0

Lulus Matrikulasi, terus?

Bismillah

#odopfor99days2017 #day2

Alhamdulillah sudah lulus matrikulasi. Kuliah online buat para ibu nih. Menurut saya mah penting, karena jadi ibu itu harus banyak ++ nya. Nah gimana caranya biar bisa jadi ++? Silahkan ikuti kelas Matrikulasi, dan kelas-kelas Bunda lainnya yang diadakan oleh Institut Ibu Profesional. Tenang, cuma belajar lewat hp kok, pendaftaran sekali buat seumur hidup. Kalau saya karena tinggal di seputaran Bandung, jadi ikutnya IIP Bandung.

Setelah lulus matrikulasi ini, saya jadi berpikir panjang. Bahwa saya adalah perempuan. Fitrahnya adalah di rumah, dan tidak wajib bekerja. Orangtua, saudara, teman dekat, masih berharap saya terus berkarya lewat bekerja. Selain supaya seorang istri punya penghasilan, memang ga ada yang tau ke depan akan terjadi apa.

PANITIA OPEN HOUSE IIP BANDUNG.jpg

Ada 2 hal yang saya juga masih bingung bin galau dalam mengarungi kehidupan yang fana ini. Tsaaahh. Pertama, saya akan tetap mencari penghasilan, yang juga merupakan salah satu mimpi saya. Kedua, saya akan fokus mencurahkan waktu dan tenaga saya untuk anak dan suami, dan keluarga. Sebenarnya dari kedua hal ini tidak perlu dipertentangkan. Kenapa tidak disatukan saja? Suami saya memang keberatan kalau saya bekerja full time, sehingga waktu untuk anak dan suami tinggal sisa yang gak berkualitas. Saya bisa jadi freelancer, menerima kerjaan yang sifatnya jangka pendek, untuk tetap dalam koridor ‘passion’ saya. Saya pun bisa sambil mengejar apa-apa yang saya inginkan dalam kehidupan ini, yang biasanya menjadi keluhan saat bekerja kantoran, saya tidak bisa melakukannya.

Waktu berjalan terus, jadi yang harus dilakukan adalah yaa tentu saja MAJU TERUS. Apa yang menjadi mimpi, bisa terus dikejar, asalkan FOKUS, TERENCANA, dan DOA yang KUAT. Tapi rupanya saya terlalu banyak keinginan. ALhamdulillah atuh ya punya banyak keinginan. Keinginan yang banyak ini terkadang tidak disertai dengan rencana yang panjang dan baik.

SAYA SEKARANG

Jadi saya teh sekarang, sudah tidak bekerja kantoran, melainkan bekerja dari rumah. Tapi saya punya PeeR besar untuk bisa bekerja dari rumah. Saya masih merasa, bahwa saya tidak bisa bekerja kalau di rumah. Jadi saya harus pergi keluar, supaya tidak ada gangguan anak. Satu hal yang baru saya pahami dari sebuah tulisan Raluca Loteanu dalam blognya, kalau anak memanggil-manggil kita dan mengajak bermain ketika kita sedang sibuk mengerjakan sesuatu, berarti dia butuh kita. Penuhi dulu kebutuhannya, percayakan bahwa kita ada buat dia. Baru nanti dia akan memberikan waktu buat kita untuk mengerjakan hal yang lain. Pemahaman saya yang salah selama ini, menganggap anak sebagai gangguan kalau saya bekerja di rumah. Memenuhi panggilannya dulu akan lebih menenangkan. Beda sedikit ceritanya kalau kita lagi diburu deadline.

Sedikit soal kerjaan, ceritanya kemarin-kemarin (dan sekarang), saya dapet kerjaan yang mempertemukan saya dengan para pengusaha. Ada yang jadi GMnya salah satu merk sepatu, ada juga pengusaha yang merupakan supplier sayur dan buah di supermarket ternama se-kota Bandung. Saya belum sempat wawancara satu-satu, gimana mereka memulai, jatuh-bangunnya. Yang jelas, mereka teh orangnya nyoh-nyoh gitu. Maksud saya, gampang ngasih ke orang lain. Saya pikir, tiru aja dulu sifat baiknya ini ya. Semoga besok-besok saya jadi DIrut sebuah usaha. Aaaamiiiiiinnnn. Jadi supaya sukses seperti mereka, ya usahanya tidak sedikit, perjuangannya juga tidak sedikit. Anggaplah apa yang dijalani sekarang sebagai perjuangan menuju kesuksesan duniawi. Heitss, jangan lupa ukhrowi, suka dikesampingkan gitu sih.

