Obat Hati dan Solusi Kehidupan

Pidie_0256Berikut ini 13 bab mengenai Istighfar, yang saya copy-paste dari whatsapp.

Semoga bermanfaat.

Bab 1 — MUHASABAH DIRI

Hidup di dunia, ibarat seorang musafir yg istirahat sejenak di bawah pohon rindang, dalam istirahatnya ia memeriksa kembali perbekalannya. khawatir masih ada bekal yang kurang.

Maka ketika istirahatnya usai, ia berangkat melakukan perjalanan kembali, dan ia yakin bisa sampai tujuan akhir dengan selamat. Karena ia sudah persiapkan dengan matang dan akurat.

Tapi kenapa, ia tahu bahwa dunia itu ibarat persinggahan sementara, kata orang jawa mung mampir ngombe (sekedar mampir minum), tapi ia tidak persiapkan dengan AMAL SHALEH taqarrub ilallah (mendekatkan diri kepada Allah) seperti :

– shalat berjamaah di awal waktu
– shalat malam dan dhuha
– tilawah AlQur’an minimal 1 juz 1 hari
– dzikir pagi dan petang
– puasa sunah
– Seluruh anggota tubuh kita seperti mata, telinga, mulut, tangan, kaki bahkan akal dan fikiran, kita gunakan untuk melakukan kebaikan
– Da’wah ilallah, mengajak manusia kepada kebaikan
– Akhlaq yg baik kepada orang tua, istri, anak, kerabat, teman bahkan musuh sekalipun
– sadaqah harta dan tenaga
– Jihad fi sabilillah

Mungkin sebagian amal shaleh ada yang sudah kita lakukan, tapi banyak di antara ummat Islam yang masih belum selera dengan amal shaleh diatas, bahkan jangankan amal shaleh justru yg kita lihat dan rasakan mereka malas beramal shaleh, bahkan sebaliknya rajin beramal salah alias DOSA.

Hal ini kenapa bisa terjadi ?

Marilah kita mendiagnosis masalah ini dengan benar dan cerdas berdasarkan tuntunan Rasulullah SAW. Agar ada jalan keluar yang benar, untuk kemudian kita mampu InsyaAllah mengobati penyakit Ummat Islam yang di dalam nya adalah kita dan keluarga kita.
———————April’15

Salam
Abu Uzhma

Bab 2 — SEGUMPAL DARAH

Rosulullah bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim yang artinya: “Sesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal darah. jika segumpal darah tersebut baik maka akan baik pulalah seluruh tubuhnya, adapun jika segumpal darah tersebut rusak maka akan rusak pulalah seluruh tubuhnya, ketahuilah segumpal darah tersebut adalah hati.” (Yang lebih benar untuk penyebutan segumpal darah (القلب ) tersebut adalah jantung, akan tetapi di dalam bahasa Indonesia sudah terlanjur biasa untuk menerjemahkan القلب dengan “hati”).

Maka hati bagaikan raja yang menggerakkan tubuh untuk melakukan perbuatan-perbuatannya, jika hati tersebut adalah hati yang baik maka seluruh tubuhnya akan tergerak untuk mengerjakan hal-hal yang baik, adapun jika hatinya adalah hati yang buruk maka tentunya juga akan membawa tubuh melakukan hal-hal yang buruk. Hati adalah perkara utama untuk memperbaiki manusia, Jika seseorang ingin memperbaiki dirinya maka hendaklah ia memperbaiki dahulu hatinya !!!

Ketahuilah, hati ini merupakan penggerak bagi seluruh tubuh, ia merupakan poros untuk tercapainya segala sarana dalam terwujudnya perbuatan. Hati laksana panglima yang memompa pasukannya untuk melawan musuh atau melemahkan mereka sehingga mundur dari medan peperangan. Karena hati disifatkan dengan sifat kehidupan dan kematian, maka hati ini juga dibagi dalam tiga kriteria yakni hati yang mati, hati yang sakit dan hati yang sehat.

1. Hati yang Sehat

Yaitu hati yang selamat, hati yang bertauhid (mengesakan Alloh dalam setiap peribadatannya), di mana seseorang tidak akan selamat di hari akhirat nanti kecuali ia datang dengan membawa hati ini. Alloh berfirman dalam surat as-Syu’ara ayat 88-89:

يَوْمَ لَا يَنفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

“(Yaitu) hari di mana tidak berguna lagi harta dan anak-anak kecuali mereka yang datang menemui Alloh dengan hati yang selamat (selamat dari kesyirikan dan kotoran-kotorannya).”(QS. Asy Syu’ara: 88,89)

Hati yang sehat ini didefinisikan dengan hati yang terbebas dari setiap syahwat, selamat dari setiap keinginan yang bertentangan dari perintah Alloh, selamat dari setiap syubhat (kerancuan-kerancuan dalam pemikiran), selamat dari menyimpang pada kebenaran. Hati ini selamat dari beribadah kepada selain Alloh dan berhukum kepada hukum selain hukum Rosul-Nya. Hati ini mengikhlaskan peribadatannya hanya kepada Alloh dalam keinginannya, dalam tawakalnya, dalam pengharapannya dalam kecintaannya Jika ia mencintai, maka ia mencintai karena Alloh, jika ia membenci, maka ia membenci karena Alloh, jika ia memberi, maka ia memberi karena Alloh, jika ia menolak, maka ia menolak karena Alloh. Hati ini terbebas dari berhukum kepada hukum selain Alloh dan Rosul-Nya. Hati ini telah terikat kepada suatu ikatan yang kuat, yakni syariat agama yang Alloh turunkan. Sehingga hati ini menjadikan syariat sebagai panutan dalam setiap perkataan dan perbuatannya.

Alloh berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian bersikap mendahului Alloh dan Rosul-Nya, bertakwalah kepada Alloh, sesungguhnya Alloh Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”(QS. Al Hujurot: 1)

Pemilik hati yang sehat ini akan senantiasa dekat dengan Al Quran, ia senantiasa berinteraksi dengan Al Quran, ia senantiasa tenang, permasalahan apapun yang dihadapinya akan dihadapi dengan tegar, ia senantiasa bertawakal kepada-Nya karena ia mengetahui semua hal berasal dari Alloh dan semuanya akan kembali kepada-Nya. Di manapun ia berada zikir kepada Alloh senantiasa terucap dari lisannya, jika disebut nama Alloh bergetarlah hatinya, jika dibacakan ayat-ayatNya maka bertambahlah imannya. Pemilik hati inilah seorang mukmin sejati, orang yang Alloh puji dalam Firman-Nya:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman (sempurna imannya) ialah mereka yang bila disebut nama Alloh gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Allohlah mereka bertawakkal (berserah diri).” (QS. Al-Anfaal: 2)

2. Hati yang Mati

Hati yang mati adalah hati yang tidak mengenal siapa Robbnya, ia tidak menyembah-Nya sesuai dengan perintah-Nya, ia tidak menghadirkan setiap perbuatannya berdasarkan sesuatu yang dicintai dan diridhai-Nya. Hati ini senantiasa berjalan bersama hawa nafsu dan kenikmatan dunia walaupun di dalamnya ada murka Alloh, akan tetapi hati ini tidak memperdulikan hal-hal tersebut, baginya yang terpenting adalah bagaimana ia bisa melimpahkan hawa nafsunya. Ia menghamba kepada selain Alloh, jika ia mencinta maka mencinta karena hawa nafsu, jika ia membenci maka ia membenci karena hawa nafsu.

Alloh berfirman:

أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَهَهُ هَوَاهُ وَأَضَلَّهُ اللَّهُ عَلَى عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَى سَمْعِهِ وَقَلْبِهِ وَجَعَلَ عَلَى بَصَرِهِ غِشَاوَةً فَمَن يَهْدِيهِ مِن بَعْدِ اللَّهِ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Alloh membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Alloh mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Alloh (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?” (QS. Al Jaatsiyah: 23)

Pemilik hati ini jika dibacakan kepadanya ayat-ayat Al Quran maka dirinya tidak tergetar, ia senantiasa ingin menjauh dari Al Quran, ia lebih senang mendengar suara-suara yang membuatnya lalai, ia lebih senang mendengar nyanyian, mendengar musik, mendengar suara-suara yang menggejolakkan hawa nafsunya. Pemilik hati ini senantiasa gelisah, ia tidak tahu harus kepada siapa ia menyandarkan dirinya, ia tidak tahu kepada siapa ia berharap, ia tidak tahu kepada siapa ia meminta, kehidupannya terombang-ambing, ke mana saja angin bertiup ia akan mengikutinya, ke mana saja syahwat mengajaknya ia akan mengikutinya, wahai betapa menderitanya pemilik hati ini!

3. Hati yang Sakit

Hati ini adalah hati yang hidup namun mengandung penyakit. Hati ini akan mengikuti unsur kuat yang mempengaruhinya, terkadang hati ini cenderung kepada “kehidupan” dan terkadang cenderung kepada “penyakit”. Pada hati ini ada kecintaan kepada Alloh, keimanan, keikhlasan dan tawakal kepada-Nya. Akan tetapi pada hati ini juga terdapat kecintaan kepada syahwat, ketamakan, hawa nafsu, dengki, kesombongan dan sikap bangga diri.

