Catatan kulwap: Genetic Drift Oryza sativa

#odopfor99days #day83

Bismillahirrahmaanirrahiim

Terima kasih kepada Pak Rully Wijayakusuma yang memberikan kulwap singkat mengenai pupuk.

Pengantar

oryza_sativa_-_kc3b6hlere28093s_medizinal-pflanzen-232

Oryza sativa, sumber: wikipedia.org

Padi atau Oryza sativa dalam nama latinnya, merupakan tanaman budidaya yang sangat penting di bumi. Karena merupakan sumber karbohidrat utama di dunia. Ya, si nasi itu loh, yang selalu kita cari setiap hari. Padi ini diduga berasal dari India atau Indocina dan masuk ke Indonesia dibawa oleh nenek moyang yang migrasi dari daratan Asia sekitar 1500 SM.

Hingga sekarang ada dua spesies padi yang dibudidayakan manusia secara massal: Oryza sativa yang berasal dari Asia dan O. glaberrima yang berasal dari Afrika Barat. Pada awal mulanya O. sativa dianggap terdiri dari dua subspesies,indica dan japonica (sinonim sinica). Padi japonica umumnya berumur panjang, postur tinggi namun mudah rebah, lemmanya memiliki “ekor” atau “bulu” (Ing. awn), bijinya cenderung membulat, dan nasinya lengket. Padi indica, sebaliknya, berumur lebih pendek, postur lebih kecil, lemmanya tidak ber-“bulu” atau hanya pendek saja, dan bulir cenderung oval sampai lonjong. Walaupun kedua anggota subspesies ini dapat saling membuahi, persentase keberhasilannya tidak tinggi. Contoh terkenal dari hasil persilangan ini adalah kultivar ‘IR8’, yang merupakan hasil seleksi dari persilangan japonica (kultivar ‘Deegeowoogen’ dari Formosa) dengan indica (kultivar ‘Peta’ dari Indonesia). Selain kedua varietas ini, dikenal varietas minor javanica yang memiliki sifat antara dari kedua tipe utama di atas. Varietasjavanica hanya ditemukan di Pulau Jawa.

Negara produsen padi terkemuka adalah Republik Rakyat Tiongkok (28% dari total produksi dunia), India (21%), dan Indonesia (9%). Namun hanya sebagian kecil produksi padi dunia yang diperdagangkan antar negara (hanya 5%-6% dari total produksi dunia). Thailand merupakan pengekspor padi utama (26% dari total padi yang diperdagangkan di dunia) diikuti Vietnam (15%) dan Amerika Serikat (11%). Indonesia merupakan pengimpor padi terbesar dunia (14% dari padi yang diperdagangkan di dunia) diikuti Bangladesh (4%), dan Brasil (3%).Produksi padi Indonesia pada 2006 adalah 54 juta ton , kemudian tahun 2007 adalah 57 juta ton (angka ramalan III), meleset dari target semula yang 60 juta ton akibat terjadinya kekeringan yang disebabkan gejala ENSO (gejala penyimpangan (anomali) pada suhu permukaan Samudra Pasifik di pantai Barat Ekuador dan Peru yang lebih tinggi daripada rata-rata normalnya. Gejala ini lebih umum dikenal di kalangan awam dengan nama El Niño).

Ya Allah, kumaha ini teh, kita teh kirain produsen terbesar atuh, malah jadi pengimpor terbesar. Padahal ras padinya juga dari kita. Heuheu.

Silahkan disimak nih ya materi kulwapnya yang saya kutip.

Pak Rully:

Awal tahun 70-an ditemukan teknologi yang menyebabkan pupuk an-organik bisa diproduksi massal dengan harga murah. Pabrik pupuk dibangun dimana-mana, termasuk di Indonesia yang kaya gas (bahan baku utama pupuk).

Jadilah penggunaan pupuk an-organik sebagai ritual wajib bercocok tanam. Memang hasilnya meningkat pesat dan diyakini berhasil mematahkan teori Thomas Malthus yang meyakini manusia akan dibatasi pertambahannya karena kekurangan bahan makanan.

FYI, dalam edisi pertamanya Essay on Population tahun 1798 Malthus mengemukakan dua pokok pendapatnya yaitu :

  • Bahan makanan adalah penting untuk kehidupan manusia
  • Nafsu manusia tak dapat ditahan.
Malthus juga mengatakan bahwa pertumbuhan penduduk jauh lebih cepat dari bahan makanan. Akibatnya pada suatu saat akan terjadi perbedaan yang besar antara penduduk dan kebutuhan hidup.
Sumber: dari sini
Teorinya agak aneh ya. Tapi namanya manusia jaman dulu, mungkin sedang berusaha mengerti bagaimana kekuasaan Allah. dan mungkin juga dulu teori yang dikeluarkan ilmuwan langsung saja booming. Karena orang yang pintar, berpendidikan, serta jenius sangat jarang. Menanggapi teori yang dikemukakannya, percayalah bahwa Allah sudah menjamin rezeki setiap yang bernyawa.

