Apakah kita termasuk yang terpilih? Part 2

#onedayonepost #odop #day20 #odopfor99days

Bismillahirrahmaanirrahiim

Usia harapan hidup Indonesia, bisa kita anggap yaa 70 tahunanlah. Kita kurangi dengan jatah tidur kita, kira2 1/3nya. Leyeh2 1/8 bagian dari sisa setelah dikurangi tidur, sisanya yang lainnya. Berati berapa sih sebenarnya waktu yang bisa kita manfaatkan untuk beramap shalih? Tentunya sebagai bekal buat ke syurganya Allah nanti. Mungkin sisa 1/3 hidup aja ya. Sedikit ya. Apa cukup untuk masuk syurga?

Di ayat 3 surat Al Ashr, dikatakan ‘KECUALI’. nah kata kecuali ini berarti hanya berjumlah sedikit. Apakah kita termasuk yang terpilih?

Pak Habibie, dikenal hanya tidur 4 jam / hari. Sisanya dia gunakan untuk membaca, belajar, merenenung, menulis, dan sebagainya. Makanya jenius ya pak Habibie. Seberapa banyak sih orang2 seperti pak Habibie? Sedikit kan? Kebanyakan dari kita tidur masih mengikuti jatah tidur sesuai penelitian kira2 8 jam. Nah, udah beda 4 jam. Dan 4 jam itu, bisa banyak yang dilakukan. Betapa beliau termasuk orang yang sangat memperhatikan penggunaan waktunya. Subhanallah.

Rasulullah saw sudah mengingatkan tentang waktu berulang dan banyak jumlahnya. Diantaranya:
1. Jika hari ini lebih baik dari kemarin maka beruntung, jika hari ini sama dengan kemarin maka merugi, jika hari ini lebih buruk dari kemarin maka bangkrut!!
2. Ingat 5 perkara sebelum 5 perkara: sehat sebelum sakit, muda sebelum tua, kaya sebelum miskin, lapang sebelum sempit, dan hidup sebelum mati.

Orang yang merugi di dunia ini banyak, dan yang sedikitlah yang terpilih yang beruntung. Yang mana? Masih di ayat ketiga. Orang yang beruntung adalah yang beriman. Tapi yang beriman masih cukup banyak. Lalu disebutkan yang beramal shalih. Orang yang beriman belum tentu beramal shalih. Maka orang beriman yang beramal shalih pasti jumlahnya lebih sedikit lagi. Lalu disebutkan yang saling menasehati. Jumlahnya pun semakin mengecil.

Zaman sekarang untuk menasehati harus siap diejek atau di-bully. Perayaan natal, sudah jelas kita haram untuk mengucapkan apalagi ikut merayakan. Ada yang mengingatkan malah dihina-hina caci maki. Lalu keburukan malah jadi dibenar-benarkan. Orang yang memutilasi atau orang yang berzina, atau orang yang melakukan sodomi kepada anak-anak, sudahlah dimaafkan saja, dan sebagainya. Coba pikirkan orang yang sudah jadi korban. Lalu bagaimana berita sudah menyebar, dan mungkin menular ke orang lain yang melakukan kepada orang lainnya lagi. Miris.

LGBT dianggap hak asasi manusia. Wooi itu haraaam. Sudah ada jaman jahiliyah dulu (nabi siapa ya lupa, kaum sodom apa ya). Itu sudah jelas haram di Al Quran loh. Astaghfirullahal’adziimm.
Jadi sekarang ini banyak orang yang tidak berani menyatakan kebenaran. Memilih bungkam. (Termasuk saya ya, mudah2an bisa latihan berubah).

Masih di ayat 3, bahwa kita harus konsisten dan sabar. Yang namanya syurga, dimana terdapat berbagai kenikmatan, maka pasti sulit untuk mendapatkannya. Perlu mujahadah yang kuat. Kita mah dibandingkan sama orang2 Palestin aja udah kalah. Mereka masuk syurga duluan. Merek disana perang mempertahankan aqidah. Kita disini aqidah aman, bebas, gak dijaga. Astaghfirullah.

Kita dianjurkan untuk saling mengingatkan atas pentingnya waktu. Bahwa saat ini kita sedang memanfaatkan waktu.

Selesai

One thought on “Apakah kita termasuk yang terpilih? Part 2

  1. Pingback: 33 hari odopfor99days | brightsightrads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s