Berita duka dan keikhlasan

Bismillahirrahmaanirrahiim

Kira-kira 2 hari yang lalu saya membaca seorang tokoh muda Bandung yang menulis status:

Hari ini, saya dapati pelajaran IKHLAS dari dua guru baru saya, Galih Sedayu dan Christine Listya Sedayu https://christinelistya.wordpress.com/

Awalnya saya gak ngeh sama status tersebut,  lalu saya blogwalking dan mendapati tulisan yang sungguh betapa sabarnya ibu satu ini. Anak yang pertama ternyata perkembangannya kurang, padahal untuk memiliki anak, dia dan suaminya telah menanti selama 5 tahun. Ternyata juga dia sedang mengandung anak keduanya saat saya baca tulisan terakhirnya sekitar 1 atau 2 bulan yang lalu. Lalu isenglah saya menghitung, bahwa bayinya akan lahir dalam waktu dekat.

Saya pun berniat untuk mengikuti perkembangan beliau dan kedua anaknya nanti, dengan meng-add friend mba Christine ini.

Qodarullaah.. hari ini, saya kembali membuka fesbuk. Lalu melihat dua dosen ter-tag oleh seseorang yang sepertinya kok saya pernah baca namanya. Lalu saya lanjutkan membaca status dari orang tersebut, yang ternyata adalah sang suami dari mba Christine. Status yang membuat saya terkaget, karena ternyata istrinya dipanggil Allah setelah melahirkan anak keduanya. Ya, mba Christine.

Sebagai seorang ibu, saya rasa berat sekali melalui hidup dengan anak yang perkembangannya kurang. Namun, bagaimana dengan suaminya yang ditinggal selamanya oleh sang istri, bersama dua anaknya. Yang kedua pun baru lahir, dan pasti sangaaaatt membutuhkan belaian dari ibunya. Ya Allah sedih banget ya.

Beberapa hikmah yang saya ambil dari kejadian ini adalah:
Pertama, bahwa kematian itu dekat. Tapi kita tidak tahu, dan seringkali lupa mempersiapkan bekalnya. Astaghfirullah😦. Maka persiapkanlah.
Kedua, bersyukur atas semua karunia yang Allah berikan kepada kita, bagaimanapun keadaannya. Karena semua sudah dalam perhitungannya. Kalau kita merasa diri sedang terpuruk, pasti masih ada yang lebih terpuruk lagi dari kita. Maka bersyukurlah.
Ketiga, mendidik anak harus ikhlas. Ilmu yang sangat sulit dicapai, tapi harus terus dicoba dilatih. Maka damaikan hati dan pikiran saat mengasuh dan mendidik anak.

Semoga bisa ikhlas dalam kehidupan yang fana ini. Aamiiin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s