0

Workshop Montessori at Home for Kids bersama dr. Pinansia Finska Poetri

20017832_10213510311941666_8209801665929434738_oFlyer digital, iklan workshop yang bikin saya tertarik ingin tau

Bismillahirrahmanirrahim
Weekend yang lalu, saya ikut 2 acara yang menurut saya penting banget buat para orang tua. Pertama adalah workshop Montessori, dan kedua seminar kesehatan. Untuk seminar kesehatan, karena materinya banyak dan penting, insyaAllah saya tulis di postingan selanjutnya.

Workshop Montessori at Home for Kids

Jadi awalnya saya dapet iklan dari teh Rahma di grup fesbuk kesayangan itbmh. Acara ini diselenggarakan oleh parents.edu. Parents.edu ini adalah media edukasi untuk keluarga melingkupi bidang Pendidikan, Kesehatan dan Kewirausahaan. Bisa diklik ini untuk blognya dan ini untuk Instagramnya. Acara ini diselenggarakan di dehakids jalan Teuku Angkasa no.33 Bandung, dan disponsori oleh Botanina.

Berhubung sayah telat datang, (padahal kayanya yang penting adalah materi awalnya huksss) jadi saya share materi yang saya ikuti ya. Atau ya paling gak saya copy paste kan materi dari modulnya. Semoga penyampaian saya benar. Kalau salah, mohon koreksinya ya.

Filosofi Montessori ###
Montessori adalah sebuah metode pengajaran anak usia dini yang dicetuskan oleh dr. Maria Montessori (1870-1952). Prinsipnya adalah ‘Children teach themselves‘. Sedangan orangtua bertugas untuk memberikan perhatian, percaya, sabar, dan menghargai proses.

Usia 0-3 tahun unconscious mind
Usia 3-6 tahun conscious mind
Setiap anak punya spiritual embrio
Setiap anak akan mengalami fase sensitive
Stop melabeli anak, stop membandingkan anak

(Nah materi filosofi ini saya 0 banget. Huhuhu)

Material ###
Jadi dalam Montessori, material yang digunakan adalah material asli. Semua benda asli dalam ukuran yang kecil. Misal mengajarkan tentang sapi, carilah miniaturnya yang sama persis dari mulai warna, komposisi bentuknya, detailnya. Bendanya yang konkrit baru ke abstrak. Benda yanng simpel ke kompleks.

Contohnya mengajarkan tentang sapi tadi. Biasakan untuk menjelaskan secara rinci. Dari tekstur, bagaimana bentuk sapi sambil disentuh diraba, penggunaan mata, apa warnanya, bentuknya bagaimana, pengenalan terhadap kosakata yang berhubungan dengan sapi, pengenalan kata atau huruf, untuk mengetahui membaca dan menulis kata per kata dari sapi.

Banyak bercerita ini bertujuan untuk melatih visualisasi anak. Seringkali kita saat sekolah, bingung sekali saat diminta guru untuk mengarang cerita. Maka kita sebagai orang tua yang mengajarkan anak, bercerita detail itu akan membantunya untuk berpikir detail, dan rinci. Tujuan lainnya juga adalah agar melatih anak dapat mengungkapkan secara detail apa yang ada dipikirannya.

Montessori ini sangat menghargai proses panjang. Jadi memang pembelajaran dimulai sejak lahir, dan kalau tidak bisa, belum beralih ke hal yang selanjutnya. Harus sering dicoba, diasah. Ini mah kaya inti hidup aja sih yam kalau kita mau bisa ya kudu belajar terus yang rajin.

Kalau kita mau ngajarin angka ke anak 1-10. Pastikan dia mengerti konsep angka tersebut. 1 itu segimana, 2 itu sebesar atau sebanyak apa, 7 itu lebih besar atau lebih kecil dari 6 dan 8, dan seterusnya. Makanya material untuk belajar math ini, cukup detail. Sayang saya gak foto euy. Hehe

5 (2)

Kira-kira kaya ginilah, bisa disearch aja dari nama-nama materialnya ya. (sumber gambar dari sini)

Selain itu, saat belajar, selalu mengulang ritme yaitu kiri-kanan, atas-bawah. 1 material digunakan untuk 1 tujuan. Maksudnya?? Jadi 1 alat permainan, itu hanya digunakan untuk 1 hal saja. Misalnya balok pink tower (kebetulan contohnya pink warnanya). Jadi pink tower ini hanya untuk belajar berhitung 1-10, konsep di dalamnya, baik itu besar kecil, menyusun dari 1-10 dan seterusnya. Lalu, sebelum anak memulai bermain, orang tua melakukan demo dulu bagaimana cara memainkannya. Jangan dengan berbicara, tapi dilakukan saja. Agar anak tidak bingung, dia disuruh mendengar atau memperhatikan (semoga bener penjelasan saya ini). Saat anak melakukan kegiatannya, minimal interupsi.

Practical life ###
Konsep Montessori ini sebenarnya juga melatuh anak dalam practical lifenya, yang kelihatannya hanya permainan. Diajarkan kepada anak mulai dari cara berjalan, membuka-tutup pintu, hingga membuka-tutup mat. Oia mat ini harus ada sebagai area kerjanya. Anak harus tau area kerjanya hanya di situ. Jika keluar dari area kerja, harus dibereskan.

Pengajaran practical life ini berguna untuk melatih kemandirian, konsentrasi, fokus, koordinasi, dan mengikuti perintah. Katanya sih, konsep ini dapat diikuti oleh seluruh negara di dunia yang memiliki berbagai culture.

Pengajaran practical life dimulai mungkin saat anak sudah bisa duduk dan dapat diminta melakukan sesuatu. Dimulai dari kegiatan menyendok, menuang, dan transfer benda menggunakan tongs, pipet, penjepit jemuran, dan klip. Ketiga hal ini akan banyak ditemui di kehidupan. Maka perlu diasah dari kecil. Dan yang paling dekat adalah berlatih makan.

Contoh kegiatannya adalah sebagai berikut:
1. Buka alas mat
2. Simpan tray di depan anak
3. Siapkan beras berwarna, atau bisa diganti dengan kacang hijau, terigu, atau pasir kinetik, atau apapun
4. Siapkan 3 mangkuk, 2 mangkuk berukuran/bentuk sama, 1 mangkuk berukuran/bentuk berbeda.
5. Urutan mangkuknya seperti gambar ini ya

IMG_20170724_091657Susunan mangkuk dan peralatannya untuk latihan practical life

6. Cara melakukannya adalah. Beras di mangkuk 1, dipindahkan ke mangkuk 2 dengan disendok, sampai penuh. Lalu setelah di mangkuk 2 penuh, baru isi mangkuk 3.

IMG_20170724_091758Anak saya lagi coba untuk melakukan instruksi saya, dari menyendok dari mangkuk 1 ke 2 lalu ke 3, dan balik lagi semua ke mangkuk 1, trus dia bilang udahan 😀

7. Setelah semua beras habis di mangkuk 1, kembalikan lagi beras dari mangkuk 2 dan 3 ke mangkuk 1. Ingat urutannya selalu kiri-kanan, atas-bawah. Kenapa begitu? Untuk melatih membiasakan menulis dari kiri-kanan dan dari atas-bawah.
8. Lalu tukar posisi mangkuk seperti pada gambar.
9. Pindahkan lagi dengan urutan yang sama seperti tadi.

9 langkah tadi untuk konsep simpel. Yang lebih kompleks, bisa dengan memberi garis batas pada mangkuk. Jadi anak diminta untuk mengisi beras ke mangkuk sampai batas yang diberikan. Permainan atau demo ini bermanfaat banyak diantaranya melatih menyendok (berguna saat dia makan, memindahkan makanan dari piring satu ke yang lainnya), melatih kekuatan tangannya saat menulis. Jadi tidak bosan, dan kuat menulis lama. Latihan koordinasi mata dan tangan, fokus terhadap yg dikerjakannya, belajar ukuran (banyak dan sedikit, ada dan habis) dan masih banyak lagi.

Untuk belajar makan misalnya, anak juga bisa diajak bermain transfer benda menggunakan sumpit. Misalnya memindahkan pompom, atau playdough yang dibentuk kecil-kecil seperti makanan, dan sebagainya.

Sensori ###
Kegiatan menyendok, menuang, dan transfer benda ini juga berguna merangsang sensorinya, belajar konsep besar-kecil, komparasi, tingkatan, gradasi, dan sebagainya. Usia 3 tahun bisa mulai latihan membaca dan menulis. Caranya dengan pengenalan benda sekitar dan menyusun hurufnya. Ada pula saran menulis dulu baru membaca. Ada banyak material yang dapat digunakan untuk melatih sensori anak diantaranya knop cylinder, pink tower, broad stair, long rods, knobless cylinder, colour box 1,2,3.

