0

Bagaimana Ibu Mengatur Emosi dalam Mengasuh Anak (bagian 1)

header posting.jpg

#dayx #odopfor99days #odopsemester2

Tugas ibu yang demikian banyak tiada tara, menuntut kesabaran yang juga tak berbatas. Ada saja hal-hal yang tidak bisa ibu ‘selesaikan’ dalam mendidik anaknya. Tentu tidak ada yang sempurna. Proses belajar menjadi ibu yang profesional dan sholehah, harus senantiasa dipupuk agar selalu ingat, ingat, dan ingat, serta dapat menerapkannya dalam kehidupan.

Begitu banyak kiblat pengasuhan anak (parenting) saat ini. Tapi kiblat itu janganlah menjadi kiblat utama. Tetaplah cari dan belajar berbagai materi pengasuhan anak dari berbagai sumber, yang sesuai tuntunan Al-Quran dan Sunnah, agar senantiasa berada di jalan yang benar. Karena kita sebagai ibu perlu banyak ilmu untuk jadi tameng dalam menjalani kehidupan yang semakin banyak tantangannya. Eits, para ayah, jangan tinggalkan sang istri berjuang sendiri ya. Ayo kerjasama. Supaya anak-anak kita menjadi sholeh-sholehah, bisa mendoakan kita saat kita sudah tidak di dunia lagi, dan menjadi amal jariah buat kita (tabungan akhirat kita yang sangat mahal harganya).

Berbekal dari keterbatasan saya dalam mengasuh anak, saya mencoba berbagi beberapa tanya jawab dengan beberapa orang yang saya anggap merupakan ibu yang baik secara pribadi, maupun baik dan berhasil dalam mengasuh serta mendidik anaknya.

Tanya jawab Narasumber 1

Saya: Teh, pengen tau dong target pribadi teteh apa aja. Terutama dalam hal ibadah. saya ibadah turun banget sejak nikah

Narasumber 1: Target ibadah? 🙈 Whua…malu saya.. Anaknya usia berapa teh?

S: 19 bulan the. Masih kicil.

N1: Dulu, awal2 punya bayi pertama dan bekerja, saya juga sama. Keteteran dua bulan. Lalu berpikir, ga boleh gini terus. Karena ‘kering’ rasanya. Akhirnya saya putuskan untuk ‘keras’ sama diri sendiri. Saya set target. Saya set konsekuensi klo targetnya missed. Misal: target tilawah 1juz, dilalah hanya tercapai setengah juz. Maka esoknya, target saya jadi 1½ juz. Karena punya hutang yang kemarinnya.

S: Mungkin memang harus dipaksa ya teh, pelan-pelan.

N1: Iya teh. Berproses saja. J

S: Anak teteh yang 3 tahun udah diajarin apa aja teh? Saya bingung kalo mau ngajarin keagamaan ke anak, mulainya darimana ya?

N1: Bingungnya kenapa? 😅 Buat rencana belajarnya teh…

S: Ah iya ya teh, mungkin karna saya ga bikin rencananya jadi saya bingung

N1: Ini program HS anak2 saya saat usianya <6thn:

– Shalat (anak laki-laki belajar ke masjid tepat waktu/anak perempuan di rumah)

– Hafalan: Doa harian, Hadits, Qur’an

– Olahraga: tiap hari jalan2 keliling/senam sama bunda di rumah/berenang

Home chores activity (sapu-sapu, bersih-bersih kamar, bersih-bersih halaman, cuci piring, dll)

Fine motors: main pasir, dough, amplas huruf dll

Pre reading activity: baca buku, main logico, bercerita (circle time)

Pre math activity: main lego, main puzzle, main sains, geometri, main biji lengkeng, dll

– Jalan-jalan/field trip:  2minggu/1x

Art & craft

Materi utama:

  1. Aqidah (rukun islam-rukun iman-kalimat thayyibah
  2. Akhlak (belajar adab, sosial emosional, dll)
  3. Fiqh (belajar ibadah mahdhah)
  4. Tarikh (belajar kisah nabi)

Usia 19 bln, mulai dgn kalimat tauhiid. Perdengarkan yang sering. Kalo bisa, sehari-hari stel murattal.

S: Soal disiplin anak. Mulainya dari umur berapa ya? Misalnya waktunya bangun dan waktunya tidur. Sekarang ini anak saya kalau diajak tidur pengennya main. Harus dilayani aja gitu?

N1: Yang saya tahu, disiplin itu sejak sangat dini diterapkannya teh…nanti boleh melonggar seiring pertumbuhan anak. Asumsinya, anak yang sudah terbiasa disiplin sejak dini, ketika bertumbuh sudah paham arti disiplin dan sudah bisa menerapkannya tanpa harus terus dikontrol ketat. 😊

S: Ooh gitu ya. Menurut teteh atau yang teteh ngerti, sebaiknya disiplin dalam hal apa aja ya di usia masih 2 tahun? Saya pribadi ingin mendisiplinkan tidur malam dan bangun paginya. Tapi kadang itu juga dipengaruhi tidur siangnya kan ya? Apa teteh ada saran?

N1: Usia 2 tahun, disiplin sederhana teh:

– makan saat waktu makan

– tidur saat waktu tidur

– bereskan mainan bila sdh selesai

– simpan baju kotor di tempatnya

– dll

S: Biar tepat, gak apa-apa dipaksa pas awal gitu ya?

N1: Ga usah dipaksa teh, dibiasakan aja. Dibersamai secara rutin.

S: Teteh pernah gak pengen marah sama anak? Pasti pernah ya, gimana cara ngatasi nya ya teh??

N1: Pasti pernah atuh teh…da saya bukan malaikat 😂. Kalau pas marah dan sedang sadar mah, biasanya istighfar dulu, terus tarik nafas panjang-tahan-hembus lewat mulut. Hitungannya  4-3-7. Atau pakai teknik tumbukan tangan utk release emosi negatifnya dulu.

Nanti udah tenang baru ngobrol sama anaknya pake pola pertanyaan.

Tapi sekali lagi, itu pas lagi sadar…hehe, pas lagi ga sadar (semoga Allah lindungi), kadang ada aja yg ga pas 😞. Yg istighfar tapi ga pake hati lah…yg ‘ngomel’ bari ga jelas ngomong apa. Haha, namanya juga manusia 🙈. Mohon aja sama Allah untuk selalu dijaga agar tetep sadar dan berlindung dari syetan saat emosi ga stabil.

S: Trus kalo anak lagi pengen sesuatu, yang menurut kita gak boleh tapi keukeuh sampe nangis-nangis, apa kita biarin dia nangis aja, atau gimana?

N1: Kalau aturannya ‘gak boleh’, apalagi kalau sudah pernah diberitahu sebelumnya. Untuk anak tertentu saya biarin aja nangis sampai berhenti, baru ngobrol dan dijelaskan. Untuk anak yang lain, dipeluk sampai selesai, lalu dijelaskan. Jadi, tergantung tipe anaknya. Selama nunggu dia selesai dengan emosinya, kitanya kudu banyak2 istighfar we 🙈, biar ga kepancing.

Tapi yang pasti, anak-anak saya tidak akan pernah mendapat apapun kalau minta sambil menangis/tantrum.

S: Trus kalo anak harus melakukan sesuatu, tapi dia gak mau, harus kita apain???

N1: Kalau bukan hal yg prinsip, ya dibiarin aja saya mah. Anak kan juga manusia, sama kayak kita.  Ada saatnya semangat, ada saatnya males. Jadi kalau sekedar masalah mandi misalnya, ga mau mandi sore sekali2 ya gak apa-apa.

Yang penting tetap paham bahwa ada aturan baku yang harus ditaati, contohnya bab shalat untuk yang sudah 7 thn. Mereka tetap harus shalat. Karena itu prinsip. Jadi buat saya mah, ada yg ‘wajib’, ada yang ‘sunnah’ teh.