Ia ada di antara dua penyeru, penyeru kepada Alloh, Rosul dan hari akhir dan penyeru kepada kehidupan duniawi. Seruan yang akan disambutnya adalah seruan yang paling dekat dan paling akrab kepadanya.

Pemilik hati ini akan senantiasa berubah-ubah, terkadang ia berada dalam ketaatan dan kebaikan, terkadang ia berada dalam maksiat dan dosa. Amalannya senantiasa berubah sesuai dengan lingkungannya, jika lingkungannya baik maka ia berubah menjadi baik adapun jika lingkungannya buruk maka ia akan terseret pula kepada keburukan.

Demikianlah, hati yang pertama adalah hati yang hidup, khusyu’, tawadhu’, lembut dan selalu berjaga. Hati yang kedua adalah hati yang gersang dan mati. Hati yang ketiga adalah hati yang sakit, kadang-kadang dekat kepada keselamatan dan kadang-kadang dekat kepada kebinasaan.

Maka wahai kaum muslimin! hendaknya kita menginterospeksi diri kita sendiri, termasuk dalam golongan yang manakah hati kita? apakah hati kita termasuk dalam hati yang sehat, hati yang sakit atau malah hati kita telah mati?

Wahai zat yang membolak-bolakkan hati, teguhkanlah hati kami diatas agamamu, wahai zat yang membolak-balikkan hati tuntunlah hati kami teguh di atas ketaatan kepada-Mu.

Penulis: Abu Sa’id Satria Buana
Murojaah: Ustadz Abu Sa’ad

———————-Mei’15

Semoga Bermanfaat

Abu Uzhma

Bab 3 — HATI YANG SAKIT

Hati Ibarat tubuh kita, apabila tubuh ini sehat maka makanan apapun kita akan selera dan lahap memakannya…. Tetapi manakala tubuh ini sakit, selezat apapun makanannya kita tidak punya keinginan untuk memakannya bahkan terasa pahit lidah ini.

Apabila tidak diobati, tubuh akan makin lemah, tidak ada adanya asupan makanan yang masuk ke tubuh pada akhirnya kita akan mati.

Maka, untuk menghindari hal itu terjadi. Kita biasanya pergi ke dokter dan sang dokter akan memberikan obat untuk kita minum.

Setelah kita minum obat sesuai takaran dan anjuran dokter Berangsur- angsur lah tubuh kita sehat, perlahan tapi pasti…. Kita punya selera kembali dg makanan yang ada.

Begitupun dengan HATI kita, apabila hati ini bersih dan sehat, maka makanan hati yaitu AMAL SHALEH apapun, kita akan lahap memakannya.

Seperti hati Rasulullah yang sehat dan bersih, beliau begitu selera dengan seluruh AMAL SHALEH.

Kita masih ingat dengan peristiwa pembelahan dada Rasulullah ketika kecil, dimana malaikat mencuci bersih hati beliau. Inilah peristiwa maha penting sebagai rujukan kita, betapa pentingnya membersihkan hati.

Dari Bab 2 sebelumnya, ibarat seorang dokter, kita sudah bisa mengambil analisa tajam bahwa ketika seseorang malas beramal shaleh atau bahkan rajin beramal salah alias melakukan dosa. Hal itu karena hati yang sakit atau kotor.

Maka kita punya kesimpulan penting, hati yang sakit dan kotor ini harus di obati dan di bersihkan dengan obat yang benar.

Pertanyaan besar kita, apakah obat hati untuk membersihkan dan menyehatkan hati ?

Apakah dada kita perlu dibelah, seperti hal nya Rasul ? Tentu tidak !

Marilah kita temukan jawabannya pada Bab selanjutnya….,
Insya Allah

Mungkin ada pertanyaan dari saudaraku tercinta.
Kenapa materi ini harus bertahap ?

InsyaAllah tidak ada riya dalam diri ini, saya hanya ingin OBAT HATI ini bisa dimakan oleh kita dengan penuh keyakinan, sama seperti kita begitu yakinnya dengan anjuran dokter ketika kita sakit.

OBAT HATI inilah wahai saudaraku, yang sudah merubah hidup saya, istri saya, anak- anak saya, keluarga besar saya dan orang orang yang dekat dengan saya, baik jamaah saya atau pun beberapa teman-teman kantor saya, ke arah yang di ridhai Allah, insyaAllah.

Dari yang tadinya , kurang punya selera dengan amal shaleh dan begitu mudah dosa hinggap dalam diri, setelah saya minum OBAT HATI ini, maka berangsur angsur hati ini sembuh…. Seiring dengan waktu.

Wallahu a’lam bish-shawab
———————-Mei’15

Salam
Abu Uzhma

Bab 4 — TITIK HITAM 🌑 DALAM HATI

Setiap hari, secara sadar ataupun tidak , terus menerus kita melakukan dosa. Tidak bosan-bosannya maksiat terus diterjang, detik demi detik, di saat pergantian malam dan siang. Padahal pengaruh maksiat pada hati sungguh amat luar biasa. Bahkan bisa memadamkan cahaya hati. Inilah yang patut direnungkan saat ini.

Ayat yang patut jadi renungan di malam ini adalah firman Allah Ta’ala,

كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan ( kemaksiatan yang mereka lakukan ) itu menutupi hati mereka.” (QS. Al Muthoffifin: 14)

Makna ayat di atas diterangkan dalam hadits berikut.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا أَخْطَأَ خَطِيئَةً نُكِتَتْ فِى قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فَإِذَا هُوَ نَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ وَتَابَ سُقِلَ قَلْبُهُ وَإِنْ عَادَ زِيدَ فِيهَا حَتَّى تَعْلُوَ قَلْبَهُ وَهُوَ الرَّانُ الَّذِى ذَكَرَ اللَّهُ ( كَلاَّ بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ) »

Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Seorang hamba apabila melakukan satu DOSA, maka dititikkan dalam hatinya sebuah TITIK HITAM. Apabila ia meninggalkannya dan ISTIGHFAR serta bertaubat, hatinya DIBERSIHKAN. Apabila ia kembali (berbuat maksiat), maka ditambahkan titik hitam tersebut hingga menutupi hatinya. Itulah yang diistilahkan “ar raan” yang Allah sebutkan dalam firman-Nya (yang artinya), ‘Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan (kemaksiatan yang mereka lakukan) itu menutupi hati mereka’.”

Al Hasan Al Bashri rahimahullah mengatakan, “Yang dimaksudkan dalam ayat tersebut adalah dosa di atas tumpukan dosa sehingga bisa membuat hati itu gelap dan lama kelamaan pun mati.” Demikian pula yang dikatakan oleh Mujahid, Qotadah, Ibnu Zaid dan selainnya.

Mujahid rahimahullah mengatakan, “Hati itu seperti telapak tangan. Awalnya ia dalam keadaan terbuka dan jika berbuat dosa, maka telapak tangan tersebut akan tergenggam. Jika berbuat dosa, maka jari-jemari perlahan-lahan akan menutup telapak tangan tersebut. Jika ia berbuat dosa lagi, maka jari lainnya akan menutup telapak tangan tadi. Akhirnya seluruh telapak tangan tadi tertutupi oleh jari-jemari.”

Penulis Al Jalalain rahimahumallah menafsirkan, “Hati mereka tertutupi oleh “ar raan” seperti karat karena maksiat yang mereka perbuat.”

Ibnu Taimiyah rahimahullah menyebutkan perkataan Hudzaifah dalam fatawanya. Hudzaifah berkata, “Iman membuat hati nampak putih bersih. Jika seorang hamba bertambah imannya, hatinya akan semakin putih. Jika kalian membelah hati orang beriman, kalian akan melihatnya putih bercahaya. Sedangkan kemunafikan membuat hati tampak hitam kelam. Jika seorang hamba bertambah kemunafikannya, hatinya pun akan semakin gelap. Jika kalian membelah hati orang munafik, maka kalian akan melihatnya hitam mencekam.”

Ibnu Qayyim Al Jauziyah rahimahullah mengatakan, “Jika dosa semakin bertambah, maka itu akan menutupi hati pemiliknya. Sebagaimana sebagian salaf mengatakan mengenai surat Al Muthoffifin ayat 14, “Yang dimaksud Raan adalah dosa yang menumpuk di atas dosa.”

Inilah di antara dampak bahaya maksiat bagi hati. Setiap maksiat membuat hati tertutup noda hitam dan lama kelamaan hati tersebut jadi tertutup. Jika hati itu tertutup, apakah mampu ia menerima seberkas cahaya kebenaran? Sungguh sangat tidak mungkin. Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Jika hati sudah semakin gelap, maka amat sulit untuk mengenal petunjuk kebenaran.”

Perbanyaklah TAUBAT dan ISTIGHFAR, itulah yang akan menghilangkan gelapnya hati dan membuat hati semakin bercahaya sehingga mudah menerima petunjuk atau kebenaran.

