0

Bagaimana Ibu Mengatur Emosi dalam Mengasuh Anak (bagian 1)

header posting.jpg

#dayx #odopfor99days #odopsemester2

Tugas ibu yang demikian banyak tiada tara, menuntut kesabaran yang juga tak berbatas. Ada saja hal-hal yang tidak bisa ibu ‘selesaikan’ dalam mendidik anaknya. Tentu tidak ada yang sempurna. Proses belajar menjadi ibu yang profesional dan sholehah, harus senantiasa dipupuk agar selalu ingat, ingat, dan ingat, serta dapat menerapkannya dalam kehidupan.

Begitu banyak kiblat pengasuhan anak (parenting) saat ini. Tapi kiblat itu janganlah menjadi kiblat utama. Tetaplah cari dan belajar berbagai materi pengasuhan anak dari berbagai sumber, yang sesuai tuntunan Al-Quran dan Sunnah, agar senantiasa berada di jalan yang benar. Karena kita sebagai ibu perlu banyak ilmu untuk jadi tameng dalam menjalani kehidupan yang semakin banyak tantangannya. Eits, para ayah, jangan tinggalkan sang istri berjuang sendiri ya. Ayo kerjasama. Supaya anak-anak kita menjadi sholeh-sholehah, bisa mendoakan kita saat kita sudah tidak di dunia lagi, dan menjadi amal jariah buat kita (tabungan akhirat kita yang sangat mahal harganya).

Berbekal dari keterbatasan saya dalam mengasuh anak, saya mencoba berbagi beberapa tanya jawab dengan beberapa orang yang saya anggap merupakan ibu yang baik secara pribadi, maupun baik dan berhasil dalam mengasuh serta mendidik anaknya.

Tanya jawab Narasumber 1

Saya: Teh, pengen tau dong target pribadi teteh apa aja. Terutama dalam hal ibadah. saya ibadah turun banget sejak nikah

Narasumber 1: Target ibadah? 🙈 Whua…malu saya.. Anaknya usia berapa teh?

S: 19 bulan the. Masih kicil.

N1: Dulu, awal2 punya bayi pertama dan bekerja, saya juga sama. Keteteran dua bulan. Lalu berpikir, ga boleh gini terus. Karena ‘kering’ rasanya. Akhirnya saya putuskan untuk ‘keras’ sama diri sendiri. Saya set target. Saya set konsekuensi klo targetnya missed. Misal: target tilawah 1juz, dilalah hanya tercapai setengah juz. Maka esoknya, target saya jadi 1½ juz. Karena punya hutang yang kemarinnya.

S: Mungkin memang harus dipaksa ya teh, pelan-pelan.

N1: Iya teh. Berproses saja. J

S: Anak teteh yang 3 tahun udah diajarin apa aja teh? Saya bingung kalo mau ngajarin keagamaan ke anak, mulainya darimana ya?

N1: Bingungnya kenapa? 😅 Buat rencana belajarnya teh…

S: Ah iya ya teh, mungkin karna saya ga bikin rencananya jadi saya bingung

N1: Ini program HS anak2 saya saat usianya <6thn:

– Shalat (anak laki-laki belajar ke masjid tepat waktu/anak perempuan di rumah)

– Hafalan: Doa harian, Hadits, Qur’an

– Olahraga: tiap hari jalan2 keliling/senam sama bunda di rumah/berenang

Home chores activity (sapu-sapu, bersih-bersih kamar, bersih-bersih halaman, cuci piring, dll)

Fine motors: main pasir, dough, amplas huruf dll

Pre reading activity: baca buku, main logico, bercerita (circle time)

Pre math activity: main lego, main puzzle, main sains, geometri, main biji lengkeng, dll

– Jalan-jalan/field trip:  2minggu/1x

Art & craft

Materi utama:

  1. Aqidah (rukun islam-rukun iman-kalimat thayyibah
  2. Akhlak (belajar adab, sosial emosional, dll)
  3. Fiqh (belajar ibadah mahdhah)
  4. Tarikh (belajar kisah nabi)

Usia 19 bln, mulai dgn kalimat tauhiid. Perdengarkan yang sering. Kalo bisa, sehari-hari stel murattal.

S: Soal disiplin anak. Mulainya dari umur berapa ya? Misalnya waktunya bangun dan waktunya tidur. Sekarang ini anak saya kalau diajak tidur pengennya main. Harus dilayani aja gitu?

