Kulwap: Cara Anak Menangkap Pesan

#ODOPfor99days #day6

#ODOP #OneDayOnePost

12 Januari 2016

Saya mau copas kuliah watsap yang sangat menarik, sayang kok ga ada di grup IIP 2, atau mungkin belum? Terus saya jadi kepengen baca bukunya.

🌸 Resume Kulwap IIP Bandung 3 🌸

📆 Sabtu, 9 Januari 2016
⌚ 21.00 – 22.30

✏ Pemateri : Angga Setyawan
✏ Tema : Cara Anak Menangkap Pesan (diambil dari buku “Kenali Anakmu”)

🔹Host : Wening P.
🔹Co Host : Ismi F

Sebagai orangtua kita tentu akan senang apabila anak mau melakukan sesuatu hal yang kita maksud. Namun sayangnya banyak orangtua yang belum tau cara kerja anak dalam menangkap pesan yang orangtua sampaikan. Bukannya anak melakukan yang kita harapkan, anak justru menangkap pesan bahwa melakukan hal yang kita inginkan adalah tidak enak.

Yuk kita pelajari bagaimana cara anak menerima pesan. Saat kita menyampaikan pesan, yang ditangkap bukan isi pesannya tetapi rasa atas pesan tersebut, apakah enak atau tidak enak.

✅ Jika rasanya enak, pesan tersebut akan diteruskan ke otak berpikir anak sehingga otak akan bekerja mengolah isi pesan tersebut. Tentunya sesuai dengan kesanggupan anak dalam memahami isi pesannya.

❎ Jika rasanya tidak enak, pesan tersebut akan diteruskan ke otak reptil anak sehingga yang terjadi pesan tersebut tidak diolah. Anak akan bersiaga satu untuk melawan atau lari guna menghindari untuk melaksanakan isi pesan tersebut.

Supaya tidak bingung mari kita gunakan contoh. Kita menyuruh anak belajar dengan cara yang tidak menyenangkan seperti membentak, marah-marah atau mengancam. Yang ditangkap anak bukan pesan belajarnya tetapi cara kita menyampaikan pesan tersebut. Jelas anak menangkap cara kita menyampaikan tidak enak, sehingga pesan tersebut diteruskan ke otak reptil anak. Anak akan bersiaga satu, untuk lari atau atau melawan dari situasi tersebut. Bila kita gunakan cara yang tidak enak ini berulang kali, anak akan memiliki keyakinan dibawah sadar bahwa belajar sama dengan tidak enak. Jadi pada kemudian hari, jika dia mendengar kata “belajar” otomatis akan muncul perasaan “tidak enak”.

❗Jadi cara kita menyampaikan pesan akan menjadi penentu anak memaknai dan merespons pesan.

Lalu kalau sudah terlanjur salah, apakah kita masih bisa mengubahnya? Tentu masih bisa diubah jika kita mengubah cara kita menyampaikan pesan sehingga anak menangkap rasa baru atas pesan yang kita sampaikan.

Ada dua pilihan yang bisa kita gunakan agar anak memaknainya dengan “enak”

1⃣ Buatlah anak terpikat
Iklankan bahwa melakukan yang kita maksud adalah enak. Misalnya maksud kita belajar, kita perlu menjadi bintang iklan dengan melakukan hal belajar tersebut dan melakukan belajar dengan perasaan senang.

2⃣ Buatlah mereka merasa butuh.
Berikan tawaran supaya dia setuju melakukan hal yang kita maksud. Misal, “Adik mau Mama bikinkan pisang goreng? Kalau mau, belajar dulu ya sekarang”

Nah dengan mengetahui bagaimana cara anak dalam menangkap pesan, berharap orangtua tidak lagi memakai cara memaksa atau mengancam anaknya. Penggunaan cara yang tidak enak justru akan menimbulkan masalah baru pada anak pada kemudian hari.

Yuk evaluasi, cara cara kita dalam menyampaikan pesan kepada anak. Anak sebagai penerima mempunyai hak untuk menerima atau menolak kiriman pesan kita. Pihak pengirimlah yang perlu lebih kreatif dalam menyampaikan atau mengirim paket pesan yang ingin disampaikan.