Bahasa###
Sebagaimana penjelasan awal, untuk melatih bajasa pada anak, maka setiap memberi tau anak sesuatu, jelaskan secara terperinci dan detail.
Ini….
Mana….
Coba sebut ini apa….
Persiapan membaca dan menulis diantaranya kegiatan menyendok menuang dan transfer benda tadi bisa sebagai persiapannya juga. Membacakan buku sedini mungkin adalah flsalah satu fase mempelajari sesuatu sebelum masuk ke fase baca tulis. Misalnya ikut program 1000 buku dalam 3 tahun. Bisa juga dengan storytelling (baca dengan bahasa yang disesuaikan), read aloud (membaca sambil menunjuk yang sedang dibaca), dongeng (bercerita tanpa buku), dan bernyanyi. Ada banyak juga material untuk persiapan baca tulis ini, dan bisa dikreasikan di rumah masing-masing.

Matematika###
Untuk pengajaran matematika, konsepnya pun sama. Ada beberapa material misalnya number rods, sandpaper number, number rods and cards, spindle box, cards and counters, golden beads.

Culture###
Untuk culture bisa disesuaikan dengan kita. Misalnya mau ngajarin solat. Biarkan anak melihat kita solat. Kasih peralatan solat. Latih memakai dan mempersiapkan untuk solat.

Outcome####
Anak yang belajar dengan metode Montessori, akan memiliki berbagai kelebihan diantaranya:
#disiplin dan mematuhi aturan
# percaya diri
# orangtua tahu kelebihan dan kekurangan anak sedari dini
# menghargai proses
# mencintai sekitar
# berpikiran logis
# kreatif

Tapi perlu diperhatikan juga kekurangan yang sangat mungkin timbul diantaranya
# perfeksionis
# kurang bisa dikritik
# berbeda dari anak yang lain
# ego trap

Kesimpulan saya pribadi dari Montessori ini adalah bagaimana proses belajar anak menjaadikan karakternya dia dari kecil, dengan konsisten tentunya. Konsep pembelajaran apapun di dunia ini kalau konsisten insyaAllah akan bisa.

Selamat belajar. Semangaat yang penting happy laah. Ambil yang bermanfaat yaa. 🙂

workshop montessoriPara ibu yang ikutan workshop Montessori di dehakids Bandung
0

Menjawab Kekhawatiran

Sudah masuk bulan Juni 2017. Berarti sudah hampir 4 tahun usia pernikahan saya dengan sang kekasih. Ditambah dengan anggota keluarga baru, Raida (3y 2m), sebagai penyemangat kami berdua.

Sebagai mahmud alias mamah muda, saya dilanda kekhawatiran atas manusia kecil yang Allah amanahkan kepada kami. Dunia yang kejam, pergaulan bebas, kriminalitas, kebodohan, kemiskinan, remaja-remaja galau, dan kondisi-kondisi lainnya yang membuat kepala pening kalau dipikirkan. 

Maka sejak ananda menangis pertama kalinya, saya terus cari ilmu, sebagai bekal saya menemani, mendidik, membimbingnya. Sesekali terlintas juga kalau misal salah satu atau kami berdua dipanggil lebih dulu ke hadapan Yang Maha Kasih, bagaimana anak saya nanti hidup. *Cirambaay*

Berbagai ilmu parenting yang saya dapat sedikit demi sedikit, membuat saya berpikir bahwa hidup di dunia hanya sebentar. Apalagi sebagai ibu, tidak ada kewajiban untuk mencari nafkah. Walaupun ada tuntutan diri untuk berbakti kepada orangtua, menjadi pertimbangan yang cukup pelik. Dunia cuma sebentar untuk mencari sebongkah berlian. Apa artinya kalau anak terbengkalai. 

Ketika menjelang 3 tahun usianya bulan Maret yang lalu, saya memutuskan untuk menjadi freelancer. Ya seperti yang saya harapkan sebelumnya. Ini adalah hasil dari ilmu-ilmu yang saya dapat dari parenting. Anak yang lucu dan menggemaskan, dan berusia emas ini cuma sebentar. Maka saya ingin menemaninya sampai ia melewatinya. Selepas itu, saya berharap bisa kembali beraktifitas (bekerja) untuk dapat mengabdikan diri atas ilmu yang dimiliki. 

Hampir segala buku parenting saya beli. Walaupun belum semua saya khatamkan. Seringkali setiap hampir selesai, malah pindah ke buku lainnya lagi. Ikut grup berbagai macam demi mendapatkan berbagai ilmu yang harus jadi bekal buat saya pribadi. Segala kulwap parenting saya masuki, demi pencerahan. Menjapri beberapa ibu-ibu hebat, demi mendapatkan semangatnya dalam mengarungi kehidupan berumahtangga, terutama mendidik anak. Selalu merasa kurang ilmu, bagaimana, bagaimana, dan bagaimana. Semoga bekalnya cukup dan bisa dipraktekkan, bisa ditularkan, bisa menjadi manfaat, dan berkah.

Syaqiq Al Balkhi berkata,

الدخول في العمل بالعلم والثبات فيه بالصبر والتسليم إليه بالإخلاص فمن لم يدخل فيه بعلم فهو جاهل

“Masuk dalam amalan hendaklah diawali dengan ilmu. Lalu terus mengamalkan ilmu tersebut dengan bersabar. Kemudian pasrah dalam berilmu dengan ikhlas. Siapa yang tidak memasuki amal dengan ilmu, maka ia jahil (bodoh).” (Hilyatul Auliya’, 8: 69).

Sumber: https://muslim.or.id/18866-ilmu-dipelajari-untuk-diamalkan.html

Jadi kesimpulan sementara adalah, terus cari ilmu, terus amalkan, terus bersabar, terus belajar IKHLAS.

Bismillahirrahmanirrahim

#odopfor99days2017 #day3 

0

Kulwap: Prestasi Pertama dan Utama Anak Kita

🎩 PROFIL NARASUMBER 🎩

Nopriadi Hermani. Lahir di Negeri Seribu Langgar, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Hidup bersama  1 orang istri dan 3 anak (Shafa, Althof dan Kautsar).

Selepas lulus sekolah menengah atas (SMA) merantau ke kota pelajar Yogyakarta. Di Kota Gudeg ini menunaikan amanah orang tua untuk menjadi seorang sarjana. Tahun 1997 berhasil lulus dari Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada. Beberapa tahun kemudian menyelesaikan program master di Biomedical Engineering, Nanyang Technological University, Singapura. Selanjutnya, meraih gelar Philosophy of Doctor (Ph.D.) di Tokyo Institute of Technology, Jepang, dengan spesialisasi Pattern Recognition & Machine Learning (Mesin Cerdas).

Sejak kuliah hingga sekarang menyenangi ilmu psikologi, pengembangan diri, agama Islam, manajemen, organisasi, kepemimpinan, ilmu sosial- politik, ekonomi, sejarah, peradaban dan berbagai bidang di luar bidang engineering.

Sehari-hari menjadi dosen dan sekarang diamanahi jabatan Ketua Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada. Di samping mendidik di lembaga perguruan tinggi, juga mengabdikan diri secara penuh pada pendidikan keluarga dan masyarakat.

Disamping sebagai suami, orang tua, dosen, dan pengemban dakwah, juga menggeluti dunia penulisan. Buku yang telah terbit adalah:

  1. The MODEL, buku pengembangan diri spritual ideologis untuk meraih sukses pribadi dan sukses peradaban. Buku yang ditulis selama 7 tahun ini mensintesis bidang ilmu psikologi, agama Islam dan mesin cerdas yang didalami saat S3 di Jepang.
  2. The MODEL for Smart Parents. Ini adalah buku parenting turunan dari The MODEL. Buku parenting dengan konsep baru dalam mendidik anak, yaitu konsep “Tuning”. Buku ini dipersembahkan untuk orangtua atau calon orangtua dalam menyiapkan generasi muslim masa depan yang sukses, bahagia dan kontributif dalam membangun peradaban barokah.

📒 fanpage: http://www.facebook.com/buku.themodel

📘facebook: http://www.facebook.com/nopriadi.hermani

📔Instagram: @nopriadi.herman

🎩 MATERI 🎩

🎖🎖🎖🎖🎖🎖🎖

Nak Prestasimu Itu… *

(Prestasi Pertama dan Utama Anak Kita)

Oleh : Nopriadi Hermani, Ph.D.

🎓🎗🎓🎗🎓🎗🎓🎗

Saya kumpulkan anak-anak siang itu seperti biasanya. Saya mulai pertemuan halqah dengan salam, hamdalah, dan shalawat kepada baginda Muhammad saw. Kemudian saya buka materi siang itu dengan sebuah pertanyaan,

“Tahukah kalian, prestasi pertama dan utama apa yang harus diraih seorang muslim?”

Saya tunggu beberapa saat. Mereka terlihat berpikir. Baru kali ini saya mengajukan pertanyaan seperti ini.  Terus terang saya agak deg-degan menunggu jawaban mereka. Saya ingin menakar hasil pendidikan kami selama ini. Saya ingin menakar efektivitas tuning yang telah kami lakukan pada diri mereka. Saya ingin menakar hal berharga apakah yang ada dalam pikiran mereka. Di samping ingin menakarnya, saya akan meluruskan bila jawaban mereka keliru. Anda tahu apa jawaban mereka?