N1: Yang saya tahu, disiplin itu sejak sangat dini diterapkannya teh…nanti boleh melonggar seiring pertumbuhan anak. Asumsinya, anak yang sudah terbiasa disiplin sejak dini, ketika bertumbuh sudah paham arti disiplin dan sudah bisa menerapkannya tanpa harus terus dikontrol ketat. 😊

S: Ooh gitu ya. Menurut teteh atau yang teteh ngerti, sebaiknya disiplin dalam hal apa aja ya di usia masih 2 tahun? Saya pribadi ingin mendisiplinkan tidur malam dan bangun paginya. Tapi kadang itu juga dipengaruhi tidur siangnya kan ya? Apa teteh ada saran?

N1: Usia 2 tahun, disiplin sederhana teh:

– makan saat waktu makan

– tidur saat waktu tidur

– bereskan mainan bila sdh selesai

– simpan baju kotor di tempatnya

– dll

S: Biar tepat, gak apa-apa dipaksa pas awal gitu ya?

N1: Ga usah dipaksa teh, dibiasakan aja. Dibersamai secara rutin.

S: Teteh pernah gak pengen marah sama anak? Pasti pernah ya, gimana cara ngatasi nya ya teh??

N1: Pasti pernah atuh teh…da saya bukan malaikat 😂. Kalau pas marah dan sedang sadar mah, biasanya istighfar dulu, terus tarik nafas panjang-tahan-hembus lewat mulut. Hitungannya  4-3-7. Atau pakai teknik tumbukan tangan utk release emosi negatifnya dulu.

Nanti udah tenang baru ngobrol sama anaknya pake pola pertanyaan.

Tapi sekali lagi, itu pas lagi sadar…hehe, pas lagi ga sadar (semoga Allah lindungi), kadang ada aja yg ga pas 😞. Yg istighfar tapi ga pake hati lah…yg ‘ngomel’ bari ga jelas ngomong apa. Haha, namanya juga manusia 🙈. Mohon aja sama Allah untuk selalu dijaga agar tetep sadar dan berlindung dari syetan saat emosi ga stabil.

S: Trus kalo anak lagi pengen sesuatu, yang menurut kita gak boleh tapi keukeuh sampe nangis-nangis, apa kita biarin dia nangis aja, atau gimana?

N1: Kalau aturannya ‘gak boleh’, apalagi kalau sudah pernah diberitahu sebelumnya. Untuk anak tertentu saya biarin aja nangis sampai berhenti, baru ngobrol dan dijelaskan. Untuk anak yang lain, dipeluk sampai selesai, lalu dijelaskan. Jadi, tergantung tipe anaknya. Selama nunggu dia selesai dengan emosinya, kitanya kudu banyak2 istighfar we 🙈, biar ga kepancing.

Tapi yang pasti, anak-anak saya tidak akan pernah mendapat apapun kalau minta sambil menangis/tantrum.

S: Trus kalo anak harus melakukan sesuatu, tapi dia gak mau, harus kita apain???

N1: Kalau bukan hal yg prinsip, ya dibiarin aja saya mah. Anak kan juga manusia, sama kayak kita.  Ada saatnya semangat, ada saatnya males. Jadi kalau sekedar masalah mandi misalnya, ga mau mandi sore sekali2 ya gak apa-apa.

Yang penting tetap paham bahwa ada aturan baku yang harus ditaati, contohnya bab shalat untuk yang sudah 7 thn. Mereka tetap harus shalat. Karena itu prinsip. Jadi buat saya mah, ada yg ‘wajib’, ada yang ‘sunnah’ teh.

Da kita juga kadang gitu kan ya. Ada saatnya males masak, males mandi 🙈, shalat ga di awal waktu 🙈🙈. Namanya juga manusia 😂😂 #alesan

S: Oia satu lagi, kalo anak perempuan teteh diajak solat dari umur berapa? Dan kalo pas dia lagi gak mau solat, gimana??

N1: Mulai duduk di samping saat kita shalat sih sejak bayi. Dia mulai ikutan shalat sejak 4 tahun. Sekarang 6thn, kadang kalau lagi bener-bener gak semangat shalat (udah diajak 2x masih cuek) biasanya saya biarin aja dulu. Lalu jadi PR buat saya introspeksi diri, berarti shalat blm jadi hal yg menyenangkan buat dia. Mulai deh malam sebelum tidur ngobrol panjang, gali perasaannya, lalu masukkan dikit-dikit apa nikmatnya shalat.