〰〰〰〰〰〰〰
🍁Sesi tanya jawab
1⃣ Bagaimana komunikasi dengan bayi yang baru lahir usia 3 bln?
Apakah menggunakan bahasa yang sederhana, bahasa sehari-hari, atau bagaimana sebaiknya, intonasi dll? misalkan anak yang mudah terganggu tidurnya oleh suara bising kemudian kita ingin menenangkannya agar tidak gelisah atau merengek lagi? tks. (Bunda Ismi, iip 3, ibu 1 anak 3bln)
1⃣ Hallo bunda ismi, 6bulan kehidupan anak, tugas kita yg utama adalah mengenali kerja alami tubuhnya, seperti tidur, pup.pis, lapar, haus dsb, termasuk rasa nyaman, krn nangisnya anak dibawah 6bulan adalah soal.berjuang memenuhi kebutuhannya. Jd tugas kita segera penuhi dulu supaya rutinitas kerja tubuhnya diawal terbangun sebelum nanti lepas usia 6bulan kita ajak ia adaptasi rutinitas kita. Klo soal ajak bicara dsb maka itu soal energi kita padanya, bukan soal cara bicara, jd pastikan energinya kita positif shg anak tdk mudah gelisah, krn anak adlh corong rasa gelisah ortunya, klo ortunya sering eror emosinya biasanya anak bisa rasakan juga ikutan error/ gelisah. Ucapkan kalimat2 positif juga, banyak kasih pengalaman yg enak, krn 6bulan awal adalah pondasi ia bangun core memori tentang kebahagiaan.✅

2⃣ Dalam ilmu psikologi modern saat ini banyak bertebaran ilmu parenting yang menganjurkan untuk tidak menggunakan kata ‘jangan’, dan dianjurkan untuk mengganti dengan kata2 positif.. Misal jangan lari2, diganti dengan lebih baik jalan… Nah sementara dalam Alqur’an salah satu contohnya dalam. Qs.Luqman dengan gamblang disebutkan kata jangan untuk hal2 yg memang jelas tdk diperbolehkan sehingga jelas hitam dan putih nya, tidak lg berada d zona abu2…bagaimana narsum melihat fenomena ini… Karena sistem Islamic parenting memang harus mengajarkan Yg jelas…?
Nuhun.
(Bunda Vina)
2⃣Halo bunda vina, klo anak sdh besar maka penggunaan kata “jangan” lebih masuk akal, krn anak selepas 9th sdh sanggup berpikir secara konstruktif, syaraf2 berpikirnya sdh memungkinkan ia belajar konsep. Sementara utk anak terutama balita, ia masih belajar pola, belum konsep, itu kenapa nasehat seringkali gagal krn ia malah seperti disuruh klo dilarang. Jd silahkan masing2 kita bgmn menyikapi, klo saya sih merasa apa yg di alquran ditujukan pada anak yg sdh sanggup berpikir, shg kata jangan saat digunakan oleh ortu akan dilanjutkan oleh diskusi yg sehat, shg anak bukan hanya merasa dilarang tapi dipaparkan resiko2nya. ✅

3⃣ Bagaimana tahapan penyampaian pesan pada anak (anak sendiri dan anak didik) yang cenderung aktif? harus semenarik apa penyampaian pesannya?
(Bunda Farah)
3⃣Halo bunda farah, yuk kita belajar sama gadget. Kenapa anak suka sama gadget? Kenapa anak sama gadget cepet sekali jd best friend? 😂. Krn: 1. Gadget itu asik // 2. Gadget itu konsisten. Maksud konsisten adalah klo dipencet A keluarnya A, begitu terus sampai gadgetnya rusak. Itu kenapa anak lebih paham krn otak anak nerima pesan secara searah. Anak lebih sulit memahami ortu krn selain kdg nggak asik juga nggak konsisten, ngomong A tapi yg dilakukan B dan sebaliknya, hehe. Jd klo mau mudah dipahami anak kuncinya adalah asik n konsisten. Misal: kita menyuruh anak belajar dgn marah, maka yg ditangkap pertama bukan pesan belajar, tapi rasa marah kita, shg anak lama2 memaknai bhw belajar = tdk enak.✅

4⃣ Benarkah sangat efektif penyampaian pesan melalui hypnoteraphi?
(Bunda Farah)
4⃣Hallo bunda farah, hipnoterapi sederhananya itu adalah sebetulnya kita ngiklan ke anak, teknik hipnoterapi yg sulit adalah yg kita harus masuk saat gelombang otak anak masuk ke teta menuju delta (tidur yg dalam), klo pakai cara itu diperlukan keterampilan n latihan, bisa berhasil sih, saya pernah coba ke keponakan yg nggak doyan nasi. Nah, klo iklan bisa kita lakukan kapanpun dimanapun tanpa anak sadar bhw kita sebetulnya juga sdg mensugesti dirinya, cara beriklan adalah kita lakukan dulu apa yg kita harap anak akan lakukan, misal anak nggak suka sayur maka kita sendiri lakukan dulu.makan sayur itu enak n kita lakukan dgn hepi. Nah beriklan ini persis klo kita lihat iklan di tv, misal iklan permen, nggak pernah kan kita lihat bintang iklannya nyuruh anak2 beli permen? Jd bukan nyuruh, tapi bintang iklannya bersensasi ngemut permen itu enak, shg penonton yg terpikat nggak usah disuruh juga beli sendiri, klo anak nggak terpikat dgn iklan kita maka bukan salah anak, tapi iklannya yg jelek, seperti iklan tv, bukan pemirsanya yg salah tapi iklannya nggak menarik ✅