Satu per satu kemudian berusaha menjawab. Ada yang mengatakan “Menjadi anak saleh”. Adapula yang menjawab “Memiliki kepribadian Islam”. Alhamdulilllah, walaupun tidak tepat 100% jawaban anak-anak sudah menunjukkan pemahamannya yang lurus.

Ayah Bunda, bertanyalah kepada anak-anak Anda tentang prestasi pertama dan utama yang harus diraih seorang muslim. Terutama yang menjelang atau sudah akil baligh. Dari sana kita bisa menakar hasil dari proses pendidikan selama ini. Dapat mengetahui prioritas apa yang telah tertanam pada mereka. Atau jangan-jangan kita perlu mengevaluasi diri dengan bertanya, “Sudahkah saya memiliki standar prestasi bagi anak-anak tercinta?  Prestasi utama dan pertama apakah yang ingin saya saksikan?” Jangan sampai kita belum memikirkannya. Belum memikirkan berarti kita tidak memiliki target yang ingin diraih.

Betapa banyak orang tua yang tidak mengetahui prestasi utama dan pertama untuk anak-anak mereka. Banyak pula yang keliru mengarahkan prestasi-prestasi buah hati tercinta. Ada yang memaksakan prestasi anak sesuai dengan hasrat pribadi. Prestasi anak adalah ambisi orang tua. Prestasi anak adalah kesenangan orang tua. Kadang-kadang prestasi anak adalah cermin dari cita-cita orang tua yang tak kesampaian.

Banyak orang tua yang beranggapan bahwa prestasi anak adalah memiliki suara emas nan merdu, fasih berbahasa Inggris, piawai memainkan piano, hebat dalam berpidato, pandai melukis atau jago berdagang sejak kecil. Tanpa ragu mereka merogoh kocek yang tidak sedikit demi ambisi ini. Mereka ikutkan anak-anak mereka dengan berbagai macam les seperti piano, bahasa Inggris, dansa, melukis, menyanyi dan lain-lain. Mereka berharap anak-anak mereka memiliki segudang piala dan penghargaan. Terkenal di mana-mana layaknya 10 penyanyi ngetop dunia seperti Chris Brown, Lady Gaga, Michael Jackson, Katy Perry, Cent, Will I Am, Britney Spears, Eminem, Miley Cyrus dan Prince. Atau menjadi seperti 10 selebriti dengan bayaran termahal:  Madonna, Steven Spielberg, Simon Cowell,  E.L James, Howard Stern, Bruce Willis, Glenn Beck, Michael Bay, Jerry Bruckheimer dan Lady Gaga.

Tidakkah mereka lupa dengan kisah-kisah kegagalan hidup orang hebat yang salah dalam memilih prestasi? Tidakkah mereka lupa paradoks kehidupan orang-orang sukses dalam puncak prestasi? Dr. Pearsall dalam bukunya “Toxic Success” telah meneliti banyak orang berprestasi ini. Kesimpulan dia, “Mereka yang sukses (berprestasi) hidupnya menderita.”

Suatu saat ada orang tua bertanya, “Apakah salah dengan prestasi juara kelas atau hafidz Qur’an?” Sebenarnya tidak ada yang salah dengan prestasi seperti juara kelas, pandai matematika, terampil berpidato atau menjadi orang terkenal. Asalkan prestasi utama dan pertama berhasil diraih oleh anak-anak mereka. Orang tua wajib tahu prioritas mana yang menjadi prioritas. First things first.

Kembali ke pertemuan halqah dengan anak-anak. Setelah mereka menyampaikan jawaban, saya menatap mereka satu per satu. Kemudian saya menjelaskan kurang lebih begini, “Nak, prestasi pertama dan utama yang mesti kalian raih adalah saat memasuki usia baligh kalian sudah terikat dengan Islam. Segala yang dilakukan harus sesuai dengan Islam…” Saya terus menjelaskan kepada mereka apa yang dimaksud terikat dengan Islam.

Mungkin ada yang bertanya kenapa saya menggunakan standar saat baligh? Saat baligh inilah segala amal mereka sudah mulai dihisab. Argo pahala-dosa mereka telah dijalankan. Saat inilah seharusnya kita menakar hasil proses pendidikan selama ini. Saat inilah seharusnya kita mengevaluasi capaian prestasi pertama dan utama anak-anak kita. Saat inilah seharusnya kita mengukur prestasi mereka dalam kacamata yang benar (syariat).  Saat baligh adalah saat yang paling menentukan dan mendebarkan, karena kita tahu apakah mereka telah berprestasi ataukah belum.

Mungkin masih ada yang bertanya mengapa prestasi utama dan pertama berupa keterikatan dengan aturan Islam? Mengapa prestasi itu diukur dengan kerelaan mengikatkan cara hidup dengan aturan-aturan ilahiah? Mengapa prestasi itu diukur dari ketaatan kepada Allah swt.? Karena itu menunjukkan sejauh mana mereka telah menjalani hidup sesuai dengan tujuan penciptaan manusia.

“Tidaklah Kuciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (TQS. adz-Dzariyat: 56)

 Ketaatan pada Allah swt. pasti akan membawa mereka pada kehidupan yang baik di dunia. Tentu saja akhirat. Mereka menjadi pribadi saleh dan bertakwa. Tidak melakukan cela dan berbuat baik pada orang tua.  Kehidupan mereka diwarnai dengan keimanan pada Allah swt. dan dihiasi dengan amal saleh. Bukankah ini sebuah prestasi yang hebat? Bukankah ini prestasi yang membanggakan sekaligus membahagiakan? Bukankah ini melebihi capaian apapun selama di dunia?

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik (di dunia), dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka (di akhirat) dengan pahala yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan.” (TQS. An-Nahl: 97)

Ayah Bunda, bukankah ini prestasi luar biasa bila anak-anak kita telah menampakkan tanda-tanda memasuki kehidupan yang baik (hayyatan thoyibah)? Kehidupan yang membuat mereka dapat merasakan betapa indahnya dunia. Kehidupan untuk menjemput imbalan terbaik di akhirat sebagaimana janji Allah swt. Sekali lagi, bukankah ini prestasi hebat dalam hidup mereka? Prestasi yang ingin Anda berikan pada buah hati tercinta?

Tataplah wajah tanpa dosa mereka. Dengarkan suara lembut mereka. Belailah kulit halus buah hati tercinta. Rasakan harapan hakiki mereka. Bukankah kehidupan yang baik di bawah ridha Allah swt. adalah prestasi pertama dan utama?

* dicuplik dari buku “The MODEL for Smart Parents”

http://www.facebook.com/buku.themodel

🏅🏵🏅🏵🏅🏵🏅🏵🏅

🎩 TANYA JAWAB 🎩

Tanya:

Bismillah … Saya mau tanya keenan itu 3 thn kurang 2 bulan kalau sama saya dia paham klo saya terangkan sedikit tentang adab islam akan tetapi kalaunketemu ua nya dia suka jadi aga males ? Ada saran ga ya pa ustadz biar keenan sndiri bisa lebih teguh dan metodenya pembelajaran saya nya apa hrs diubah ?

Jawab:

Bunda Nche,                        

Mungkin bisa disampaikan adab Islam apa yang malas dilakukan putra Bunda saat ketemu Ua -nya?                        

Secara umum, anak-anak akan melakukan hal-hal yang menurut dia menyenangkan. Menghindari hal-hal yang tidak menyenangkan dia.

Ketika Bunda menjelaskan atau mengajarkan tentang adab Islam maka yang sampai pada anak-anak adalah apakah hal tersebut menyenangkan atau tidak bagi dia. Seringkali adab yang kita ajarkan merupakan batasan-batasan yang mengganggu dia. Padahal, usia-usia seperti itu (balita) adalah masa-masa dimana dia senang mengeksplorasi. Dan orang tua di luar ayah bunda biasanya cenderung longgar dengan batasan-batasan. Walhasil, anak-anak seperti mendapat “kesempatan”.Sangat perlu pula berdialog dengan Ua-nya agar kompak tentang adab tersebut.

Anak-anak usia balita belum bisa membedakan mana baik dan mana buruk, terutama menurut Islam. Mereka hanya tahu mana yang menyenangkan dan mana yang tidak. Kelihatannya memang Ua -nya perlu diajak bicara agar bisa kompak dalam mendidik anak-anak. Kalau tidak nantinya akan menimbulkan masalah cukup besar di kemudian.

Tanya:

Bagaimana cara memulai agar target kita thd anak bs tercapai? Semenjak usia berapa anak bisa lebih diarahkan thd target itu?

Jawab:

Untuk Bunda Vivi, Terkait target pribadi anak bisa kita bagi menjadi dua. Pertama adalah target yang terkait kepribadian Islam berupa keterikatan mereka anak-anak pada Islam. Terikat pola pikir dan tindakannya dengan Islam.

