Workshop Montessori at Home for Kids bersama dr. Pinansia Finska Poetri

20017832_10213510311941666_8209801665929434738_oFlyer digital, iklan workshop yang bikin saya tertarik ingin tau

Bismillahirrahmanirrahim
Weekend yang lalu, saya ikut 2 acara yang menurut saya penting banget buat para orang tua. Pertama adalah workshop Montessori, dan kedua seminar kesehatan. Untuk seminar kesehatan, karena materinya banyak dan penting, insyaAllah saya tulis di postingan selanjutnya.

Workshop Montessori at Home for Kids

Jadi awalnya saya dapet iklan dari teh Rahma di grup fesbuk kesayangan itbmh. Acara ini diselenggarakan oleh parents.edu. Parents.edu ini adalah media edukasi untuk keluarga melingkupi bidang Pendidikan, Kesehatan dan Kewirausahaan. Bisa diklik ini untuk blognya dan ini untuk Instagramnya. Acara ini diselenggarakan di dehakids jalan Teuku Angkasa no.33 Bandung, dan disponsori oleh Botanina.

Berhubung sayah telat datang, (padahal kayanya yang penting adalah materi awalnya huksss) jadi saya share materi yang saya ikuti ya. Atau ya paling gak saya copy paste kan materi dari modulnya. Semoga penyampaian saya benar. Kalau salah, mohon koreksinya ya.

Filosofi Montessori ###
Montessori adalah sebuah metode pengajaran anak usia dini yang dicetuskan oleh dr. Maria Montessori (1870-1952). Prinsipnya adalah ‘Children teach themselves‘. Sedangan orangtua bertugas untuk memberikan perhatian, percaya, sabar, dan menghargai proses.

Usia 0-3 tahun unconscious mind
Usia 3-6 tahun conscious mind
Setiap anak punya spiritual embrio
Setiap anak akan mengalami fase sensitive
Stop melabeli anak, stop membandingkan anak

(Nah materi filosofi ini saya 0 banget. Huhuhu)

Material ###
Jadi dalam Montessori, material yang digunakan adalah material asli. Semua benda asli dalam ukuran yang kecil. Misal mengajarkan tentang sapi, carilah miniaturnya yang sama persis dari mulai warna, komposisi bentuknya, detailnya. Bendanya yang konkrit baru ke abstrak. Benda yanng simpel ke kompleks.

Contohnya mengajarkan tentang sapi tadi. Biasakan untuk menjelaskan secara rinci. Dari tekstur, bagaimana bentuk sapi sambil disentuh diraba, penggunaan mata, apa warnanya, bentuknya bagaimana, pengenalan terhadap kosakata yang berhubungan dengan sapi, pengenalan kata atau huruf, untuk mengetahui membaca dan menulis kata per kata dari sapi.

Banyak bercerita ini bertujuan untuk melatih visualisasi anak. Seringkali kita saat sekolah, bingung sekali saat diminta guru untuk mengarang cerita. Maka kita sebagai orang tua yang mengajarkan anak, bercerita detail itu akan membantunya untuk berpikir detail, dan rinci. Tujuan lainnya juga adalah agar melatih anak dapat mengungkapkan secara detail apa yang ada dipikirannya.

Montessori ini sangat menghargai proses panjang. Jadi memang pembelajaran dimulai sejak lahir, dan kalau tidak bisa, belum beralih ke hal yang selanjutnya. Harus sering dicoba, diasah. Ini mah kaya inti hidup aja sih yam kalau kita mau bisa ya kudu belajar terus yang rajin.

Kalau kita mau ngajarin angka ke anak 1-10. Pastikan dia mengerti konsep angka tersebut. 1 itu segimana, 2 itu sebesar atau sebanyak apa, 7 itu lebih besar atau lebih kecil dari 6 dan 8, dan seterusnya. Makanya material untuk belajar math ini, cukup detail. Sayang saya gak foto euy. Hehe

5 (2)

Kira-kira kaya ginilah, bisa disearch aja dari nama-nama materialnya ya. (sumber gambar dari sini)

Selain itu, saat belajar, selalu mengulang ritme yaitu kiri-kanan, atas-bawah. 1 material digunakan untuk 1 tujuan. Maksudnya?? Jadi 1 alat permainan, itu hanya digunakan untuk 1 hal saja. Misalnya balok pink tower (kebetulan contohnya pink warnanya). Jadi pink tower ini hanya untuk belajar berhitung 1-10, konsep di dalamnya, baik itu besar kecil, menyusun dari 1-10 dan seterusnya. Lalu, sebelum anak memulai bermain, orang tua melakukan demo dulu bagaimana cara memainkannya. Jangan dengan berbicara, tapi dilakukan saja. Agar anak tidak bingung, dia disuruh mendengar atau memperhatikan (semoga bener penjelasan saya ini). Saat anak melakukan kegiatannya, minimal interupsi.

Practical life ###
Konsep Montessori ini sebenarnya juga melatuh anak dalam practical lifenya, yang kelihatannya hanya permainan. Diajarkan kepada anak mulai dari cara berjalan, membuka-tutup pintu, hingga membuka-tutup mat. Oia mat ini harus ada sebagai area kerjanya. Anak harus tau area kerjanya hanya di situ. Jika keluar dari area kerja, harus dibereskan.

Pengajaran practical life ini berguna untuk melatih kemandirian, konsentrasi, fokus, koordinasi, dan mengikuti perintah. Katanya sih, konsep ini dapat diikuti oleh seluruh negara di dunia yang memiliki berbagai culture.

