Matinya Arsitektur Tradisional Indonesia 11.11.11

Simposium MATI 111111, diadakan di Universitas Tarumanegara Jakarta, tepat pada tanggal 11 November 2011.

Dari acara simposium ini, terdapat 22 orang arsitek akademisi dan profesional sebagai pembicara. Semuanya memberikan pandangan mengenai Matinya Arsitektur Tradisional Indonesia dengan cara presentasi yang berbeda-beda dalam time limit. Beragam jenis presentasi ditampilkan mulai dari formal sampai informal, dari serius sampai jenaka.

Disampaikan bahwa Arsitektur tradisional haruslah memperhatikan atau mempertimbangkan budaya, bagaimana budaya masyarakat setempat berkehidupan sosial. Budaya merupakan ruh dari arsitektur tradisional. Budaya merupakan semangat yang akan menjaga arsitektur tradisional tetap ada.

Bangunan yang hanya memiliki unsur tradisional setempat misalnya atap bagonjong atau joglo, ukiran, dan sebagainya, tidak akan memiliki makna mendalam jika tidak disertai dengan budaya atau semangat berkehidupannya.

Salah seorang teman mengatakan, pasar tradisional akan tetap menjadi ‘pasar tradisional’ karena budayanya. Jika seorang mahasiswa ataupun praktisi merapikan desain dari sebuah pasar tradisional, maka hendaknya memperhatikan budaya ber’pasar’ di pasar tradisional. Bukan hanya merapikan tempat, tapi menata, mengatur, agar budaya pasar tidak hilang.

Diungkapkan pula dalam simposium tersebut, Arsitektur di Indonesia tidak mati, hanya sedang vakum, perlu ada semangat-semangat baru untuk membangun kembali arsitektur tradisional.

Pada akhirnya, kesimpulan simposium tersebut yang disampaikan oleh konseptor dari simposium ini adalah

“Inilah pandangan kami mengenai ‘matinya arsitektur tradisional Indonesia’, bukan untuk mencari kata sepakat di simposium ini. Bagi para arsitek muda silahkan berpendapat masing-masing apakah anda setuju atau tidak. Toh anda yang juga akan menjadi penentu arsitektur tradisional di masa depan. Karena siapa tahu andalah yang akan duduk seperti kami di sini dengan pandangan-pandangan baru mengenai arsitektur tradisional.”

Mari menjaganya bersama-sama🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s