Ya Allah, tunjukkanlah hati kami ini agar selalu taat pada-Mu dan berusaha menjauhi setiap maksiat yang benar-benar telah Engkau larang, apalagi dosa syirik dan kekufuran. Amin Yaa Mujibbas Saailin.

Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Kesimpulan :

Dari artikel diatas, mulai ada titik terang, media untuk mengobati HATI kita, dialah ISTIGHFAR.

InsyaAllah kita sambung lagi besok, untuk mempertajam bahasan hari ini.
———————Mei’15

Salam
Abu Uzhma

Bab 5 — ISTIGHFAR

Mari kita simak hadits Nabi ini, yang pernah di sampaikan pada Bab 4 :

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا أَخْطَأَ خَطِيئَةً نُكِتَتْ فِى قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فَإِذَا هُوَ نَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ وَتَابَ سُقِلَ قَلْبُهُ وَإِنْ عَادَ زِيدَ فِيهَا حَتَّى تَعْلُوَ قَلْبَهُ وَهُوَ الرَّانُ الَّذِى ذَكَرَ اللَّهُ ( كَلاَّ بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ) »

Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Seorang hamba apabila melakukan satu DOSA, maka dititikkan dalam hatinya sebuah TITIK HITAM. Apabila ia meninggalkannya dan ISTIGHFAR serta bertaubat, hatinya DIBERSIHKAN. Apabila ia kembali (berbuat maksiat), maka ditambahkan titik hitam tersebut hingga menutupi hatinya. Itulah yang diistilahkan “ar raan” yang Allah sebutkan dalam firman-Nya (yang artinya), ‘Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka’.”

Dari hadits di atas, kita dapat mempunyai rumus penting :

1 DOSA
👇🏽
1 TITIK HITAM
👇🏽
1 ISTIGHFAR
👇🏽
1 HAPUSAN

Saya ulangi lagi ;

1 DOSA
👇🏽
1 TITIK HITAM
👇🏽
1 ISTIGHFAR
👇🏽
1 HAPUSAN

Selama ini kita tidak pernah secara khusus melakukan ISTIGHFAR untuk mengobati dan membersihkan hati kita dari DOSA. Satu kali istighfar gugur satu dosa, makin banyak istighfar makin banyak dosa yang berguguran.

Dosa ini, ibarat peluru musuh yang ditembakkan ke tubuh kita setiap hari. Apa jadinya kita. Hancur dan mati lah kita.

Rasulullah yang suci dan maksum saja bersumpah atas nama Allah, beliau senantiasa ISTIGHFAR lebih dari 70 x dalam sehari….. Seperti dijelaskan dalam hadits nya :

وَاللَّهِ إِنِّى لأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِى الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً

Demi Allah, sesungguhnya aku beristighfar dan bertaubat kepada Allah dalam sehari lebih dari 70 kali (HR. Bukhari),

Mari kita lihat nasehat nabi Nuh AS kepada kaumnya 6000 tahun yang lalu, dalam QS. Nuh ayat 10 :

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا

maka aku katakan kepada mereka: “Mohonlah ampun (ISTIGHFAR) kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Tuhan Yang Maha Pengampun”.

KESIMPULAN :

Apakah OBAT HATI itu ?

Ternyata dia adalah :
” ISTIGHFAR ”

Istighfar lah yang menggugurkan dosa dan membersihkan hati kita, yang pada akhirnya hati ini berangsur angsur sembuh dan sehat, sehingga kita punya selera yang luar biasa dengan makanan hati yaitu ” AMAL SHALEH “.

Apabila makin banyak amal shaleh kita lakukan, semakin sehat dan cemerlanglah hati kita, karena salah satu manfaat amal kebaikan itu akan menghapus keburukan ( dosa-dosa kecil berguguran).

Lalu apakah istighfar ini masih harus terus dilakukan ? Tentu harus terus kita lakukan. Sampai kapan ? Sampai seluruh amal shaleh yang Rasulullah jalankan, bisa kita ikuti semua dengan sempurna. Itu artinya istighfar ini harus kita lakukan sepanjang hidup kita, sampai ajal menjemput.

Jadi manfaat ISTIGHFAR yang pertama dan utama adalah menggugurkan dosa dan membersihkan hati.

Dari sinilah, atas ijin Allah… Alhamdulillah saya mulai merintis istighfar sejak 3 tahun yang lalu…. Selama 3 tahun itu, banyak peristiwa indah yang saya dapatkan…. InsyaAllah saya akan berbagi kisah pada bab bab selanjutnya.

Sekedar berbagi, saya mulai istighfar minimal 500 x ( lafal Astaghfirullahal’adzim), di tambah kalau berangkat pulang kerja diperjalanan, di rumah. Pendek kata kalau ingat saya istighfar…..

Adakah manfaat ISTIGHFAR yang lain selain menggugurkan dosa dan membersihkan hati ?

Tentu ada !!!
InsyaAllah kita akan lanjutkan di hari berikutnya.
CATATAN PENTING :

Tahajjud adalah salah satu amal shaleh yang merupakan makanan hati yang paling lezat dan bergizi, setelah shalat 5 waktu berjamaah di masjid.

Ketika satu malam saja kita tidak di ijinkan Allah untuk bangun, maka bisa di pastilan hal itu karena dosa-dosa kita yang menghalanginya. ISTIGHFAR lah yang banyak sebelum tidur, agar dosa-dosa kita berguguran dan Allah berkenan membangunkan kita bertemu dengan-Nya.
———————–Mei’15

Salam
Abu Uzhma

6 — MACAM-MACAM MANFAAT ISTIGHFAR

ISTIGHFAR adalah OBAT HATI yang menyehatkan hati sehingga mudah melakukan amal shaleh dan susah melakukan amal salah.

Dan yang paling luar biasa, ISTIGHFAR juga sebagai solusi seluruh permasalahan hidup di dunia dan akhirat. Berdasarkan dalil-dalil Al-Qur’an dan Al-Hadits di bawah ini kita bisa mengetahui lebih dalam tentang manfaat Istighfar :

🔷 Dalil Al-Qur’an surat Nuh ayat 10-12

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا

maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun (ISTIGHFAR) kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah MAHA PENGAMPUN👈🏾 -,

يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا

niscaya Dia akan mengirimkan HUJAN👈🏾 kepadamu dengan lebat,

وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا

dan membanyakkan HARTA👈🏾 dan ANAK-ANAKMU👈🏾, dan mengadakan untukmu KEBUN-KEBUN👈🏾 dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu SUNGAI-SUNGAI👈🏾.

🔷 Dalil Al-Hadits

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” مَنْ لَزِمَ الِاسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هُمٍّ فَرَجًا، وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ “

Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Barangsiapa yang senantiasa beristighfar niscaya Allah akan menjadikan baginya KEMUDAHAN👈🏾 dari segala kesusahan yang menderanya, JALAN KELUAR👈🏾 dari segala kesempitan yang dihadapinya dan Allah memberinya RIZKI 👈🏾dari arah yang tidak ia SANGKA-SANGKA👈🏾 .” (HR. Abu Daud no. 1518, Ibnu Majah no. 3819)

Dari 2 Dalil diatas sudah cukup kita buat kesimpulan manfaat ISTIGHFAR :

💡 Dosa-dosa kita berguguran, sehingga hati bersih dan mudah berbuat baik.

💡 Allah menurunkan hujan yang lebat, dimana sebelumnya terjadi kemarau.

💡 Bertambah harta yang halal

💡 Mempunyai anak-anak, solusi untuk suami istri yang belum di karuniai anak.

💡 Pertanian menghasilkan hasil yang melimpah.

💡 Sungai-sungai mengalir dan bisa dimanfaatkan dengan baik oleh manusia.

💡 Diberikan kemudahan dari segala kesusahan.

💡 Diberikan jalan keluar dari kesempitan hidup.

💡 Diberikan rizki dari arah yang tidak di sangka.

Subhanallah….. !!!

Itulah saudaraku manfaat ISTIGHFAR yang sangat luar biasa, memberikan solusi seluruh kehidupan di setiap waktu dan zaman sampai hari kiamat.

Selama ini kita terlalu banyak mencari jalan keluar dari permasalahan hidup, dengan solusi-solusi buatan manusia yang lemah, lewat motivasi-motivasi para Motivator atau konsultan yang tentunya belum pasti memberikan solusi integral dan menyeluruh, dengan biaya banyak kita keluarkan untuk itu.

Mulai…..
💪🏾 hari ini
💪🏾 Jam ini
💪🏾 Menit ini
💪🏾 Detik ini 👈🏾💡✅

Langsung saja kita Istighfar kepada Allah, tuhan kita sebanyak-banyaknya, yaitu minimal dengan lafadz :

👇🏽👇🏽👇🏽👇🏽👇🏽👇🏽👇🏽👇🏽
Astaghfirullahal’adzim ( Saya mohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung)

Istighfar lah di setiap waktu dan kesempatan :
– Naik motor
– Naik mobil
– Jalan kaki
– Berdiri
– Duduk
– Berbaring
– Sedang bekerja di rumah atau di kantor
– Dimana saja……

Maka yakinlah sistem Allah SWT yang akan berjalan menyelesaikan seluruh masalah hidup kita di dunia.

