Kulwap Tarbiyatul Aulad for beginner Materi 5 Ummu Uthara

Bismillahirrahmanirrahim

Siapa Ummu Uthara? Beliau adalah teh Dyah Wulandhari, pegiat homeschooling untuk ketiga anaknya. Berikut resume nya.

Insyaaallah hari ini pembahasan kita tinggal 1 poin yah. Tips Bagaimana cara mengajar anak sambil ngemong 2 adiknya.
Tapi sebelum kita masuk ke cara, insyaaallah kita bahas dulu tentang MAKNA PENDIDIKAN itu sendiri.

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” QS. An Nahl ayat 125

Sesungguhnya Allah telah banyak memberikan panduan utk kita, para orang tua dalam memahami tugas besar sebagai orang tua. Perhatikan dialog Lukman dg anaknya dan bagaimana Allah memberi tarbiyah langsung kepada Ibrahim as dalam menjalankan amanah sebagai Abul Anbiya. Silahkan buka percakapan antara Lukman dg putranya dan perhatikan kisah nabi Ibrahim dalam al quran.

Disini kita akan mengulas peran penting orang tua dalam pendidikan anak. Karena ternyata pertama kali yg harus kita perbaiki adalah dari mindset. Masih banyak diantara kita yg menganggap bahwa sekolah adalah belajar. Dan dg anak pergi ke sekolah dan kita membayarkan uang sekian banyak maka tunai tugas besar itu. Tugas dalam pendidikan anak sejatinya ada 2, yaitu:
1. Mengarahkan anak dari perilaku buruk menjadi lebih baik
2. Mentransfer ilmu pengetahuan

Dalam filosofi pendidikan, visi nya adalah mengubah perilaku. Ada perbaikan antara sebelum dia belajar dg setelah dia belajar.
Namun visi ini semakin tereduksi. Anak bertahun-tahun pergi ke sekolah tapi tidak ada perubahan pada perilaku buruk nya.
Dan malahan ada orang tua yg kemudian dg mudah seperti cuci tangan dari tugas besar itu dg mengatakan, “saya sdh memasukkan anak ke sekolah yg bagus, bayar mahal tapi kenapa sikap nya tetap seperti ini?”
Sehingga seorang pemerhati pendidikan, Ivan Illich (bukan muslim lho) menganggap bahwa deschooling lbh baik utk kondisi saat ini.
Kembali kan anak ke rumah dan didik budi pekerti langsung oleh ayah bunda nya.

Visi pendidikan sesungguhnya tadi ya. Udah jelas, bagaimana mengubah perilaku buruk menjadi lebih baik. Tapi cita-cita pendidikan Islam jauh lbh tinggi lagi, yaitu mendorong setiap insan mengenal siapa dirinya dan siapa Rabb nya. Visi pendidikan ini HARUS ada dalam setiap keluarga.

GBHP (garis besar haluan pendidikan) ini disusun kerangkanya oleh ayah dan dieksekusi misinya oleh bunda. Sehingga kalau sampai pemahaman kita pd hal ini, maka ga ada lg ayah bunda yg bingung dg pertanyaan bagaimana cara mengajar anak?

Kenapa? Karena ga usah dg gaya KBM di kelas. Cukuplah akhlaq yg baik dalam interaksi sehari2 menjadi pengantar materi pendidikan di rumah tangga muslim kita.✅

GBHP ini disusun awal sekali. Dulu seingat saya, dimulai di suatu pagi di hari kedua pernikahan kami.
“Yaaang..dulu niat menikah untuk apa?”
(Jangan ada yg suit suit 🙈)
Dengan diplomatis saya mau jawab, untuk menyempurnakan setengah diin. Tapi keburu disanggah..
“Bukan yang itu yah..terlalu mainstream 😁” kata beliau.
Saya jadi ngahuleng.
Kemudian Beliau menyampaikan ini:
“Gantungkan cita2 agar keluarga kita Allah pilih menjadi batu bata bagi kembali nya kejayaan Islam. Siapkan anak2 menjadi jundullah. Tentara Allah. Jangan didik anak-anak kita dg kemudahan dan kemewahan. Jadikan rumah kita sebagai kandang singa, bukan kandang ayam #yg setelah gemuk dijadikan sembelihan penguasa durhaka#. Tanamkanlah kecintaan pada jihad, mencintai pacuan kuda dan medan pertempuran. Ikatkan hatinya agar senantiasa mampu merasakan kesulitan kaum muslimin.”
Ada lagi sih (pembicaraan di hari kedua itu):
1. Jangan berhutang (komo ke bank)
2. Jangan menceritakan kesedihan yg terjadi dlm rumah tangga
3. Jangan mengadukan kekurangan pasangan pd orang tua

Dari sini sumber nama anak pun beliau susun.
Edisi cendikiawan:
Umar Abdul Aziz Al-banna
Edisi panglima:
Thariq Saifullah Al Fatih
Edisi perlawanan:
Raffa Syahidah Intifadhah

Terus terang visi itu ternyata berat bgt..
Kemudian Allah uji kami dg 3x kehilangan calon bayi. Sebelum kelahiran umar. Waktu itu asa mimpi bisa punya anak yg bisa dididik, diajarin, diajak cerita.

