TEKNOLOGI BANGUNAN TROPIS DI PASAR JOHAR

Daripada tersimpan rapi di dalam file-file tugas kuliah, sedikit saya share tentang Pasar Johar Semarang. Belum pernah kesana sih. Suatu saat insyaAllah, semoga diberi kesempatan.

TEKNOLOGI BANGUNAN TROPIS DI PASAR JOHAR

  Pasar Johar merupakan salah satu peninggalan arsitek Belanda yang menerapkan teknologi bangunan di negara tropis. Desain yang dilakukan oleh Ir. Thomas Karsten memiliki banyak pertimbangan seperti pencahayaan, sirkulasi udara, kemudahan berkomunikasi, pemecahan bentang lebar, &dan sebagainya. Pasar Johar dapat dijadikan contoh desain pasar dengan analisis kondisi nature dan spatial yang sangat dipertimbangkan.

I.                   Pendahuluan

Pasar Johar Semarang

Sumber: http://multiply.com/mu/kalipaksi/image/26/photos/122/500×500/1/DSC-1787.JPG?et=MUb8mBX4hlVt6OYhMGc%2CNQ&nmid=62161764

Pasar merupakan salah satu dari berbagai sistem, institusi, prosedur, hubungan sosial, dan infrastruktur dimana menjual usaha barang, jasa, dan tenaga kerja untuk orang-orang dengan imbalan uang. Di Indonesia, umumnya pasar tradisional berkesan kumuh, becek, dan tidak teratur. Namun berbeda dengan Pasar Johar yang berlokasi di kota Semarang sejak tahun 1931 dan selesai didirikan tahun 1939. Pasar ini didesain oleh Ir. Thomas Karsten, seorang arsitek dan seorang perencana wilayah permukiman dari Hindia Belanda. Desain pasar &Johar ini memunculkan ide pembangunan dengan konstruksi cendawan serta pertimbangan iklim tropis di Indonesia. Sejak itu, Pasar Johar menjadi terkenal dan pernah menjadi pasar terbesar dan tercantik di Asia Tenggara.

II.                Pasar Johar sebagai denyut perekonomian kota Semarang

Kota Semarang merupakan salah satu kota besar di Pulau Jawa yang ditetapkan sebagai Pusat Kegiatan Ekonomi Khusus Indonesia (KEKI). Perkembangan kotanya tidak lepas dari sejarah yang terbaca dari bangunan-bangunan lama seperti Pasar Johar yang merupakan pusat kegiatan ekonomi pada masanya.

Sejarah pasar Johar dimulai sejak satu abad lalu yaitu &sekitar tahun 1860. Saat itu, terdapat pasar yang menempati bagian timur alun-alun kota Semarang, dipagari oleh deretan pohon Johar di tepi jalan. Dari sinilah nama pasar johar lahir. Lokasi pasar ini disebelah barat pasar Semarang yang disebut seagai Pasar Pedamaran, dan berdekatan pula dengan penjara sehingga menjadi tempat menanti orang yang menengok kerabat dan kenalan yang dipenjara.

Pasar Johar menjadi semakin ramai dan memerlukan perluasan ruang. Setelah melalui proses pengkajian, akhirnya diadakan perluasan Pasar Johar dengan menebang pohon joha&r dan membangun los baru. Sampai dengan saat pasar ini masih dimiliki oleh pertikelir (swasta). Pada tahun 1931 itu gedung penjara tua yang terletak didekat pasar johar dibongkar sehubungan dengan rencana pemerintah kota untuk mendirikan Pasar Central modern.

Pasar Johar yang direncanakan semenjak awal tahun 1930 merupakan penggabungan dari pasar-pasar yang telah ada di kawasan Pusat Pemerintahan Kanjengan Semarang. &Pembangunannya dilaksanakan dengan bertahap, intinya adalah menyatukan lima pasar di sana menjadi satu labirin. Pasar yang bersatu yaitu Pasar Johar, Pasar Pedamaran, Pasar Benteng, Pasar Jurnatan, dan Pasar Pekojan. Lahan yang diambil termasuk bekas rumah penjara, beberapa toko yang menyelip di antara kawasan, sebagian halaman Kanjengan, dan &sebagian alun-alun. Tujuannya untuk menjadi pasar sentral pada masanya, yang akhirnya berkembang menjadi pusat perdagangan dalam skala lokal maupun regional.

