Islamic Architecture = Arsitektur Islami.
merupakan sebuah ilmu yang mempelajari Arsitektur secara Islami. Seperti apakah Islami itu? Tentunya yang sesuai Syari’ah, yang tidak bertentangan dengan ajaran agama Islam yaitu Al’Qur’an dan Hadits. Sungguh merupakan suatu ilmu yang menarik untuk disimak. Tapi sesungguhnya dalam Islam sendiri tidak ada pengetahuan khusus mengenai arsitektur. Ini merupakan perkembangan zaman dan ilmu pengetahuan yang semakin comprehensif dan aplikatif. Semua dihubungkan dengan hal lainnya, sehingga menjadi suatu hal yang objektif.
Falling Water karya Frank Lloyd Wright, dapat disebut sebagai arsitektur Islami, karena dia menerapkan nilai-nilai Islam seperti tidak boros, tidak banyak merusak alam, menggunakan material lokal, dan blend with nature.
Islam yang tentunya rahmatan lil ‘alamin, sebenarnya menjadi acuan dalam berarsitektur. Bagaimana dapat menjaga, menghormati, memperhatikan lingkungannya.

Dalam rumah tinggal, arsitektur Islam sangat digunakan, dan jelas sekali aturannya. Misalnya, kamar orang tua/pasangan suami-istri adalah kamar yang paling penting, dan harus tertutup. Sekalipun anak, harus minta izin untuk masuk, tidak boleh sembarangan masuk-keluar kamar orangtua. Namun, itupun tergantung kondisi rumahnya juga. Jika rumahnya besar, memungkinkan untuk dilakukan hal itu, sedangkan jika rumahnya kecil, maka dibatasi pada jam-jam tertentu anak-anak tidak diperbolehkan masuk.

Kamar anak laki-laki dan perempuan pun harus dipisah. Maka minimalnya rumah keluarga muslim terdapat 3 kamar, orangtua, anak laki-laki dan perempuan. Kamarmandi dan WC sebaiknya dipisah, tidak berada dalam satu ruangan, karena rawan terkena najis.

Sekian tentang Islamic architecture, tulisan ini didapat dari kuliah Arsitektur Islam.

Advertisements