Trus sambil ngerjain kerjaan sampingan, saya nyoba jualan. Entah mungkin saya yang perfeksionis, jadi cukup ribet juga si jualan ini. Eits, saya ngomong ribet ini keluhan bukan ya?hehe. Sedikit ribet tapi asik (terutama pas dapet transferan duit dan good testimony). Diantara keribetan yang saya bikin sendiri adalah memfoto produk satu persatu, zoom in dan zoom out-nya, lalu edit masing-masing produk, kasih kode, unggah produk yang ada beberapa tahap, me-rekap peminat, pembeli, mana yang terjual, mana yang masih ada untuk disiapkan unggah pekan depannya. Oia, saya baru jualan di grup facebook kampus kesayangan aja, segitu ribetnya. Tapi terbayarlah, senang :). Sekarang lagi nyoba untuk merambah ke online via Instagram. Karna saya jualan kebutuhan anak, saya bikin brand yourchilneedsboleh loh dikunjungi dan diboroong.

Trus selain freelancer (arsitek dan arsitek Lanskap), dan jualan online, saya juga gabung di beberapa komunitas online. Yaa kaya IIP ini, yang sekarang lagi bersiap untuk ikut kuliah online Bunda Sayang, yang masa kuliahnya adalah 1 tahun. Jadi ibu bisa kuliah juga kok, online pula, jadi bisa dapet S1 sendiri, karena kuliahnya 4 tahun. Subhanallah luar biasa. Saya sedang tertarik sama komunitas keluarga/parenting, karena merasa kurang banget ilmu saya di sini. Jadi selain ikutan IIP, saya juga sedang mulai berpartisipasi dalam komunitasnya sabumi. Komunitas ini ada blognya dan ada pagenya, yang bisa dikunjungi. Banyak banget pelajaran di sabumi ini. Malah lebih mengangkat ke kemandirian. Jadi saya merasa cocok banget dengan grup ini. Oia sabumi ini, komunitas homeschooling. Sampai saat ini saya belum memutuskan untuk meng-homeschooling-kan anak. Cuma saya ingin ambil ilmu-ilmunya. Bagaimana homeschooling, terutama untuk preschool.

Hubungannya SAYA SEKARANG dengan lulus matrikulasi? Iya, jadi saya teh harus punya target hidup ke depan. Minimalnya adalah bagaimana target saya menjadi Muslimah, istri, ibu, dan anak. Gatau udah berapa kali saya bikin target kaya gini. Keunlah (biarinlah) ya, ALhamdulillah punya target-target tertulis teh.

Muslimah
Saya merasa kualitas ibadah saya jauh menurun, terutama setelah menikah. Tapi karena menikah adalah juga ibadah, jadi saya juga berusaha tetap dalam koridor ibadah. Tapi saya ingin kembali menggiatkan ibadah-ibadah sunnah. Baiklah, target saya sekarang adalah DOA!! Saya maleees banget untuk bertahan duduk lama setelah sholat. Karena Allah suka ngasih saya ide-ide untuk melakukan sesuatu, pas saya lagi sholat. Jadi sholat gak khusyuk, selesainya jadi terburu-buru untuk lanjut yang lain. Jadi kadang, doa teh hanya ritual bacaan arabnya doang, tanpa diresapi maknanya. Trus langsung berdiri, lipet mukena, kembali beraktifitas duniawi. Padahaaal saya sangat butuh momen DOA ini. Trus juga harus membiasakan DOA dimana-mana. Udah ini dulu. Sedikit curhat, saya sedang dikasih banyak ketakutan dan kegelisahan, ini mungkin karena saya kurang dzikir dan DOA. Yaa Allaaaah ampun, jadikan saya mencintai ibadah sebagaimana mencintai diri sendiri…

Istri
Sebagai istri, saya juga kadang masih suka ada kesel-kesel sama suami. Wajarlah ya. Trus saya belum maksimal dalam taat. Saya pernah denger bahwa, turuti aja apa yang suami mau, selama tidak melanggar syar’i. Tapi ada hal-hal yang menurut saya gak perlu dipaksakan, dan berujung kekesalan saya. Mungkin saya kurang DOA itu tadi ya. Dari segi manajemen rumah juga saya masih buruk. Masih suka berharap sama suami, padahal berharap mah sama ALlah aja fin. Syarat istri kalau mau masuk surga cuma satu, tinggal taat ke suami, lalu kalau suami ridho, masuk surga deh. Naaah ini yang susah teh yaaa. Bismillaaahh, sing ikhlas fin. Yaa Allaaaah bimbing saya dan suami saya….