Da kita juga kadang gitu kan ya. Ada saatnya males masak, males mandi 🙈, shalat ga di awal waktu 🙈🙈. Namanya juga manusia 😂😂 #alesan

S: Oia satu lagi, kalo anak perempuan teteh diajak solat dari umur berapa? Dan kalo pas dia lagi gak mau solat, gimana??

N1: Mulai duduk di samping saat kita shalat sih sejak bayi. Dia mulai ikutan shalat sejak 4 tahun. Sekarang 6thn, kadang kalau lagi bener-bener gak semangat shalat (udah diajak 2x masih cuek) biasanya saya biarin aja dulu. Lalu jadi PR buat saya introspeksi diri, berarti shalat blm jadi hal yg menyenangkan buat dia. Mulai deh malam sebelum tidur ngobrol panjang, gali perasaannya, lalu masukkan dikit-dikit apa nikmatnya shalat.

Saya ga saklek sih teh, kecuali nanti dia sudah 7 tahun ya, akan lebih strict. Harus shalat meski kadang ga di awal waktu misalnya. Bertahap sampai di 10 tahun dia siap komitmen untuk selalu shalat di awal waktu.

Dulu waktu kakaknya yg laki-laki begitu sih teh. Karena laki-laki kan pembiasaannya ke masjid, jadi dulu begitu. Yang dipikirkan awalnya adalah gimana supaya dia cinta ke masjid. Sejak 2 tahun ikut ayahnya ke masjid dan terus terbiasa jadinya. Di usia 5 tahun udah ga lepas dari masjid, meski kadang masih harus ditanya ‘mau di masjid atau di rumah?’ kalau dia mulai santai-santai berangkat ke masjidnya 😅.

Tapi beda anak kan beda pendekatan ya hehe. Anak sulung saya dengan anak kedua saya beda jauh kepribadiannya, jadi pola tarik ulurnya juga beda 😁😁.

Semoga Allah karuniai kita kesabaran tak berbatas ya teh…insya Allah hadiahnya surga 😍😍😘😘

Bersambung ke tanya jawab dengan narasumber berikutnya ya.

0

Kulwap: Merawat Gigi pada Anak

🍂🍃Resume Kulwapp🍃🍂
Rabu, 5 Oktober 2016
Pk.19.30 – 21.30

Materi: Merawat Gigi pada Anak
Oleh: 🎤 Drg Selly Priliana

🍵🍶🍵Materi🍵🍶🍵

Anak adalah amanah ya… Sama juga gigi anak juga amanah lo ya…😁

Jadi jika gigi anak bermasalah pasti……😁…

Yah silahkan dijawab sendiri ya..

Yang pasti anak dari bayi ga ngerti apa2. Dan tentunya orangtuanya yg wajib mengajari menjaga tubuhnya sendiri

😁😎😬😎😬😎😬😎

Penyakit dan kelainan gigi pada anak merupakan salah satu gangguan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Sejak gigi susu mulai tumbuh, orangtua harus bertanggungjawab membersihkan gigi bayi mereka. Walaupun gigi anak hanya merupakan gigi susu yang keberadaannya hanya sementara, namun kesehatan gigi susu berpengaruh terhadap kesehatan gigi anak di kemudian hari. Karena itu, sebagai orangtua perlu mengetahui bagaimana merawat gigi anak sejak bayi dengan cara yang benar, agar kesehatan gigi dan mulut anak teratasi.

😎😬😎😬😎😬😎😬😎😬

 

🍼🍩🍼🍩🍼🍩🍼🍩🍼🍩

Cara merawat mulut bayi pada saat usia 0 – 6 bulan:

  1. Bersihkan gusi bayi anda dengan kain lembab, setidaknya dua kali sehari
  2. Jangan biarkan bayi anda tidur sambil minum susu dengan menggunakan botol susunya.
  3. Selesai menyusui, ingatlah untuk membersihkan mulut bayi dengan kain lembab
  4. Jangan menambah rasa manis pada botol susu dengan madu atau sesuatu yang manis.

🍼🍩🍼🍩🍼🍩🍼🍩🍼🍩

Image result

🍡🍧🍡🍧🍡🍧🍡🍧🍡

Cara merawat mulut dan gigi bayi pada usia 7-12 bulan:

  1. Tanyakan dokter anak atau dokter gigi anda apakah bayi anda mendapat cukup fluor
  2. Ingatlah untuk membersihkan mulut bayi anda dengan kain lembab ( tidak basah sekali), sehabis menyusui.
  3. Jangan biarkan bayi tidur dengan botol susunya (sambil minum susu dari botol) kecuali air putih.
  4. Berikan air putih bila bayi anda ingin minum diluar jadwal minum susu
  5. Saat gigi mulai tumbuh, mulailah membersihkannya dengan menggunakan kain lembab. Bersihkan setiap permukaan gigi dan batas antara gigi dengan gusi secara seksama, karena makanan seringkali tertinggal di permukaan itu.
  6. Saat gigi geraham bayi mulai tumbuh, mulai gunakan sikat gigi yang kecil dengan permukaan lembut dan dari bahan nilon.
  7. Jangan gunakan pasta gigi dan ingat untuk selalu membasahi sikat gigi dengan air.
  8. Periksakan gigi anak anda ke dokter gigi, setelah 6 bulan sejak gigi pertama tumbuh, atau saat usia anak setahun.

🍡🍧🍡🍧🍡🍧🍡🍧🍡🍧

Image result

🍵🍶🍵🍶🍵🍶🍵🍶🍵🍶

Cara merawat mulut dan gigi bayi pada usia 13-24 bulan:

  1. Mulailah perkenalkan pasta gigi berfluoride
  2. Jangan biarkan anak tidur dengan botol susu (sambil minum susu dari botol), kecuali air putih.
  3. Pergunakan pasta gigi seukuran sebutir kacang hijau.
  4. Sikat gigi anak setidaknya dua kali sehari (sehabis sarapan dan sebelum tidur di malam hari)
  5. Gunakan sikat gigi yang lembut dari bahan nilon.
  6. Ganti sikat gigi tiap tiga bulan atau bila bulu-bulu sikat sudah rusak.
  7. Jadilah teladan dengan mempraktekkan kebiasaan menjaga kesehatan mulut dan lakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali.
  8. Biasakan anak untuk memakan makanan ringan yang sehat, seperti buah segar dan sayuran segar.
  9. Hindari makanan ringan yang mengandung gula.

🍵🍶🍵🍶🍵🍶🍵🍶🍵🍶

Buat yang masih berencana buat anak… info ini sama pentingnya… menjaga lebih baik daripada mengobati

🍵🍶🍵Tanya Jawab🍵🍶🍵

1⃣ Afwan dok mau tanya klo gigi anak sudah terlanjur rusak (udah coklat gitu..) apa masih bisa diperbaiki?

Jawab

✍🏻 jika lubang belum dalam masih bisa ditambal

2⃣ anakku usia 5,8 th, gigi depan atas abis😁…karena patah & rusak..masih bisa tumbuh lagi ga? klo bisa kira2 kapan ya? Karena tahun depan masuk SD 😁

Jawab

✍🏻gigi dewasa paling pertama tumbuh adalah gigi paling belakang, bawah dulu baru atas. Umur 5 tahun perhatikan gigi paling belakang, jika sudah tumbuh, anak harus sudah bisa sikat gigi sampai belakang supaya gigi dewasa tidak cepat berlubang. Jika normal Gigi dewasa depan penggantinya baru akan tumbuh beberapa bulan kemudian, bawah dulu baru atas. Kalau ada benih gigi dewasanya. Ada kasus anak ga ada benih gigi dewasa jadi ya ga ada penggantinya.

3⃣ Anak saya usia 5 & 3,5 th giginya sdh rusak semua. Trus gimana dok? Soalnya dulu waktu msh bayi tiap mau disikat nangisnya kelewatan

Jawab

✍🏻dari awal bayi perkenalkan anak dengan perawatan gigi baik itu diusap washlap atau disikat pakai sikat jari. Supaya ketika saatnya dia wajib menggosok giginya sendiri mereka tidak kaget.