Saya ga saklek sih teh, kecuali nanti dia sudah 7 tahun ya, akan lebih strict. Harus shalat meski kadang ga di awal waktu misalnya. Bertahap sampai di 10 tahun dia siap komitmen untuk selalu shalat di awal waktu.

Dulu waktu kakaknya yg laki-laki begitu sih teh. Karena laki-laki kan pembiasaannya ke masjid, jadi dulu begitu. Yang dipikirkan awalnya adalah gimana supaya dia cinta ke masjid. Sejak 2 tahun ikut ayahnya ke masjid dan terus terbiasa jadinya. Di usia 5 tahun udah ga lepas dari masjid, meski kadang masih harus ditanya ‘mau di masjid atau di rumah?’ kalau dia mulai santai-santai berangkat ke masjidnya 😅.

Tapi beda anak kan beda pendekatan ya hehe. Anak sulung saya dengan anak kedua saya beda jauh kepribadiannya, jadi pola tarik ulurnya juga beda 😁😁.

Semoga Allah karuniai kita kesabaran tak berbatas ya teh…insya Allah hadiahnya surga 😍😍😘😘

Bersambung ke tanya jawab dengan narasumber berikutnya ya.

0

Berbagai resep bumbu dasar, penting buat emak di dapur

Cuma mau copas, buat catatan saya sendiri. Berbagai macam bumbu dasar. 🙂

PASTA BAWANG
(Bumbu Bawang Siap Pakai)

Bahan 1 :
500 g bawang merah di kupas
200 g bawang putih di kupas
1 sdm garam

Bahan 2 :
200 ml air hangat (untuk menghaluskan)
200 minyak goreng (mungkin maksudnya 200 ml ?)
100 ml air (untuk menanakan)

Cara membuat :
– Haluskan bahan 1 dan 200 ml air hangat hingga benar-benar halus.
– Panaskan minyak hingga panas benar.
– Tumis bawang yang di haluskan hingga harum dan matang.
– Tanakan dengan 100 ml air hingga bumbu beraroma baik.
– Dinginkan, masukkan dalam toples bertutup rapat.
– Bumbu dapat di pergunakan untuk berbagai masakan.

1 sendok pasta bawang setara dengan 8 bawang merah dan 3 bawang putih. Ini bisa jadi patokan untuk masak berbagai resep yang menggunakan bawang merah & bawang putih

BUMBU BALI
》Haluskan:
3 buah cabe merah besar buang bijinya
2 buah cabe merah keriting
6 buah bawang merah
5 siung bawang putih
2 buah kemiri sangrai
1 cm jahe
》Saat Menumis:
1 sdm gula merah
1 sdm kecap manis
Garam secukupnya
Gula secukupnya

BUMBU LODEH
》Haluskan:
8 buah bawang merah
6 siung bawang putih
1 cm jahe
1 cm kunyit
1 buah cabe merah besar buang bijinya
》Saat Menumis:
1 cm lengkuas geprek
3 lembar daun salam
2 lembar daun jeruk
Garam, gula secukupnya

BUMBU LAPIS DAGING
》Haluskan:
7 siung bawang putih
5 buah bawang merah
7 buah kemiri sangrai
1 butir telor ayam
3 buah cabe merah besar buang bijinya
1/2 sdt merica
》Saat Menumis:
3 sdm kecap manis
Garam.gula secukupnya

BUMBU KRENGSENGAN
》Haluskan:
7 buah bawang merah
5 buah bawang putih
1/2 sdr merica
2 buah cabe merah besar buang bijinya
1 sdm petis
Garam.gula secukupnya

BUMBU RAWON
》Haluskan:
10 buah bawang merah
6 siung bawang putih
2 buah cabe merah besar
2 sdt kerumbar sangrai
1/2 sdt jinten
2 cm jahe
2 cm kunyit
4 buah kemiri sangrai
5 kluwak remdam dengan sedikit air panas
》Saat Menumis:
2 batang serai geprek
3 cm lengkuas geprek
5 lembar daun jeruk buang tulangnya
Garam.gula secukupnya

BUMBU OPOR
》Haluskan:
8 buah bawang merah
6 siung bawang putih
1 cm jahe
3 buah kemiri sangrai
1 sdm ketumbar sangrai
1/4 sdt jinten sangrai
1/2 sdt merica bubuk
》Saat Menumis:
4 lembar daun jeruk buang tulangnya
2 batang serai geprek
3 lembar daun salam
2 cm lengkuas geprek
Garam.gula secukupnya