Ibu
Sekarang ini, saya lagi baca buku Bunda Sayang. Dan paling nancleb (menghujam hati) adalah bab kemandirian anak. Naah, mungkin saya gak bisa kerja di rumah juga salah satunya adalah karena kemandirian anak saya belum dilatih dari kecil. Jadiii, sekarang ini saya fokus pada kemandiriannya. Alhamdulillah, toilet training udah lulus, walaupun saya masih takut-takut kalau pergi keluar rumah, di rumah masih harus sering ditawarin untuk ke toilet. Takut gak ada kamar mandi bersih, takutnya ngompol, dan ketakutan lainnya. PeeR kemandirian yang lain adalah makan!! Dengan tidak memilih-milih, harus sambil duduk, dan habis. Woow ini sesuatu banget. Poin makan ini, jadi PeeR tersendiri buat saya supaya bisa masak yang enak. Dalih masih tinggal sama orangtua, jadi weh saya males masak, karna tidak mendesak. Jadi gak putar otak bagaimana supaya anak mau makan dengan lancar jaya. Semoga rumah cepet jadi, bisa pindah dan bisa belajar mandiri terutama buat diri saya sendiri. Dan semoga saya dan anak tidak stress. Yaa Allaaaah mudahkan, kabulkan….

Anak
Birul walidain. Ngerasa ngerepotiiin terus ke orangtua. Makanya sebisa mungkin segera pindah. Bukannya gak mau tinggal bareng ortu. Seneeeng pake banget kalo tinggal sama orangtua teh, tapi saya jadi gak belajar. Orangtua saya biasa mempermudah anaknya. Jadi apa-apa kalau ada yang susah ya dibantuin. Bahkan tanpa diminta pun, dengan inisiatif yang tinggi mereka langsung action. Jadi maluuu banget. Ngerasa juga belum bisa ngasih apa-apa sama orangtua. Salah satu tujuan saya tetap berpenghasilan adalah dengan tujuan, saya punya uang yang banyak, bisa ngasih orangtua. Biar bisa jalan-jalan, ngasih-ngasih orang, ngundang makan-makan, dan lain-lainlah. Ya Allaaah kabulkaaan,, semoga rezeki saya lancar, rezeki orangtua saya juga lancar, rezeki suami lancar, semua lancarlah.

TARGET DUNIAWI, Perlu gitu?
Perlulah, mimpi yang tertulis kan lebih bagus. Kali aja ada yang baca ini, trus Allah mengabulkan mimpi saya lewat beliau. hehe Aaamiiin
– pengen punya mobil yang kecil (katakanlah sebangsa kar*mun GX), jadi bisa pergi kemana-mana sama anak. Bisa berdua aja. Naik transportasi umum di Indonesia belum layak menurut saya. Jadi solusi buat saya sementara adalah bisa nyetir. Jadi mobil ini sebagai motivasi supaya saya bisa cepet bisa.
– Umroh haji sekeluargaaa. Aaamiiin
– Bersih dari RIBA, lunas hutang!!!

Tulisan ini mungkin merupakan tahap-tahap dalam mencapai mimpi di tulisan saya yang berjudul Akan jadi apa saya?. Sekian dulu curhat mimpi dan target saya. Eh hubungannya dengan matrikulasi teh apa tadi ya? Yaa pokonya saya harus jadi ibu profesional ++. Dan itu harus bertarget. Gitulah pokonya…

7 hari menuju Ramadhan

 

Advertisements
1

Kriteria Rumah Idaman

#odopfor99days #odop #onedayonepost #day18

Bismillahirrahmaanirrahiim

Sebagai lulusan arsitek, yuuk ngomongin tentang rumah idaman.

Saya pribadi pengen segala fasilitas ada di rumah. Misal, keluarga ayah ibu dan 2 anak. Punya kamar masing-masing (kecuali ayah ibu harus bareng dong), ruang tamu, ruang keluarga, kamar tamu, musola, perpustakaan, ruang kerja, garasi, innercourt (impian banget punya innercourt di tengah lahan rumah), taman depan dan belakang, foyer sebelum masuk rumah, dapur, ruang makan, gudang, tempat cuci jemur, dan ruang santai (buat kalo ada kumpul-kumpul temen-temen tapi butuh tempat khusus).