Jika sudah lubang semua… biasanya yang saya marahi orang tuanya ya… proses gigi berlubang tidak terjadi dalam satu dua hari melainkan berbulan bulan dan bertahun tahun… kalau sudah lubang semua baru ibu sadari selama ini kemana aja? Bukankah setiap kasih susu atau makanan anda pasti melihat giginya?

Kalau bayi menangis pas disikat giginya itu biasa, apalagi jika masih kecil kan belum bisa apa2 paling cuma nangis aja, paksakan perawatan pembersihannya karena lama2 juga mereka akan terbiasa. Kaya belajar berjalan dan terjatuh. Kurangi makanan manis.

4⃣ Anak saya usia 6 th, sdh kls 1 SD. Masih minum susu pake dot saat mau tidur 😭😭. Tiap diajak ke dr gigi, suka nangis takut. Giginya banyak lubangnya, meskipun tiap mau tidur dibiasakan gosok gigi. Bagaimana itu dok? 😭😭

Jawab

✍🏻yang berbahaya bukan hanya dotnya. Gula dari susunya jauh lebih berbahaya membuat gigi berlubang. Ganti minum susu dengan makan buah2an berserat, karena buah bisa membersihkan gigi secara alami, contohnya apel, melon. Sudah kelas 1 sd. Gigi dewasa paling belakang harusnya sudah tumbuh. Jangan biarkan gigi dewasanya rusak ya.

5⃣ klo untuk ibu hamil , apa yg harus di persiapakan agar bayi tumbuh gigi sehat dok

Jawab

✍🏻janin menyerap semua kalsium dari ibunya selama dalam kandungan. Jadi jika hamil asupan kalsium tulang harus tercukupi. Susu formula tidak banyak membantu. Sebaiknya langsung dari makanan, sayuran atau seafood yg mengandung banyak kalsium wajib dimakan, konsultasi dulu sama bidan dan dokternya ya apa yg bisa dimakan dan tidak, krn tiap kehamilan kan beda2 ya. Ada yg punya alergi ada yg engga. Sebelum hamil tambal gigi berlubang, bersihkan karang gigi dan cabut gigi yg sudah membusuk, karena selama hamil obat2an tidak bisa bebas diberikan ke bumil, seminimal apapun pasti ada pengaruhnya, padahal semua penyakit gigi beresiko menjadi parah selama kehamilan.

6⃣ Dokter, usia berapa ya semua gigi susu sudah tumbuh semua? Anak saya (2,5th) masih kurang 1 gigi seri bawah dan 1 graham belakang kiri. Apa tidak apa2?

Jawab

✍🏻2,5 th biasanya sudah tumbuh semua. Paling lambat 3 tahun. Bisa dikontrol ke dokter gigi. Dicek memang tidak ada benih atau bagaimana. Seharusnya serentak, kanan kiri ga beda jauh tumbuhnya.

Tanya: Sudah dok. Katanya harusnya di xray. Tapi kasian masih kecil. Jadi apa perlu cek dokter lain?

Jawab: Biasanya klo saya diraba saja daerah itu klo tidak tebal berarti benihnya ga ada atau ga bakalan tumbuh dalam waktu dekat. Terus warna putihnya gigi yg akan tumbuh terlihat transparan dibalik warna gusi

Tanya: Kalo benihnya ga ada gapapa dok? Yg penting gigi dewasanya ya?

Jawab: biasanya kegagalan pertumbuhan gigi susu diikuti kegagalan pertumbuhan gigi permanen karena dari embrioniknya mereka dari satu sel pertumbuhan yg sama. Tapi semua tergantung Allah…

  7⃣ Berarti kalo sedang hamil ga boleh cabut gigi itu benar ya dok?

Jawab

✍🏻benar. Rasa nyeri memicu kontraksi rahim. Biasanya respon bumil ga sengaja mengejan jika kesakitan. Bisa pas saat dia menahan sakit gigi bisa pas dia menahan saat disuntik.

Mangkannya sebelum planing hamil obati dulu semua yg bisa jadi sumber infeksi di rongga mulut.

8⃣ Klo gigi anak sy (foto diatasi) msh ada sisa2 giginya yg patah, itu bagaimana? msh bs tumbuh lg kah atau nunggu sisa2 giginya copot dulu ya?😁

Jawab

✍🏻ditunggu saja. Ada yg sisa akarnya lepas sendiri, ada yg butuh bantuan dokter buat mencabut sisa akar.

Buat yg sudah berlubang, berarti anaknya punya bakat gigi bakal berlubang ya. Maka

❗hindari makanan, minuman manis

❗setelah makan apalai makanan manis wajib sikat gigi

❗ganti cemilan dengan buah2an bukan jus ya tapi makan buah langsung.

Gigi anak adalah salah satu amanah, rawatlah dari sebelum gigi mulai tumbuh. Agar kehidupan anak anda lebih berkualitas di masa masa emas pertumbuhannya… tidak diganggu dengan sakit gigi.

 

Sekian

 

0

Kulwap: Raising Readers

Sayang kalau disimpan di bookmark WA, saya share ya..

🍂🍃Resume Kulwapp🍃🍂
Rabu, 5 Oktober 2016
Pk.10.20 – 12.20

“Raising Readers”
by Thasya Sugito
👩🏻 Profil Narasumber:

Thasya Sugito, Ibu dari tiga orang anak. Berlatar belakang pendidikan, ilmu komunikasi, dan psikologi yang kini menjalani keseharian sebagai IRT sekaligus konselor di Smart Talent –sebuah lembaga yang berfokus di bidang pengembangan diri, konsultansi pendidikan, dan juga evaluasi psikologis. Hal ini didasari oleh cintanya pada dunia psikologi pendidikan. Disinilah, ia berkesempatan berbagi ilmu dan bertemu dengan banyak orangtua di Indonesia (di Jawa, Sumatra, Kalimantan). Berbagi dengan mereka adalah hal yang membahagiakan baginya. Dari sini juga, ia semakin meyakini bahwa anak-anak adalah anugerah terbesar yang dimiliki setiap orangtua, dan betapa setiap anak adalah bintang di kehidupannya sendiri.

Founder dan owner Smart Talent Consultant ini, kini juga diamanahi sebagai Ketua Umum Islamic Parenting Community, serta Parenting dan Academic Advisor di Prime Smart Islamic Montessori School.

Cita-citanya adalah menjadi pribadi yang penuh manfaat untuk orang lain, serta dapat berkontribusi positif di dunia pendidikan dan parenting.
🖊Materi:

📕📗📘📙📕📗📘📙
Raising A Reader – Menumbuhkan Minat Baca Anak Sejak Dini
By. Thasya Sugito

Raising A Reader
Membaca adalah kebiasaan orang2 sukses. Bagi seorang muslim, membaca juga adalah perintah pertama yang Allah turunkan. IQRA’. Membaca dalam perintah Allah SWT tersebut bukan hanya membaca kertas-buku…namun juga membaca lingkungan, alam sekitar, perilaku orang lain, dll.
Untuk meyakinkan kita betapa pentingnya menumbuhkan kecintaan membaca sejak dini, mari kita lihat pointers berikut:
‼Mengapa Membaca Itu Penting‼
1. Membaca mengembangkan otak. Otak butuh ‘latihan’. Memahami bahasa tulisan, adalah salah satu cara untuk melatih otak
2. Kita hidup di era ‘banjir informasi’, sehingga bila kita tidak memiliki keterampilan membaca yang baik, akan sulit untuk memilah informasi serta mengedukasi diri
3. Membaca meningkatkan imajinasi
4. Membaca dapat meningkatkan kemampuan fokus dan konsentrasi
5. Membaca membantu diri mengembangkan self image yang baik
6. Membaca meningkatkan kosakata, sehingga dapat membantu juga meningkatkan kemampuan verbal
7. Meningkatkan daya ingat
8. Membaca itu MENCERDASKAN!

Karenanya tentu yang menjadi pertanyaan berikutnya adalah: “HOW TO RAISE A READER?”

