bye bye for a while, one day i’ll be there

Dua daerah berlalu di depan mata. Dua daerah yang awalnya akan dikunjungi. Batal. Kuasa Allah semuanya.
Sekalian dibahas aja disini kotanya deh. Dua daerah itu adalah Provinsi Bangka Belitung dan kota di Padang yaitu Sawahlunto.

Sekitar bulan Januari awal, diajak teman untuk wisata Laskar Pelangi di Kepulauan Bangka Belitung atau sering disingkat dengan Babel. Provinsi ini menjadi dikenal oleh masyarakat Indonesia bahkan dunia semenjak film Laskar Pelangi. Provinsi ini ternyata baru terbentuk pada tahun 2000. jadi umurnya masih muda ya. 12 tahun. Kalo orang, masih remaja, masa puber. Sebelumnya, saya pernah sekilas denger provinsi ini. Tapi dengernya tentang Pertambangan, karna dulu ada sayembara Ecopark Bangka Belitung ex-Tambang. Nah, ternyata setelah terkenal, keindahan pantainya menjadi daya tarik utama provinsi ini. Indonesia yang memiliki lebih dari 16.667 pulau, ternyata sebagian ada di sini. Kepulauan Bangka Belitung ini terdiri dari 470 pulau. Dari jumlah itu, sekitar 50 pulau saja yang berpenghuni. Banyaknya pulau-pulau ini, menjadikan provinsi Babel sebuah destinasi wisata pantai yang sangaat menarik. (pengen sodara-sodara!!, yang udah pernah, pasti senyum-senyum, dan berpendapat hal yang sama kan?)

Back to my story, saya ga jadi berkunjung ke sana karena mahal bow, kesananya. Paket tour yang ga backpacking, maklumlah pekerjaan masih part time. Dan memang belum ada kesempatan yang pas karena awal Januari itu, masih ada tugas studio yang menjadi PR besar liburan Natal dan Tahun Baru (liburan tidak tenang). Pergantian semester pun hanya bersisa 2 minggu, yang dipake buat bantu dosen. Walaupun sebenarnya beberapa bulan kemudian ada kesempatan lagi, tapi tetep aja belum jodoh untuk berkunjung saat-saat ini.

Daerah kedua adalah Sawahlunto. Belum lama ini ditawari program joint studio ke Sawahlunto. Awalnya kurang berminat. Tapi ternyata setelah ikut penjelasan, nampaknya program ini sangat menarik. Waktu dan kesempatan ada, tapi sayang udah kepalang bikin janji yang lain. So, batal-lah lagi ke luar pulau Jawa ini.

Yang menarik dari Sawahlunto, kota ini merupakan salah satu kota tua terbaik di Indonesia yang katanya akan menjadi World Heritage karena sejarah pertambangan batu baranya yang pertama di Indonesia. Joint studio yang diadakan itu, sebagai studi awal sebelum nantinya diteliti lebih lanjut untuk menjadi salah satu World Heritage. Kota ini sempat hampir mati, karena pertambangannya yang dihentikan. Saat ini masih ada sedikit saja pertambangan yang berjalan. Kota ini disebut juga dengan Kota Wisata Tambang yang Berbudaya.

Yah, kalo kata dosen gaul di studio, belum jodoh brati jodohnya sama kerjaannya. Semoga dikasih yang lebih baik.
Oke, next time, harus terealisasi.

Mengutip statusnya teman:

‘Hijrah itu emang luar biasa. Dalam perjalanan berhijrah, manusia akan melihat dan merasakan lingkungan yang dirasa asing olehnya. Nah rasa asing itu yang akan membangkitkan rasa penasaran dan melatih kepekaan terhadap sekitar — disanalah hakikatnya ilmu itu.’ by Robbi Zidna

Mari jalan-jalan😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s