5⃣ Apabila kita sudah berusaha menyampaikan pesan dengan cara baik, tapi ternyata anak menanggapinya kadang… dicuekin, seperti tidak didengarkan, atau dialihkan, akhirnya kita kepancing emosi… menyampaikan pesan itu dengan cara yg tidak enak (misal agak berteriak), anak jadi mau mendengar…
Contoh :
Baik2 -> “Kak ayo kita pipis dulu”
Terus dia ga respon sampai 3x, 4x malah main2, 5x malah pura2 ga dengar…Akhirnya yang ke 6x kita berkata
“Kak, tadi dengar bunda bilang apa?”
Baru deh si anak jawab
“Iya iya pipis dulu”
itu bagaimana pak solusinya, kadang bingung mengontrol emosi kalau sudah berkali2 coba baik2?
(Bunda Hanief)
5⃣Halo bunda hanief, resiko pakai cara tsb adalah anak lama2 ngikut polanya, tunggu teriakan dulu baru gerak, belajar ntar juga gitu, tunggu dimarahi dulu baru gerak. Klo mau pakai teknik memilih enak vs tdk enak jd kita sodorkan piliha langsung: “kakak mau pipis sendiri/ mama yg gendong kamu masuk kamar mandi?” Tunggu sebentar klo ia nggak jawab entah pura2 dsb maka langsung konfirmasi ke anak: “oke krn kakak nggak milih maka mama yg pilihkan, kamu masuk kamar mandi mama gendong”, nah tanpa emosi langsung aja angkut anaknya, mau nangis / marah biarin aja, kita konsisten aja angkut n pipiskan dia. Supaya anak belajar bhw klo ia nggak ambil keputusan maka org lain yg putuskan n hasilnya nggak enak, shg lama2 ia belajar milih/ ambil keputusan, bukan belajar nurutin perintah / teriakan.✅

6⃣Bagaimana cara agar anak perempuan bisa rajin belajar dan rajin membantu pekerjaan rumah
(Bunda Sopi)
6⃣Halo bunda sopi. Klo kita ingin bikin anak kita lakukan yg kita mau maka pilihannya ada 2:dibikin terpikat / dibikin butuh. Klo dibikin terpikat maka iklankan enaknya lakukan yg kita mau, caranya seperti jawaban nomor 4 diatas. Klo dibikin butuh maka sodorkan tawaran supaya ia setuju lakukan yg kita mau.
Tips bikin tawaran: Ada dua tipe anak untung & rugi, tdk ada mana yg lebih baik krn keduanya baik krn itu pemberian dariNya, jd tinggal gmn kita kelolanya Anak tipe untung selalu mengejar keuntungan, ia tergerak klo ada tawaran untung, jd klo sodorin tawaran maka pastikan jawabannya adalah “ya”, misal; adek mau nonton dora? Klo mau maka makannya habis paling lama 30menit. Itu klo misalkan nonton dora adalah hal paling favorit, klo enggak ya ganti tawarannya.
Sementara anak tipe rugi adalah anak yg ambil keputusan yg ruginya paling sedikit, anak tipe rugi nggak tertarik ama keuntungan krn baginya nggak rugi aja udah cukup, jd kalo sodorin tawaran maka pastikan jawabannya “tdk mau”. Misal; adek nanti habis makan cuci piring ya? Klo nggak mau maka makannya habis paling lama 30menit. Itu misal cuci pring adalah kerugian besar baginya, shg ia pilih yg ruginya paling kecil yaitu makan cepat. Ke anak tipe rugi memang perlu putar otak susun tawaran. Lebih detail ada dibuku saya yg kedua yg kenali anakmu✅

7⃣ Mas angga, sy mala, bundany sarah (3th 5bln). Sarah ini, insyaAllah, gerbong-resiko. Jadi, utk membuat terpikat, slama ini sy cb buat list ttg ‘resiko’ y bisa dibuat jualan. Tapi…smp detik ini, top list y sy buat tyt cm berlaku 1 kali (kdg 2, tp jarang bgt) pakai aja. Stlh itu, rasanya item tsb ndak cukup merugikan buat dia. Jadi ya ndak laku. Stlh bikin list baru, tyt jg sama. Ada saran kah? Emang adanya begitu (harus trs observasi krn y dianggap resiko memang ganti2) ato, sy aja y kurang gaul lahir-batin ya?
(Bunda Sarah)
7⃣Halo bunda sarah, iyap ama anak resiko memang mesti putar otak, krn anak resiko akan berpikir mana yg ruginya kecil.buat aku, jd tawaran resikonya mesti yg bener2 bikin ia rugi setengah mati. Klo aman anak tipe untung memang lebih mudah, jd yg nikmatin deh hehe. Enaknya juga kan anak resiko lebih gampang hepi. ✅