Ceritanya, anak pertama saya (12thn), memiliki hobi membaca ensiklopedi, siroh nabawiyah, dll. Buku2 teks setebal 700-900 halaman dapat diselesaikan dalam waktu 2 hari saja. Secara sadar saya sadari bahwa hobi ini tidak serta merta hadir begitu saja. Maka izinkan saya berbagi dengan sahabat2 disini.

Apa saja ikhtiar saya dalam mengasuh anak menjadi pencinta buku:
1⃣ Jadilah TELADAN! MEMBACALAH!
2⃣ Sisihkan waktu setiap hari untuk membacakan buku/membaca bersama anak2 meski hanya 10-15mnt/hari
3⃣ Penuhi lingkungan anak dengan bahan bacaan bergizi dan bervariasi
4⃣ Jadwalkan ‘Family Reading Time’
5⃣ Jadikan membaca sebagai bagian integral aktivitas anak2 (misal: saat berjalan2, saat belanja, saat memasak, dll)
6⃣ Kembangkan kebiasaan ‘cinta perpustakaan’, bawa mereka mengunjungi perpustakaan lokal secara berkala. Ajarkan ‘library skill’ pada mereka
7⃣ Perhatikan perkembangan kemampuan membaca anak (pastikan buku yang dibacanya sesuai dengan perkembangan kemampuan membaca mereka)
8⃣ Pastikan anak tidak memiliki kesulitan/hambatan belajar membaca, bila ada, segera lakukan intervensi dini. Segera bantu ia mengatasi kesulitannya, agar membaca tidak menjadi momok baginya.
9⃣ Minta anak menceritakan bacaannya, dan bersikaplah antusias-positif saat anak menceritakan bacaannya.

Hasan al-Bashri berkata, “Sungguh saya telah berjumpa dengan beberapa orang, mereka lebih bersungguh-sungguh dalam menjaga waktu daripada kesungguhan kalian untuk mendapatkan dinar dan dirham.” (Syarhus Sunnah, juz: 14).
Hammam bin al-Haris berdoa, “Ya Allah, cukupkanlah diriku dengan sedikit tidur dan anugerahkan kepadaku bangun malam dalam ketaatan.” (Sifatus Shafwah, 3:22). Mungkin doa yang dipanjatkan Hammam ini tidak pernah terpikirkan di benak kita, bagaimana seseorang bisa terpikir berdoa kepada Allah agar dicukupi dengan sedikit tidur demi memanfaatkan waktunya untuk beribadah kepada Allah. Kita lebih sering meminta agar tidur kita pulas dan nyenyak dan tidak jarang tertinggal shalat subuh di masjid.
Ibnu Aqil al-Hanbali mengisahkan perjalanannya menuntut ilmu dan fokus terhadap apa yang ia cita-citakan sehingga ia menjadi seorang ulama yang terpandang. Beliau mengatakan, “Tidak halal bagiku untuk menyia-nyiakan sesaat saja dari umurku, tatkala lisanku telah membaca dan berdiskusi, mataku lelah membaca, maka aku menggunakan pikiranku dalam keadaan beristirahat dan berbaring. Sehingga aku berdiri dalam keadaan ide-ide yang banyak dalam benakku lalu, aku tuangkan ide tersebut dalam tulisan. Aku dapati kesungguhanku dalam belajar lebih kuat saat aku berusia 80 tahun dibanding waktu aku berumur 20 tahun.” (al-Muntadzim fi Tarikhil Umam, juz: 9).

Buibu…pasti pengen punya putra putri seperti ulama shalih terdahulu dong ya?
Rata-rata mereka menguasai banyak cabang ilmu dan unggul pada bbrp bidang sekaligus.
Kalau bahasa sundanya mah: kabita
Nah sepakat kan kl sumber ilmu itu salah satu nya buku?
Gimana sih bikin anak cinta ilmu, cinta buku?
Mari berbagi ^_^

Konon, M.Hatta sang proklamator mulai mengoleksi buku sejak berusia 17thn, dan pada saat menikah, maharnya adalah 17 peti buku..
Seorang Hasan Al Banna lain lagi.. Putra putrinya diberikan 3 jenis uang saku:
3 qirsy utk harian
10 ma’dain uang pekanan
50 qirsy utk bulanan
Yang paling banyak ini dialokasikan untuk apa?
Yaitu untuk beli buku dan mengisi perpustakaan pribadi anak2nya
Sekali lagi, yang pertama dan paling efektif tentu saja adalah: KETELADANAN.
Dari siapa? Tentu dari kita, orangtuanya.
Kenapa? Karena bila anak terbiasa melihat, akan lebih mudah menumbuhkan ketertarikannya pada bahan bacaan

📕📗📘📙📕📗📘📙
🎯 Tanya Jawab:

1⃣ Ulfah_Banut2
saya ulfah, ibu dari afnan (2y). Mau tanya teh.. 1) maksud menjadi teladan dalan “membaca” ini contoh teknisnya sperti apa ya? Apakah menunjukkan diri saat sedang membaca buku pada anak? 2) saat membaca buku biasanya afnan lebih fokus pada gambarnya, malah tak jarang ia mengomentari di luar konteks cerita & jadi cerita kemana2. bagaimana respon yg tepat menanggapinya? Hatur nuhuuun

1⃣
Teh Ulfah yang baik, menjadi teladan artinya mencontohkan, bukan menyuruh. Artinya, kita sebagai orangtuanya mencontohkan suka membaca, rajin membaca. Teknisnya di rumah saya, di setiap ruangan ada rak buku, dan kami (ortunya) hampir selalu bawa buku kemana2, sehingga kapanpun bisa membaca. Saat mereka sedang main, biasanya saya duduk disitu nemenin mereka sambil baca buku juga (meski gak fokus karena sambil nemenin main juga). Plus, saya punya jam membaca khusus bareng anak2. Alhamdulillah sekarang, semua anak saya ternyata menduplikasi tanpa diminta. Mereka jadi hobi membaca dan membuka buku, sejak mereka bahkan belum bisa membaca.
Afnan baru 2 tahun yaa….fokus pada gambar dan mengomentari itu tanda awal ia mulai tertarik membaca teh. Jadi, lanjutkan saja membaca bersamanya. Ikuti flow-nya Afnan… 😉

2⃣ Afina_Banut2
Teh Thasyaa, ikutan nanya..
1. Gimana ya caranya supaya anak kinestetik mau duduk baca (sebenernya belum tau persis dia memang kinestetik apa bukan karna baru 2,5 tahun, tapi anaknya ga bisa diem kecuali sedang nonton). Ya minimal dengerin pas ibunya baca. Ah sebenernya sih udah lama ga bacain ke anak. Karna lihat anaknya gak bisa diem, jadi sebenernya dia bisa sibuk sendiri. Dan sayah jadi males. Gimana teteh bikin program bacanya?

2. Gimana teh Thasya mencontohkan membaca di depan anak? Apa pas mereka main kita baca, atau pas gimana? Maaf ini teknis pisan pertanyaannya.

3. Oia berarti bacanya jangan dari hape yah? Kalo teteh gimana bisa tetep online tapi bisa tetep baca?
2⃣
Fina….hihi, kalau anak 2,5tahun diem aja ntar fina malah bingung lho 😄. Kalau teteh, sejak anak2 bayi emang suka aja baca di deket mereka, lama2 mereka jadi tertarik juga dengan bukunya. Lalu mulailah kasih mereka buku bantal, terus naik ke board book, dst. Jadi sebetulnya program utamanya bukan gimana supaya mereka membaca, tapi gimana supaya saya bisa membaca meski ditengah kehebohan sebagai Ibu. Dan ternyata efektif, mereka jadi kebawa seneng baca juga. Memang ternyata kuncinya: kitanya gak boleh males fin, haha…😄

Pertanyaan nmr 2 sudah terjawab di pertanyaannya teh Ulfah tadi ya 🙂

Baca buku dan baca hape itu beda bangeet…hehe. kalau bacanya hape, ntar anak tertariknya ya sama hape 🙊.
Jadi tetap harus baca buku, meski ada ilmu yg kita dapatkan via HP juga. Kalau teteh, memang selalu punya target bacaan fin, jadi online ya disaat lain. Sekarang ini memang porsi online’an jadi lebih banyak dari sebelumnya, karena ada amanah2 yang harus dilakukan via online. Tapi target baca buku teteh alhamdulillah tetap tercapai dengan strategi2 tadi (baca sambil nemenin main, baca di kamar mandi, baca di jalan, baca pas antri sesuatu, dan baca pas me-time’an tengah malam) 😘

3⃣ Putri_Bansel
Teh Sya.. agak OOT sedikit, Saya suka baca, terutama fiksi. Dan kemampuan membaca Saya lumayan cepat. Buku setebal Harry Potter bisa Saya habiskan kurang lebih satu hari satu malam. Untuk buku non fiksi bisa memakan waktu lbh lama. Namun, terkadang Saya agak lama menangkap isi buku. Pertanyaannya adakah teknik baca cepat yang bisa dipraktekkan sendiri di rumah? Supaya lebih mudah menangkap/merangkum isi buku.