BUMBU KARE
》Haluskan:
8 buah bawang merah
6 siung bawang putih
3 cm kunyit
5 buah kemiri sangrai
1 sdt ketumbar sangrai
1/4 sdt jinten sangrai
1/2 sdt merica
2 cm jahe
》Saat Menumis:
3 lembar daun salam
3 cm lengkuas geprek
2 lembar daun jeruk buang tulangnya
2 batang serai geprek
Garam.gula secukupnya

BUMBU SOTO
》Haluskan:
6 buah bawang merah
5 siung bawang putih
5 cm kunyit
1 cm jahe
1 sdt merica
1 sdt ketumbar
3 butir kemiri sangrai (skip jika ingin soto bening)
》Saat Menumis:
3 cm lengkuas geprek
2 batang serai geprek
3 lembar daun jeruk buang tulangnya
Garam.gula secukupnya

(Resep dikalikan sesuai kebutuhan)
》》CARA MEMASAK BUMBU《《
Masak bumbu halus hingga kering pastikan airnya habis baru ditambah minyak goreng tumis hingga harum tidak bau langu.
Tunggu dingin baru kemasi diplastik kalo saya per plastik 3 sendok makan setelah itu masuk frezer ya biar tahan berbulan-bulan
Kalo mau masak tinggal ambil 1 plastik bumbu.

0

Kulwap: Prestasi Pertama dan Utama Anak Kita

🎩 PROFIL NARASUMBER 🎩

Nopriadi Hermani. Lahir di Negeri Seribu Langgar, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Hidup bersama  1 orang istri dan 3 anak (Shafa, Althof dan Kautsar).

Selepas lulus sekolah menengah atas (SMA) merantau ke kota pelajar Yogyakarta. Di Kota Gudeg ini menunaikan amanah orang tua untuk menjadi seorang sarjana. Tahun 1997 berhasil lulus dari Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada. Beberapa tahun kemudian menyelesaikan program master di Biomedical Engineering, Nanyang Technological University, Singapura. Selanjutnya, meraih gelar Philosophy of Doctor (Ph.D.) di Tokyo Institute of Technology, Jepang, dengan spesialisasi Pattern Recognition & Machine Learning (Mesin Cerdas).

Sejak kuliah hingga sekarang menyenangi ilmu psikologi, pengembangan diri, agama Islam, manajemen, organisasi, kepemimpinan, ilmu sosial- politik, ekonomi, sejarah, peradaban dan berbagai bidang di luar bidang engineering.

Sehari-hari menjadi dosen dan sekarang diamanahi jabatan Ketua Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada. Di samping mendidik di lembaga perguruan tinggi, juga mengabdikan diri secara penuh pada pendidikan keluarga dan masyarakat.

Disamping sebagai suami, orang tua, dosen, dan pengemban dakwah, juga menggeluti dunia penulisan. Buku yang telah terbit adalah:

  1. The MODEL, buku pengembangan diri spritual ideologis untuk meraih sukses pribadi dan sukses peradaban. Buku yang ditulis selama 7 tahun ini mensintesis bidang ilmu psikologi, agama Islam dan mesin cerdas yang didalami saat S3 di Jepang.
  2. The MODEL for Smart Parents. Ini adalah buku parenting turunan dari The MODEL. Buku parenting dengan konsep baru dalam mendidik anak, yaitu konsep “Tuning”. Buku ini dipersembahkan untuk orangtua atau calon orangtua dalam menyiapkan generasi muslim masa depan yang sukses, bahagia dan kontributif dalam membangun peradaban barokah.

📒 fanpage: http://www.facebook.com/buku.themodel

📘facebook: http://www.facebook.com/nopriadi.hermani

📔Instagram: @nopriadi.herman

🎩 MATERI 🎩

🎖🎖🎖🎖🎖🎖🎖

Nak Prestasimu Itu… *

(Prestasi Pertama dan Utama Anak Kita)

Oleh : Nopriadi Hermani, Ph.D.

🎓🎗🎓🎗🎓🎗🎓🎗

Saya kumpulkan anak-anak siang itu seperti biasanya. Saya mulai pertemuan halqah dengan salam, hamdalah, dan shalawat kepada baginda Muhammad saw. Kemudian saya buka materi siang itu dengan sebuah pertanyaan,

“Tahukah kalian, prestasi pertama dan utama apa yang harus diraih seorang muslim?”