Kedua adalah terbentuknya karakter efektif. Karakter efektif ini akan menghantarkan mereka pada kesuksesan yang sering dipahami oleh masyarakat umum. Berupa prestasi-prestasi ‘duniawi’. Duniawi ini tidak berarti negatif Bunda. Nah, saya akan bahas target pertama saja. Target anak seperti ini agar tercapai bisa dimulai sedini mungkin. Caranya adalah mencapai target itu pertama kali. Sebelum mengarahkan anak-anak mencapai tersebut, orang tua harus mencapainya terlebih dahulu. Dengan kata lain kepribadian Islam itu harus dimiliki oleh orang tua. Karena orang tua nantinya akan menjadi tauladan yang sangat berpengaruh pada anak-anak tanpa kita sadari. Mata, telinga anak-anak akan melihat orang tua dalam kehidupan sehari-hari. Bukan instruksi atau kata-kata kita yang fasih bicara pada mereka, tapi contoh dan keseharian kita yang akan membekas dalam benak mereka. Oleh karena itu, mendidik anak pada dasarnya mendidik diri sendiri.

Tanya:

apa yg hrs orangtua lakukan,  untuk mempersiapkan anak sejak usia dini,  agar di usia baligh nanti siap terikat kepada islam?

Jawab:

Bunda Anna,

Saya ingin sampaikan konsep “Tuning” dalam parenting. Konsep ini saya perkenalkan dalam buku saya “The MODEL” dan “The MODEL for Smart Parents”. Siapa kita, bagaimana kita, bagaimana kepribadian kita, bagaimana pola pikir dan kebiasaan kita sangat tergantung apa yang disebut model diri (self-model) yang ada pada diri kita. Model diri ini penentu bagaimana kita menjalani hidup. Nah, model diri ini dituning atau disetel. Tuning atau setelan selama ini sangat berpengaruh membentuk kepribadian kita.  Ada banyak hal yang men-tuning anak-anak dengan sangat efektif. Salah satunya adalah kebiasaan atau budaya dalam keluarga. Agar anak-anak usia baligh siap terikat kepada Islam, maka orang tua harus sedini mungkin men-tuning keterikatan ini pada anak-anak. Caranya? Bangun interaksi Islami dalam keluarga.

Ayah Bunda harus jadi model atau tauladan di rumah. Agar ketauladanan ini efektif maka orang tua harus memahami konsep-konsep keterikatan pada Islam ini dengan baik. Proses belajar tentang konsep Islam ini akan mempengaruhi prilaku ayah bunda. Selanjutnya akan men-tuning anak-anak tanpa disadari. Apa yang kita lakukan akan terus dilihat dan didengar  oleh anak-anak sehingga kepribadian mereka ter-tuning.

Sedikit tambahan apa saja yang men-tuning anak-anak kita adalah:

https://web.facebook.com/buku.themodel/photos/a.1081171078614238.1073741835.527903000607718/952915231439824/?type=3&theater

Tanya:

Anak saya usia 7 dan 4 th…masih ada kuranglebih 7 th an lagi menuju aqil baligh insya Allah…

persiapan apa sajakah yg harus kami lakukan utk ananda shg prestasinya kelak sesuai dg keinginan Allah

Jawab:

Bunda Fidyah,

Usia 7 tahun sebenarnya adalah lebar baru bagi hidup anak-anak kita. “Perintahkan anak-anak kalian untuk melakukan shalat saat usia mereka tujuh tahun, dan pukullah mereka saat usia sepuluh tahun. Dan pisahkan tempat tidur mereka.” (HR Ahmad)

Mereka sudah mulai kita beri instruksi dalam menjalankan Islam. Keterikatan pada Islam sudah mulai kita tanamkan dengan baik pada usia ini. Nah, disamping ketauladanan orang tua maka agar mereka mau dengan mudah terikat pada Islam maka aqidah mereka harus ditanamkan sejak dini.                       Maksudnya, penanaman aqidah sudah dilakukan sebelumnya. Bila aqidah dasar sudah ditanamkan, istilah saya dalam buku The MODEL for Smart Parents adalah filosofi hidup, maka keterikatan pada Islam itu akan menjadi mudah.

Modal keterikatan pada Islam itu ada dua, yaitu pemahaman dan yang kedua adalah pembiasaan prilaku.

Tanya:

Apakah masih tidak apa2 ustadz kalau shalat maunya hanya magrib dan subuh dg alasan rakaatnya sedikit? Agak tenang sedikit ketika dilingkungan baru ini ada kawan2 seusianya yg pergi mengaji sebelum magrib sampai bada isya…jadi dia mau shalat magrib dan isya dimasjid…tapi kalau tidak ngaji yaaa tidak shalat

Jawab:

Jangan bunda, usia itu sudah mulai diajarkan shalat sempurna. Sangat dianjurkan, bahkan bisa dikatakan wajib orang tua terutama bapak, memberi contoh dengan pergi ke masjid untuk shalat 5 waktu. Kalau Dzuhur atau ashar tidak bersama, maka ke masjidlah bersama-sama pada shubuh, maghrib dan isya. otomatis shalat anak akan sempurna. Jadi pada usia 7 tahun, pastikan tuning pemahaman dan pembiasaan pada anak-anak.

Tanya:

Maaf ustadz…aqidah dasar yg harus ditanamkan ke anak apa saja ya… #Malu saya…minim ilmu

Jawab:

Saya copy-kan bab 15 dari buku saya terkait Aqidah paling dasar.

Bab 15. Filosofi Hidup (Men-tuning Pondasi Hidup Anak-Anak Kita)

 Bila gedung bertingkat membutuhkan pondasi yang kokoh agar dapat tegak berdiri. Bila pohon membutuhkan akar yang kuat untuk tumbuh subur. Lalu landasan apa yang dibutuhkan anak kita agar dapat menjalani hidup dengan tegar dan benar di masa depan?

Sebelum membahas bagaimana mencetak generasi prestatif, terbaik di antara terbaik, best of the best, atau crème de la crème maka seharusnya tema filosofi hidup terlebih dahulu diperbincangkan. Filosofi hidup inilah yang menjadi landasan bagi anak-anak kita dalam menapaki terjalnya kehidupan. Landasan yang menjadi tempat mereka berpijak dengan kokoh dalam memutar roda hidup. Bila filosofi hidup yang benar bersemayam di dalam jiwa anak-anak maka Insya Allah mereka kelak menjadi pribadi yang kuat di tengah-tengah Era Kegagalan.

Filosofi hidup keluarga muslim adalah aqidah yang lurus dan kuat. Aqidah yang seperti ini terletak pada keyakinan mendasar akan adanya Allah swt., penghayatan terhadap tujuan hidup di dunia serta orientasi akhir kehidupan di akhirat. Aqidah Islam yang mesti dimiliki mampu menjawab dengan benar atas tiga pertanyaan mendasar umat manusia. Tiga pertanyaan mendasar tersebut adalah:

1) Dari mana manusia, alam dan kehidupan ini berasal?

2) Untuk apa manusia, alam dan kehidupan ini ada?

3) Akan ke mana manusia, alam dan kehidupan ini berakhir?

Jawaban yang benar atas tiga pertanyaan di atas harus dimiliki oleh anak kita sedini mungkin. Tidak boleh sekedar menjadi dogma tanpa pemahaman. Tidak cukup hanya memuaskan aspek kognitif (rasio) saja, tetapi harus mampu menyentuh aspek afektif (rasa) dan mewujud pada aspek motorik (gerak). Men-tuning aqidah seperti ini tidak bisa hanya dengan metode hafalan atau ceramah.

Metode men-tuning aqidah agar menjadi filosofi hidup yang kuat adalah menghadirkannya dalam kehidupan nyata. Harus mewarnai keseharian mereka sejak kecil. Dan cara hidup orang tua berbicara jauh lebih keras tentang filosofi hidup ini ketimbang ceramah dengan suara yang lantang. Keseharian orang tua adalah gambaran filosofi hidup yang tertanam di dalam diri anak-anak. Teladan orang tua adalah proses tuning filosofi hidup yang paling efektif.

Maka, berhati-hatilah wahai orang tua. Mata dan telinga anak-anak kita akan selalu lengket dengan kebiasaan kita. Mereka akan merangkai filosofi hidup dari keseharian yang kita tampakkan.

Orang tua dengan landasan hidup yang rapuh, kelak menghasilkan anak yang labil. Orang tua dengan filosofi hidup yang salah, kelak melahirkan anak yang tersesat. Filosofi hidup anak kita sangat tergantung dari cara hidup kita. Cara hidup mereka ditentukan oleh filosofi hidup kita. Jadi, tidak ada tawar menawar di sini. Orang tua harus memiliki filosofi hidup yang benar dan menjalani kehidupan dengan benar pula. Cara hidup kita harus dilandasi oleh aqidah yang lurus dan terikat dengan syariat Islam.

