Pertimbangan Perancangan Masjid

Masjid merupakan tempat ibadah umat Islam. Namun, masjid juga dapat berfungsi lain. Seperti halnya masjid PUSDAI Bandung, yang memiliki kepanjangan Pusat Dakwah Islam, masjid juga merupakan tempat atau sarana untuk berdakwah juga. Apa itu dakwah?

Sesungguhnya Allah swt telah berfirman pada surat An-Nahl ayat 125 yang artinya: “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik…”, pada surat Ali Imran ayat 110 yang artinya: “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah…” dan pada surat Al-Baqarah ayat 257 yang artinya: “Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman)…”. Tiga ayat tersebut menunjukkan kepada kita bahwa: Orang-orang yang beriman sebagai umat yang terbaik memiliki kewajiban untuk berdakwah, menyeru manusia kepada jalan Allah swt dengan cara yang terbaik, menyuruh kepada yang baik, mencegah dari yang munkar sehingga manusia menjadi beriman dan Allah berkenan mengeluarkan mereka dari kegelapan Jahiliyah kepada cahaya islam.

Dakwah dapat bermacam-macam caranya. Misalnya mengajak kapada perbuatan baik, mencegah hal-hal buruk, bersama-sama belajar tentang jalan yang benar kepada Allah, dan sebagainya. Metoda berdakwah pun bisa berbagai macam. Hal yang paling terlihat dan sudah banyak dilakukan adalah mentoring, yaitu mempelajari ajaran Islam dan seluruh aspek kehidupannya secara bersama-sama dengan membentuk lingkaran-lingkaran dan terdapat seorang mentor atau guru yang mengarahkannya. Selain itu, hal lain yang berhubungan dengan dakwah misalnya berpendapat dalam sebuat rapat umum, untuk mengingatkan waktunya berbuka puasa, adzan (untuk berhenti sejenak), waktu istirahat shalat, atau mengingatkan dalam hal kandungan rapat (memperbaiki akhlak antar sesama atau etika, menegur kesalahan arah pembicaraan, menyimpang dari ajaran agama, memperingatkan untuk selalu ingat kepada Allah swt). Atau hal-hal mudah dalam berdakwah diantaranya senyum (sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap sesama, agar merepresentasikan umat muslim yang sesungguhnya yaitu ramah dan santun), berpakaian rapih dan wangi bagi laki-laki (agar merepresentasikan umat muslim yang sebenarnya yaitu menyukai kebersihan, kerapihan, keselarasan, dan keindahan), menjaga tutur kata, dan masih banyak hal lainnya lagi yang menyangkut hal-hal dalam berdakwah.

Kegiatan yang biasanya dilakukan di masjid selain ibadah shalat, bisa kita lihat dari contoh-contoh masjid yang ada di Bandung.

Masjid Daarut Tauhiid

Dahulu sebelum ketenaran Aa Gym menurun, kompleks masjid yang berada di Gegerkalong Girang ini, menjadai pusat perhatian. Dalam setiap weekend, pengunjungnya mencapai ribuan, dari berbagai penjuru tanah air. Pengunjung itu dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu tamu wisata rohani dan santriwan-santriwati. Tamu wisata rohani ini biasanya tinggal beberapa waktu di cottage Daarul Hajj (bener ga ya namanya), MQ Guest House, atau tempat tinggal yang memang disiapkan untuk kedatangan tamu. Tamu-tamu itu datang tanpa mengenal waktu, karena masjid dan lingkungannya ini hidup 24 jam. Bahkan dulu pernah ada yang datang pada jam 2 dini hari. Untuk santriwan-santriwati pun ada beberapa kategori, yaitu santri mukim (santri yang benar-benar tinggal di area atau lingkungan masjid selama beberapa bulan), dan Santri Siap Guna (santri yang datang pada saat weekend saja, sabtu-ahad). Untuk santri mukim, mereka sudah disediakan tempat tinggal khusus, tetapi untuk santri siap guna, mereka biasanya bermalam di masjid atau di aula masjid. Jika ada tamu tiba-tiba datang pada malam hari atau dini hari, dan kekurangn tempat untuk bermalam bagi tamu-tamu, biasanya santri-santri yang dikorbankan untuk berpindah tempat ke selasar minimarket, dan atau tempat lainnya. Atau terpaksa bangun untuk berwudhu karena sudah akan masuk waktu shalat Tahajud, daripada mengantri bersama ribuan orang. Selama 3-4 hari kejadian seperti ini terus berulang pada saat weekend. Hal-hal seperti ini, yang menyebabkan semakin berkembangnya Masjid Daarut Tauhiid. Untuk masjidnya sendiri, perkembangannya tidak direncanakan sehingga kondisi masjid kurang baik dari segi penghawaan, sirkulasi, maupun utilitas.