Hatur nuhun

3⃣
Hai Pu, setiap orang sesuai dengan modalitas/gaya belajarnya pasti punya cara masing2. Identifikasi dulu gaya belajar peoe, lalu gunakan teknik yang pas. Contohnya, teteh ini dominan auditori, maka kalau teteh baca buku yang agak berat, teteh suka bikin mind map2an (lebih tepat disebut coret2an sih) sambil ngomong sendiri (menjelaskan ke diri sendiri). Teknisnya, tth baca satu bab atau satu sub bab, terus coret2 sambil presentasi ringan ke diri sendiri. Untuk tth itu efektif.
Nah, peoe harus temukan dulu modalitas belajar peoe apa, baru cari metode yg paling tepat, ok? 😉


4⃣ Edwina_Banut2
1. Umur berapa seorang anak bisa diketahui terkena disleksia?
2. Anak saya seneng dibacain buku. Skrg sudah mulai mengenal angka dan huruf. Kadang menulisnya suka kebalik2 trs kalau menyebutkan angka suka ada yg kelewat. Kata gurunya itu krn konsep kanan kirinya blm konsisten. Tp kalau bisa dideteksi sedini mungkin, penanganannya jg bisa cepat. Umur 4th 8bln.

4⃣
Teh Edwina, sependek yang saya tahu, seorang anak mulai bisa didiagnosa mengidap dyslexia di usia 7 thn. Namun kita bisa melihat gejalanya pada usia preschooler /4-5thn (saat anak2 pada umumnya sudah pandai berbahasa). Betul, kita bisa bantu sejak dini, karena intervensinya paling efektif bila dilakukan dibawah usia 8thn.
Usia 4.8thn masih wajar kalau belum sempurna pengenalan huruf&angkanya teh. Yang harus lebih diperhatikan di usia ini adakah kemampuan berbahasanya. Karena dari situ biasanya tanda2 awal dyslexia terlihat. Semoga tetap semangat mendampingi anaknya ya teh 😘


5⃣ Niakuri_Banut1
Saya titip pertanyaan yaa kalau anaknya t tasya laki laki atau perempuan yaa? Pertanyaan saya sejak kapan yaa anak laki laki mulai sadar baca? Soalny anak anak saya lebih memilih aktivitas motorik kasar dibanding baca, mau sih baca tapi rasanya masih jauh dibandingkan anak perempuan. Kalau mendengarkan dongeng memang sudah dari sejak bayi dikenalkan buku dan cerita. Tapi mereka lebih memilih didongengin😄.

5⃣ Teh Nia yang keren….anak saya dua laki2 dan satu perempuan teh, hehe.. #info gak penting😄
Sejak kapan anak laki2 sadar baca? Saya belum pernah baca penelitiannya, tapi anak pertama (laki2) saya mulai hobi baca di usia 2thn-bisa baca di usia 4thn. Yang ketiga (laki2), hobi baca mulai usia 3thn, sekarang 4.5thn belum bisa baca tapi sudah sangat suka membaca. Yang perempuan, hobi baca mulai usia 3thn, hingga bisa baca di usia 5thn.

Mungkin, anak2 teh Nia mah karena ibunya jago banget ngedongeng, jadi mereka merasa lebih asyik didongengin ya….beda sama saya yang kemampuan mendongengnya standar..haha..😄😄

6⃣ Lely_banut 1
Teh tasya anak saya suka dibacain buku n suka pura2 baca sampai saya kewalahan nyuruh berhenti…pertanyaannya yang gak rutin baca itu adalah emaknya…waktu sdh habis untuk tugas domestik n tugas usaha snack dirumah. Jadi membaca butuh meluangkan waktu banget disela2. Mohon masukan teteh dalam membagi waktu.

6⃣ Hai teh Lely,
Membagi waktu utk membaca bagi kita sebagai IRT+MomPeneur emang gampang2 susah ya 😁

Saya pribadi, membaca yg betul2 fokus itu memang tengah malam & di kamar mandi teh 🙊. Itu me-time nya saya. Pagi-malam, karena bareng anak2, membacanya sekadarnya. Inti yang saya rasakan, selipkan saja di tengah2 aktivitas membersamai anak. 😘

7⃣ Anisa_banut1
Assalamualaikum teh sya, teh manik hatur nuhun udh diperbolehkan bertanya. To the point yaa 😁 anak saya laki2 usia 2,5thn yg ingin saya tanyakan buku bertema apakah yg cocok untuk dikenalkan pada anak seusia nya? Lalu apakah ada tingkatan pengenalan buku sesuai tahapan usia anak?
Nuhuunn sebelumnya teh sya 😘

7⃣ wa’alaykumussalam teh Anisa…untuk tema, yang paling pas adalah yang sesuai dengan tujuan pengasuhan kita.
Tingkatan pengenalan buku, ada teh:
Buku bantal/soft book – buku bertekstur – board book – dst, meningkat ke buku dewasa.

Untuk konten, mulai dari yang jumlah katanya sedikit dan didominasi gambar, sedikit2 meningkat ke buku yang lebih banyak katanya. 😊

8⃣ Vita _Banut1
👉🏽Teh Sya.. Bagaimana jika menghadapi gaya belajar anak (6 thn) yang cenderung auditory kinestetik, jadi dia lebih suka dibacakan buku2 daripada membaca sendiri. Padahal juga sudah lancar membaca sendiri teh 😁
Nhun.

8⃣
Teh Vita shalihah, qadarullah anak kedua saya auditori kinestetik, dan saya sendiri juga auditori banget.
Saya suka arahkan anak saya untuk bercerita ulang…itu cukup menantang untuk dia. Sehingga, saya bikin sesi presentasi sederhana untuk anak2. Mereka akan membaca, lalu menceritakan apa yang mereka baca. 😘

9⃣ Manik_banut1
Sejak kapan teh Thasya hobi membaca? apa yang menyebabkan teteh sangat suka membaca?

9⃣ Manik… 😁
Saya gak begitu ingat sejak kapan saya hobi membaca, tapi yang saya ingat…orang tua saya dulu suka ngajak saya beli buku bekas di cikapundung dan kadang2 di gramedia. Selain itu, dulu tempat usaha papa-mama saya tepat di samping gramedia merdeka, nah…setiap hari, saya suka ‘dititipkan’ di gramedia 🙈. Saya hanya pulang ke kantor papa saat jam makan, sisanya…saya keliling gramedia: membaca. Dulu buku2 disana gak diplastikin, jadi, saya bisa bebas ambil beberapa buku, lalu duduk di ruangan kasirnya untuk baca 😊. Begitu awalnya nik.. 😁

1⃣0⃣ Nirmala_Bansel
Td d jawaban pertanyaan no.4 ad kalimat bisa terlihat tanda awal dialeksia dr kemampuan berbahasanya? Apa aja tandanya?

