Keseruan di Jejakecil

#odopfor99days #day70
Bismillahirrahmanirrahim

Jumat pagi, sibuk dengan persiapan buat si kecil mau ikut seru-seruan sekolah (ceritanya). Sarapan udah, mandi udah. Saya masih agak lemes karna tidur jam 2 beresin portofolio buat besoknya. It’ ok, this is her day, special for her.

Bareng sama ponakan yang umurnya sama dg si cantik, dianter dan ditungguin juga sampai tempat. Lokasinya di Jalan Bukit Dago Utara 1 no. 13, markasnya Jejakecil. Mungkin ada yang udah tau, dan ada yang belum tau kan.

Sekilas Jejakecil
Jejakecil ini nampaknya sebuah usaha untuk mengenalkan seni dan kreatifitas pada anak-anak. Karena sekarang mungkin terlalu banyak anak yang terjebak gadget. Jadi kurang gerak dan main, kurang sosialisasi karena rumahnya kaya istana, pagarnya lebih tinggi dari pada pos satpam yang menjaganya. Berbekal area innercourt yang tidak terlalu luas dan tidak juga sempit, mereka mengadakan berbagai aktifitas untuk anak-anak. Biasanya di bawah usia sekolah dasar (atau saya aja yang gatau ya hehe). Umur jejakecil ini sudah 2 taun. Dan biasanya mereka bagi-bagi tiket gratis untuk kegiatan selanjutnya di taun berikutnya pas ulang taun. Dibimbing sama kakak-kakak seru. Ada yang pinter ilustrasi, cerita, gambar, lukis, dan lain semuanya. Boleh juga nih usaha seperti ini ya. Masih susah dicari kegiatan kaya gini.

Foto Markas Jejakecil.jpg

Photo by me

Finger painting Van Gogh
Acara yang diadakan kali ini berhubungan dengan seniman lukis Van Gogh dari Belanda. Karya fenomenalnya adalah lukisan berjudul starry night. Jadi kegiatan dan temanya dihubungkan dengan perbedaan malam dan siang, apa isi tata surya.

Poster Finger painting Van Gogh Jejakecil.jpg

Acara pertama adalah pemanasan, berhitung, berlari. Lalu perkenalan masing-masing peserta dengan lagu. Lalu cerita tentang siang dan malam. Sang kakak pemandu menjelaskan dengan menggunakan papan cerita yang sudah dihiasi dengan pernik kertas warna untuk suasana malam. Dengan bayangan sepert di lukisan starry night.

Acara Pemanasan Jejakecil

Pemanasan sebelum mulai kegiatan. Photo by me

Setelah cerita, anak-anak diajak masuk ruangan yang gelap untuk menonton film. Tapi mereka diajak berbaris dulu, melepas alas kaki dan menaruhnya di rak. Fil yang ditonton adalah film tentang tata surya. Seperti pengenalan apa saja planet yang ada, apa nama planetnya,bagaimana dengan matahari dan bulan. Lalu ditanya kembali setelah selesai film. Tapi ya mungkin yang menangkap baru yang umurnya 3-4tahun ya. Anak saya diem aja. Malah maunya dipangku, ngajak pulang hehe. Maklum baru pertama kali ikutan kelas ginian.

Setelah nonton film, anak-anak diceritakan tentang paman Van Gogh. Siapa dia, bagaimana dia melukis, apa lukisan terfenomenalnya (yaitu si starry night tadi). Btw, saya kebetulan tau juga tentang Van Gogh seorang seniman. Karena dulu saat kuliah dikenalkan juga dengan berbagai nama-nama seniman yang juga mempelopori perkembangan dunia arsitektur. Apa kabar sama yang belum tau?

Oia jadi inget juga di Eropa sana ada proyek untuk mengenang paman Van Gogh ini. Di Belanda, tempat kelahiran paman Vincent ini. Proyeknya adalah membuat jalur sepeda di tengah hamparan pertanian. Jalur ini menghubungkan kawasan Heritage Van Gogh yang dibuat untuk memperingati Lalu di jalur itu dikasih sesuatu yang bisa menyala di malam hari saja. Dan itu menggambarkan bintang-bintang.

Studio-Roosegaarde-Solar-Bike-Path-Van-Gogh-2.jpg

Sumber gambar disini

Anak-anak lalu diajak mencampur warna dengan jari memutar. Lalu kegiatan selanjutnya mereka diberi kanvas dan palet sendiri untuk melukis. Kakak-kakak membimbing anak-anak untuk menggambar seperti Van Gogh di lukisan starry night. Anak saya udah mulai mogok nih. Tertarik tapi sambil aiueo deh, karena ini udah jamnya tidur. Ngantuk banget keliatan. Tapi dia juga tertarik sama mainan pasirnya di situ sih.

Lalu penutupan yang disertai berdoa dan penyerahan hadiah untuk anak-anak. Hadiahnya kertas berisi campuran warna dan kanvas lukisan masing-masing anak. Seru menurut saya. Tapi memang ada anak yang harus adaptasi dulu ya. Kaya anak saya dia udah memperhatikan tapi belum masuk jiwanya di kegiatan hehe.

Photo by me, this is my little girl’s

Saya pribadi senang menemani anak untuk kegiatan seperti ini. Bermain yang difasilitasi. Seru sekali.

One thought on “Keseruan di Jejakecil

  1. Pingback: Lebih pantas disebut ‘Curhat Kelulusan’ | brightsightrads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s