Untuk memperkuat keyakinan kita, Bahasan berikutnya akan diperlihatkan contoh-contoh orang yang sukses keluar dari masalah lewat pintu 🚪 ISTIGHFAR
———————–Mei’15

Semoga Bermanfaat
Abu Uzhma

Bab 8 — MANFAAT ISTIGHFAR 2

~ ISTIGHFAR SUMBER RIZKI BERUPA HARTA DAN ANAK YANG SHALEH ~

Sumber dari kisah ini adalah buku karangan Aidh al Qarny yang berjudul Cambuk Hati.

Cerita ini juga semakin menambah daftar panjang dari para hamba Allah yang berhasil mengatasi masalah kehidupannya berkat fadhilah istighfar.

Silakan simak salah satu kisah amalan pembuka pintu rezeki berikut :

Ketika aku berusia 30 tahun, aku diuji dengan cobaan yang berat. Suamiku meninggal dan ia meninggalkan aku beserta lima orang anak,laki-laki dan perempuan, yang masih kecil-kecil.

Semasa hidup, suamiku sepenuhnya adalah tulang punggung nafkah keluarga. Sedangkan aku adalah ibu rumah tangga, tugas utamaku sebagai istri yang berbakti dan ibu rumah tangga bagi anak-anak kami.

Meskipun penghasilan suamiku tidak banyak, tapi cukup untuk hidup sehari-hari kami sekeluarga. Hidup kamipun terasa begitu bahagia. Sampai musibah itu tiba. Suamiku pergi menghadap Sang Pencipta, semuanya begitu mendadak dan mengagetkan kami.

Sungguh kondisi keluarga kami jadi berubah 180 derajat, dunia serta merta menjadi gelap gulita di mataku. Akupun hampir tak henti menangis sejak saat itu. Sampai-sampai mataku ini sungguh terasa berat.

Aku terus meratapi nasibku yang terasa begitu buruk dan berat. Yang terberat tentu saja adalah beban hidup keluargaku yang tidak ringan, kondisi keuangan semakin tipis,sementara pemasukan sudah tidak ada lagi.

Hanya ada sedikit harta yang ditinggalkan Bapak. Akupun berusaha sehemat mungkin dalam menggunakannya. Mungkin kelemahan antisipasi dan kekurang siapan terhadap kondisi tak terduga seperti inilah yang membuatku begitu berat.

Sampai-sampai aku lupa bahwa penjamin rezekiku dan anak-anakku bukanlah suami, orang tua atau siapapun. Melainkan justru hanya Allah semata.

Suatu hari, saat berada di kamar, aku mendengarkan siaran radio Idza’atul Qur’an Al-Karim. Dimana ada seorang Syaikh yang membawakan sebuah hadits :

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” مَنْ لَزِمَ الِاسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هُمٍّ فَرَجًا، وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ “

Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Barangsiapa yang senantiasa beristighfar niscaya Allah akan menjadikan baginya kelapangan dari segala kesusahan yang menderanya, jalan keluar dari segala kesempitan yang dihadapinya dan Allah memberinya rizki dari arah yang tidak ia sangka-sangka.” (HR. Abu Daud no. 1518, Ibnu Majah no. 3819, Al-Baihaqi dalam As-Sunan Al-Kubra no. 6421 dan Ath-Thabarani dalam Al-Mu’jam Al-Kubra no. 10665)

Demi Allah setelah mendengar hadits tersebut dibacakan, semangat hidupku jadi bangkit kembali, dan pengharapan kepada keluasan rahmat Allah pun muncul kembali dan bahkan menguat kembali. Dan aku berazam sejak saat itu untuk mengamalkan hadis tersebut dengan penuh keyakinan.

Maka akupun mulai melafalkan istighfar kepada Allah, sekuat-kuatnya, dan sebanyak-banyaknya, hampir tanpa putus. Aku ajari pula anak-anakku untuk melakukan amalan yang sama, istighfar!

Berbulan-bulan kami terus menerus melakukannya, rutin, terus melafadzkan setiap hari dengan penuh pengharapan, kami menjaga asa kami agar tidak putus. Kami bahkan telah menikmatinya.

Dan saat istighfar kami itu genap 6 bulan, alhamdulillah, keajaiban itupun datang.

Tepat seperti kata hadits: “Secara tidak disangka-sangka dan tidak diduga-duga sama sekali. ”

Ya, tiba-tiba kami menerima berita tentang adanya sebuah proyek perencanaan dan pengembangan pembangunan, yang sebagiannya meliputi dan mengambil tanah milik kami, yang sudah lama sekali tak terurus dan tidak termanfaatkan, karena lokasinya yang tidak strategis.

Singkatnya, kamipun mendapatkan ganti untung yang cukup besar bagi kami saat itu.

Allahu Akbar!

Sungguh samudera rahmat dan rahasia hikmah Allah memang benar-benar tidak ada yang bisa menyelaminya.

Puji dan syukur kami kepada-Mu ya Allah. Juga ampunilah segala kelemahan, dan dosa-dosa kami. Kehidupan keluarga kamipun perlahan tapi pasti berubah.

Keceriaan kembali menghiasi hari-hari kami. Kesedihanku sirna, karena tergantikan oleh kebahagiaan yang tiada terkira.

Khususnya oleh perkembangan semua anakku, yang tidak sekadar baik. Melainkan baik sekali dan sangat membanggakan.

Karena disamping tumbuh sehat dan berakhlak mulia, merekapun berprestasi gemilang dalam pendidikan. Diantara mereka ada yang meraih ranking 1 dalam prestasi belajarnya untuk tingkat propinsi.

Ada yang hafidz Al-Qur’an 30 juz. Dan begitu seterusnya.
Hikmahnya :

Pertanyaan kita, siapa yang membuat dan mengarahkan proyek pembangunan itu hingga tanah murah menjadi bernilai ?

Siapa yang merubah kesusahan menjadi kemudahan ?

Siapa yang membuat jalan keluar dari kesempitan hidup ?

Siapa yang memberi rizki dari arah yang tidak di duga ?

Demi Allah…..
Dialah Allah, Tuhan kita akhi !

Allah Maha Mengetahui akan masalah makhluqnya (manusia)….

Dia memberi solusi jitu kepada makhluqnya….. yang senantiasa istighfar

Istighfar itu murah, mudah dan tepat sasaran…..

Yang kita butuhkan adalah :
– Keyakinan….
– Kesabaran….
– Istiqomah….

Semoga kita di berikan oleh Allah keyakinan, kesabaran dan istiqomah dalam mengamalkan istighfar ini. Amin
————————Mei’15

Semoga bermanfaat
Abu Uzhma

Bab 9 — MANFAAT ISTIGHFAR 3

BERKAH ISTIGHFAR 🌑 Meredakan Pertengkaran Rumah Tangga

Seperti yang telah paparkan pada artikel sebelumnya bahwa istighfar dapat menjadi solusi berbagai problematika kehidupan. Kisah dibawah ini adalah salah satu bukti bahwa memang benar amal ibadah ini dapat membukakan jalan akan kesusahan yang sedang kita alami dengan jalan keluar yang tiada disangka-sangka. Tidak hanya mustajab untuk memudahkan rezeki yang lambat dan tersendat-sendat, namun juga dapat meredakan amarah akibat pertengkaran.

Silakan disimak kisah seorang suami yang menceritakan tentang manfaat istighfar berikut ini :

Malam hari waktu itu aku sedang dalam perjalanan pulang ke rumah dalam keadaan tubuh yang sangat letih dan kepalaku penat karena banyaknya beban pikiran. Ketika aku membuka pintu, didalam isteriku sudah menyambutku dengan raut wajah yang tidak enak dilihat, nampak sekali dia sedang marah. Belum sempat ku sapa isteriku, ia sudah memborbardirku dengan berbagai pertanyaan yang membuatku semakin bertambah pusing. Karena aku dalam kondisi yang letih dan bad mood, aku jadi kehilangan kendali.. Aku balik memarahi isteriku dan siap untuk pertengkaran yang panjang malam itu.

Benar saja.. Malam semakin larut, sementara pertengkaran belum menunjukkan tanda-tanda berhenti. Sampai hampir subuh waktu itu dan tidak ada salah satu pihak yang mau mengalah. Aku pun sebagai lelaki tak mau mengalah, sehingga akhirnya isteriku mengancam akan pergi dari rumah dan pulang ke rumah orang tuanya. Saat ia mengancam akan meninggalkan rumah, akhirnya aku luluh juga. Aku bujuk ia untuk mengurungkan niatnya, namun karena aku juga masih kesal, jadinya aku membujuknya sambil setengah hati juga, akibatnya usahaku tidak membuahkan hasil. Isteriku masuk ke dalam kamar, ia memasukkan barang-barangnya ke dalam tas dan bersiap-siap untuk meninggalkan rumah. Waktu itu pusing, marah, menyesal, sedih, bingung campur aduk dalam pikiranku. Dengan langkah gontai aku keluar rumah untuk menenangkan pikiranku yang sedang kalut tidak karuan.