Tapi sekarang, bicara soal aktifitas di dalam rumah, ternyata gak semua orang tinggal di rumah seharian kan pastinya. Ayahnya kerja, mungkin ibunya juga, anak-anaknya sekolah, dan akhirnya rumah sepi sepagi-siang-sore. Paling malam hari barulah berkumpul. Itupun sudah dengan aktifitasnya masing-masing, anak-anak belajar dan mengerjakan PR untuk esok harinya, ayah menonton TV karna sudah lelah bekerja di kantor, atau membetulkan beberapa perkakas rumah yang rusak, sedangkan ibu, menyiapkan makan malam (dan mungkin sarapan pagi).

Laah, kapan bisa menikmati waktu bersama di rumah yang banyak fasilitas tadi?

Ada teori yang saya pernah dengar. Entah ini teori berdasar penelitian, atau saya cuma selewat aja dengernya. Kamar anak-anak buatlah secukupnya, jangan menyamankan anak di dalam kamar. Jadi mereka lebih sering berada di luar kamar. Karena kamar hanya khusus untuk istirahat tidur. Realisasinya mungkin adalah kamarnya kecil aja, cuma cukup kasur, lemari baju, dan meja belajar, jangan kasih tivi atau pees atau sejenisnya.

Berbeda dengan kamar ayah dan ibu, bisa saja dibuat senyaman mungkin, biar romantis tis tis tis. Tapi jangan lupa ya di luar ada anak-anak, hehe. Realisasinya, ada tivi, kamar mandi dalam (wajib deh rasanya, ya tapi saya juga belum punya sih, ok, ganti jadi sunnah muakad), kasur empuk, sofa mungkin, dan sebagainya yang dirasa di kamar semakin nyaman. Kecuali meja kerja ya, harap di luar kamar saja. Sesungguhnya kerja di rumah itu tidak enak (walaupun masih saya kerjakan juga, heuheu), dan kadang mengganggu pasangan.

Saya pribadi punya impian tentang rumah yang diinginkan. Saya coba list ya:

  1. Rumah harus terang dan banyak bukaan, tapi minimalisir lubang yang memungkinkan binatang masuk. Supaya hemat listrik dan berkesan luas.

    modern20house12

    sumber: interioridea.com

  2. Catnya warna terang, supaya gak panas (teorinya warna terang memantulkan cahaya kan? dan juga biar ga jadi efek rumah kaca, sotoy!) tapi catnya pengen ada aksen-aksennya, jadi dari empat sisi dinding sebuah ruangan, kasih satu dinding dengan warna cat yang berbeda. Seru warna-warni.
  3. Ruang servis di belakang! ini nih ngambil teori orang jaman dulu di desa-desa (kota juga ada sih ya). Kenapa? supaya gak enak diliatnya ada di belakang, supaya terzonasi dengan baik antara area basah dengan kering, area kotor dengan bersih. Seringkali perumahan-perumahan yang baru sekarang ini menaruh kamar mandi diantara dua kamar yang langsung menghadap ke ruang tamu, kadang agak gimana gitu ya keliatan langsung dari ruang tamu. Trus kalo lagi di kamar mandi juga biar gak kedengeran suara-suara bomnya (ups).
  4. Kamar mandi, gak usah pake bak mandi deh, pake ember kecil aja. Selain praktis, hemat tempat, gak repot nguras bak. hehe

    small-bathroom-layout-plan-design-for-renovating

    sumber: bathroomist.com

  5. Area jemur dan setrika, Ini juga harus dipikirin nih. Saya inginnya bersatu dengan ruang servis, oia plus tempat cucinya juga. Ya supaya tadi, berantakan di belakang. Tapi jangan lupa, kalau suatu saat ada tamu datang ke rumah, pikirin juga pas mereka mau ikut ke kamar mandi, akankah mereka melihat sesuatu yang tidak semestinya? (baca: pabalatak).
  6. Lemari, kenapa jadi lemari? Iya ini adalah hal yang paling penting di dalam rumah. Karna rumah akan terlihat rapi dengan lemari. Pas lagi ribet, masukin aja dulu pokonya semua ke lemari, sulappp, langsung rumah beres. hehee. Baru nanti bisa pilah-pilah bebenah sedikit-sedikit. Bisa juga pake cara beres-beres yang lagi terkenal konmari. (search aja konmari, banyak juga tutorialnya di yutub).
  7. Oia rumah, sebaiknya gak menghadap langsung timur dan barat. Panas sodara-sodara. Apalagi matahari sore. Sebisa mungkin pilih rumah yang utara selatan, atau kalau terlanjur, minimalisir bukaan yang di barat dan timur, maksimalkan yang di selatan dan utara.
  8. Setelah bertahun-tahun saya hidup bersama orang tua, saya merasa kitchen set ini wajib ada. Kenapa? karna buanyaaakk banget perintilan dapur yang ga disadari. Jadi sangat perlu kitchen set. Nah sekarang mah udah banyak desain-desain kitchen set yang kece badai, murah, dan sehat dipandang. Contoh ini nih yang saya mau.
  9. creative-small-kitchen-ideas-16