Kami ingin sharing bagaimana menanamkan aqidah ini pada anak-anak kami. Sejak kecil kami kenalkan anak-anak dengan Penciptanya, Allah swt. Mengenalkan keberadaan Allah swt. melalui hasil ciptaan-Nya berupa manusia, alam dan makhluk hidup. Ketika masih dalam gendongan kami ajak berbicara tentang alam dan Penciptanya. Saat melihat daun dan pepohonan maka kami katakan, “Ini daun. Daun ini diciptakan oleh Allah swt. Itu pohon. Pohon ciptaan Allah swt.” Saat melihat apa saja, maka kami kenalkan penciptanya. Ini kami lakukan agar keberadaan Sang Pencipta tertanam dengan kuat dalam benak mereka.

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.” (TQS. Ali Imran: 190)

Metode menunjukkan berbagai ciptaan dan menyebutkan Sang Kreatornya tidaklah cukup. Selanjutnya kami buat sedikit variasi agar tuning- nya lebih efektif. Kami menggunakan metode bertanya pada mereka. Misalnya, ketika melihat bulan dan bintang kami sampaikan begini, “Itu bulan. Itu bintang. Bulan dan bintang ciptaan siapa?” Maka mereka menyahut, “Allah.” Itulah cara kami men-tuning keberadaan Sang Pencipta pada mereka sejak kecil.

Orang tua harus lebih cerewet daripada biasanya saat berbicara dengan anak tentang tema yang berbobot. Dan tema pembicaraan yang bobotnya paling berat adalah perkara aqidah. Pembicaraan aqidah terkait pencipta makhluk yaitu al-khaliq dalam rangka menyentuh akal mereka yang polos dan bersih.

Berikutnya kami juga kenalkan mereka utusan Sang Pencipta, Muhammad saw. Dia adalah seorang nabi yang membimbing manusia agar dapat menjalani hidup dengan benar. Sosok yang ajarannya sangat dibutuhkan hari ini untuk mengubah Era Kegagalan menuju Era Keberkahan.

Ada banyak cara mengenalkan Rasulullah saw. kepada anak-anak. Misalnya, membacakan buku sirah Nabi – seperti karya Ibnu Hisyam, Shafiyurrahman al-Mubarakfury atau Muhammad Rawwas Qal’ahji – sampai menonton video tentang kehidupan Sang Nabi seperti “The Message” atau “Muhammad: The Last Prophet.”

Kami pahamkan bahwa Muhammad saw. membawa risalah dari-Nya berupa Al-Qur’an. Sejak kecil kami biasakan mereka berinteraksi dengan Al-Qur’an. Menghafal dan melafadzkan bacaan ayat-ayat dengan meniru murrotal Al-Ghamidi atau Mishary bin Rashid Alafasy.

Ketika sudah memasuki usia tamyiz kami ajak mereka berdialog tentang Al-Qur’an. Kami bangkitkan proses berpikir mereka dengan menunjukkan bukti-bukti kebenaran bahwa Al- Qur’an itu merupakan firman Allah swt. Bukti yang mengikat pikiran mereka sampai dewasa kelak. Bila mereka paham bahwa Al-Qur’an terbukti berasal dari Pencipta, maka apa pun yang ada di dalam Al- Qur’an pastilah akan mereka benarkan. Dari sanalah mereka akan tahu akan tujuan dari penciptaan manusia, yaitu beribadah kepada Allah swt. Taat kepadanya tanpa kecuali.

“Tidak Kuciptakan jin dan manusia, melainkan untuk beribadah kepada-Ku.” (TQS. Adz-Dzariat: 60).

Jadi, mereka paham sejak dini bahwa tujuan hidup di dunia ini adalah beribadah kepada Allah swt. dengan menaati segala yang diperintahkan dan menjauhi segala yang dilarang.

Menanamkan ketaatan kepada Allah swt tentu saja tidak cukup mengutip ayat QS. Adz-Dzariat: 60 di atas. Tidak cukup hanya dengan 1000 kali dialog atau ceramah. Dialog dan ceramah itu penting, tetapi membuktikan ketaatan itu jauh lebih penting. Ketaatan harus ada dalam kehidupan sehari-hari. Harus tercermin dari kebiasaan orang tua dan pembiasaan pada anak-anak.

Ketaatan itu tidak hanya dalam rangka menunaikan shalat, puasa, zakat, sedekah, berdakwah, belajar, atau berbuat baik kepada manusia. Marah orang tua pun harus selalu karena alasan Islami. Saat anak-anak melakukan pelanggaran akan perintah Allah swt. maka kami akan marah. Marah pada anak seringkali sekadar terekspresi di ucapan, bukan lahir dari dalam hati. Kami paham bahwa mereka belum baligh, jadi belum ada hisab atas amal mereka.

Kami “berpura-pura” marah dan menunjukkan kemarahan itu agar mereka paham bahwa ketidaktaatan kepada Allah swt. adalah perkara besar. Kami berusaha menjadikan ketaatan kepada Allah swt. sebagai budaya keluarga (family culture).

Selanjutnya tentang orientasi akhir hidup manusia. Segala hal yang dilihat pasti akan musnah. Manusia, alam dan kehidupan akan berakhir. Lalu kemana semua ini pergi? Mereka kami pahamkan bahwa kehidupan ini hanya berpindah fase; dari fase dunia menuju fase akhirat. Itulah kenyataan kehidupan yang kami pahamkan pada anak-anak.

“Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati. Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan di hari kiamat.” (TQS. Al Mukminun: 15-16)

Dengan berbagai uslub (cara) kami, pahamkan tentang akhirat pada mereka. Kami bacakan terjemahan ayat Qur’an terkait akhirat. Kami perdengarkan hadits-hadits tentang surga dan neraka. Dengan begitu kami ingin membuka hijab antara dunia dan akhirat agar mereka melihat dunia-akhirat itu sebagai satu kesatuan.

Inilah yang kami lakukan dalam mengenalkan aqidah sebagai filosofi hidup mereka sejak dini. Tuning tentang filosofi hidup sangat berharga agar mereka bisa hidup dengan benar dan tegar. Filosofi hidup harus menjadi pembicaraan orang tua pertama kali sebelum berbicara tentang prestasi duniawi. Lebih diutamakan ketimbang tema tentang generasi prestatif, terbaik di antara terbaik, best of the best, atau crème de la crème.

Semoga Allah swt. mengokohkan filosofi hidup kita dan anak-anak kita.

Aamiin yaa Rabb.

Tanya:

Ustadz…ortu kdg punya latar belakang pendidikan krg baik dr ortunya,yg otomatis suka muncul di depan anak, bahkan kadang ga disadari. Ortu suka sadar saat anak2 melakukannya, bagaimana mensiasatinya ya, agar anak mau nerima pengarahan qt yg jg sdg berproses berubah

Kedua, jika anak sudah lbh dr 7 thn dan pengaruh luar sudah banyak, apakah msh mudah diarahkan,  jika seandainya ortu terlambat utk mengarahkan dan menjadi the model yg seharusnya. Ada tips dan trik kah?

Jawab:

Bunda Helmi, Kita semua berproses. Namun, kita menjadi teladan (baik atau buruk) tidak bisa kita hindari. Bila kita belum sempurna menjadi orang tua, maka tidak perlu khawatir. Yang penting kita terus berusaha untuk menyempurnakna diri. Belajar Islam dengan sungguh-sungguh, kemudian mempraktekkannya, berusaha menjadi contoh yang baik dan berdo’a pada Allah swt. Yang penting adalah kita harus membersamai hidup anak-anak kita. Bukan hanya bersama secara fisik saja, tapi bersama dengan jiwa mereka. Kita musti keep in touch dengan bathin terdalam mereka. Kita harus berusaha memahami apa yang anak-anak pikirkan dan merasakan apa yang menjadi kegundahan mereka. Artinya, kita ada dalam hidup mereka. Dengan memahami apa yang sedang terjadi pada mereka maka kita akan tahu apa yang harus kita lakukan. Tidak ada kata terlambat, yang ada adalah kata seberapa cepat kita mau berubah menjadi lebih baik.

Alhamdulillahirobbil alamiin

Kita cukupkan Kulwap with Ustadz Nopri malam ini, semoga ilmu yang sudah di sampaikan bermanfaat bagi kita semua

Aamiinn ya robbal alamiinn

0

Kulwap: Merawat Gigi pada Anak

🍂🍃Resume Kulwapp🍃🍂
Rabu, 5 Oktober 2016
Pk.19.30 – 21.30

Materi: Merawat Gigi pada Anak
Oleh: 🎤 Drg Selly Priliana

🍵🍶🍵Materi🍵🍶🍵

Anak adalah amanah ya… Sama juga gigi anak juga amanah lo ya…😁

Jadi jika gigi anak bermasalah pasti……😁…

Yah silahkan dijawab sendiri ya..

Yang pasti anak dari bayi ga ngerti apa2. Dan tentunya orangtuanya yg wajib mengajari menjaga tubuhnya sendiri

😁😎😬😎😬😎😬😎

Penyakit dan kelainan gigi pada anak merupakan salah satu gangguan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Sejak gigi susu mulai tumbuh, orangtua harus bertanggungjawab membersihkan gigi bayi mereka. Walaupun gigi anak hanya merupakan gigi susu yang keberadaannya hanya sementara, namun kesehatan gigi susu berpengaruh terhadap kesehatan gigi anak di kemudian hari. Karena itu, sebagai orangtua perlu mengetahui bagaimana merawat gigi anak sejak bayi dengan cara yang benar, agar kesehatan gigi dan mulut anak teratasi.