1⃣0⃣ Nisa…tanda awal ini beragam, diantaranya:
– sering kebalik2 saat mengucapkan sebuah kata, misal: kaki jadi kika, Minum jadi munim, dst
– suka salah menyebut nama benda, misal: kita minta tolong ambilkan garpu, dia ambilkan sendok
– susah mengikuti perintah, contohnya: kita minta dia ambil jaket dan sepatu, tapi yang dia lakukan hanya ambil sepatu saja.

Ada banyak lagi…tapi, itu diantaranya nis 😊

1⃣1⃣Mira_banut1
1. Kedua anakku seneng baca. Tapi pada satu waktu buku2 itu d jadiin maenan rumah2n atau kereta2n. Gmn teh cara kasih tau nya? Usia yg pertama 4,5 th dan yg kedua 2,5 th.
2. Benarkah sakit step (kejang) dapat mempengaruhi kecerdasan seseorang? Kelas 6, ada yang belum mampu baca. Abjad hafal sampai huruf e. Setelah huruf e,, hanya tebak2n saja smpai z. Semua pelajaran yg sifatny kognitif itu low
1⃣1⃣ teh Mira..
1. Untuk anak usia 2.5 thn biasanya masih saya kasih board book, sehingga cukup aman dipakai bermain. Tapi tetap sambil di-sounding ‘bagaimana memperlakukan barang sesuai fungsinya’. 😉
2. Hmm, sependek yang saya tpelajari tentang kejang demam (kd) sederhana, KD itu ga menimbulkan komplikasi thdp ssp (susunan syaraf pusat). Memang tampak menakutkan, tapi sebetulnya tidak berbahaya. Jadi, setahu saya, tidak sampai mempengaruhi kecerdasan teh, cmiiw 😊

1⃣2⃣Edwina_Banut2
Teh ai pertanyaan lanjutan boleh?
Untuk bicara anak saya sudah lancar tp kadang kebalik2 misalnya dompet jd dempot, rapih jadi rapet, sulap jadi sit up 😅. Jd kadang penggunaan kosakatanya ga sesuai konteks. Wajar ga teh yg seperti itu di usia 4,8 thn?

1⃣2⃣ teh edwina…itu yang tadi saya bilang di jawaban utk pertanyaannya nirmala nisa. Tapi, sekali lagi…itu baru ‘kemungkinan’ gejala dyslexia, belum bisa dibilang terdiagnosa dyslexia 😊. Jadi… semangat saja mengarahkan dan menstimulusnya ya 😘

🌾🌾🌾 Sekian 🌾🌾🌾

0

Tips Berkereta Bersama Keluarga

Bismillahirrahmaanirrahiim

Naik kereta api tut tut tuuut. Saya mau berbagi pengalaman naik kereta malam ini nih.

image

Live report kereta malam yang lagi saya naikin.

Sebagai catatan, buat yang mau naik kereta. Apa aja yang perlu disiapkan supaya nyaman? Ini nulisnya juga di kereta sembari tunduh (ngantuk). Catatan perjalanan saya naik kereta Bandung-Yogyakarta bersama suami dan anak, ini nih hasilnya.

1. Persiapkan jadwal dengan baik.
Maksudnya adalah beli tiket jauh hari. Jangan sampai kehabisan. Kan ga jadi jalan2 di tempat tujuan dong wkwkwkwk.

2. Bawa anak di bawah 3 tahun? Gratis sih, tapi..
Pertimbangkan untuk membeli satu tiket lagi!
Nah ini penting pisan. Memang sih kita seneng ya ga usah bayar buat anak. Tapi kita sengsara di kereta. Ngampar, mau tidur ga bisa karna sempit, anak pun ga nyaman selonjoran. Bahkan anak selonjoran aja ibu atau ayah di sebelahnya bakal susah buat duduk dan tidur nyaman. Ini saya baru berangkat ke kota tujuan. Pulangnya berpikir untuk membeli 1 tiket tambahan. Semoga dapet.

3. Pilih tempat duduk
Kereta malam
Saya dan suami saya memang tidak bisa berlama-lama di depan Air Conditioning alias AC. Pertama-tama beli tiket, iseng aja milih tempat duduk, pokoknya di tengah biar ga terlalu dekat wc. Trus karna sama2 lahir tanggal 7, dipilihlah nomor 7. Dan ternyata pas banget depan AC brosis. -___- Emang sih ini suhu yg dipasang 25°C. Tapi dalam satu gerbong ada 6 AC yang nyala semua. Jarak ac ke muka kita pun hanya 1-1.5meter Bbrrrrr.
Sekedar saran, bagi yang tidak suka di depan AC (kan ga enak juga muka kita depan AC sepanjang perjalanan), pilih kursi tengah. Idealnya kalau di kereta Lodaya adalah nomor 9 ABCD. Atau kalau gak dapet, bisa nomor 5 atau 11. Tapi sih sebenarnya si AC dipasang bolak balik. Jadi kebagian juga sih. Ya pokonya gitu deh. Ilustrasi kursi di bawah ini nih. yang di-stabilo kuning, itu posisi AC.

3192411_origaa.jpg

Ilustrasi posisi wc (teks kuning) dan AC (biru) di kereta Lodaya

Kereta siang
Kalau berangkat siang, maka, lihat dulu kemana kita pergi. Apakah ke Barat atau Timur? (Kalau di Jawa pilihannya Barat dan Timur). Misal, kita mau ke Jakarta dari Bandung, berarti kita berjalan ke arah Barat. Pilihlah tempat duduk di sebelah kiri atau kursi A dan B. Pulangnya ya kebalikannya. Supaya gak kepanasan sama matahari hehe.

3. Barang bawaan
Penyusunan barang bawaan penting juga ini. Pertama pisahkan dulu hal yang akan dibutuhkan di kereta dan tidak. Tapi jangan juga jadi dibutuh-butuhin biar semua kebawa, seirit mungkin tapi tetap bawa cadangan (kalo baju). Siapkan satu tas khusus untuk keperluan di kereta saja. Sisanya masuk ke koper atau tas besar. Supaya gak ribet dikit-dikit buka koper.

Bawa anak? Penuhi dulu kebutuhannya!
Supaya anak gak rewel dan nyaman di perjalanan ya ibu-ibu sekalian dan juga bapak-bapak. Coba direnungkan apa yang akan dilakukannya selama perjalanan. Kalo siang paling main, kalo malem tidur. Berdasarkan pengalaman, maka yang perlu disiapkan kalo bawa anak adalah
a. Baju ganti satu atau dua pasang. Ini tujuannya ganti kalau kebasahan karena ketumpahan atau keringatan. Berikut kalau yg masih pakai pospak.
b. Siapkan minum dan camilan serta makannya. Anak kenyang, ibu tenang. Kalau masih ada yg nyusu pake dot atau gelas atau botol kesayangannya, jangan lupa dibawa.
c. Kalau malam, maka butuh kaos kaki, jaket, kerudung (buat anak cewe), kain yang bisa buat selimut (bisa pashmina ibunya atau kain bedong, atau handuk, dan sejenisnya). Jangan lupa juga stelan bajunya panjang-panjang. Kalau siang, bisa dipikirkan lagi apa yg jadi kebutuhannya. Oia, sewa bantal jangan lupa. Suka butuh alias butuh pisan.
d. Mainan atau bacaan juga dibawa. Buat mengisi waktunya.

Barang untuk yang dewasa?
Biasanya kita butuh tisu, kresek sampah, koran (buat ngampar2), minum dan camilan, bacaan mungkin. Oia charger hp. Optimalkan juga untuk charge di kereta. Jadi begitu sampe, tinggal pake. Mm kira-kira itu sih yg perlu dibawa dalam satu tas untuk kebutuhan di kereta. Sisanya koper ajalah.

Sekian live report dari kereta Lodaya malam ini. Semoga bermanfaat buat yang mau bepergian jauh khususnya naik kereta api tut tut tuuut.