Kebetulan di samping rumahku berdiri sebuah masjid. Waktu itu larut malam dan sebentar lagi akan masuk waktu subuh. Aku berfikir sebaiknya aku mengadukan persoalanku ini kepada Allah. Lalu aku pun masuk ke dalam masjid, lalu beristighfar kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Aku terus-terusan memohon ampun kepada Allah sampai masuk waktu subuh dan sholat berjamaah di masjid. Selesai sholat aku berrjalan pulang menuju rumah.

Ketika aku membuka pintu, aku melihat isteriku yang sedang duduk di ruang tamu. Aku melihat wajahnya tampak masih lesu akibat pertengkaran panjang semalam. Namun aku melihat ia diam dan tiba-tiba bibirnya tersenyum lirih kepadaku. Kuucapkan salam lalu bertanya,”Kamu jadi pergi hari ini?”. Lalu isteriku menjawab,”Tidak, aku menyesal atas apa yang sudah kuperbuat tadi malam.”. Aku heran.. dalam hati aku bertanya,”Ada yang aneh.. Kenapa cepat sekali berubah pikiran?”. Aku tanyakan kepada isteriku apa yang terjadi?. Lalu isteriku menjawab,”Entahlah.. semenjak kau pergi tadi tiba-tiba saja perasaan marahku berangsur-angsur hilang, lalu aku jadi menyesali sendiri perbuatanku tadi.. Mungkin Allah telah menunjukiku.”. Demikian jelas isteriku.

Aku ingat sewaktu pergi keluar rumah tadi, aku menuju masjid dan beristighfar terus hingga masuk waktu subuh. Mungkin benar sabda Rasulullah SAW bahwa :

“Barangsiapa memperbanyak istighfar niscaya Allah membukakan dari setiap kesusahan ada jalan keluar dan dari setiap kesempitan ada penyelesaian serta diberikan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka.”

Aku bersyukur kepada Allah akan keputusan isteriku yang membatalkan niatnya pergi meninggalkan rumah. Aku meminta maaf kepada isteriku dan kami membicarakan masalah kami dengan baik-baik dan berharap semua kembali menjadi normal.

Jika Allah sudah berkehendak maka tidak ada yang tidak mungkin. Sesuai dengan Hadits Rasulullah bahwa jika Allah sudah berkenan menolong, datangnya pertolongan-Nya seringkali diluar dugaan atau tak terbayangkan sebelumnya. Kiranya kita dapat mengambil pelajaran dari sini dan ikut melazimkan istighfar dalam kehidupan sehari-hari. Jikalau kita sedang menghadapi masalah yang berat, mudah-mudahan Allah berkenan mengangkat masalah pelik yang sedang kita alami. Amin

CATATAN PENTING :

ISTIGHFAR ini disamping bisa meredakan pertengkaran antara suami istri, bisa juga antara sesama saudara, teman atau antara orangtua dan anak, inti dengan sesama manusia, Dan istighfar ini cukup satu pihak saja yang melakukan, insyaAllah mereda, apalagi kalau keduanya istighfar, tentunya lebih baik.
————————Mei’15

Semoga bermanfaat
Abu Uzhma
WA : 081381261363

Bab 10 — MANFAAT ISTIGHFAR 4

DOA SELALU DIKABULKAN KARENA RAJIN ISTIGHFAR

Kisah kali ini menunjukkan bukti keagungan amal istighfar yang sungguh bermanfaat bagi kehidupan kita. Ada seorang hamba Allah yang mengaku mendapatkan keberkahan berupa terkabulnya setiap doa yang ia panjatkan karena rajin melantunkan istighfar setiap saat.

Semoga kisah ini dapat mempertebal keyakinan kita akan dalil-dalil al-Qur’an dan hadis sehingga kita tetap istiqomah untuk mengambil solusi dari ajaran Islam yang pasti benar dan menyelamatkan.

Kisah ini terjadi pada zaman Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullahu. Pada suatu saat ketika sedang berpergian, Imam Ahmad ingin menginap di sebuah masjid, dimana beliau berniat untuk menghabiskan malamnya disana. Namun nampaknya penjaga masjid tidak mengenali siapa beliau ini sehingga ketika beliau meminta izin untuk berada di dalam masjid hingga datangnya waktu subuh, sang penjaga masjid menolaknya.

Meskipun beliau sudah berulangkali membujuk sang penjaga masjid untuk diizinkan bermalam di sana, namun keputusan dari penjaga masjid agaknya tidak dapat diganggu gugat. Akhirnya Imam Ahmad dikeluarkan dari area masjid dan beliau terpaksa mencari tempat bermalam di lain tempat.

Ketika beliau diusir hingga keluar area masjid, kebetulan lewatlah seorang tukang penjual roti yang melihat kejadian itu. Agaknya tukang roti itu tertarik untuk mengetahui apa yang sedang terjadi kepada Imam Ahmad sampai diusir oleh penjaga masjid.

Ketika Imam Ahmad menceritakan yang dialaminya kepada tukang roti, si tukang roti ini menjadi iba, dan dengan kebaikan hatinya ia menawarkan Imam Ahmad untuk menginap di rumah tukang roti. Senang dengan tawaran si tukang roti, Imam Ahmad lantas menerima tawaran tersebut dan mereka berdua berjalan menuju rumah si pembuat roti.

Di rumah pembuat roti, Imam Ahmad dijamu dengan baik layaknya seorang tamu. Entah karena ingin menyembunyikan identitas atau karena tidak ditanya oleh tuan rumah, Imam Ahmad tidak mengenalkan dirinya sebagai Imam Ahmad bin Hanbal, seorang ulama besar yang namanya begitu tersohor. Lalu setelah beberapa saat bercengkerama, si pembuat roti mempersilakan Imam Ahmad untuk beristirahat, sementara ia sendiri menyiapkan adonan untuk membuat roti untuk ia jual esok hari.

Lalu ada yang menarik perhatian Imam Ahmad dari pembuat roti ini. Si pembuat roti bekerja sambil melantunkan istighfar. Ia terus beristighfar dan terus melafalkannya sampai pekerjaannya selesai. Hal ini didengar oleh Imam Ahmad sehingga membuat beliau terkesan.

Keesokan harinya, Imam Ahmad yang penasaran kemudian bertanya kepada pembuat roti,”Semalam terdengar olehku lantunan istghfar yang terus menerus engkau baca ketika engkau sedang membuat adonan roti. Katakanlah kepadaku wahai tuan, apakah engkau mendapat sesuatu dari bacaan istighfar yang engkau baca?”.

Hal ini nampaknya sengaja ditanyakan oleh Imam Ahmad karena sebagai seorang ulama yang sangat tinggi ilmu agamanya tentu beliau tahu persis tentang keutamaan istighfar, serta faidah-faidah bagi yang sungguh-sungguh mengamalkannya.

Si pembuat roti lalu menjawab,“Ya.. Begitulah adanya.. Sungguh saya benar-benar telah mendapatkan faidah dari keutamaan melazimkan istighfar. Demi Allah, sejak saya melazimkan istighfar, saya tidak memohon sesuatu kepada Allah kecuali pasti dikabulkan. Doa saya selalu diijabah oleh-Nya. Hanya ada satu doa saya yang belum terkabul sampai saat ini.”

Imam Ahmad bertanya, “Apa itu?”

Si pembuat roti berkata, “(Permohonan untuk) dapat bertemu dengan Imam Ahmad bin Hanbal!”

Mendengar hal tersebut, tersenyumlah Imam Ahmad. Nampaknya beliau sudah mengerti hikmah kejadian diusirnya beliau dari sebuah masjid kemarin malam. Allah berkehendak mengabulkan doa si pembuat roti dengan perantara peristiwa semalam sampai pada akhirnya beliau bertemu dengan si pembuat roti.

Lalu Imam Ahmad berkata,“Wahai tuan, Saya-lah Ahmad bin Hanbal. Demi Allah, Allah-lah yang mengaturku sehingga bisa bertemu denganmu.”

Lalu mereka berpelukan penuh haru, merasakan betapa Allah Yang Maha Mengatur dengan sempurna, mendekatkan yang jauh lewat pintu ISTIGHFAR.
Allahu Akbar…..

Subhanallah. Begitu istimewanya istighfar ini sehingga Allah berkenan untuk mengabulkan setiap permohonan dari hamba-Nya. Teringat akan kisah Nabi Yunus alaihissallam. Dimana ketika beliau dihukum oleh Allah dengan cara ditelan oleh Ikan besar di dasar laut, jikalau waktu itu Nabi Yunus tidak henti-hentinya memohon ampun dengan lafadz “Laa Ilaaha ila anta, subhanaka inni kuntu minad dzholimiin” niscaya beliau tidak akan dikeluarkan dari dalam lambung Ikan tersebut sampai hari kiamat.