Saya tunggu beberapa saat. Mereka terlihat berpikir. Baru kali ini saya mengajukan pertanyaan seperti ini.  Terus terang saya agak deg-degan menunggu jawaban mereka. Saya ingin menakar hasil pendidikan kami selama ini. Saya ingin menakar efektivitas tuning yang telah kami lakukan pada diri mereka. Saya ingin menakar hal berharga apakah yang ada dalam pikiran mereka. Di samping ingin menakarnya, saya akan meluruskan bila jawaban mereka keliru. Anda tahu apa jawaban mereka?

Satu per satu kemudian berusaha menjawab. Ada yang mengatakan “Menjadi anak saleh”. Adapula yang menjawab “Memiliki kepribadian Islam”. Alhamdulilllah, walaupun tidak tepat 100% jawaban anak-anak sudah menunjukkan pemahamannya yang lurus.

Ayah Bunda, bertanyalah kepada anak-anak Anda tentang prestasi pertama dan utama yang harus diraih seorang muslim. Terutama yang menjelang atau sudah akil baligh. Dari sana kita bisa menakar hasil dari proses pendidikan selama ini. Dapat mengetahui prioritas apa yang telah tertanam pada mereka. Atau jangan-jangan kita perlu mengevaluasi diri dengan bertanya, “Sudahkah saya memiliki standar prestasi bagi anak-anak tercinta?  Prestasi utama dan pertama apakah yang ingin saya saksikan?” Jangan sampai kita belum memikirkannya. Belum memikirkan berarti kita tidak memiliki target yang ingin diraih.

Betapa banyak orang tua yang tidak mengetahui prestasi utama dan pertama untuk anak-anak mereka. Banyak pula yang keliru mengarahkan prestasi-prestasi buah hati tercinta. Ada yang memaksakan prestasi anak sesuai dengan hasrat pribadi. Prestasi anak adalah ambisi orang tua. Prestasi anak adalah kesenangan orang tua. Kadang-kadang prestasi anak adalah cermin dari cita-cita orang tua yang tak kesampaian.

Banyak orang tua yang beranggapan bahwa prestasi anak adalah memiliki suara emas nan merdu, fasih berbahasa Inggris, piawai memainkan piano, hebat dalam berpidato, pandai melukis atau jago berdagang sejak kecil. Tanpa ragu mereka merogoh kocek yang tidak sedikit demi ambisi ini. Mereka ikutkan anak-anak mereka dengan berbagai macam les seperti piano, bahasa Inggris, dansa, melukis, menyanyi dan lain-lain. Mereka berharap anak-anak mereka memiliki segudang piala dan penghargaan. Terkenal di mana-mana layaknya 10 penyanyi ngetop dunia seperti Chris Brown, Lady Gaga, Michael Jackson, Katy Perry, Cent, Will I Am, Britney Spears, Eminem, Miley Cyrus dan Prince. Atau menjadi seperti 10 selebriti dengan bayaran termahal:  Madonna, Steven Spielberg, Simon Cowell,  E.L James, Howard Stern, Bruce Willis, Glenn Beck, Michael Bay, Jerry Bruckheimer dan Lady Gaga.

Tidakkah mereka lupa dengan kisah-kisah kegagalan hidup orang hebat yang salah dalam memilih prestasi? Tidakkah mereka lupa paradoks kehidupan orang-orang sukses dalam puncak prestasi? Dr. Pearsall dalam bukunya “Toxic Success” telah meneliti banyak orang berprestasi ini. Kesimpulan dia, “Mereka yang sukses (berprestasi) hidupnya menderita.”

Suatu saat ada orang tua bertanya, “Apakah salah dengan prestasi juara kelas atau hafidz Qur’an?” Sebenarnya tidak ada yang salah dengan prestasi seperti juara kelas, pandai matematika, terampil berpidato atau menjadi orang terkenal. Asalkan prestasi utama dan pertama berhasil diraih oleh anak-anak mereka. Orang tua wajib tahu prioritas mana yang menjadi prioritas. First things first.

