Jelas sekali saya ingat hutan-hutan, yang di sana berhiaskan hijau abadi, beribu bunga yang harumnya tak pernah pudar

Telinga batin saya mendengar desir angin laut menerpa rumpun pisang dan pucuk-pucuk nyiur

Saya rasakan gemuruh air terjun tercurah dari ketinggian di jantung negeri itu, seakan-akan saya sedang menghirup udara pagi yang sejuk

Seakan-akan saya sedang berjalan-jalan di depan rumah-rumah orang Jawa, ketika kesunyian berat masih menghuni hutan-hutan primer sekeliling saya

Tinggi di udara di atas saya sekelompok kalong mengepakkan sayap terbang pulang ke tempat kediaman siang hari mereka

Perlahan-lahan kehidupan dan gerak mulai terjaga dalam kanopi hutan

Burung merak berteriak nyaring, kera melanjutkan permainan mereka yang penuh gerak dan mengawali gema pegunungan dengan seruan pagi mereka, beribu burung mulai berkicau

Dan bahkan sebelum matahari mewarnai ufuk timur, puncak gunung yang megah nun jauh di sana telah berpendar dalam warna keemasan dan nila, dari ketinggiannya bagaikan menatap saya seperti seorang kawan lama

Rasa rindu saya menggumpal dan dengan penuh damba saya nantikan datangnya hari saat saya dapat kembali berkata:

“Salam bagimu, wahai gunung-gunung!!”

Ditulis oleh Junghuhn di Leiden pada tahun 1851.

Dikutip dari buku Flora Pegunungan Jawa-nya Steenis

Baca bagian pendahuluan dan sejarah dalam buku ini jadi ingin juga seperti para ilmuwan-ilmuwan biologi, botanis, menjelajah hutan, melihat keragaman flora fauna. Mereka hidup mengabdikan diri untuk keilmuan. Jalan-jalan, naik gunung. Kebetulan kuliah yang di dapat hari ini tentang isu Global Warming. Yah, isu yang sudah sangat sering didengar, tapi mungkin seringkali kita tidak pikir panjang tentang hal ini. Betapa bumi sedang bergejolak, karena ulah manusia, including me, me and me!! bahkan dari hal kecil sehari-hari yang membuat bumi semakin rusak.

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (Ar Ruum ayat 41)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s