Maka dari itu sungguh istighfar dapat pula menjadi amalan pembuka pintu rezeki yang mustajab. Semoga kisah ini dapat menjadi penguat keyakinan kita akan janji Allah kepada hamba-hambaNya.
————————Mei’15

Semoga Bermanfaat,
Abu Uzhma

Bab 11 — MANFAAT ISTIGHFAR 5

~ KISAH SUKSES MEMILIKI ANAK LEWAT ISTIGHFAR ~

Istighfar solusi bagi mereka yang ingin punya keturunan – Allah SWT menciptakan kehidupan dunia sebagai tempat untuk menguji hamba-hamba Nya dan agar hamba-hamba Nya dapat lebih mengetahui nikmatnya surga setelah bersusah payah ditempa berbagai macam ujian di dunia.

Kita pada umumnya tidak suka diuji oleh Allah.

Kita tidak suka diuji dengan kemiskinan dan kefakiran.

Siapa sih yang mau hidupnya miskin?

Kita tidak suka diuji dengan kehilangan orang yang kita cintai.

Siapa yang tidak sedih apabila mendengar anak diculik, lalu setelah berhari-hari cemas memikirkan anak lalu muncul kabar kalau anak yang dinanti-nanti sudah tewas dibunuh?

Kita tidak suka diuji dengan banyaknya hutang. Kalau sudah merasakan punya hutang dan kesulitan membayarnya, dan percayalah rasanya sangatlah tidak nyaman.

Dan kita pun tidak suka diuji dengan tidak bisa punya keturunan.

Namun sebenarnya jika kita mau meluangkan waktu untuk mengkaji al-Qur’an, kita akan mendapati bahwa Allah SWT sebenarnya sudah memberi berbagai macam rumus untuk menghadapi dan menyelesaikan soal ujian kehidupan yang diberikan oleh Nya.

Rumus itu ada, namun untuk menggunakan rumus itu kita perlu iman. Karena percuma saja kita mengerjakan rumus tersebut apabila kita kurang percaya rumus yang diberikan oleh Allah.

Bagi mereka yang diuji oleh Allah dengan kemandulan sehingga tidak bisa memiliki keturunan, janganlah berputus asa terlebih dahulu. InsyaAllah, Allah masih berkenan untuk memberi keturunan.

Jangan sedih dan mengutuki nasib terlebih dahulu, Allah sendiri berfirman di dalam al-Qur’an dan memberi resep bagi mereka yang kesulitan memiliki keturunan.

“… Mohonlah ampun kepada Tuhanmu sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai”.
(QS Nuh : 10 – 12)

Kami yakin di belahan bumi ini banyak mereka yang memiliki masalah sulit mempunyai keturunan namun pada akhirnya bisa memiliki keturunan dengan pertolongan istighfar.

Namun hanya beberapa kisah saja yang bisa kami dapatkan. Tapi kami rasa cukuplah untuk menguatkan iman. Seperti kisah berikut ini :

Ini kisah yang kami sadur dari status FB Ustadz Ahmad Mudzoffar Jufri.MA.

Sebuah kisah kontemporer dari Kuwait.

Kisah yang dialami oleh seseorang yang bernama Abu Yusuf dan isterinya .dan disampaikan langsung kepada Syaikh Khalid As-Sulthan, seorang syeikh yang juga berasal dari Kuwait.

Abu Yusuf menceritakan kabar gembira yang beliau alami kepada syaikh seusai beliau menyampaikan ceramah tentang fadhilah istighfar, di Mekkah pada suatu musim haji.

Abu Yusuf memulai ceritanya kepada syaikh :

Beberapa tahun lalu saya telah menikah, namun setelah menikah cukup lama, kami tidak kunjung dikaruniai keturunan.

Hal ini membuat kami sedih, lalu saya dan istripun melakukan berbagai upaya dengan mendatangi setiap dokter spesialis yang
kami dengar mungkin bisa membantu dalam masalah kami ini.

Termasuk kami telah pergi keluar negeri untuk tujuan yang sama. Namun semua usaha itu belum juga menunjukkan hasil yang kami harapkan.

Kami tidak berputus asa, dan tetap menyimpan harapan besar kepada Allah.

Karena kami yakin Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tapi kami belum menemukan jalan, cara, sarana dan titik terang yang bisa meyakinkan kami demi terpenuhinya harapan indah bagi setiap pasangan suami istri tersebut.

Hingga pada suatu hari ketika saya sedang menyimak siaran radio Idza’atul Qur’an Al-Karim (dari Arab Saudi), kami mendengar seorang syaikh sedang membaca firman Allah dalam surah Nuh ayat 10 – 12, dan diantara yang disampaikan oleh beliau saat menjelaskan tentang tafsir ayat tersebut adalah bahwa, istighfar merupakan jalan dan cara terbaik untuk memperoleh keturunan.

Kalimat seperti itu adalah sesuatu yang kami cari-cari selama ini. Kalimat tersebut langsung melekat di hati saya. Dan saat sampai di rumah, saya langsung menyampaikan apa yang saya dengar itu kepada istri saya. Lalu kami pun bersepakat untuk menggunakan terapi Ilahi ini, terapi istighfar.

Selanjutnya kami pun mulai mencari-cari lafadz istighfar dan doa-doa istighfar di dalam al-Qur’an dan Hadis. Setelah itu kami lantunkan dzikir dan doa istighfar siang dan malam dengan pelan dan keras, terus menerus, tanpa mengenal lelah dan dengan hati yang penuh harap.

Hari demi hari, hari berganti minggu, minggu berganti minggu.. Kami terus melantunkan dengan harap-harap cemas, kami cemas Allah tidak berkenan mengabulkan niat kami, tapi kami juga terus berharap agar Allah bermurah
kepada kami.

Dan subhanallah, yang kami tunggu-tunggu selama bertahun-tahun menikah akhirnya datang juga. Istri tercinta langsung hamil pada bulan pertama kami memulai istighfar khusus tersebut.

Tidak bisa digambarkan betapa bahagia dan syukur kami. Kami sangat bersyukur Allah masih bermurah kepada kami dengan mengkaruniai isteri saya kehamilan.

Setelah itu semuanya berjalan normal sampai Ummu Yusuf dengan lancar melahirkan putra pertama yang kami beri nama: Yusuf.

Alhamdulillah..!

Tidak berhenti sampai disitu. Begitu istri saya lepas dari masa nifasnya, saya berkata kepadanya: Ya Ummu Yusuf, mari beristighfar lagi untuk anak kedua. Dan kamipun mengulang istighfar khusus kami seperti kali pertama.

Dan keajaiban terulang kembali. Ummu Yusuf pun hamil untuk kedua kalinya, juga pada bulan pertama dari istighfar khusus kedua kami.

Allahu,Akbar walillahil hamd.

Dan putra keduapun lahir dengan lancar, selamat dan sehat! Kami bersyukur dan memuji-Mu ya Allah!

Tidak berhenti sampai disitu. Seusai nifas yang kedua ini, saya berkata lagi kepada Ummu Yusuf : Isteriku mari mulai beristighfar lagi untuk anak ketiga kita. Dan berikutnya, sesuai kesepakatan, kami lalu mengulang bacaan istighfar khusus kami untuk yang ketiga kalinya.

Dan lagi-lagi….

Subhanallah, walhamdu lillah, wala ilaha illah, wallahu akbar.

Istri saya hamil anak ketiga, juga di bulan pertama dari istighfar khusus kami untuk kali yang ketiga.

Sesudahnya semua berjalan normal seperti biasa.

Dan anak ketigapun lahir dengan sehat seperti kedua kakaknya. Maka hampir lengkaplah kebahagiaan kami dengan tiga anak laki-laki yang lahir berurutan dalam rentang waktu kurang dari tiga tahun.

Nah, begitu selesai masa nifasnya yang ketiga, kali ini gantian istri saya yang buru-buru berkata kepada saya: Cukup dulu ya Abu Yusuf !

Tolong tahan dan hentikan dulu istighfar-nya yang dengan niat khusus untuk tambahan anak. Tunggu dulu sampai anak-anak beranjak besar. Maka kamipun berhenti sementara dari istighfar khusus kami untuk memperoleh
keturunan.

Abu Yusuf masih meneruskan penuturannya kepada Syaikh Khalid As-Sulthan: Dan ketika anak-anak beranjak agak besar, saya berkata kepada Ummu Yusuf istri saya: Alhamdulillah kita sudah dianugerahi tiga orang anak laki-laki. Dan rasanya tidak salah dan tidak berlebihan jika kita masih berharap kepada Allah agar mengaruniakan kepada kita seorang putri yang cantik!

Maka mari memulai istighfar kita lagi dengan niat khusus dan pamrih spesial kepada Allah kali yang keempat ini untuk mendapatkan
seorang anak perempuan!

Sesaat Abu Yusuf diam…sehingga Syaikh Khalidpun berkomentar singkat: Semoga Allah segera memberimu anak perempuan, sebagaimana telah mengaruniakan kepadamu tiga anak laki-laki, wahai Saudara-ku!

Tak berselang lama Abu Yusuf lalu menimpali: Perlu saya berbagi kabar gembira ya Syaikh…!

Sekarang saya disini menunaikan ibadah haji, ketahuilah saat ini juga istri saya sedang nifas yang keempat bersama putrinya yang baru dilahirkannya…!

ALLAHU AKBAR !!! …….