Pengajaran practical life dimulai mungkin saat anak sudah bisa duduk dan dapat diminta melakukan sesuatu. Dimulai dari kegiatan menyendok, menuang, dan transfer benda menggunakan tongs, pipet, penjepit jemuran, dan klip. Ketiga hal ini akan banyak ditemui di kehidupan. Maka perlu diasah dari kecil. Dan yang paling dekat adalah berlatih makan.

Contoh kegiatannya adalah sebagai berikut:
1. Buka alas mat
2. Simpan tray di depan anak
3. Siapkan beras berwarna, atau bisa diganti dengan kacang hijau, terigu, atau pasir kinetik, atau apapun
4. Siapkan 3 mangkuk, 2 mangkuk berukuran/bentuk sama, 1 mangkuk berukuran/bentuk berbeda.
5. Urutan mangkuknya seperti gambar ini ya

IMG_20170724_091657Susunan mangkuk dan peralatannya untuk latihan practical life

6. Cara melakukannya adalah. Beras di mangkuk 1, dipindahkan ke mangkuk 2 dengan disendok, sampai penuh. Lalu setelah di mangkuk 2 penuh, baru isi mangkuk 3.

IMG_20170724_091758Anak saya lagi coba untuk melakukan instruksi saya, dari menyendok dari mangkuk 1 ke 2 lalu ke 3, dan balik lagi semua ke mangkuk 1, trus dia bilang udahan 😀

7. Setelah semua beras habis di mangkuk 1, kembalikan lagi beras dari mangkuk 2 dan 3 ke mangkuk 1. Ingat urutannya selalu kiri-kanan, atas-bawah. Kenapa begitu? Untuk melatih membiasakan menulis dari kiri-kanan dan dari atas-bawah.
8. Lalu tukar posisi mangkuk seperti pada gambar.
9. Pindahkan lagi dengan urutan yang sama seperti tadi.

9 langkah tadi untuk konsep simpel. Yang lebih kompleks, bisa dengan memberi garis batas pada mangkuk. Jadi anak diminta untuk mengisi beras ke mangkuk sampai batas yang diberikan. Permainan atau demo ini bermanfaat banyak diantaranya melatih menyendok (berguna saat dia makan, memindahkan makanan dari piring satu ke yang lainnya), melatih kekuatan tangannya saat menulis. Jadi tidak bosan, dan kuat menulis lama. Latihan koordinasi mata dan tangan, fokus terhadap yg dikerjakannya, belajar ukuran (banyak dan sedikit, ada dan habis) dan masih banyak lagi.

Untuk belajar makan misalnya, anak juga bisa diajak bermain transfer benda menggunakan sumpit. Misalnya memindahkan pompom, atau playdough yang dibentuk kecil-kecil seperti makanan, dan sebagainya.

Sensori ###
Kegiatan menyendok, menuang, dan transfer benda ini juga berguna merangsang sensorinya, belajar konsep besar-kecil, komparasi, tingkatan, gradasi, dan sebagainya. Usia 3 tahun bisa mulai latihan membaca dan menulis. Caranya dengan pengenalan benda sekitar dan menyusun hurufnya. Ada pula saran menulis dulu baru membaca. Ada banyak material yang dapat digunakan untuk melatih sensori anak diantaranya knop cylinder, pink tower, broad stair, long rods, knobless cylinder, colour box 1,2,3.

Bahasa###
Sebagaimana penjelasan awal, untuk melatih bajasa pada anak, maka setiap memberi tau anak sesuatu, jelaskan secara terperinci dan detail.
Ini….
Mana….
Coba sebut ini apa….
Persiapan membaca dan menulis diantaranya kegiatan menyendok menuang dan transfer benda tadi bisa sebagai persiapannya juga. Membacakan buku sedini mungkin adalah flsalah satu fase mempelajari sesuatu sebelum masuk ke fase baca tulis. Misalnya ikut program 1000 buku dalam 3 tahun. Bisa juga dengan storytelling (baca dengan bahasa yang disesuaikan), read aloud (membaca sambil menunjuk yang sedang dibaca), dongeng (bercerita tanpa buku), dan bernyanyi. Ada banyak juga material untuk persiapan baca tulis ini, dan bisa dikreasikan di rumah masing-masing.

Matematika###
Untuk pengajaran matematika, konsepnya pun sama. Ada beberapa material misalnya number rods, sandpaper number, number rods and cards, spindle box, cards and counters, golden beads.

Culture###
Untuk culture bisa disesuaikan dengan kita. Misalnya mau ngajarin solat. Biarkan anak melihat kita solat. Kasih peralatan solat. Latih memakai dan mempersiapkan untuk solat.

Outcome####
Anak yang belajar dengan metode Montessori, akan memiliki berbagai kelebihan diantaranya:
#disiplin dan mematuhi aturan
# percaya diri
# orangtua tahu kelebihan dan kekurangan anak sedari dini
# menghargai proses
# mencintai sekitar
# berpikiran logis
# kreatif

Tapi perlu diperhatikan juga kekurangan yang sangat mungkin timbul diantaranya
# perfeksionis
# kurang bisa dikritik
# berbeda dari anak yang lain
# ego trap

Kesimpulan saya pribadi dari Montessori ini adalah bagaimana proses belajar anak menjaadikan karakternya dia dari kecil, dengan konsisten tentunya. Konsep pembelajaran apapun di dunia ini kalau konsisten insyaAllah akan bisa.

Selamat belajar. Semangaat yang penting happy laah. Ambil yang bermanfaat yaa. 🙂

workshop montessoriPara ibu yang ikutan workshop Montessori di dehakids Bandung
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s