3

Tentang: Sabtu Bersama Bapak (Film)

Bismillahirrahmaanirrahiim

Naah, akhirnya, nonton juga si novel karya Adhitya Mulya ini. Siang tadi saya nonton bersama suami. Memang sudah kami rencanakan jauh hari untuk menonton film ini begitu tau kalau dibuat filmnya karena kita sama-sama baca novelnya. Sebelum filmnya rilis, sempat ada lomba menulis dengan tema ‘Sabtu Bersama Bapak’ ini. Tapi sayang, waktunya kurang pas buat saya, karena lagi banyak kerjaan. Jadi ya sudahlah.

Disutradarai oleh Monty Tiwa, film ini mendapat penilaian dari IMDB, ratenya 8.3 (per tanggal 9 Juli 2016 jam 23.12). Kalau dari saya?? Sebenarnya saya belum pernah ngasih penilaian terhadap film. Tapi saya coba ulas dari sisi yang saya ngerti aja ya. Oia, ini mah sekedar penilaian dari saya. Dari orang lain bisa berbeda lagi.

513940_620

Sumber gambar: m.tempo.co

Penilaian

Dengan dibuatnya film ini, merupakan sebuah prestasi yang bagus. Sebuah novel dengan berbagai nilai kebaikan di dalamnya. Tapi ya seperti film-film lainnya, yang mengangkat cerita dari novel, selalu tidak sebagus di bukunya. Tapi setidaknya cukup tergambarkan untuk satu buku Sabtu Bersama Bapak ini.

Pemilihan pemeran untuk novel ini, menurut saya banyak kurang pasnya. Pemeran utama cukup oke, tapi pemeran pendukungnya kurang greget. Padahal pemeran pendukung ini juga bikin suasana tambah menarik sebenarnya. Misalnya karakter Miku dan Ryan anaknya Satya dan Risa. Agak kurang menguasai panggung dramanya, meskipun secara lisan mereka hafal dan dapat mengucapkan percakapan dengan baik. Karakter keduanya juga kurang ‘mirip’? mungkin bisa dicari yang agak-agak mirip sama perawakan bapak ibunya gitu.

Alur ceritanya, cukup oke, meskipun terkesan dikejar waktu untuk sekali tayang. Mungkin kalau dibuat 2 episode atau 3 jam (haha mana mau atuh produsernya), bisa lebih dramatis sedikit lagilah. Momen-momennya kurang menggigit. Walaupun sih sebenarnya saya berurai air mata berkali-kali sepanjang film. hehe. Ada beberapa cerita yang tidak sejalan dan baru muncul di film yaitu momen anaknya Satya dan Risa diculik. Mungkin tujuannya biar bisa memuncakkan emosi Satya ke Risa.

Untuk nilai-nilai yang diangkat, ini juga kurang ditekankan. Kayanya cerita Laskar Pelangi, nilai-nilainya lebih terasa saat adegan-adegannya walaupun tidak diungkapkan. Nilai-nilai parenting sebenarnya bisa masuk di film ini lebih banyak, supaya bisa memberikan pesan lebih banyak lagi buat penonton. Kurang cocok menonton dengan anak di bawah umur dan yang belum menikah, soalnya ada kiss-kiss nyah. ya walaupun di dalam cerita, itu adegan suami kepada istri, tapi teuteup weh menurut saya mah kurang pas. Padahal gak mesti ada gitunya juga bisa keren kok.

Sesuai novelnya, jalan cerita yang lebih membuat saya tertarik adalah adegan Cakra. Okelah untuk pemeran Cakra dan jalan ceritanya.

Keseluruhan penilaian, saya pikir so far so good, untuk mengisi waktu liburan, mengisi ingatan bahwa dalam hidup gak selalu berjalan mulus. Gak semua sesuai rencana. Manusia yang berencana Allah yang menentukan, jadi ya gimana Allah aja kan. Untuk film ini saya nilai bagus. Sekian review dari saya.

Bagi yang mau baca review novel yang saya buat, dimana saya ceritakan beberapa percakapan pentingnya, ada di tautan postingan Tentang: Sabtu Bersama Bapak (Novel).

1

WS Rendra: Hidup itu seperti UAP

#odopfor99days #day78
Bismillahirrahmanirrahim

image

Sekedar copy-paste, untuk mengingatkan diri sendiri.

Puisi terakhir WS Rendra yang beliau buat sesaat sebelum beliau wafat.

Hidup itu seperti UAP, yang sebentar saja kelihatan, lalu lenyap !! Ketika Orang memuji MILIKKU, aku berkata bahwa ini HANYA TITIPAN saja.

Bahwa mobilku adalah titipan-NYA,
Bahwa rumahku adalah titipan-NYA,
Bahwa hartaku adalah titipan-NYA,
Bahwa putra-putriku hanyalah titipan-NYA …

Tapi mengapa aku tidak pernah bertanya,
“MENGAPA DIA  menitipkannya kepadaku?”
“UNTUK APA DIA menitipkan semuanya kepadaku?”
Dan kalau bukan milikku, apa yang seharusnya aku lakukan untuk milik-NYA ini?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-NYA?

Malahan ketika diminta kembali,
kusebut itu MUSIBAH,
kusebut itu UJIAN,
kusebut itu PETAKA,
kusebut itu apa saja …
Untuk melukiskan, bahwa semua itu adalah DERITA …

Ketika aku berdo’a, kuminta titipan yang cocok dengan KEBUTUHAN DUNIAWI,
Aku ingin lebih banyak HARTA,
Aku ingin lebih banyak MOBIL,
Aku ingin lebih banyak RUMAH,
Aku ingin lebih banyak POPULARITAS,
Dan kutolak SAKIT,
Kutolak KEMISKINAN,
Seolah semua DERITA adalah hukuman bagiku.

Seolah KEADILAN dan KASIH-NYA, harus berjalan seperti penyelesaian matematika dan sesuai dengan kehendakku.
Aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita itu menjauh dariku,
Dan nikmat dunia seharusnya kerap menghampiriku …

Betapa curangnya aku,
Kuperlakukan DIA seolah “Mitra Dagang” ku dan bukan sebagai “Kekasih”!
Kuminta DIA membalas “perlakuan baikku” dan menolak keputusan-NYA yang tidak sesuai dengan keinginanku …

Duh ALLAH …

Padahal setiap hari kuucapkan,
“Hidup dan Matiku, Hanyalah untuk-MU ya ALLAH, AMPUNI AKU, YA ALLAH …

Mulai hari ini, ajari aku agar menjadi pribadi yang selalu bersyukur dalam setiap keadaan dan menjadi bijaksana, mau menuruti kehendakMU saja ya ALLAH …
Sebab aku yakin ENGKAU akan memberikan anugerah dalam hidupku …
KEHENDAKMU adalah yang ter BAIK bagiku ..Ketika aku ingin hidup KAYA, aku lupa, bahwa HIDUP itu sendiri adalah sebuah KEKAYAAN.

Ketika aku berat utk MEMBERI, aku lupa, bahwa SEMUA yang aku miliki juga adalah PEMBERIAN.

Ketika aku ingin jadi yang TERKUAT, aku lupa, bahwa dalam KELEMAHAN,
Tuhan memberikan aku KEKUATAN.

Ketika aku takut Rugi,
Aku lupa, bahwa  HIDUPKU adalah sebuah KEBERUNTUNGAN, kerana AnugerahNYA.

Ternyata hidup ini sangat indah, ketika kita selalu BERSYUKUR kepadaNYA

Bukan karena hari ini INDAH kita BAHAGIA. Tetapi karena kita BAHAGIA, maka hari ini menjadi INDAH.

Bukan karena tak ada RINTANGAN kita menjadi OPTIMIS. Tetapi karena kita OPTIMIS, RINTANGAN akan menjadi tak terasa.

Bukan karena MUDAH kita YAKIN BISA. Tetapi karena kita YAKIN BISA,
semuanya menjadi MUDAH.

Bukan karena semua BAIK kita TERSENYUM. Tetapi karena kita TERSENYUM,  maka semua menjadi BAIK.
Tak ada hari yang MENYULITKAN kita, kecuali kita SENDIRI yang membuat SULIT.

Bila kita tidak dapat menjadi jalan besar, cukuplah menjadi JALAN SETAPAK yang dapat dilalui orang.

