Nak, Yuk Shalat (bagian 2)

#odopfor99days #day86

Bismillahirrahmaanirrahiim

Setelah sebelumnya di Nak, Yuk Shalat (bagian 1) membahas bagaimana caranya, disini dijelaskan sesuai dengan umur anak. Dimulai dari 3-5 tahun. Namun tidak menutup batasan bahwa di bawah usia itu, kita sudah mengajaknya shalat, memberikannya peralatan shalat, agar lebih bersemangat lagi. Silahkan disimak, dari artikelnya Bimbingan Islam, semoga bermanfaat.

Mengajarkan shalat pada anak 2

🌍 BimbinganIslam.com
Sabtu, 07 Sya’ban 1437H / 14 Mei 2016M
📝 Materi Tematik | Nak, Yuk Shalāt ! (Bagian 2)

〰〰〰〰〰〰〰

NAK, YUK SHALĀT ! (BAGIAN 2)

Setelah kita menyadari mengapa kita harus bersabar dan istiqamah dalam mendidik anak mengerjakan shalāt, kali ini kita akan membahas bagaimana cara mengajarkan shalāt kepada anak secara bertahap.

Satu hal yang harus selalu kita ingat ketika mendidik anak untuk shalāt adalah, bahwa tujuan kita adalah membuatnya mencintai shalāt dan merasa butuh kepadanya. Karena itu, selayaknya kita memilih cara-cara yang baik dan penuh hikmah ketika mengajarkan mereka shalāt.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ

“Dan serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik” (QS An Nahl: 125)

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam juga bersabda:

إِنَّ الرِّفْقَ لاَ يَكُونُ فِي شَىْءٍ إِلاَّ زَانَهُ وَلاَ يُنْزَعُ مِنْ شَىْءٍ إِلاَّ شَانَهُ

“Sesungguhnya tidaklah kelembutan itu ada pada sesuatu melainkan ia akan menghiasinya, dan tidaklah ia dicabut dari sesuatu, melainkan akan memperburuknya.”

(HR Muslim nomor 4698, versi Syarh Muslim nomor 2594).

Salah satu hal terpenting dalam mendidik anak adalah kesepakatan kedua orang tua, ayah dan ibu, dalam pelaksanaan pendidikan tersebut. Ayah dan ibu harus menaati peraturan yang dibuat bersama dengan anak.

Misalnya, bila ibu berjanji memberikan hadiah istimewa bila anak menjalankan shalāt dengan rutin, maka janganlah ayah merusaknya dengan memberikan hadiah yang lebih besar untuk hal lain, sedangkan anak tidak rutin menjalankan shalāt.

Begitu pula sebaliknya, bila ibu memboikot keinginan anak karena ia mengabaikan shalāt, janganlah ayah membatalkan hukuman itu karena kasihan terhadap anak.

Setelah bersepakat, orang tua dapat menerapkan metode pengajaran dengan lebih terperinci dan bertahap berdasarkan usia dan kemampuan anak. Sebaiknya jangan berpindah ke tahapan selanjutnya sebelum anak berhasil pada tahapan sebelumnya.

*_Usia 3-5 tahun_*

❖ Pada usia ini anak mulai menunjukkan minat terhadap sesuatu dan suka meniru orang-orang di sekitarnya, karenanya, ajaklah ia berdiri di samping kita ketika kita shalāt, atau ajaklah ia ke masjid.

❖ Apabila ia menirukan gerakan shalāt kita, pujilah ia, dan biarkan ia menirukan shalāt kita sesering mungkin. Salah satu kesalahan sebagian orang adalah melarang anaknya shalāt dengan alasan ia masih sangat kecil.

❖ Bila kita membawa anak ke masjid, sebaiknya perhatikan juga adab-adab terhadap orang lain. Apabila ia menangis atau mengganggu, kita bisa menggendongnya, atau meninggalkannya di rumah saja.

❖ Pada usia ini sebaiknya mulai ditalqinkan surat al Fatihah, mu’awidzatain, dan surat al Ikhlash.

*_Usia 5-7 tahun_*

❖ Pada usia ini, anak mulai bisa memahami kalimat-kalimat yang panjang, maka sebaiknya kita ajari mereka tentang nikmat-nikmat Allāh, kasih sayangNya, kebesaranNya, dengan menyebutkan contoh-contoh pemberianNya kepada kita, sehingga membangkitkan kecintaan dan kerinduan anak terhadap kasih sayang Allāh, selanjutnya mengajari mereka bahwa semua itu melazimkan ketaatan kepadaNya, salah satunya dengan mengerjakan shalāt.

❖ Memberikan teladan nyata dengan melaksanakan shalāt dengan tertib di depannya.

❖ Memberikan pelajaran ringan tentang aqidah, kisah isra’ dan mi’raj, kisah nabi dan sahabat yang berkaitan dengan shalāt, sehingga tertanam kecintaan dan kebutuhan terhadap shalāt.

❖ Menjauhi cara-cara keras pada usia ini, dan mengajari mereka melaksanakan shalāt secara bertahap, misal melaksanakan shalāt subuh dulu, baru ditambah dengan shalāt dhuhur, selanjutnya ditambah dengan shalāt ashar, dan seterusnya.

❖ Mengajari pentingnya dan cara-cara bersuci,

❖ Sering memberikan pujian dan hadiah apabila mereka mengerjakan shalāt.

*_Usia 7-10 tahun_*

[Bersambung ke Bagian 3]

Disarikan dari kutaib berjudul “Kaifa Nuhabbibus Sholah li Abnāinā”, ar.islamway.net

Ummu Sholih, di Madinatu Qur’an, Jonggol
_____________________________
📦Donasi Operasional & Pengembangan Dakwah Group Bimbingan Islam
| Bank Mandiri Syariah
| Kode Bank 451
| No. Rek : 7103000507
| A.N : YPWA Bimbingan Islam
| Konfirmasi Transfer : +628-222-333-4004

📮Saran Dan Kritik
Untuk pengembangan dakwah group Bimbingan Islam silahkan dikirim melalui
SaranKritik@bimbinganislam.com

2 thoughts on “Nak, Yuk Shalat (bagian 2)

  1. Pingback: Nak, Yuk Shalat (bagian 1) | brightsightrads

  2. Pingback: Lebih pantas disebut ‘Curhat Kelulusan’ | brightsightrads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s