Hikmahnya :

Allah Maha Mengetahui akan masalah makhluqnya (manusia)….

Dia memberi solusi jitu kepada makhluqnya…..

Istighfar itu murah, mudah dan tepat sasaran…..

Yang kita butuhkan adalah :
– Keyakinan….
– Kesabaran….
– Istiqomah….

Semoga kita di berikan oleh Allah keyakinan, kesabaran dan istiqomah dalam mengamalkan istighfar ini.

Amin Ya Robbal Alamin
————————Mei’15

Semoga bermanfaat
Abu Uzhma

KONSISTENSI TAHAJJUD ada dalam TAUBAT dan ISTIGHFAR 🌘👇🏽

Bab 12 — AWAL HIDAYAH DARI SEORANG HAMBA YANG LALAI

Berawal sekitar tiga tahun yang lalu ketika selera terhadap amal shaleh sudah mulai menurun, saat dosa begitu mudah hinggap didalam diri, ketika ibadah hanya sekedar menggugurkan kewajiban.

Berjalannya diri ini dalam da’wah dan tarbiyah, dalam kesempurnaan amal yaitu ad’u ilallah bil lisan (mengajak kepada Allah dengan lisan), diri ini tidak imbangi dengan tarbiyah dzatiyah (memperbaiki diri sendiri dalam kesendirian)… bagaikan lilin yang menerangi sekitar, tapi ia membakar dirinya sendiri.

Holy Quran 2:44
——————
۞ أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ وَأَنْتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَابَ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban)mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?

Ya Allah ampuni hamba, setelah diri ini menjauh sekian lama dari-Mu, tapi Engkau tetap sabar menunggu kapan hamba-Mu ini kembali😭

Saat Allah berikan teguran. Dari situlah, saya mulai muhasabah seraya memperbaiki diri, tapi masih bingung harus mulai dari mana melangkah. Sampai kemudian dapatlah materi istighfar 3 tahun yang lalu.

Mulailah lantunan istighfar ini, di setiap tempat dan keadaan. Dan subhanallah seiring dengan waktu… Shalat berjamaah di awal waktu adalah makanan amal shaleh yang pertama yang saya mulai… Alhamdulillah istiqomah sampai sekarang.

👇🏽👇🏽👇🏽👇🏽👇🏽👇🏽👇🏽👇🏽👇🏽
Istighfar itu membuat kita berada di titik 0 yaitu titik keseimbangan hidup, mengembalikan ke posisi fitrah.
👆👆👆👆👆👆👆👆👆

Dan saya ingat, januari 2014 mulai tergerak untuk bergabung ke ODOJ… Mulailah saya bisa interaksi dengan quran 1 hari 1 juz dan Alhamdulillah dengan perlahan tapi pasti, saya bisa khatam quran setiap bulan, suatu prestasi luar biasa setelah sekian lama jauh dari Al-Quran.

Pertanyaan kita kenapa harus ikut ODOJ, kenapa harus ikut suatu komunitas atau suatu grup. Ini penting buat yang belum terbiasa melakukan secara rutin… Harus ada komunitas yang saling mengingatkan.

Dan Alhamdulillah januari 2015 genap 1 tahun saya ikut ODOJ…. Seiring dengan istighfar yang sudah rutin membuat hati berangsur angsur sehat, mulai ada keinginan tambahan ingin tahajjud, tapi sekali lagi saya butuh komunitas…. dan bergabunglah saya dalam KUTUB (Komunitas Tahajjud Berantai) bulan januari 2015

Awal tahun 2015, saya ajak istri mutabaah yaumiyah berdua, ternyata dia menyambut dengan baik (manfaat istighfar kita melembutkan hati istri), yaitu komitmen :

– Istighfar setiap hari dimana pun berada
– shalat di awal waktu
– baca quran 2 juz sehari
– duha setiap hari
– tahajjud setiap hari
– dzikir pagi dan petang setiap hari

Perlahan tapi pasti, makanan amal shaleh di atas dengan ijin Allah dapat kami makan dengan baik sampai sekarang. Kenapa saya harus katakan semua kebaikan yang kita lakukan karena atas IJIN dari Allah…. Ya Ikhwah, memang begitulah AlQuran menjelaskan :

ثُمَّ أَوْرَثْنَا الْكِتَابَ الَّذِينَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا ۖ فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِنَفْسِهِ وَمِنْهُمْ مُقْتَصِدٌ وَمِنْهُمْ سَابِقٌ بِالْخَيْرَاتِ بِإِذْنِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيرُ

Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan DENGAN IJIN ALLAH. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar.
(AL-Fatir : 32)

Maka kita harus selalu meminta kepada Allah, agar Allah mengijinkan kita untuk bisa beramal shaleh…. Karena segala sesuatu harus dengan ijinnya. Sehingga ketika kita sudah istiqomah dengan suatu amal shaleh tertentu, kita tidak menjadi riya dan sombong (seperti kesombongan iblis yang menganggap kebaikan yang dimiliki oleh dia adalah semata-mata prestasi dirinya sendiri)…. Karena selalu ingat, tanpa ijin-Nya kita tidak mungkin melakukan kebaikan itu.

Itulah hasil ISTIGHFAR yang saya lakukan, Alhamdulillah sudah menggugurkan dosa dan menyehatkan hati…. Sehingga punya selera yang baik dengan makanan-makanan hati, yaitu AMAL SHALEH….

Lalu bagaimana, dari sisi manfaat ISTIGHFAR yang lain yaitu :
– diberikan jalan keluar
– diberikan rizki dari arah yang tidak disangka

Inilah peristiwa penuh hikmah yang saya alami sendiri, sebagai bukti bahwa ISTIGHFAR itu adalah BEST QUALITY PRODUCT ( produk kualitas terbaik) dimana bukan hanya orang lain saja yang merasakan manfaat istighfar, tapi saya pribadi, langsung merasakan dan mengalami sendiri, dimana pengalaman pribadi ini adalah pengalaman terbaik yang tidak akan pernah terlupakan, karena insyaAllah mempengaruhi kehidupan akhirat kami sekeluarga,

InsyaAllah kita akan bahas besok dengan tema :

🔷 DOSA Menjauhkan yang dekat

🔷 ISTIGHFAR mendekatkan yang jauh
ANALOGI AKAL MANUSIA :

Dulu kita tahu bahwa ATM (Anjungan Tunai Mandiri) berfungsi untuk tarik uang tunai, tapi sekarang kita melihat orang mendesain ATM berfungsi lebih luas dan banyak, di samping bisa tarik uang tunai, transfer uang antar bank, beli pulsa telpon, listrik, bayar hutang, asuransi dan lain-lain.

Itulah cara berfikir manusia, membuat satu mesin yang bisa memberikan banyak solusi dan manfaat dalam satu waktu dan kesempatan.

Sekarang mari kita lihat….
Allah Yang Maha Perkasa menciptakan alama semesta yang begitu luas tanpa batas. Kemudian didalamnya ada bumi yang kita tinggali sekarang. Hari ini kita saksikan ada 6 miliar manusia yang masing-masing manusia mempunyai problematika kehidupan begitu rumit, tentunya butuh solusi integral dan menyeluruh, dimana solusi ini harus mempunyai konsep ” SATU UNTUK SEMUA”.

Maka konsep itu sekarang kita sudah dapatkan, setelah terpendam lama, dimana selama ini kita menganggap konsep ini sesuatu yang biasa.

Dialah “ISTIGHFAR”….
Istighfar bagaikan mesin ATM, yang ketika kita melantunkan kalimat ini dalam waktu yang bersamaan, sistem Allah Yang Maha Sempurna… menyelesaikan semuanya secara tuntas dan tepat sasaran.

Maka janganlah anda ragu sebagai manusia yang cerdas untuk mulailah menggunakan fasilitas Allah ini.

Mudah, Murah dan Tepat Sasaran

Wallahu a’lam bish shawab
————————Mei’15

Salam
Abu Uzhma

Bab 13 — ISTIGHFAR MENDEKATKAN YANG JAUH

DOSA MENJAUHKAN YANG DEKAT….
Dosa menjauhkan yang dekat, artinya seharusnya sesuatu itu adalah rizki kita, tetapi karena dosa maka rizki itu menjauh dari kita. Sebagaimana sabda Rasulullah saw. :

لاَ يَزِيْدُ فِى الْعُمْرِ إِلاَّ الْبِرُّ وَلاَ يَرُدُّ الْقَدَرَ إِلاَّ الدُّعَاءُ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيُحْرَمُ الرِّزْقَ بِالذَّنْبِ يُصِيْبُهُ

“Tidak dapat menambah usia kecuali kebaikan. Tidak bisa menolak ketentuan (takdir) kecuali doa. Sesungguhnya seorang manusia kerap terhalang dari rezeki disebabkan dosa yang dilakukannya.”

Diriwayatkan oleh As-Suyuthi dalam “Jami’ Ash-Shaghir”.Nasai melalui jalur periwayatan (isnad) yang shahih.