😎😬😎😬😎😬😎😬😎😬

 

🍼🍩🍼🍩🍼🍩🍼🍩🍼🍩

Cara merawat mulut bayi pada saat usia 0 – 6 bulan:

  1. Bersihkan gusi bayi anda dengan kain lembab, setidaknya dua kali sehari
  2. Jangan biarkan bayi anda tidur sambil minum susu dengan menggunakan botol susunya.
  3. Selesai menyusui, ingatlah untuk membersihkan mulut bayi dengan kain lembab
  4. Jangan menambah rasa manis pada botol susu dengan madu atau sesuatu yang manis.

🍼🍩🍼🍩🍼🍩🍼🍩🍼🍩

Image result

🍡🍧🍡🍧🍡🍧🍡🍧🍡

Cara merawat mulut dan gigi bayi pada usia 7-12 bulan:

  1. Tanyakan dokter anak atau dokter gigi anda apakah bayi anda mendapat cukup fluor
  2. Ingatlah untuk membersihkan mulut bayi anda dengan kain lembab ( tidak basah sekali), sehabis menyusui.
  3. Jangan biarkan bayi tidur dengan botol susunya (sambil minum susu dari botol) kecuali air putih.
  4. Berikan air putih bila bayi anda ingin minum diluar jadwal minum susu
  5. Saat gigi mulai tumbuh, mulailah membersihkannya dengan menggunakan kain lembab. Bersihkan setiap permukaan gigi dan batas antara gigi dengan gusi secara seksama, karena makanan seringkali tertinggal di permukaan itu.
  6. Saat gigi geraham bayi mulai tumbuh, mulai gunakan sikat gigi yang kecil dengan permukaan lembut dan dari bahan nilon.
  7. Jangan gunakan pasta gigi dan ingat untuk selalu membasahi sikat gigi dengan air.
  8. Periksakan gigi anak anda ke dokter gigi, setelah 6 bulan sejak gigi pertama tumbuh, atau saat usia anak setahun.

🍡🍧🍡🍧🍡🍧🍡🍧🍡🍧

Image result

🍵🍶🍵🍶🍵🍶🍵🍶🍵🍶

Cara merawat mulut dan gigi bayi pada usia 13-24 bulan:

  1. Mulailah perkenalkan pasta gigi berfluoride
  2. Jangan biarkan anak tidur dengan botol susu (sambil minum susu dari botol), kecuali air putih.
  3. Pergunakan pasta gigi seukuran sebutir kacang hijau.
  4. Sikat gigi anak setidaknya dua kali sehari (sehabis sarapan dan sebelum tidur di malam hari)
  5. Gunakan sikat gigi yang lembut dari bahan nilon.
  6. Ganti sikat gigi tiap tiga bulan atau bila bulu-bulu sikat sudah rusak.
  7. Jadilah teladan dengan mempraktekkan kebiasaan menjaga kesehatan mulut dan lakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali.
  8. Biasakan anak untuk memakan makanan ringan yang sehat, seperti buah segar dan sayuran segar.
  9. Hindari makanan ringan yang mengandung gula.

🍵🍶🍵🍶🍵🍶🍵🍶🍵🍶

Buat yang masih berencana buat anak… info ini sama pentingnya… menjaga lebih baik daripada mengobati

🍵🍶🍵Tanya Jawab🍵🍶🍵

1⃣ Afwan dok mau tanya klo gigi anak sudah terlanjur rusak (udah coklat gitu..) apa masih bisa diperbaiki?

Jawab

✍🏻 jika lubang belum dalam masih bisa ditambal

2⃣ anakku usia 5,8 th, gigi depan atas abis😁…karena patah & rusak..masih bisa tumbuh lagi ga? klo bisa kira2 kapan ya? Karena tahun depan masuk SD 😁

Jawab

✍🏻gigi dewasa paling pertama tumbuh adalah gigi paling belakang, bawah dulu baru atas. Umur 5 tahun perhatikan gigi paling belakang, jika sudah tumbuh, anak harus sudah bisa sikat gigi sampai belakang supaya gigi dewasa tidak cepat berlubang. Jika normal Gigi dewasa depan penggantinya baru akan tumbuh beberapa bulan kemudian, bawah dulu baru atas. Kalau ada benih gigi dewasanya. Ada kasus anak ga ada benih gigi dewasa jadi ya ga ada penggantinya.

3⃣ Anak saya usia 5 & 3,5 th giginya sdh rusak semua. Trus gimana dok? Soalnya dulu waktu msh bayi tiap mau disikat nangisnya kelewatan

Jawab

✍🏻dari awal bayi perkenalkan anak dengan perawatan gigi baik itu diusap washlap atau disikat pakai sikat jari. Supaya ketika saatnya dia wajib menggosok giginya sendiri mereka tidak kaget.

Jika sudah lubang semua… biasanya yang saya marahi orang tuanya ya… proses gigi berlubang tidak terjadi dalam satu dua hari melainkan berbulan bulan dan bertahun tahun… kalau sudah lubang semua baru ibu sadari selama ini kemana aja? Bukankah setiap kasih susu atau makanan anda pasti melihat giginya?

Kalau bayi menangis pas disikat giginya itu biasa, apalagi jika masih kecil kan belum bisa apa2 paling cuma nangis aja, paksakan perawatan pembersihannya karena lama2 juga mereka akan terbiasa. Kaya belajar berjalan dan terjatuh. Kurangi makanan manis.

4⃣ Anak saya usia 6 th, sdh kls 1 SD. Masih minum susu pake dot saat mau tidur 😭😭. Tiap diajak ke dr gigi, suka nangis takut. Giginya banyak lubangnya, meskipun tiap mau tidur dibiasakan gosok gigi. Bagaimana itu dok? 😭😭

Jawab

✍🏻yang berbahaya bukan hanya dotnya. Gula dari susunya jauh lebih berbahaya membuat gigi berlubang. Ganti minum susu dengan makan buah2an berserat, karena buah bisa membersihkan gigi secara alami, contohnya apel, melon. Sudah kelas 1 sd. Gigi dewasa paling belakang harusnya sudah tumbuh. Jangan biarkan gigi dewasanya rusak ya.

5⃣ klo untuk ibu hamil , apa yg harus di persiapakan agar bayi tumbuh gigi sehat dok

Jawab

✍🏻janin menyerap semua kalsium dari ibunya selama dalam kandungan. Jadi jika hamil asupan kalsium tulang harus tercukupi. Susu formula tidak banyak membantu. Sebaiknya langsung dari makanan, sayuran atau seafood yg mengandung banyak kalsium wajib dimakan, konsultasi dulu sama bidan dan dokternya ya apa yg bisa dimakan dan tidak, krn tiap kehamilan kan beda2 ya. Ada yg punya alergi ada yg engga. Sebelum hamil tambal gigi berlubang, bersihkan karang gigi dan cabut gigi yg sudah membusuk, karena selama hamil obat2an tidak bisa bebas diberikan ke bumil, seminimal apapun pasti ada pengaruhnya, padahal semua penyakit gigi beresiko menjadi parah selama kehamilan.

6⃣ Dokter, usia berapa ya semua gigi susu sudah tumbuh semua? Anak saya (2,5th) masih kurang 1 gigi seri bawah dan 1 graham belakang kiri. Apa tidak apa2?

Jawab

✍🏻2,5 th biasanya sudah tumbuh semua. Paling lambat 3 tahun. Bisa dikontrol ke dokter gigi. Dicek memang tidak ada benih atau bagaimana. Seharusnya serentak, kanan kiri ga beda jauh tumbuhnya.

Tanya: Sudah dok. Katanya harusnya di xray. Tapi kasian masih kecil. Jadi apa perlu cek dokter lain?

Jawab: Biasanya klo saya diraba saja daerah itu klo tidak tebal berarti benihnya ga ada atau ga bakalan tumbuh dalam waktu dekat. Terus warna putihnya gigi yg akan tumbuh terlihat transparan dibalik warna gusi

Tanya: Kalo benihnya ga ada gapapa dok? Yg penting gigi dewasanya ya?

Jawab: biasanya kegagalan pertumbuhan gigi susu diikuti kegagalan pertumbuhan gigi permanen karena dari embrioniknya mereka dari satu sel pertumbuhan yg sama. Tapi semua tergantung Allah…

  7⃣ Berarti kalo sedang hamil ga boleh cabut gigi itu benar ya dok?

Jawab

✍🏻benar. Rasa nyeri memicu kontraksi rahim. Biasanya respon bumil ga sengaja mengejan jika kesakitan. Bisa pas saat dia menahan sakit gigi bisa pas dia menahan saat disuntik.

Mangkannya sebelum planing hamil obati dulu semua yg bisa jadi sumber infeksi di rongga mulut.