Pak Rully:

Kemudian dikembangkan tanaman kultivar-kultivar baru (cultivated variety) yang lebih responsif lagi terhadap pemupukan. Jenis-jenis hibrida padi, jagung, kedele, kentang kemudian berkembang pesat. Cepat besar karena responsif terhadap pupuk, seragam sehingga mudah dipanen serentak, umur genjah (lebih singkat) dan lain-lain sifat agronomis yang lebih menguntungkan manusia.

Hampir semua jenis tanaman, terutama tanaman pangan dikembangkan dengan arah seperti ini. Muncul 10-20 kultivar baru yang unggul untuk tiap spesies. Ini yang ditanam dimana-mana.

Ilmu kita memang terbatas. Secara tidak sadar kita hanya “mendayagunakan” potensi genetik yang dianggap menguntungkan. Gen-gen lain tersingkir atau istilahnya “genetic drift“. Gen-gen ini hilang karena tidak dipelihara.

15-20 tahun kemudian masalah muncul. Hama-penyakit mulai terbiasa dengan tanaman-tanaman unggul ini. Mereka bermutasi dan dengan cepat mampu menembus pertahanan tanaman. Selain itu kondisi fisik tanah yang terus-menerus dipupuk mulai ngadat. Fisiknya rusak, mengeras, dan kemampuan tukar ion-nya merosot. Dosis pupuk ditambah tapi hasil tidak bisa naik lagi.

Pestisida hanya berumur pendek karena hama-penyakit mudah bermutasi. Satu-satunya cara adalah “membuat” lagi tanaman dengan konstelasi genetik yang baru dan sulit ditembus hama-penyakit. Tapi sumber gen kadung (terlanjur-pen) banyak hilang karena genetic drift tadi.

Riset besar-besaran dilakukan untuk mengumpulkan lagi sumber-sumber genetik di daerah asal tanaman. Di dunia ini ada 8 pusat tanaman, Asia Tenggara salah satunya (sub-zone IIb).

Beruntung masih bisa dikumpulkan gen dari tumbuhan liar yang spesiesnya berdekatan dengan tanaman budidaya. IRRI : International Rice Research Institute di Los Banos Filipina ditetapkan sebagai pusat plasma nutfah padi sedunia. Jadi koleksi gen padi dari seluruh dunia dikumpulkan di sini, dipelihara, dan dikembangkan menjadi padi-padi baru yang sesuai dengan kebutuhan. Semua padi dengan kode awal IR- adalah hasil riset di sini.

Padi agak gawat karena daerah aslinya sempit, hanya di India (Oryza sativa indica), Jawa (Oryza sativa javanica), dan Jepang (Oryza sativa japonica). Tiga wilayah ini sudah berkembang pesat. Itu sebabnya dipilih Los Banos yang bisa menyediakan sekitar 300 ribu hektar sawah.

Dari web IRRI, yang beralamat di sini, dijelaskan perbedaan antara ketiga jenis padi yang masih dapat dipertahankan aslinya. Saya coba jelaskan di bawah ini.

JAPONICA

japonica

Oryza sativa japonica

Jenis Japonica merupakan salah satu dari ras utama Oryza sativa bersama dengan jenis Indica. Jenis ini adalah sekelompok varietas padi dari China Utara dan Timur, yang tumbuh secara luas di beberapa wilayah di dunia. Ditemukan di zona dingin subtropis dan zona rata-rata. Ciri-cirinya tipis, daunnya hijau tua.

JAVANICA

javanica

Oryza sativa javanica

INDICA

Disebut bulu dan gundil di banyak dataran tinggi Indonesia, yang berasal dari ras Oryza sativa Japonica. Jenis Javanica memiliki ciri lebar, kaku, daun hijau muda. Padi ini percabangannya rendah namun perawakannya tinggi.

indica

Oryza sativa indica

Padi Indica merupakan salah satu dari dua ras utama Oryza sativa bersama Japonica. Jenis ini tumbuh di iklim tropis dan subtropis. Banyak tumbuh di Filipina, India, Pakistan, P. Jawa, Sri Lanka, Indonesia, China tengah dan selatan, serta negara-negara di Afrika. Indica memiliki ciri tipis, daun hijau muda, tanamannya tinggi tergolong tanaman menengah.

Perbedaan antara ketiganya

grains_3_races

Perbedaan butir padi

picture1

Perbedaan bentuk dan warna helai padi

Butir Japonica pendek, bulat, biji-bijian tidak mudah pecah, dan mengandung 0-20% amilosa.

Butir Javanica panjang, lebar, dan tebal, butir tidak mudah pecah, dan mengandung 0-25% amilosa.

Butir Indica yang panjang ke pendek, ramping, agak datar, butir indica lebih mudah hancur dan memiliki 23-31% kandungan amilosa.

Sumber:

  1. Pengantar tentang Padi
  2. Web IRRI, tentang perbedaan ketiga ras padi
  3. Teorinya om Thomas Malthus
  4. Tentang ENSO atau El Nino

Semoga bermanfaat.

One thought on “Catatan kulwap: Genetic Drift Oryza sativa

  1. Pingback: Lebih pantas disebut ‘Curhat Kelulusan’ | brightsightrads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s