Dunia ini ibarat minum kopi

Bagi anda pecinta kopi, maaf kalo ada pendapat saya yang salah ya. Dari kecil saya sudah mengenal kopi. Tapi hanya mengenal dan bukan untuk mengkonsumsi setiap hari, sehari 2 kali atau sehari 3 kali, dan seterusnya. Kopi ternyata memang enak, baik dihidangkan panas maupun dingin, atau bahkan, dulu waktu kecil saya lebih sering makan susu bubuk langsung suap, sambil di’mut’, bubur bayi seperti pro*mina dan juga kopi hitam dikasih sedikit gula, dan langsung dimakan. Hmm enaak..

Hari ini saya sedang dalam perjalanan menuju kota hujan, kota seribu (atau malah sejuta) angkot. Yes, we know it, Bogor. Menggunakan jasa travel door to door biar ga ribet bawa banyak barang. Rest area km 62, tempat sang travel cek point, saya melihat kedai kopi merek terkenal. Entah kenapa tiba-tiba saya ingin beli kopi, supaya agak seger penglihatan saya yang sedari tadi mengantuk. Ice coffee chococino blended seharga 10.500 rupiah disajikan dalam segelas plastik ber’cap’ merek terkenal itu. Masuk mobil, langsung saya minum dan yaaah tidak sampai 5 menit kopi langsung habis menggenang dalam perut saya. Rasanya enak nikmat, mata juga seger langsung. Alhamdulillah. Tapi segelas yang langsung habis itu tidak cukup memenuhi nafsu lidah saya akan kopi. Ingin lagi, ya ingin lagi.. Tapi nafsu perut saya sudah tidak ingin menerima minuman itu. Sama saja seperti dirumah, kalau ibu saya bikin kopi, saya minta kopi yang sudah diseruputnya. Rasanya mau lagi dan mau lagi. Tapi kembali perut sudah tidak mau menerima kehadirannya.

Menurut saya dunia ini juga seperti itu, nikmatnya cuma sebentar walupun ingin lagi dan lagi. Terlebih tentang hal-hal yang sifatnya menghibur, menyenangkan, membuat nikmat. Ternyata itu cuma nafsu belaka. Perlu kita tanya sang hati, apakah dia mau menerima itu semua? Yang nikmatnya hanya sebentar-sebentar? Hehe tidak bisa saya pungkiri that we need it. Ya secukupnya saja. Lebih baik kita bersama-sama mengejar nikmat kekal di surga-Nya nanti. Amin

Wallahualam

4 thoughts on “Dunia ini ibarat minum kopi

  1. saya kerja ph,,
    waah, kalo perut ga nolak, gatau juga,, tapi kan sedikit2 lama2 menjadi bukit.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s