sekarang dia sudah almarhum.

Dia suka sekali fotografi, hal-hal vintage, dan romantis. Pernah juga saya diajak nonton film Korea sampai habis. Kalau gak salah 19 episode? pernah juga kita sampai streaming demi nonton sinetron apa coba? Putri yang tertukar. wkwkwk. Soalnya di kamar kos kita gak ada tv nya sih.

Dia punya mimpi kuliah di Inggris. Chevening yang katanya seleksinya luar biasa, dia bilang, ah saya mana bisa masuk. Rupanya memang, mimpi itu harus sering kita ucapkan, ungkapkan, tuliskan, doakan. Sekarang dia lagi menyelesaikan thesisnya di Sheffield. Tempat kelahirannya dulu, tempat dulu papanya kuliah. Alhamdulillah, barakallah ya neng ytt. Hehe. Semoga cepet beres kuliahnya, dan bisa berkarya di Indonesia. Oia cepet nikah! sama Ahmad??

Thanks for the history with you, Yttria 🙂

Sheilsflynnasia

sfa

Foto Bareng pas Open House 

Kantor lanskap. Kenapa? Gatau juga, iseng aja. Tapi pernah pengen juga kerja di luar kota, mencoba kota lain. Ketika tugas akhir saya tentang lanskap, saya pun berani untuk melanjutkan per-lanskap-an ini dalam bekerja. Setelah lulus, saya tidak langsung bekerja tetap. Dan ini kantor pertama saya bekerja secara formal. Sebelumnya saya cuma ikut penelitian dosen, ikut proyek ini, itu, gitu aja.

SFA, lokasinya asri banget, di dalem Kebun Raya Bogor. Kalo istirahat, kita suka makan keluar. Jadi kaya acara makan-makan terus kalo lagi jam makan siang. Tapi pernah akhirnya ditegur, makan siang kelamaan, jadi malah dikasih jadwal meeting jam 12 teng. wkwkwkwk.

Temen-temenya asik-asik. Bosnya juga asik. Yang gak asik tuh pulang malemnya aja sih. Saya mah jujur, anak rumahan. Tiap magrib udah dipanggil-panggil, “ada dimana? pulang jam berapa? pulang sama siapa?” dan sebagainya. Jadi saya juga merasa aneh aja kalau pulang lewat magrib. Tapi jadi kebiasaan juga akhirnya. Trus kantornya mungkin cuma cocok buat yang single kali ya? Soalnya kalau pulang jam 9 atau 10, gimana main sama anaknyaaa?? Kritik terpendam baru keluar sekarang.

Saya enjoy banget saat itu, kerja di sini, masih single juga da sayanya. Proyeknya keren-keren. Banyak yang bisa saya dapat. Pernah ditanya sama salah seorang teman kantor, “Fin, kamu gak minat sekolah lagi?” dengan santai saya jawab “Ah enggak pak, nanti dulu deh”.

Tapi rupanya Allah punya rencana lain. Tiba-tiba ada satu hal yang membuat saya harus kuliah. Alasannya agak lucu sih. Tapi demi keprivasian, saya gak ceritain ah. Saya mengutarakan ingin kuliah kepada bos, tepat di hari saya dikasih selamat bahwa saya sudah melewati masa percobaan dan akhirnya menjadi junior landscape architect. Di situ saya merasa sedih, menyesal. Untuk apa saya resign hanya untuk alasan itu. Sampai saya juga nangis-nangis pas daftar ulang kuliah. Memalukan sodara-sodara.

Thank you sheilsflynn 🙂

Dua kenangan tidak terlupakan. Terima kasih