Kebutuhan parkir

#odopfor99days #day84
Bismillahirrahmaanirrahiim

Pertumbuhan kendaraan di Indonesia maju pesat. Tapi berbanding terbalik dengan pertumbuhan luas jalan. Jadiii… wajar aja kalau ada yang namanya ‘macet‘ . Murahnya kendaraan-kendaraan baru dengan DP ringan dan bisa dicicil, membuat orang-orang juga tertarik untuk memilikinya. Baik itu memang suatu kebutuhan ataupun sekedar gengsi.

Kenapa orang-orang sangat tertarik untuk memiliki kendaraan? Faktor kemudahan, keamanan, dan kenyamanan. Sudah merupakan tantangan bagi para pemimpin daerah baik walikota, gubernur, bahkan yang tertinggi pak Presiden, harus dapat segera mengatasi permasalahan transportasi ini, sebelum akan menjadi lebih parah lagi.

Ada pula kebiasaan orang Indonesia yang kalau ada kecelakaan di dekatnya, ikut melihat, berjalan lambat, atau bahkan untuk berhenti. Kalau berhenti untuk menolong, tentu sangat mulia ya. Tapi kalau hanya menonton, monggo jalan lagilah, biar gak tambah macet.

Sesuai judul, kebutuhan parkir dengan kondisi kendaraan yang membludak, juga ikut dibutuhkan lebih besar. Terlebih yang punya mobil. Susaaah banget ya nyari parkiran. Kalau motor kan bisalah mepet-mepet, geser-geser dikit.

somerford_sainsburys_car_park

Somerford Sainsbury’s car park. Sumber: common.wikimedia.org

Ini juga yang jadi permasalahan di Indonesia. Area komersil seringkali tidak menyediakan lahan parkir. Ini juga yang bikin macet. Karena akhirnya kendaraan jadi parkir di jalanan, nongol-nongol. Gak enak juga dilihat mata kan.

Suatu kali saya pernah berkunjung ke sebuah cafe 24 jam di Kitakyushu. cafenya kecil, gak besar mungkin kira-kira 100 m2, tapi parkirnya luas. Mungkin bisa untuk 20-30 mobil. Sudah merupakan syarat kalau membuka bangunan dengan fungsi komersil, harus menyediakan parkir seluas tertentu.

Nah, untuk para desainer (arsitek, arsitek lanskap, dan kawan-kawan lainnya), yuk coba kita bikin asumsi dalam penyusunan kebutuhan parkir ini. Sebenarnya, setiap fungsi bangunan ataupun suatu tempat, memerlukan parkir. Tentunya dengan perhitungan kebutuhan yang berbeda-beda. Banyak yang nanyain soal kebutuhan parkir ini. Ya semoga ada manfaat yang bisa diambil.

Idealnya, kita cari dulu bagaimana sih ‘parking standards‘ di Indonesia. Bisa juga kita cari referensi di luar negeri, lalu disesuaikan dengan kondisi di Indonesia dan daerah yang kita desain.

Tahapan perhitungan asumsi kebutuhan parkir:
1. Pertama yang harus diketahui adalah dengan mengetahui angka perkiraan jumlah pengunjung. Untuk jumlah pengunjung ini, bisa dilihat dari desain yang kita buat, KAK, atau kita tanyakan kepada klien. Sedangkan untuk desain area wisata, bisa dicari di salah satu buku yang membahas tentang pengunjung. Buku ini salah satu referensi saya juga pas nyusun tesis.

Baud-Bovy, M., dan Lawson, F. (1998) : Tourism and Recreation Handbook of Planning and Design. Architectural Press.

Misalnya pengunjung sebuah kantor adalah 750 orang dan pengunjung insidental (acara seminar, rapat tahunan, diskusi panel, atau acara besar lainnya) sejumlah 300 orang.

2. Bagi kelas pengguna menjadi 2 yaitu pengguna kendaraan pribadi dan umum (termasuk pejalan kaki) dengan perbandingan 60% : 40%. Perbandingan ini disesuaikan dengan fungsi bangunannya.
Perhitungan contoh kasus:
Pegawai: 750 orang
–> pengguna kendaraan pribadi 60% = 450 orang
–> pengguna umum (angkutan umum, pesepeda, pejalan kaki) 40% = 300 orang

Pengunjung Insidental: 300 orang
–> pengguna kendaraan pribadi 60% = 180 orang
–> pengguna umum (angkutan umum, pesepeda, pejalan kaki) 40% = 120 orang

3. Setelah diketahui berapa jumlah pengendara, maka bagi lagi menjadi 2 kelompok yaitu pengguna motor dan mobil dengan perbandingan 60% : 40%. Sekali lagi, perbandingan ini disesuaikan dengan fungsi bangunannya ya.
Pegawai kantor yang berkendara: 450 orang
–> pengguna motor 60% = 270 orang
–> pengguna mobil 40% = 180 orang

Pengunjung insidental yang berkendara: 180 orang
–> pengguna motor 60% = 108 orang
–> pengguna mobil 40% = 72 orang

4. Kita sudah mendapatkan angka pengguna yang berkendara. Maka angka tersebut menjadi sebuah kebutuhan parkir yang perlu disediakan.
Jumlah yang harus disediakan:
Parkir motor:
270 + 108 = 378 parkir motor

Parkir mobil:
180 + 72 = 252 parkir mobil

Kira-kira kalau dimasukkan ke dalam tabel untuk mempermudah, seperti ini:

contoh tabel perhitungan kebutuhan parkir_afin.jpg

Nah, itu kira-kira yang saya tau untuk perhitungan kebutuhan parkir. Sekali lagi, untuk para desainer, coba cari dulu segala penelitian atau referensi untuk bisa mendapatkan kebutuhan standar parkir ini. Kalau menurut saya, seiring waktu, kebutuhan parkir ini akan sulit distandarkan, karena keadaan akan terus berubah. Bisa jadi kendaraan banyak sekali, sehingga perbandingan tadi harus diulang, bisa pula kebijakan berganti dan kendaraan jadi sedikit, maka perbandingan itu juga harus diulang. Begitu seterusnya.

Sekian. Semoga bermanfaat.

One thought on “Kebutuhan parkir

  1. Pingback: Lebih pantas disebut ‘Curhat Kelulusan’ | brightsightrads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s