Dari sana, kemudian suami lbh banyak cerita ttg filosofi pendidikan anak. Bagaimana sesungguhnya setiap kita pasti mati, pasti takut menghadapi kematian, takut menghadapi kehilangan.
Tapi harus diingat, sampai mana cita2 utk kebersamaan ini. Cukup hingga bahagia di dunia saja atau berkumpul kembali di syurga Nya?
Jika pendidikan anak yg dimaksud seperti ini, maka tugas ibu membreakdown lg ke dalam kurikulum seperti yg sdh kita bahas sebelumnya.

Menginginkan anak yg shalih tidak cukup dg mengajarkan mereka menghafal al quran dan aqidah tapi bagaimana mengajak seluruh anggota keluarga hidup dg cara islam (msh terus belajar ini juga). Ilmu ttg Islam kita terapkan dlm kehidupan sehari2 sehingga kecintaan pada Allah dan Islam yg menjadi ruh utk berbuat.✅

Pupuknya biar kita tetap istiqomah dalam mencapai visi kita?
Saya jg sama. Kadang naik turun mood dan kekuatan. Ternyata kl kondisi ruhiyah kita baik, mood kita jg membaik. Supaya bisa terjaga, harus punya komunitas yg bs saling menguatkan dan mengingatkan. Kaya disini (hsmn, pen) Alhamdulillah.
1. Intinya pupuk rohani diri dulu ya, biar sgala2nya lancar.
2. Quwwatu silah billah yg kedua belajar terus.
3. Yg ketiga jaga komunikasi dg suami.✅

Dalam pemahaman kami bi’ah shalihah (lingkungan yg shalih) lahir dari pemahaman menyeluruh ttg Islam itu sendiri. Dari ilmu yg melahirkan amal. Dan bukan sebatas hafalan sih. Mgkn utk usia dini dimulai dari pembiasaan adab dan akhlaq.
Misalnya ga ganti baju di depan anak.
Memulai setiap aktivitas dg basmalah.

Pokoknya intinya pd menambah pengenalan kita ttg Islam. Bahwa Islam itu mengatur dr bangun tidur sampai membangun negara. Salimul aqidah dan shahihul ibadah. Ambil ilmu dan jalankan ibadah yg sesuai tuntunan Rasulullah saw. Selalu mengaitkan kejadian dg “qodarullah”. Menghindari “seandainya”.

Bagaimana kalau ayah bundanya LDM?
Sebenarnya kl ttg LDM, kisah heroik ttg single mom yg bs memberi banyak teladan jg bertebaran di sekitar kita. Memang pasti ga mudah tp dg bantuan teknologi hari ini, kendala jarak bukan lagi halangan utk tetap keep in touch dg anak dan keluarga. Ada kisah dr seorang bunda dr ulama yg faqih. Tapi saya lupa namanya. Cm inget kisahnya aja.

Suatu hari ada panggilan jihad pd sang suami ketika istrinya sdg hamil. Sang suami menitipkan uang sebanyak 40.000 dinar (kl hari ini 1 dinar mgkn sekitar 4 juta ya?, kalikeun aja 😁)
Istriku…aku titipkan bekal utk pendidikan anak kita. Gunakan ini dg sebaik2 nya. Jadikan ia seorang yg takut Allah dan menaatiNya. Pergilah sang suami hingga bbrp tahun lamanya.

Hingga suatu subuh, saat ia pulang ke desanya, sunnah nya kan ke masjid dulu. Sang mujahid ini jg ke masjid dulu. Saat setelah shalat jamaah subuh, dia melihat seorang pemuda belia yg disebut syaikh oleh orang2 sedang dikerubuni utk dimintai fatwa.

Ketika hampir pagi, mujahid ini hendak pulang ke rumah tapi dia melihat syaikh muda itu lbh dulu masuk ke rumah nya tanpa sungkan.
Dihunusnya pedang sambil mencari dimana pemuda belia itu. Tapi istrinya keluar. Lalu menjelaskan bahwa yg masuk itu adalah putranya. Anak yg ditinggal ayahnya berjihad, dididik penuh hikmah oleh ibunya hingga menjadi syaikh di usia yg sangat muda.

Artinya bukan hanya fisik yg harus ada dlm mendidik anak. Tapi spirit Islam dan GBHP nya ini yg harus sampai dan tegak. Lalu dijalankan oleh keluarga dlm mencetak generasi rabbani. ✅

Resume ini full materinya, pertanyaan tidak disertakan. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s