8⃣ Klo gigi anak sy (foto diatasi) msh ada sisa2 giginya yg patah, itu bagaimana? msh bs tumbuh lg kah atau nunggu sisa2 giginya copot dulu ya?😁

Jawab

✍🏻ditunggu saja. Ada yg sisa akarnya lepas sendiri, ada yg butuh bantuan dokter buat mencabut sisa akar.

Buat yg sudah berlubang, berarti anaknya punya bakat gigi bakal berlubang ya. Maka

❗hindari makanan, minuman manis

❗setelah makan apalai makanan manis wajib sikat gigi

❗ganti cemilan dengan buah2an bukan jus ya tapi makan buah langsung.

Gigi anak adalah salah satu amanah, rawatlah dari sebelum gigi mulai tumbuh. Agar kehidupan anak anda lebih berkualitas di masa masa emas pertumbuhannya… tidak diganggu dengan sakit gigi.

 

Sekian

 

0

Kulwap Tarbiyatul Aulad for beginner Materi 5 Ummu Uthara

Bismillahirrahmanirrahim

Siapa Ummu Uthara? Beliau adalah teh Dyah Wulandhari, pegiat homeschooling untuk ketiga anaknya. Berikut resume nya.

Insyaaallah hari ini pembahasan kita tinggal 1 poin yah. Tips Bagaimana cara mengajar anak sambil ngemong 2 adiknya.
Tapi sebelum kita masuk ke cara, insyaaallah kita bahas dulu tentang MAKNA PENDIDIKAN itu sendiri.

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” QS. An Nahl ayat 125

Sesungguhnya Allah telah banyak memberikan panduan utk kita, para orang tua dalam memahami tugas besar sebagai orang tua. Perhatikan dialog Lukman dg anaknya dan bagaimana Allah memberi tarbiyah langsung kepada Ibrahim as dalam menjalankan amanah sebagai Abul Anbiya. Silahkan buka percakapan antara Lukman dg putranya dan perhatikan kisah nabi Ibrahim dalam al quran.

Disini kita akan mengulas peran penting orang tua dalam pendidikan anak. Karena ternyata pertama kali yg harus kita perbaiki adalah dari mindset. Masih banyak diantara kita yg menganggap bahwa sekolah adalah belajar. Dan dg anak pergi ke sekolah dan kita membayarkan uang sekian banyak maka tunai tugas besar itu. Tugas dalam pendidikan anak sejatinya ada 2, yaitu:
1. Mengarahkan anak dari perilaku buruk menjadi lebih baik
2. Mentransfer ilmu pengetahuan

Dalam filosofi pendidikan, visi nya adalah mengubah perilaku. Ada perbaikan antara sebelum dia belajar dg setelah dia belajar.
Namun visi ini semakin tereduksi. Anak bertahun-tahun pergi ke sekolah tapi tidak ada perubahan pada perilaku buruk nya.
Dan malahan ada orang tua yg kemudian dg mudah seperti cuci tangan dari tugas besar itu dg mengatakan, “saya sdh memasukkan anak ke sekolah yg bagus, bayar mahal tapi kenapa sikap nya tetap seperti ini?”
Sehingga seorang pemerhati pendidikan, Ivan Illich (bukan muslim lho) menganggap bahwa deschooling lbh baik utk kondisi saat ini.
Kembali kan anak ke rumah dan didik budi pekerti langsung oleh ayah bunda nya.

Visi pendidikan sesungguhnya tadi ya. Udah jelas, bagaimana mengubah perilaku buruk menjadi lebih baik. Tapi cita-cita pendidikan Islam jauh lbh tinggi lagi, yaitu mendorong setiap insan mengenal siapa dirinya dan siapa Rabb nya. Visi pendidikan ini HARUS ada dalam setiap keluarga.

GBHP (garis besar haluan pendidikan) ini disusun kerangkanya oleh ayah dan dieksekusi misinya oleh bunda. Sehingga kalau sampai pemahaman kita pd hal ini, maka ga ada lg ayah bunda yg bingung dg pertanyaan bagaimana cara mengajar anak?

Kenapa? Karena ga usah dg gaya KBM di kelas. Cukuplah akhlaq yg baik dalam interaksi sehari2 menjadi pengantar materi pendidikan di rumah tangga muslim kita.✅

GBHP ini disusun awal sekali. Dulu seingat saya, dimulai di suatu pagi di hari kedua pernikahan kami.
“Yaaang..dulu niat menikah untuk apa?”
(Jangan ada yg suit suit 🙈)
Dengan diplomatis saya mau jawab, untuk menyempurnakan setengah diin. Tapi keburu disanggah..
“Bukan yang itu yah..terlalu mainstream 😁” kata beliau.
Saya jadi ngahuleng.
Kemudian Beliau menyampaikan ini:
“Gantungkan cita2 agar keluarga kita Allah pilih menjadi batu bata bagi kembali nya kejayaan Islam. Siapkan anak2 menjadi jundullah. Tentara Allah. Jangan didik anak-anak kita dg kemudahan dan kemewahan. Jadikan rumah kita sebagai kandang singa, bukan kandang ayam #yg setelah gemuk dijadikan sembelihan penguasa durhaka#. Tanamkanlah kecintaan pada jihad, mencintai pacuan kuda dan medan pertempuran. Ikatkan hatinya agar senantiasa mampu merasakan kesulitan kaum muslimin.”
Ada lagi sih (pembicaraan di hari kedua itu):
1. Jangan berhutang (komo ke bank)
2. Jangan menceritakan kesedihan yg terjadi dlm rumah tangga
3. Jangan mengadukan kekurangan pasangan pd orang tua

Dari sini sumber nama anak pun beliau susun.
Edisi cendikiawan:
Umar Abdul Aziz Al-banna
Edisi panglima:
Thariq Saifullah Al Fatih
Edisi perlawanan:
Raffa Syahidah Intifadhah

Terus terang visi itu ternyata berat bgt..
Kemudian Allah uji kami dg 3x kehilangan calon bayi. Sebelum kelahiran umar. Waktu itu asa mimpi bisa punya anak yg bisa dididik, diajarin, diajak cerita.

Dari sana, kemudian suami lbh banyak cerita ttg filosofi pendidikan anak. Bagaimana sesungguhnya setiap kita pasti mati, pasti takut menghadapi kematian, takut menghadapi kehilangan.
Tapi harus diingat, sampai mana cita2 utk kebersamaan ini. Cukup hingga bahagia di dunia saja atau berkumpul kembali di syurga Nya?
Jika pendidikan anak yg dimaksud seperti ini, maka tugas ibu membreakdown lg ke dalam kurikulum seperti yg sdh kita bahas sebelumnya.

Menginginkan anak yg shalih tidak cukup dg mengajarkan mereka menghafal al quran dan aqidah tapi bagaimana mengajak seluruh anggota keluarga hidup dg cara islam (msh terus belajar ini juga). Ilmu ttg Islam kita terapkan dlm kehidupan sehari2 sehingga kecintaan pada Allah dan Islam yg menjadi ruh utk berbuat.✅

Pupuknya biar kita tetap istiqomah dalam mencapai visi kita?
Saya jg sama. Kadang naik turun mood dan kekuatan. Ternyata kl kondisi ruhiyah kita baik, mood kita jg membaik. Supaya bisa terjaga, harus punya komunitas yg bs saling menguatkan dan mengingatkan. Kaya disini (hsmn, pen) Alhamdulillah.
1. Intinya pupuk rohani diri dulu ya, biar sgala2nya lancar.
2. Quwwatu silah billah yg kedua belajar terus.
3. Yg ketiga jaga komunikasi dg suami.✅

Dalam pemahaman kami bi’ah shalihah (lingkungan yg shalih) lahir dari pemahaman menyeluruh ttg Islam itu sendiri. Dari ilmu yg melahirkan amal. Dan bukan sebatas hafalan sih. Mgkn utk usia dini dimulai dari pembiasaan adab dan akhlaq.
Misalnya ga ganti baju di depan anak.
Memulai setiap aktivitas dg basmalah.

Pokoknya intinya pd menambah pengenalan kita ttg Islam. Bahwa Islam itu mengatur dr bangun tidur sampai membangun negara. Salimul aqidah dan shahihul ibadah. Ambil ilmu dan jalankan ibadah yg sesuai tuntunan Rasulullah saw. Selalu mengaitkan kejadian dg “qodarullah”. Menghindari “seandainya”.

Bagaimana kalau ayah bundanya LDM?
Sebenarnya kl ttg LDM, kisah heroik ttg single mom yg bs memberi banyak teladan jg bertebaran di sekitar kita. Memang pasti ga mudah tp dg bantuan teknologi hari ini, kendala jarak bukan lagi halangan utk tetap keep in touch dg anak dan keluarga. Ada kisah dr seorang bunda dr ulama yg faqih. Tapi saya lupa namanya. Cm inget kisahnya aja.