8⃣ Bagaimana ciri nya saat anak menerima pesan dn menolak pesan yg kita sampaikan? Contoh kasus mengiming-ngimingi anak dgn sesuatu dagar bersedia melakukan hal yg kita maksudkan slama nya bagus utk dilakukan kah? Atau ada batasan nya?
(Bunda Evi Suci)
8⃣halo bunda evi. Klo ngiming2i biasanya ujungnya cuma ngasih PHP hehe. Gini supaya nggak terjebak ngiming2i maka klo bikin tawaran pakai format berjuang bukan format upah. /// Format berjuang = sebutkan dulu tawaran baru syaratnya, misal: kakak mau nonton dora? Boleh makan dulu sampai habis. Jd posisinya anak “membayar”. /// format upah: yg disebut syarat baru tawaran, misal: kakak makan dulu ya sampai habis baru boleh nonton dora. ini posisinya anak “dibayar”. /// klo kebiasaan pakai format upah maka yg terbangun adalah mental minta upah bukan mental berjuang, jd pakai aja format kalimat berjuang ya. ✅

9⃣ Saya memang selalu kesulitan dalam berkomunikasi dengan kaka masalah sholat.
Usia anak saya 5 tahun.
Kira-kira pesan apa yg harus saya kemukakan agar anak tertarik mengikuti saya utk sholat yaa?
*segala fasilitas yg luculucu dan dia sukai, sudah saya sediakan..tp kaka hanya suka beberapa saat. Lalu mogok lg.
(Bunda Lendy iip 2)
9⃣Hallo bunda lendy, khusus soal ibadah memang yg paling baik adalah dgn beriklan bukan dikasih tawaran. Jd ngasih fasilitas lucu2 bagi ia cuma.memikat diawal saja, mungkin yg perlu dibangun adalah suasananya, jd saat menjelang ibadah dibikin klo.menjelang buka puasa pas ramadhan misalnya, kan rasanya adem banget tuh, jd tunjukan bhw kita sholat jd hepi. Misal doa terkabul bisa iklan juga, saling cerita ama.pasangan, wah mah / pah ini krn kita sholatnya rajin ya jd terkabul, lakukan didepan anak, lakukan dgn hepi shg anak terpikat.✅

🔟Dr mulai usia berapa anak bisa diajak bernegosiasi atas suatu keputusan ya..?
Krn secara tdk sadar (tp saya merasa) bahwa saya sering kali menyetir keputusan anak.
Bagaimana mengendalikan ego Qta sbg orangtua?
Haturnuhun atas jawabannya, Kang.
(Bunda Lendy iip2)
🔟Halo bunda lendy, ukurannya sebetulnya bukan usia tapi kesiapan mental. Berikut urutan pola asuh didik yg saya terapkan n saya pelajar: 1.saat anak lahir hingga 2th adalah belajar rutinitas alami kerja tubuh. // 2. Saat anak udah mulai suka maksa dikisar 9bulan – 1th maka mulai belajar memilih, mulai dari milih: enak vs tdk enak, enak vs enak, tdk enak vs tdk enak. // 3. Saat anak udah tuntas belajar milih.maka naik belajar bersepakat dgn bikin tawaran seperti diatas tadi, klo mulus di kisaran 3-5th udah tuntas. // 4. Persiapan masuk SD mulai belajar berjuang supaya survive klo.ketemu guru / sekolah / temen yg ngaco. /// 5. Setelah belajar.berjuang maka.belajar ambil keputusan n rasakan resiko dalam beberapa level, shg diharap usia 14th udah tuntas n anak udah dewasa (sanggup belajar, berpikir, peduli). // nah krn sifatnya rute maka dari nomor 1 sampai 5 harus urut nggak bisa lompat2. Lebih detail bisa japri / tatap muka / undang saya bikin kelas parenting, krn klo dijabarkan bisa jadi one day seminar dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore 😊✅

Semoga kita bisa bernegosiasi dengan baik kepada anak-anak🙂

One thought on “Kulwap: Cara Anak Menangkap Pesan

  1. Pingback: 33 hari odopfor99days | brightsightrads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s