Masjid Salman ITB

Tentunya bagi mahasiswa muslim ITB sudah sangat mengenal masjid ini. Dari mulai bentuk dan teknologi atap yang baru dan berbeda, ketenangan material yang berbicara, kesejukkan udara yang menghembus, dan sebagainya. Kegiatan yang ada di Masjid Salman selain ibadah adalah adanya kegiatan-seperti mentoring, rapat, tutorial, belajar Al-Qur’an, belajar Menghafal Al Qur’an, atau sekedar bersantai menunggu kuliah, dan menunggu jam pulang. Masjid salman ini dirancang dengan mempertimbangkan aspek syariat, dan bagaimana seharusnya mahasiswa berkegiatan.

Perancangan Masjid

Kembali pada perancangan masjid. Seringkali perancangan masjid (yang saya kunjungi) kurang sesuai dengan syariat Islam. Misalnya adanya kolom di tengah-tengah masjid, yang menyebabkan shaf shalat pun menjadi tidak rapat. Hal ini juga didukung dengan dipasangnya sajadah modular sehingga shaf tidak rapat, padahal tidak semua orang membutuhkan space sebesar itu. Mungkin bagi anak kecil cukup selebar bahunya (bahu anak tersebut) dan contoh lain bagi orang dewasa dengan berbagai ukuran lebar bahu. Selain itu, pemasangan sajadah modular itu, bagi beberapa orang akan membuat tidak khusyuknya shalat, karena terdapat gambar-gambar yang beragam dan berwarna-warni sehingga tidak bisa fokus kepada Allah swt.

Tempat wudhu, juga menjadi permasalahan. Antara laki-laki dan perempuan haruslah dibedakan. Teutama untuk perempuan, sebaiknya terdapat area basah (area wudhu) dan area kering (area mengeringkan kaki dan untuk mengenakan kembali penutup aurat).

Seperti Masjid Daarut Tauhiid, yang mempunyai kebiasaan untuk merapikan alas kaki masing-masing, pada selasar masjid perlu disediakan tempat untuk merapikan alas kaki, bagaimana supaya orang-orang mau melakukannya.

Tempat peminjaman alat sholat seperti mukena, juga perlu disediakan untuk mengantisipasi orang yang tiadk memiliki atau tidak membawa alat shalat. Tetapi cara penyimpanannya pun harus diperhatikan. Bagaimana caranya agar orang mau merapikan kembali alat shalat yang telah dipakainya. Mungkin salah satu aranya ialah menggantungkan mukena dengan gantungan baju di dalam sebuah lemari. Jika seseorang meminjam, ia harus membawa serta gantungan bajunya, agar dia mengembalikan dalam kondisi tergantung.

Jika masjid penuh, hal yang menjadi masalah adalah penghawaan udara. Perlu siasat tersendiri bagaimana mengalirkan udara agar tidak terasa panas di dalam ruangan masjid. Apakah dengan menggunakan batu karawang, atau tidak diberi dinding, dan cara-cara lainnya yang bisa kreatif bagi setiap orang.

Kemegahan sebuah masjid, haruslah berbicara lewat desain. Bukan pada mahalnya, beragam materialnya, berwarna-warninya, ukir-ukirannya masjid itu. Bagaimana ia memiliki cerita yang banyak mengenai persepsi sebuah masjid, penataan ruang dalam dan ruang luar, dan lain sebagainya.

Fungsi Masjid seperti halnya Masjid Salman, juga diperuntukkan untuk dakwah dalam bidang pendidikan. Adanya kantor-kantor sekretariat sekolah (sekolah Al Qur’an, sekolah liburan bagi anak TK, SD, SMP dan SMA), ruang unit penelitian, ruang unit sinematografi, ruang kelas yang digunakan untuk kajian yang juga disewakan dan sebagainya.

Di area Masjid Daarut Tauhiid, juga terdapat unit kependidikan, unit kepedulian (pengelolaan anak-anak jalanan), minimarket, koperasi, bank syariah, cafe, muslimah center, MQ TV, MQ Radio, MQ Publishing, penginapan, toko buku, toko souvenir dan sebagainya.

Semoga dapat menjadi bahan pertimbangan untuk perancangan masjid kedepannya. Mohon saran kritik dan pendapatnya.

02 November 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s