Suatu hari ada panggilan jihad pd sang suami ketika istrinya sdg hamil. Sang suami menitipkan uang sebanyak 40.000 dinar (kl hari ini 1 dinar mgkn sekitar 4 juta ya?, kalikeun aja 😁)
Istriku…aku titipkan bekal utk pendidikan anak kita. Gunakan ini dg sebaik2 nya. Jadikan ia seorang yg takut Allah dan menaatiNya. Pergilah sang suami hingga bbrp tahun lamanya.

Hingga suatu subuh, saat ia pulang ke desanya, sunnah nya kan ke masjid dulu. Sang mujahid ini jg ke masjid dulu. Saat setelah shalat jamaah subuh, dia melihat seorang pemuda belia yg disebut syaikh oleh orang2 sedang dikerubuni utk dimintai fatwa.

Ketika hampir pagi, mujahid ini hendak pulang ke rumah tapi dia melihat syaikh muda itu lbh dulu masuk ke rumah nya tanpa sungkan.
Dihunusnya pedang sambil mencari dimana pemuda belia itu. Tapi istrinya keluar. Lalu menjelaskan bahwa yg masuk itu adalah putranya. Anak yg ditinggal ayahnya berjihad, dididik penuh hikmah oleh ibunya hingga menjadi syaikh di usia yg sangat muda.

Artinya bukan hanya fisik yg harus ada dlm mendidik anak. Tapi spirit Islam dan GBHP nya ini yg harus sampai dan tegak. Lalu dijalankan oleh keluarga dlm mencetak generasi rabbani. ✅

Resume ini full materinya, pertanyaan tidak disertakan. Semoga bermanfaat.

1

Keseruan di Jejakecil

#odopfor99days #day70
Bismillahirrahmanirrahim

Jumat pagi, sibuk dengan persiapan buat si kecil mau ikut seru-seruan sekolah (ceritanya). Sarapan udah, mandi udah. Saya masih agak lemes karna tidur jam 2 beresin portofolio buat besoknya. It’ ok, this is her day, special for her.

Bareng sama ponakan yang umurnya sama dg si cantik, dianter dan ditungguin juga sampai tempat. Lokasinya di Jalan Bukit Dago Utara 1 no. 13, markasnya Jejakecil. Mungkin ada yang udah tau, dan ada yang belum tau kan.

Sekilas Jejakecil
Jejakecil ini nampaknya sebuah usaha untuk mengenalkan seni dan kreatifitas pada anak-anak. Karena sekarang mungkin terlalu banyak anak yang terjebak gadget. Jadi kurang gerak dan main, kurang sosialisasi karena rumahnya kaya istana, pagarnya lebih tinggi dari pada pos satpam yang menjaganya. Berbekal area innercourt yang tidak terlalu luas dan tidak juga sempit, mereka mengadakan berbagai aktifitas untuk anak-anak. Biasanya di bawah usia sekolah dasar (atau saya aja yang gatau ya hehe). Umur jejakecil ini sudah 2 taun. Dan biasanya mereka bagi-bagi tiket gratis untuk kegiatan selanjutnya di taun berikutnya pas ulang taun. Dibimbing sama kakak-kakak seru. Ada yang pinter ilustrasi, cerita, gambar, lukis, dan lain semuanya. Boleh juga nih usaha seperti ini ya. Masih susah dicari kegiatan kaya gini.

Foto Markas Jejakecil.jpg

Photo by me

Finger painting Van Gogh
Acara yang diadakan kali ini berhubungan dengan seniman lukis Van Gogh dari Belanda. Karya fenomenalnya adalah lukisan berjudul starry night. Jadi kegiatan dan temanya dihubungkan dengan perbedaan malam dan siang, apa isi tata surya.

Poster Finger painting Van Gogh Jejakecil.jpg

Acara pertama adalah pemanasan, berhitung, berlari. Lalu perkenalan masing-masing peserta dengan lagu. Lalu cerita tentang siang dan malam. Sang kakak pemandu menjelaskan dengan menggunakan papan cerita yang sudah dihiasi dengan pernik kertas warna untuk suasana malam. Dengan bayangan sepert di lukisan starry night.

Acara Pemanasan Jejakecil

Pemanasan sebelum mulai kegiatan. Photo by me

Setelah cerita, anak-anak diajak masuk ruangan yang gelap untuk menonton film. Tapi mereka diajak berbaris dulu, melepas alas kaki dan menaruhnya di rak. Fil yang ditonton adalah film tentang tata surya. Seperti pengenalan apa saja planet yang ada, apa nama planetnya,bagaimana dengan matahari dan bulan. Lalu ditanya kembali setelah selesai film. Tapi ya mungkin yang menangkap baru yang umurnya 3-4tahun ya. Anak saya diem aja. Malah maunya dipangku, ngajak pulang hehe. Maklum baru pertama kali ikutan kelas ginian.

Setelah nonton film, anak-anak diceritakan tentang paman Van Gogh. Siapa dia, bagaimana dia melukis, apa lukisan terfenomenalnya (yaitu si starry night tadi). Btw, saya kebetulan tau juga tentang Van Gogh seorang seniman. Karena dulu saat kuliah dikenalkan juga dengan berbagai nama-nama seniman yang juga mempelopori perkembangan dunia arsitektur. Apa kabar sama yang belum tau?

Oia jadi inget juga di Eropa sana ada proyek untuk mengenang paman Van Gogh ini. Di Belanda, tempat kelahiran paman Vincent ini. Proyeknya adalah membuat jalur sepeda di tengah hamparan pertanian. Jalur ini menghubungkan kawasan Heritage Van Gogh yang dibuat untuk memperingati Lalu di jalur itu dikasih sesuatu yang bisa menyala di malam hari saja. Dan itu menggambarkan bintang-bintang.

Studio-Roosegaarde-Solar-Bike-Path-Van-Gogh-2.jpg

Sumber gambar disini

Anak-anak lalu diajak mencampur warna dengan jari memutar. Lalu kegiatan selanjutnya mereka diberi kanvas dan palet sendiri untuk melukis. Kakak-kakak membimbing anak-anak untuk menggambar seperti Van Gogh di lukisan starry night. Anak saya udah mulai mogok nih. Tertarik tapi sambil aiueo deh, karena ini udah jamnya tidur. Ngantuk banget keliatan. Tapi dia juga tertarik sama mainan pasirnya di situ sih.

Lalu penutupan yang disertai berdoa dan penyerahan hadiah untuk anak-anak. Hadiahnya kertas berisi campuran warna dan kanvas lukisan masing-masing anak. Seru menurut saya. Tapi memang ada anak yang harus adaptasi dulu ya. Kaya anak saya dia udah memperhatikan tapi belum masuk jiwanya di kegiatan hehe.

Photo by me, this is my little girl’s

Saya pribadi senang menemani anak untuk kegiatan seperti ini. Bermain yang difasilitasi. Seru sekali.

1

Semua ada waktunya

#odopfor99days #day66

Bismillahirrahmaanirrahiim

Raida, penunjuk jalan, sebuah nama yang kami berikan untuk putri pertama kami. Kami pun berharap bisa sesuai dengan arti namanya, menjadi seorang pemimpin yang berakhlak mulia, baik untuk dirinya sendiri, keluarganya, maupun lingkungannya. Menjadi orang yang manfaat buat sekitarnya.

Salah satu kegalauan seorang ibu adalah ketika sang anak sudah makan macam-macam, tapi dia tidak mau sikat gigi. Setelah kemunculan gigi seri bawah pertamanya pada usia 13 bulan, usaha pun dimulai dengan memberinya sikat gigi. Ya harapan ibu pasti, gosoklah gigimu nak, gini caranya. Tapi kenyataannya adalah sikat hanya dimasukkan ke mulut, digigit-gigit, dipukul-pukul ke benda lain, atau buat menyikat lainnya. Hyuuh.

Ibu bekerja juga kadang membuat tidak fokus dalam mendidik dan membimbing anak. Sehari ini saya ingat, sehari besok saya lupa, sehari besoknya lagi saya malas, dan sebagainya. Jadi usaha itupun tidak konsisten akhirnya. Namun setelah berjalan sekitar setengah tahun, nampak gigi-gigi atasnya ada putih-putih seperti sisa makanan yang menempel. Mungkin lebih tepatnya adalah sisa susu formula yang biasanya diminum ketika sebelum tidur. Dan kegelisahan ibu pun muncul lagi. Dicoba lagi agar mau menyikat gigi, ya kadang mau, tapi masih belum benar, kalau mau, tidak mau pakai pasta gigi, dan juga gak mau kalau disikatin.

Cari cara lain! Oke saya beli buku tentang sikat gigi. Bukunya menarik, lalu saya cari video-video bernyanyi tentang sikat gigi.

Setelah berlangsung kira-kira 2 -3 bulan, barulah cara ini berhasil. Dia meminta sikat gigi menggunakan odol saat bernyanyi sikat gigi. Ya Allaah, seperti sudah jatuh tertimpa tangga, tapi ini mah yang bahagianya bukan senepnya. Semua ada waktunya ya. Semoga gigimu sehat-sehat terus ya nak.