Lupa Resepnya?

Bismillahirrahmanirrahim
Dalam minggu ini, saya dua kali silaturahim ke dokter. Pertama nganter anak ke dokter gigi. Yang kedua, saya ke SpKK.

Di suatu sholat, saya sambil terus memikirkan apa saja yang dokter katakan dan resepkan. *Tah teu khusyuk!*. Sikat gigi harus rajin disikat, rajin minum air putih, dan sebagainya, dan lalu dilihat perkembangannya tiga bulan kemudian. Krim-krim yang dikasih harus rutin supaya hasilnya maksimal, dan seterusnya.

Tapi saya jadi berpikir lagi. Hellow, selama ini kita udah dikasih resep gimana caranya masuk surga! Tapi kita teh suka gak taat. Kita udah dikasih resep bagaimana cara dicintai Allah, gimana cara menjadi orang bertaqwa, gimana cara mendapatkan dunia sekaligus akhirat. Tapi kita lupa. Kita gak telaten, gak memikirkan dengan seksama, gak memikirkan akibatnya kalau kita gak patuh.

Kadang dikasih resep atau nasehat dari dokter juga kita perhatikan baik-baik, sebisa mungkin gak dilanggar. Itu juga yang sudah Allah kasih dalam Al-Quran dan Sunnah. Kita terlalu sibuk dengan diri sendiri yang sifatnya duniawi. Memang wajar, tapi jadi tidak wajar ketika kita jadi lupa ibadah. Dari mana kita muncul? Ujug-ujug gitu? Mungkin las dengan kata kurang ajar karena tidak tahu berterima kasih kepada Allah.

Sekian perenungan diri. Semoga bisa lebih baik ke depan. Semangat menyambut Ramadhan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s