Bogor dalam Ingatan

#odopfor99days #day94
Bismillahirrahmaanirrahiim

2 Januari 2011
Saya berangkat dengan travel door to door yang namanya dulu masih melambung. Diantar lambaian tangan orangtua membawa saya ke kota hujan. Kota dimana saya mengadu nasib. cailah. Saya bersama adik kelas saya Yttria, yang tergila-gila dengan The Beatles dan impian besar kuliah di Inggris ini, kos bareng satu kamar. Dan itu adalah kamar kenangan penuh cerita.

3 Januari 2011
Hari pertama saya bekerja di konsultan di dalam kebun raya Sheilsflynnasia. Menurut saya ini kantor bergengsi, secara bosnya aja di Inggris sana. Saya merasa beruntung bisa bekerja di sini.

Itu awal saya di Bogor. Saya dan Yttria menapaki hari-hari di Bogor yang penuh dengan angkot itu. Pulang malam sudah jadi santapan kami setiap hari. Walaupun secara teori kami disuruh pulang pukul 6 pm. Bogor dalam ingatan, hanya ada 2, yttria dan sheilsflynnasia.

Y.T.T.R.I.A

Gadis kurus lebih tinggi dari saya dan berkacamata. Memiliki passion yang bagus, tapi dia selalu menampik hal tentang dirinya. Saya kadang menyebutnya dengan Yttria ‘vintage‘ Ariwahjoedi. Orangnya punya hati teguh, walaupun kadang cepat luluh. Kadang polos, tapi kadang juga berani banget.

Setiap ada waktu di weekend yang kosong, kalau kita lagi gak ada jadwal pulang ke Bandung, kami menyempatkan main ke sekitar Bogor atau Jakarta. Hehe, maklumlah kita mah anak rumahan di Bandung. Babaloey, si kamera dslr nikon, selalu menemaninya kemana dia pergi, walaupun katanya sekarang dia sudah almarhum.

Dia suka sekali fotografi, hal-hal vintage, dan romantis. Pernah juga saya diajak nonton film Korea sampai habis. Kalau gak salah 19 episode? pernah juga kita sampai streaming demi nonton sinetron apa coba? Putri yang tertukar. wkwkwk. Soalnya di kamar kos kita gak ada tv nya sih.

Dia punya mimpi kuliah di Inggris. Chevening yang katanya seleksinya luar biasa, dia bilang, ah saya mana bisa masuk. Rupanya memang, mimpi itu harus sering kita ucapkan, ungkapkan, tuliskan, doakan. Sekarang dia lagi menyelesaikan thesisnya di Sheffield. Tempat kelahirannya dulu, tempat dulu papanya kuliah. Alhamdulillah, barakallah ya neng ytt. Hehe. Semoga cepet beres kuliahnya, dan bisa berkarya di Indonesia. Oia cepet nikah! sama Ahmad??

Thanks for the history with you, Yttria🙂

Sheilsflynnasia

sfa

Foto Bareng pas Open House 

Kantor lanskap. Kenapa? Gatau juga, iseng aja. Tapi pernah pengen juga kerja di luar kota, mencoba kota lain. Ketika tugas akhir saya tentang lanskap, saya pun berani untuk melanjutkan per-lanskap-an ini dalam bekerja. Setelah lulus, saya tidak langsung bekerja tetap. Dan ini kantor pertama saya bekerja secara formal. Sebelumnya saya cuma ikut penelitian dosen, ikut proyek ini, itu, gitu aja.

SFA, lokasinya asri banget, di dalem Kebun Raya Bogor. Kalo istirahat, kita suka makan keluar. Jadi kaya acara makan-makan terus kalo lagi jam makan siang. Tapi pernah akhirnya ditegur, makan siang kelamaan, jadi malah dikasih jadwal meeting jam 12 teng. wkwkwkwk.

Temen-temenya asik-asik. Bosnya juga asik. Yang gak asik tuh pulang malemnya aja sih. Saya mah jujur, anak rumahan. Tiap magrib udah dipanggil-panggil, “ada dimana? pulang jam berapa? pulang sama siapa?” dan sebagainya. Jadi saya juga merasa aneh aja kalau pulang lewat magrib. Tapi jadi kebiasaan juga akhirnya. Trus kantornya mungkin cuma cocok buat yang single kali ya? Soalnya kalau pulang jam 9 atau 10, gimana main sama anaknyaaa?? Kritik terpendam baru keluar sekarang.

Saya enjoy banget saat itu, kerja di sini, masih single juga da sayanya. Proyeknya keren-keren. Banyak yang bisa saya dapat. Pernah ditanya sama salah seorang teman kantor, “Fin, kamu gak minat sekolah lagi?” dengan santai saya jawab “Ah enggak pak, nanti dulu deh”.

Tapi rupanya Allah punya rencana lain. Tiba-tiba ada satu hal yang membuat saya harus kuliah. Alasannya agak lucu sih. Tapi demi keprivasian, saya gak ceritain ah. Saya mengutarakan ingin kuliah kepada bos, tepat di hari saya dikasih selamat bahwa saya sudah melewati masa percobaan dan akhirnya menjadi junior landscape architect. Di situ saya merasa sedih, menyesal. Untuk apa saya resign hanya untuk alasan itu. Sampai saya juga nangis-nangis pas daftar ulang kuliah. Memalukan sodara-sodara.

Thank you sheilsflynn🙂

Dua kenangan tidak terlupakan. Terima kasih

One thought on “Bogor dalam Ingatan

  1. Pingback: Lebih pantas disebut ‘Curhat Kelulusan’ | brightsightrads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s