III.             Desain dan Teknologi Pasar Johar

Pasar Johar didesain dan didirikan selama kurang& lebih 9 tahun. Pasar yang dijadikan satu labirin ini memiliki sejumlah 240 buah dasaran (tahun 1860), suatu jumlah yang cukup besar untuk ukuran waktu itu. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi perkembangannya.

Bangunan di masa penjajahan Belanda ini ini ter&diri dari dua lantai. Barang-barang yang dijual di Pasar Johar diantaranya adalah baju, buah-buahan, peralatan rumah tangga, tas, sepatu, piala dan tropi, aneka kacamata, jam tangan, batu akik, aksesoris, dan beberapa kios makanan. Saat ini, kondisi koridor-koridornya semakin sempit karena kanan kirinya kini juga ditempati penjual-penjual yang tidak berkios p&ermanen, seperti penjual jam tangan, reparasi elektronik, dan berbagai penjaja makanan. Lantai dasar dan lantai dua dihubungkan dengan tangga-tangga kecil.

Pasar Johar berorientasi ke arah timur dengan fasad tunggal. Terdiri dari empat blok bangunan yang disatukan oleh gang selebar 8 meter. Tahun 1955, Pasar Johar dip&erluas dengan menambah lantai secara vertikal (satu lantai) namun hanya pada bagian tepi, sedangkan bagian tengah berupa void.

 

Skema Layer Pasar Johar

 Sisi melintang bangunan terdiri dari enam b&uah trafe, dan sisi membujur memiliki empat buah trafe. Pondasi dari batu, struktur dari beton bertulang, dengan sistem cendawan pada kolom-kolom. Kolom memiliki modul 6 meter dengan penampang berupa persegi delapan. Kolom seperti ini dinamakan kontruksi jamur (mushroom).

 

Kolom cendawan Pasar Johar

Sumber: http://farm3.staticflickr.com/2212/2435163253_9a7f69fe43_b.jpg

Atap pasar ini merupakan atap datar bermaterial dari beton. Pada bagian tertentu dari atap, diadakan peninggian sebagai lubang udara. Bangunan ini memenuhi tap&ak yang tersedia, sehingga tidak terdapat halaman ataupun ruang terbuka. Hal ini sesuai dengan prinsip Thomas Karsten yaitu efisien ruang.

Atap Pasar Johar

Sumber: http://seputarsemarang.com/images/2011/05/atap_pasar_johar.jpg

Model bangunan atap cendawan ini terny&ata juga diadopsi arsitek Amerika, Frank Lloyd Wright yang membangun di Wisconsin, Amerika Serikat.

Gedung Johnson Wax, Amerika Serikat

Sumber: http://www.greatbuildings.com/gbc/images/cid_johnson_wax_aj1507.jpg

IV.             Teknologi Pasar Johar

Thomas Karsten dikenal dengan konsep lokalitasnya. Pada zamannya, Karsten banyak mengkritik arsitek Belanda lainnya yang sebagian besar memiliki konsep ‘Menaruh Eropa di Jawa’. Baginya Jawa adalah Jawa, bukan Belanda. Sehingga, karya-karya Thomas Karsten selalu memiliki ciri khas bangunan di iklim tropis.

Begitu juga dengan Pasar Johar, karakter bangunan tropis muncul di sini. Berikut ini teknologi yang diterapkan di bangunan tropis yaitu Pasar Johar oleh Karsten.

  1. Konstruksi atap cendawan denga&n langit-langit tinggi yang diterapkan, dapat mebuat suasana di dalam Pasar Johar Semarang masih terasa segar. Langit-langit tinggi menjamin sirkulasi udara yang tetap nyaman, sehingga tidak memerlukan penggunaan listrik berlebih untuk kipas angin ataupun Air Conditioner (AC).

