Harapan di Penghujung Nafas

#odopfor99days #day59

dnamoraga1

Bismillahirrahmanirrahim

Tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahala kalian”. (QS Ali `Imran: 185).

Berharap saat itu sudah memiliki banyak bekal untuk menunggu dan menghadapi hisab di alam akhirat. Sudah kita ketahui bersama bahwa kematian adalah rahasia Allah. Jadi saya pun rasanya tidak ingin diberi tahu kalau ternyata umur saya hanya bersisa 192 jam saja atau 8 hari lagi. Pasti saya akan kaget dan panik, lalu saya malah kelimpungan mana yang akan saya kerjakan lebih dulu.

Tapi kematian itu pasti datang. Saya harap sisa umur 8 hari itu, saya bisa lebih rileks dalam menjalani kehidupan. Mengalir saja seperti tidak ada apa-apa di depan. Namun, saya juga ingin Allah membimbing pada waktu singkat itu, sesuai dengan harapan. Harapan-harapan itu terangkai dengan manis di setiap menit dan detiknya. Tidak ada yang terlewat sia-sia. Bahkan sepersekian detiknya pun sebisa mungkin sedang saya pasrahkan kehidupan ini hanya kepadaNya.

Harapan pertama adalah saya telah melunasi semua hutang. Baik itu hutang materi maupun non materi (janji, amanah yang sedang diemban, puasa, dan sebagainya). Saya juga ingin semua harta pribadi saya bisa diberikan kepada orang lain yang lebih membutuhkan, sehingga tidak ada beban harta, toh kita lahir pun tidak punya apapun, dengan harapan bisa menambah bekal lagi dan dapat dihitung sebagai kebaikan.

Berkunjung ke lokasi proyek terbesar yang pernah saya kerjakan untuk yang terakhir kalinya. Melihat kenyataan bahwa proyek itu sudah membawa manfaat bagi orang banyak, sudah membuat lingkungan lebih baik, sudah menjadikan keburukan berubah menjadi kebaikan, sudah mengubah kehidupan orang banyak menjadi lebih baik dari sisi dunia dan akhiratnya. Indahnya berbagi, menebar manfaat, melegakan hati, dan ini juga sebagai tabungan akhirat saya.

Berkumpul bersama keluarga untuk berlibur. Kemana saja, yang penting bisa bercanda tawa, sambil melihat anak-anak dengan pandangan kasih yang dalam. Memeluk, mencium, bermain bersama mereka untuk terakhir kalinya walau itu tanpa kami sadari. Memandang kehangatan bapak dan ibu bersenda gurau, menikmati kebahagiaan bersama.

Berbagai permasalahan dunia seringkali menjadikan saya kurang ikhlas terhadap apapun. Maka harapan saya yang lain adalah ingin sekali merasakan keikhlasan di setiap detik yang saya lewati. Menikmati menjadi anak, istri, ibu, serta anggota masyarakat yang berakhlak mulia. Bahkan sebagai hamba Allah, menikmati keikhlasan dalam beribadah yang cukup sulit bagi saya mempraktekkannya selama ini. Di akhir hayat, ingin sekali menikmati kedamaian hati, ketentraman, melalui ikhlas dan tawakal kepada Allah.

Ada hal lain yang saya inginkan yaitu bermimpi bertemu dengan Rasulullah SAW. Saya terlalu egois memikirkan kehidupan pribadi selama ini. Sampai lupa untuk bersyukur, mengenal Allah SWT serta mengenal Rasul. Hasil menamatkan sirah adalah keinginan untuk bertemu Rasulullah.‘Rabb, ijinkan hamba bertemu Rasulullah Muhammad SAW. Aku terkagum atas apa yang Engkau limpahkan dan takdirkan kepadaNya. Ah, sungguh tidak sopan, seharusnya saya lebih rindu bertemu Allah SWT. Yang menciptakan Muhammad, yang lebih hebat, yang sudah jelas memberikan rezeki. Ampuni hamba-Mu ya Allah.’

Daftar negara yang ingin saya kunjungi, sudah saya catat. Tapi kerinduan mendalam hanya untuk pergi ke rumah Allah. Saya sudah merencanakan jauh-jauh hari untuk bisa menikmati jamuan Allah di tanah suci. Maka di sisa hari akhir hayat, saya pun berangkat. Besar harapan saya hanya pergi bersama suami saja (kalau dia masih ada atau anak laki-laki saya). Sanak saudara dan kerabat tidak perlulah melihat jasad saya di depan mereka ketika sudah tak ada nafas dalam tubuh ini. Biarlah kehidupan saya berakhir di sini, di rumah Allah, di tempat Rasulullah Muhammad SAW lahir, berjuang, berdakwah, dan menghembuskan nafas terakhirnya.

Sisa hari lainnya, saya melakukan rukun-rukun umroh berulang kali. Seraya memohon ampun atas segala kekhilafan sejak saya baligh. Bagaimana dosa-dosa saya kepada Allah dan Rasul seperti menunda ibadah, syirik, berzina. Lalu dosa kepada orangtua, tidak patuh, membangkang, menyakiti hatinya, merepotkannya. Kepada suami, belum menjadi istri yang baik, tidak memenuhi haknya, tidak melayani dengan sempurna. Kepada anak-anak, belum menjadi ibu yang baik, egois. Kepada sanak saudara, kerabat, dan kawan, seringkali menyakiti hati, berghibah, berbohong, menyusahkan. Astaghfirullahal’adziim, Ampuni hamba-Mu ya Allah.

Di sela kegiatan di tanah suci, saya pun menikmati kebersamaan dengan suami. Menikmati melayani dengan penuh cinta, memandang dengan pandangan kasih. Berharap bisa membayar semua kekurangan sebagai istri di akhir hayat ini. Bulan madu kesekian kalinya dan semoga berlanjut di jannahNya nanti. Berkumpul kembali bersama keluarga terkasih. Aaamiiin.

Hembusan terakhir di saat sujud panjang yang memasrahkan segalanya kepadaMu, sedang mengingatMu, sedang memohon ampun kepadaMu, mengagungkanMu ya Rabb, itulah impian terbesar setiap muslim.

Mungkin terdengar standar, tidak istimewa, tapi memang itu sejatinya bukan? Pastilah kita berharap akhir yang baik. Itulah mengapa kematian itu rahasia Allah, yang kita tidak akan tahu kapan, dimana, dan sedang apa kita saat itu. Hanya bisa berharap dan berharap agar penghujung nafas kita khusnul khotimah.

Harapan di Penghujung Nafas, menjadi catatan, pengingat atas kematian yang tidak tahu kapan tiba waktunya, pengingat untuk selalu berada di jalanNya.

Tulisan ini diikutkan dalam dnamora Giveaway

8 thoughts on “Harapan di Penghujung Nafas

  1. Manusia tak tahu kapan akan mati, yang pasti harus belajar dengan memperbaiki diri untuk mnyambutnya.
    Nice sharing
    Sukses untuk GA nya ya mbak
    Salam Kenal ^_^

  2. sama-sama mbak, salam kenal juga, rumahnya yang mana nih mba? saya klik kok ga bisa ya?

  3. Pingback: Peserta #dnamoragiveaway Delapan Hari Menuju Kematian | LANGIT MIMPI

  4. Pingback: 66 hari odopfor99days | brightsightrads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s