Tiket ke Baitullah

#odopfor99days #day46

umroh02

Saya sedang menunggu untuk mendapat ‘tiket’ ke Baitullah. Muslim mana yang tidak mau berkunjung ke sana, ke rumah Allah. Masjidil Haram, tempat yang suci, yang hanya diperuntukkan untuk umat muslim, yang merupakan tempat bermulanya Islam. Airnya dari sejak Nabi Ibrahim, masih terjaga sampai saat ini. Orang yang mendapat ‘tiket’ juga merupakan orang yang terpilih. Allah swt sudah mengatur orang-orang yang terpilih ini. Ya Allah, izinkan saya dan keluarga saya juga menjadi orang yang terpilih untuk menginjak rumahMu, beribadah dengan meninggalkan segala urusan dunia di tanah air.

Tentunya lebih asik berangkat dengan keluarga bukan? Pun saya ingin sekali mendapat ‘tiket’ bersama-sama dengan keluarga. Supaya dapat menikmati jamuan Allah. Jamuan yang luar biasa. Setiap orang memiliki pengalaman spiritual yang berbeda-beda. Yang lemah jadi kuat, yang takut jadi berani, yang malas jadi rajin, yang keras jadi lembut, semua tampak diatur Allah swt sedemikian rupa dengan baik.

Sekitar 2 minggu lalu, saya mengikuti pengajian ibu-ibu yang hendak mengantar salah satu temannya yang akan berangkat umroh, yaitu ibu mertua saya. Seorang ibu membuka acara, lalu menceritakan tentang bagaimana umroh. Saat mendengarkan ibu ini menceritakan pengalaman umroh dan hajinya, saya merasa bahwa saya akan segera berangkat juga. Presentasi yang keren oleh ibu ini mampu membuat saya meneteskan air mata, ketika beliau bercerita saat melihat Masjidil Haram.

Labbaik Allahumma Labbaik.

Nanti pas kita lihat pintu Masjidil Haram, kita sudah berderai air mata.

‘ah, dari jauh udah liat juga udah nangis’ timpal ibu-ibu yang lain.

Kita nangis bahagia lo bu, kita sampai di rumah Allah, apalagi begitu kita melihat Ka’bah, sudah tidak tertahankan air mata untuk mengalir”

Sulapnya dari mana juga saya bingung, tapi kata-kata itu berhasil membuat saya juga menangis (padahal ibu-ibu lain mah lagi asik dengerin cerita, atau ada yang cerita sendiri tentang pengalamannya, dsb). Jadi saya menunduk sambil ucek-ucek mata, pura-pura liat hape padahal nangis asli!

Ibu mertua saya sudah pulang, dan mengirimkan saya beberapa foto saat di sana. Betapa ingin sekali tubuh ini berada di sana, fokus beribadah, bermunajat, langsung memohon kepada ALlah yang insyaAllah diijabah. Saya ingin sekali melihat Ka’bah dengan mata telanjang, dan sudah yakin akan menumpahkan berember-ember air mata (maaf lebay dikit).

Allah tidak MEMANGGIL orang-orang yang MAMPU tapi Allah MEMAMPUKAN orang-orang yang TERPANGGIL untuk berkunjung ke Baitullah (ka’bah).

Tapi saya menemukan satu tulisan juga yang cukup menjadi semangat. Bahwa pada dasarnya kita semua diundang Allah. Tinggal bagaimana kita berusaha datang, hadir di hadapanNya di rumahNya.

sumber tulisannya disini.

 

Panggilan yang satu ini adalah sebuah “inisiatif” yang didasari keimanan dan taqwa, yang ‘mengharuskan’ diri untuk mau hadir, ‘harus’ bisa hadir, ‘harus’ merasa tidak enak jika tidak hadir.  Memang benar-benar tidak ada pilihan lagi bagi yang berkesempatan. Harus hadir. Urusan undangan yang satu ini kaitan tanggung jawabnya lebih berat daripada sekedar ‘tidak enak’ pada si Pengundang. Tidak semudah itu pula lantas kita ‘bisa’ menghubungi si Pengundang dan dengan enteng memohon maaf atas ketidak hadiran kita karena bermacam alasan-alasan tertentu.

“Ya Allah karuniakan kepada kami rezeki yang luas, halal, baik lagi berkah, dan Engkaulah sebaik-baiknya yang memberikan rezeki.”

“Ya Allah Yang Maha Kaya, Yang Maha Terpuji, Yang Maha Pencipta, Yang Maha Mengembalikan, Yang Maha Penyayang, Maha mengasihi. Ya Allah jadikanlah kami kaya dengan apa yang telah Engkau halalkan dari yang Engkau haramkan, dan dengan ketaatan padaMu dari bermaksiat padaMu, dan karuniaMu dari pihak selain diriMu”

“Ya Allah karuniakan kepada kami kesempatan untuk berziarah ke tanah haram-Mu dan tanah haram Nabi-Mu Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk beribadah haji dan umrah berkali-kali.”

Aaamiiiin ya Rabbal ‘aalamiiiiin

Doa dikutip dari sini.

3 thoughts on “Tiket ke Baitullah

  1. Aamin.. Insya allah kita bisa ke Baitullah bersama keluarga ya teh…
    Dan semoga dalam waktu dekat….
    “Allah tidak MEMANGGIL orang-orang yang MAMPU tapi Allah MEMAMPUKAN orang-orang yang TERPANGGIL untuk berkunjung ke Baitullah (ka’bah)”
    Yuk kita mulai menapaki agar dapat dipanggil olehNya ke Baitullah…
    Minimal dengan niat dan berusaha mengumpulkan bekalnya ya, teh🙂

  2. Pingback: 66 hari odopfor99days | brightsightrads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s