Langit-langit Pasar Johar

Sumber: http://multiply.com/mu/andiarsi/image/8/photos/4/500×500/6/aadc-4731.jpg?e&t=zIESgny5Xu8vdo1mzguDBQ&nmid=43331283

  1. Gang selebar 8 meter yang membagi pasar menjadi 4 blok, dijadikan sebagai area yang memanfaatkan penerangan alami dari sinar matahari agar masuk ke dalam pasar. Sehingga, tidak membutuhkan banyak lampu pada siang hari. Pemanfaatan penerangan alami merupakan ciri khas negara beriklim tropis, hendaknya dapat diterapkan di tempat lain.
  2. Konstruksi Pasar Johar yang luas dilakukan dengan struktur bentang lebar dan beton bertulang berbentuk cendawan. Hal tersebut berhadil menciptakan bangunan yang bersahabat dengan iklim tropis. Cahaya matahari yang bersinar setiap bulan dan tahun, serta k&elembaban tinggi, dapat diatasi dengan desain bangunan yang tinggi serta banyak ventilasi. Seperti di Pasar Johar yang sifatnya terbuka, sehingga sirkulasi udara baik.Pada saat dibangunnya pasar Johar, belum ada tukang yang menguasai membangun dengan beton, Namun, berkat pengarahan Karsten, teknik konstruksi yang terhitung sangat modern pada masa itu dapat diselesaikan dengan sukses.

Cahaya matahari masuk melalui celah atap cendawan

Sumber: http://www.flickr.com/photos/thesamperuru/6240422647/sizes/l/in/photostream/

  1. Pondasi dan pelapis lantainya menggunakan batu andesit yang terkenal kokoh menahan beban. Pemikiran lebih jauh Karsten saat itu adalah batu andesit mudah dibersihkan sehingga cocok dengan kondisi pasar tradisional yang mudah kotor.
  2. Karsten membangun ruang kosong (void) pada bagian tengah pasar sehingga antara lantai satu dan dua pasar tersebut terkesan berhubungan. Ruang yang terbuka lebar itu juga dimaksudkan untuk menampung para pedagang musiman yang biasanya membludak di &saat ada pesta rakyat seperti Grebeg, Sekaten, dan acara menjelang Ramadan, Dugderan. Konsep void ini juga sangat mendukung sirkulasi udara yang baik. Selain itu, berfungsi untuk memudahkan berkomunikasi antar penjual maupun antar pembeli dan penjual. Jadi, di pasar ini bukan sekadar bertransaksi, maka banyak orang punya ikatan emosional dengan Pasar Johar. Sejatinya sebuah pasar merupakan tempat berkumpulnya kegiatan sosial dan budaya masyarakat setempat.

Pasar Johar sampai pada 30 tahun pertama beroperasinya merupakan bangunan pasar yang tidak hanya indah dilihat, tetapi juga berkinerja baik. Saking terkenalnya, Pasar Johar menjadi pusat perdagangan di Nusantara, bahkan Asia.

V.                Kesimpulan

Pasar Johar merupakan salah satu bangunan peninggalan Belanda yang patut dijaga kelestariannya karena teknologi yang diterapkan sangat tepat untuk bangunan di negara tropis seperti Indonesia. Pasar Johar juga dapat dijadikan contoh desain pasar dengan analisis kondisi nature dan spatial yang sangat dipertimbangkan. Teknologi yang ada dapat dijadikan bagi arsitek-arsitek masa kini untuk mengembangkan penemuan teknologi baru yang lebih efisien.

 

Sumber-sumber:

http://www.mesias.8k.com/pasarjohar.htm diakses 12 Maret 2012

http://onlysenja.wordpress.com/2008/04/23/tentang-pasar-johar/  12 Maret 2012

http://eprints.undip.ac.id/1526/1/Pasar_Johar.pdf 12 Maret 2012

http://www.trackpacking.com/destinations/pasar-johar-semarang diakses 20 Maret 2012

xa.yimg.com/kq/groups/23414942/208453148/name/TOR diakses 20 maret 2012

http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2007/06/18/SEL/mbm.20070618.SEL124248.id.html diakses 20 Maret 2012

One thought on “TEKNOLOGI BANGUNAN TROPIS DI PASAR JOHAR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s