Oke segitu dulu aja deh mimpinya. Semoga tercapai yaa.. Aaamiiin

 

0

Visualisasi Mimpi: Paris

Bismillahirrahmaanirrahiim

Ceritanya lagi suntuk di rumah. Trus ditambah ahad kemarin nonton Mario Teguh Golden Ways, yang quotenya keinget-inget terus.

Kalau punya mimpi, divisualisasikan (dirinci) ingin seperti apa.

Ya kurang lebih begitulah quotenya. Jadi postingan kali ini pengen bahas mimpi.

Sang suami tercinta udah punya mimpi buat ngelanjutin S2nya di LN. Kemungkinannya sih Jepang atau Perancis, walaupun sebenernya dia pengennya ke Inggris gara-gara pengen nonton langsung klub kesayangannya Liverpool. Kemanapun tujuannya, pokonya saya dan putri tersayang pun harus ikut hehee. ya iyalaah

Berhubung Jepang udah pernah saya pijak walaupun sekejap dan Inggris udah banyak denger dari temen sekos waktu kerja di Bogor (apalagi kerjanya juga di konsultan yang punya orang Inggris), so saya pengen bahas Perancis. Paris tepatnya.

P.A.R.I.S

Yoi banget kalo bisa jalan-jalan ke Paris. Secara arsitek mah senengnya jalan-jalan.

Apa yang pertama keluar ketika kita googling Paris?? Yup, Eiffel Tower. Menara ini tingginya 324 meter yang berada di tepi sungai Seine yang sudah sangat mendunia. Orang yang berkunjung ke Paris pasti ke sini. Udah ada yang pernah liat dari atas?? Berikut sedikit area menara Eiffel yang bisa dilihat dari Google maps or other map applications.

 Master plan

Kalau lihat dari aplikasinya, kita bisa lihat keseluruhan master plan dari menara Eiffel ini, yang ternyata menganut pola simetris menghadap ke sungai Seine. Ujungnya Barat Lautnya Gardens of the Trocadero dan ujung Tenggaranya Champ de Mars Landscape Park. Ini mah sotoy-sotoyan aja dulu ya. Berhubung belum pernah ke sana dan hanya lihat dari top view, ya ginilah. Hehee

Saat ini saya sedang tertarik dengan lansekap, karena lansekap menyelaraskan arsitektur. Ternyata memang kota Paris ini kota yang formal ya. Bisa dilihat di maps, jalannya lurus-lurus bersumbu. Kalau gak salah inget sih, dulu pernah ada dosen yang bilang kalau kota-kota di Eropa itu membosankan, beda dengan Asia. Mungkin salah satunya lorong jalan di gambar di bawah ini.

Hmm,, kalo jalan dari ujung ke ujung mungkin bosen juga kali yaa. Tapi tetep ada sisi menarik kalau kita mengunjungi suatu tempat yang baru. Tentunya nanti saya pengen ke jalan-jalan lurus berpohon ini. 🙂

Bois de Boulogne – sebuah public park di Paris yang guedee banget, 800.000-an hektar. WOW!! ini mah seminggu juga gak cukup liat detailnya. Taman ini menganut English Landscape Garden dimana ada banyak danau dan cascade-nya. Jadi inget dulu saya presentasi tentang English Landscape Garden, dan pengen buktiin sendiri alias touchdown there. Yuk ngeces dikit…

  

Satu lagi yang kudu wajib dikunjungi adalah Parc Floral de Paris, taman kotanya Paris sekaligus botanical garden-nya. Wuiih kebayang kan banyak taneman di sana, bahkan katanya (wikipedia) ada 650 jenis tanaman Iris. Allahu AKbar!!! Nah di sini kayanya seru nih, karena bentuknya tidak terlalu formal. Jadi bisa banyak pengalaman ruangnya. Ditambah lagi ada sculpture park-nya. Jadi inget waktu ke China, taman-taman yang kayak gini kunjungan utama kami (Ars Lanskap ITB angkatan 2011).

Ya Allah sampaikan ke sini. Ingin sekali melihat belahan dunia lain supaya banyak pelajaran yang bisa diambil. Aaamiiin Ya Rabb

Sekian