Seperti ketika anak pertama sudah dekat ke HAFIDZAH di Pesantren Darul Quran Mulia – Bogor, ternyata karena dosa abinya dia menjauh ( tapi saya yakin insyaAllah mendekat lagi, karena materi istighfar sudah disampaikan semuanya ke UZHMA anak pertama dan dia sudah mulai rutin insyaAllah sehari minimal 1000x )

Begitupun dengan kisah bersejarah yang menentukan kehidupan manusia di bumi. Yaitu kisah pelanggaran nabi Adam dan istrinya. Mereka hanya melakukan satu dosa, sudah cukup melemparkan mereka dari rizki terbaik, yaitu syurga, ke bumi, dan memisahkan mereka bertahun-tahun, untuk kemudian dengan ISTIGHFAR lah mereka bertemu kembali di Jabal Rahmah.

Juga kita masih ingat dengan nabi Yunus, yang meninggalkan kaumnya dalam keadaan marah sebelum datang kata perintah dari Allah, membuat Yunus di masukan ke dalam perut ikan dan setelah ISTIGHFAR, ia diselamatkan Allah dan dikembalikan kepada kaumnya dengan pertemuan yang mengharukan.

Masih banyak kisah lainnya, yang insyaAllah akan di kupas lebih dalam dalam bahasan khusus.

Maka tibalah saatnya saya ingin buktikan pada antum semua bahwa ISTIGHFAR MENDEKATKAN YANG JAUH…. Artinya seakan rizki yang jauh itu bukan milik kita, tetapi dengan ISTIGHFAR… tanpa di sangka rizki yang tadinya jauh mendekat kepada kita.

Inilah kisah saya pribadi, yang membuat saya tidak akan melepaskan amalan istighfar sampai kapanpun, bahkan akan saya sampaikan ke semua orang yang saya sayangi, agar juga merasakan manfaat istighfar dalam kehidupan mereka.

Seiring dengan istighfar yang rutin dilakukan Alhamdulillah anak kedua saya Muhammad Umar Jaisyurrahman ( Jasyurrahman artinya tentara Allah ), mendapatkan rizki juara MTQ murotal tingkat Pemerintah Kecamatan 2 tahun berturut-turut ( 2013 dan 2014 ), bahkan di tahun 2014 dia juara MTQ Murotal tingkat Pemerintah Kabupaten Tangerang.

Tak terasa awal tahun 2015 Umar sudah kelas 6 dan seperti biasa saya carikan pesantren Tahfidz Al-Qur’an, saya daftarkan di 3 pesantren Qur’an :

1, Pesantren Darul Quran Mulia, kalau lulus saya harus bayar uang muka sekian juta dan uang spp 1,2 setiap bulan dengan kalkulasi kalau 6 tahun… Saya harus keluar uang 100 jt

2. Pesantren Bina Madani Bogor, beasiswa 6 tahun SMP dan SMA, kelebihannya 6 tahun gratis, lulus SMP wajib hafal 30 juz, SMA persiapan mendapatkan ijazah sanad dari syech Sudan, sering ada kunjungan syech timur tengah, karena semua fasilitas pesantren yang berdiri di atas tanah 2,5 hektar berasal dari sumbangan timur tengah. Link ke LIPIA dan Universitas Timur Tengah lebih mudah.

3. Pesantren Kafila School International, beasiswa 6 tahun… Kelebihannya 6 tahun gratis, lulus SMA hafal 30 juz, pendidikan umum dan agama seimbang…. Mereka punya motto : “berotak jerman berhati madinah”

Dari ketiga pesantren itu, jelas saya lebih condong ke pesantren kedua, karena itu cita-cita besar saya, ingin mempunyai anak hafal Quran bersanad. Karena manfaat anak yang hafal quran begitu banyak, sebagaimana di jelas dalam berbagai riwayat hadits nabi yang mulia.

Tapi saya tidak tahu, kemana taqdir Allah berlabuh. Saya hanya berbaik sangka kepada Allah, pasti Dia akan memberikan yang terbaik buat hamba-Nya.

Berjalanlah proses tes di ketiga pesantren tersebut, dan tibalah pengumuman akhir dari pesantren Bina Madani Bogor, dari sekian ratus orang peserta seluruh indonesia, tersaring 120 orang untuk ikut tes karantina untuk kemudian dipilih 30 orang terbaik dan dari 120 orang Umar ada di dalamnya….. Ketika hari pengumuman tiba, saya tunggu SMS dari pesantren tidak ada, dan Innalillah pengumuman di website dari 30 orang yang lulus tidak ada nama Umar , dan tidak ada cadangan sama sekali. Sambil membesarkan hati Umar saya bilang, “tenang Mar, Allah pasti kasih yang terbaik buat kamu, nak”.

Tibalah pengumuman kedua, pesantren DQM, Alhamdulillah umar lulus dan langsung saya bayarkan uang daftar ulang semuanya dengan harapan terakhir pesantren KAFILA yang apabila lulus, saya hanya bisa mengambil uang 50% dari DQM kalau mengundurkan diri.

Maka saya ikhlaskan 50% sisanya, sebagai pemancing lulus di KAFILA. Saya ingat dengan konsep sadaqahnya ustadz Yusuf Mansur.

Dari pendaftar pertama di KAFILA 400 orang seluruh indonesia, tersaring 230 untuk kemudian diambil 50 terbaik. Alhamdulillah UMAR lulus dan ada di 50 orang yang akan diikutkan tes karantina untuk kemudian diambil 25 orang terbaik yang berhak menjadi Siswa di KAFILA. Apakah ini rizki saya ? Wallahu a’lam

Dan Subhanallah, di sini Allah perlihatkan kekuasaan-Nya…..

Tiga hari sebelum tes karantina KAFILA, ada telpon 2x misscall dengan nomor 0251… Saya tidak menyangka itu nomor Bogor. Terakhir ada telpon di kantor dan kebetulan Hp ada di saku baju, saya angkat dan ternyata dari panitia PSB Bina Madani….

Ada apa dengan Bina Madani ???

Ternyata mereka mengatakan ada yang mengundurkan diri dan menawarkan UMAR untuk bergabung menggantikan kursi yang kosong.

Saya langsung menerima penawaran itu dan sujud syukur menangis…. Mensyukuri nikmat yang tidak disangka ini.

Pertanyaan kita….
– Siapa yang membuat orang mengundurkan diri dan terbuka kursi kosong ?
– Siapa yang membuat Panitia PSB memilih UMAR diantara 90 orang yang tidak lulus ?

Demi Allah akhi…..
Dialah Allah Tuhan kita !!!

Dialah yang telah mendekatkan yang jauh dengan ISTIGHFAR, Sehingga saya tidak perlu keluar uang 100 jt, dan yang paling mengharukan, lebih cepat dari perkiraan sebelumnya yang saya kira bisa punya anak hafal quran 6 tahun kemudian. Tapi InsyaAllah, Allah dekatkan… 3 tahun kemudian saya punya anak yang Hafal Quran 30 juz.

Apakah anak saya mampu menghafal 30 juz dalam waktu 3 tahun. Saya yakin…. Dengan ijin Allah, InsyaAllah bisa. Karena di samping Orangtuanya bantu dengan istighfar, saya sudah ajarkan materi Istighfar ke UMAR…. dan dia anak yang cerdas, Alhamdulillah langsung faham dan mulai rutin istighfar setiap hari.

Dan ada keinginan tambahan setelah istighfar rutin ini, adalah kami (saya dan istri) ingin dan akan merintis kembali menghafal AlQur’an. Agar dapat memberikan safaat kepada orangtua kami. Semoga Allah memudahkan jalan tersebut bagi kita semua. Amin.

Bagaimana dengan KAFILA, Alhamdulillah Umar tidak lulus menuju ke 25 terbaik, sehingga saya dan umar tidak perlu pusing lagi istikharah…. Karena Allah sudah pilihkan yang terbaik untuk saya dan Umar.

Itulah kisah terbaik dalam hidup saya yang tidak akan saya lupakan selamanya. Semoga dengan cerita di atas memotivasi teman-teman untuk secepatnya memulai ISTIGHFAR….

Karena ketahuilah ya ikhwah, antara AJAL dan TAUBAT itu kejar kejaran, mana duluan… Ajal dulu baru taubat atau taubat dulu baru ajal. Kita berpacu dengan waktu ! Sedangkan orang yang senantiasa rutin setiap hari melantunkan istighfar di setiap waktu dan kesempatan adalah ciri orang yang bertaubat sebelum ajal, insyaAllah.

Saya sangat berharap, antum semua mulai mencoba amalan ISTIGHFAR ini, silahkan dirasakan manfaatnya.

Dan Mohon maaf apabila ada kata yang salah, bukan maksud diri ini mengggurui, tapi semata-mata saya cinta kepada antum semua karena Allah.

Untuk bahasan Materi Istighfar ini, sementara saya cukupkan sampai bab 13, insyaAllah jika Allah mengijinkan, kita akan lanjutkan dengan manfaat istighfar yang lain, yang lebih dahsyat dan luar biasa…. Untuk kemudian kita tidak akan meninggalkan amalan ini sampai ajal menjemput.

Wallahu a’lam bish shawab
————————Mei’15

Semoga bermanfaat

Abu Uzhma

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s