Bila kita tidak dapat menjadi matahari, cukuplah menjadi LENTERA yang dapat menerangi sekitar kita.

Bila kita tidak dapat berbuat sesuatu untuk seseorang, maka BERDOALAH untuk kebaikan.

3

Perjalanan ASI sampai menyapih

#odopfor99days #day40

Pertama kali menyusui

Setelah operasi caesar selesai pada 26 Maret 2014, para suster menyodorkan bayi saya untuk melakukan IMD, tapi mata saya sudah tidak ada tenaga untuk membuka, jadi saya hanya membuka mata sesekali saja. Kayaknya gak IMD juga sih, cuma langsung disodorin aja bayinya ke PD. Tapi disitu saya merasa senaaaanngg sekali, akhirnya yang ditunggu keluar juga, dan pertama kali menyusui!

Selama 4 hari 3 malam di rumah sakit, saya merasa tenang-tenang saja saat anak saya menangis, lalu saya menyusuinya. Anak saya pun terlihat oke-oke aja. Tapi ternyata sepulang dari RS ke rumah, malam harinya dia rewel hebat tidak berhenti. Lalu memutuskan kembali lagi ke . Anak saya pun sudah diam, tenang saat masih di perjalanan hingga pulang. Dokter jaga pun bilang, anak saya tidak apa-apa. Besoknya, anak saya seharian rewel, pas di hari banyaknya tamu yang datang, saya malah sibuk dengan menenangkan anak saya. Sore, saya kembali ke RS yang lain, untuk second opinion barangkali salah. Di RS kedua ini malah anak saya disuruh di opname? What?? Big NO, langsung saja saya pulang. fiuuh,, kenapa kamu nak.

Baiklah setelah RS tidak mengetahui apa penyebab anak saya nangis tidak henti-hentinya, saya berencana untuk datang ke bidan dekat rumah. Entahlah mungkin karena ke dokter jaga ya. Jadi mereka tidak terlalu persis tahu apa dan bagaimana.

Doa dan doa semoga anak saya baik-baik saja. Pagi, saya langsung menuju bidan terdekat. Sang bidan sedang menangani lahiran seorang ibu. Setelah selesai dan giliran saya, langsung saja saya menceritakan kronologisnya. Jawaban ibu bidan ketika itu hanya satu dan itu yang memang membuat saya ragu dari awal meninggalkan RS,”ASI nya keluar gak?” jedaaangg, iya ya keluar gak ya.

Di hari itulah saya diajarkan bu bidan untuk memerah ASI dengan tangan. Saya sudah cukup tenang karena tau masalah utamanya karena ASI saya belum juga keluar. fiuuh. Maka setelah pulang dari bidan. Ibu saya langsung gempur saya dengan berbagai makanan untuk booster ASI. Sudah sempat beli susu formula, kalau-kalau ternyata ASI saya gak keluar juga. Alhamdulillah, Allah memberikan saya izin untuk menyusui anak saya.

Menyapih

Sudah sekitar 3-4 hari ini putri tersayang gak ngASI lagi. Dan baru hari kemarin dia berumur 23 bulan.

Suami sudah bilang untuk menyusui si kecil sampai 3 tahun, biar kaya ayahnya katanya. Saya sebenarnya gak terlalu masalah, karena bagian yang paling saya sukai, kangeni, dan ikhlas dalam pengasuhan anak adalah menyusui. Saya merasa sangat dekaaaatt sekali dengan anak saya, saya merasa anak saya sangat butuuuhh banget saya.

Hal inilah yang membuat saya sedih setelah menyapih, I love to breastfeed my baby, a lot. Saya bekerja sejak umur si kecil menginjak usia 7 bulan. Kenapa saya bekerja? Semata-mata untuk birul walidain (Ah birul walidain kok masih ngerepotin). Kalau saya hidup berdua dengan suami dan anak saja, saya masih ingin memilih untuk tinggal dan mengurus anak saja. Masih ada kewajiban saya terhadap orangtua, jadi saya memutuskan kembali bekerja. Tapi memang ada keinginan untuk mengamalkan ilmu yang saya punya, belajar lagi dari proyek yang didapat. Eh ngelantur yak.

Sebulan pertama saya bekerja, setiap pulang kantor dan sampai di rumah, saya langsung pompa ASI. Karena di kantor tidak memungkinkan saya untuk memompa, bisa habis waktu saya berhubung jam kerjanya cuma dari jam 9-14 aja. Sayangnya, saya tidak konsisten untuk langsung memompa setelah sampai di rumah. Langsung saja saya sodorkan ke anak, jadi sudah habis. Setelah itu baru saya memutuskan untuk memberikan susu formula. Dicoba sekali, dan memang anaknya juga lahap dan mau. Sampai usia 23 bulan kemarin, begitu terus, kalau ada saya ya ngASI, kalau saya bekerja ya sufor.

Motivasi menyapih

1.Allah bersabda dalam Alquran kalau menyapih 2 tahun
“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah member makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya, dan seorang ayah karena anaknya, dan waris pun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum 2 tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” QS Al Baqarah 233
2.secara medis, sudah berkurang kandungan gizinya.
3.Bahwa saya tidak ingin anak saya manja. Harus menuruti apa yang menjadi kemauannya terus. Entah alasan ini benar atau tidak. Tapi ini jadi motivasi saya yang paling kuat.

Karena anak saya sudah terbiasa dengan sufor, ternyata memang tidak terlalu sulit untuk mengalihkannya. Saya pikir menyapih akan membutuhkan waktu lama untuk sounding, usaha untuk mengalihkan, dan lain sebagainya. Tapi rupanya anak saya dapat melalui tahap demi tahap tanpa rewel yang menjadi-jadi. Berikut ini tahap yang dilalui anak saya dalam penyapihan:
Tahap 1: sounding bahwa anak sudah besar, tidak lagi ‘mimik’
Tahap 2: setiap ngASI, saya bilang ‘sedikit aja ya, buat nanti lagi, biar gak abis’ Jadi dia sebentar aja
Tahap 3: sounding bahwa teman-temannya di sekitar rumah juga udah gak mimik lagi. saya sebutkan satu persatu nama temannya, kadang tetangga saya yang sudah besar juga saya sebut saja, bahkan sekalian juga saudara jauh. Dia pun senyum.
Tahap 4: menawarkan minuman alternatif, susu atau air putih atau teh atau lainnya. Nah untuk ini terasa lebih mudah, karena anak saya sudah bisa bilang mimik susu botol. Tapi ini jadi tantangan saya juga untuk mengganti botol dengan gelas.
Tahap 5: berikan perhatian lebih saat bermain, untuk menunjukkan bahwa kita sangat menyayanginya.

Tahap-tahap itu pun bisa saya lalui hanya beberapa hari saja, yang awalnya saya perkirakan yaa sekitar seminggu-dua minggu bahkan sebulan. Saya jadi sedih bin very sad. Karena anak saya jadi nyari ibu saya untuk minum susu botol. Tambahlah rasa bersalah saya. Kenapa terasa terburu-buru. Tapi saya yakin ini hanya sementara aja. Maafkan ibu ya nak. Bukannya ibu gak mau, tapi kamu sudah besar.

dan ini ada sepotong tulisan yang saya ambil dari sebuah link:

“Perlu diingat bahwa penyapihan adalah bentuk cinta kita kepada anak. Tidak perlu merasa bahwa kita telah menyakiti anak dengan menghentikan penyusuan, membuat dia menangis karena tidak diberi ASI, semua itu adalah proses yang harus dilalui. Karena dalam kehidupan selanjutnya pun anak akan menemui batasan-batasan, dan disapih adalah batasan pertama yang harus dia lalui. Selain itu menyapih anak setelah dua tahun adalah bentuk cinta kita kepada Allah SWT, yaitu menjalankan firman-Nya. ”
Sumber potongan tulisannya disini.

Robbi Habli Minas Sholihin (Ya Tuhanku karuniakanlah aku anak yang sholih).Aamiin.

Sekian (sambil masih sedih).