Kembali ke pertemuan halqah dengan anak-anak. Setelah mereka menyampaikan jawaban, saya menatap mereka satu per satu. Kemudian saya menjelaskan kurang lebih begini, “Nak, prestasi pertama dan utama yang mesti kalian raih adalah saat memasuki usia baligh kalian sudah terikat dengan Islam. Segala yang dilakukan harus sesuai dengan Islam…” Saya terus menjelaskan kepada mereka apa yang dimaksud terikat dengan Islam.

Mungkin ada yang bertanya kenapa saya menggunakan standar saat baligh? Saat baligh inilah segala amal mereka sudah mulai dihisab. Argo pahala-dosa mereka telah dijalankan. Saat inilah seharusnya kita menakar hasil proses pendidikan selama ini. Saat inilah seharusnya kita mengevaluasi capaian prestasi pertama dan utama anak-anak kita. Saat inilah seharusnya kita mengukur prestasi mereka dalam kacamata yang benar (syariat).  Saat baligh adalah saat yang paling menentukan dan mendebarkan, karena kita tahu apakah mereka telah berprestasi ataukah belum.

Mungkin masih ada yang bertanya mengapa prestasi utama dan pertama berupa keterikatan dengan aturan Islam? Mengapa prestasi itu diukur dengan kerelaan mengikatkan cara hidup dengan aturan-aturan ilahiah? Mengapa prestasi itu diukur dari ketaatan kepada Allah swt.? Karena itu menunjukkan sejauh mana mereka telah menjalani hidup sesuai dengan tujuan penciptaan manusia.

“Tidaklah Kuciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (TQS. adz-Dzariyat: 56)

 Ketaatan pada Allah swt. pasti akan membawa mereka pada kehidupan yang baik di dunia. Tentu saja akhirat. Mereka menjadi pribadi saleh dan bertakwa. Tidak melakukan cela dan berbuat baik pada orang tua.  Kehidupan mereka diwarnai dengan keimanan pada Allah swt. dan dihiasi dengan amal saleh. Bukankah ini sebuah prestasi yang hebat? Bukankah ini prestasi yang membanggakan sekaligus membahagiakan? Bukankah ini melebihi capaian apapun selama di dunia?

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik (di dunia), dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka (di akhirat) dengan pahala yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan.” (TQS. An-Nahl: 97)

Ayah Bunda, bukankah ini prestasi luar biasa bila anak-anak kita telah menampakkan tanda-tanda memasuki kehidupan yang baik (hayyatan thoyibah)? Kehidupan yang membuat mereka dapat merasakan betapa indahnya dunia. Kehidupan untuk menjemput imbalan terbaik di akhirat sebagaimana janji Allah swt. Sekali lagi, bukankah ini prestasi hebat dalam hidup mereka? Prestasi yang ingin Anda berikan pada buah hati tercinta?

Tataplah wajah tanpa dosa mereka. Dengarkan suara lembut mereka. Belailah kulit halus buah hati tercinta. Rasakan harapan hakiki mereka. Bukankah kehidupan yang baik di bawah ridha Allah swt. adalah prestasi pertama dan utama?

* dicuplik dari buku “The MODEL for Smart Parents”

http://www.facebook.com/buku.themodel

🏅🏵🏅🏵🏅🏵🏅🏵🏅

🎩 TANYA JAWAB 🎩

Tanya:

Bismillah … Saya mau tanya keenan itu 3 thn kurang 2 bulan kalau sama saya dia paham klo saya terangkan sedikit tentang adab islam akan tetapi kalaunketemu ua nya dia suka jadi aga males ? Ada saran ga ya pa ustadz biar keenan sndiri bisa lebih teguh dan metodenya pembelajaran saya nya apa hrs diubah ?

Jawab:

Bunda Nche,                        

Mungkin bisa disampaikan adab Islam apa yang malas dilakukan putra Bunda saat ketemu Ua -nya?                        

Secara umum, anak-anak akan melakukan hal-hal yang menurut dia menyenangkan. Menghindari hal-hal yang tidak menyenangkan dia.

Ketika Bunda menjelaskan atau mengajarkan tentang adab Islam maka yang sampai pada anak-anak adalah apakah hal tersebut menyenangkan atau tidak bagi dia. Seringkali adab yang kita ajarkan merupakan batasan-batasan yang mengganggu dia. Padahal, usia-usia seperti itu (balita) adalah masa-masa dimana dia senang mengeksplorasi. Dan orang tua di luar ayah bunda biasanya cenderung longgar dengan batasan-batasan. Walhasil, anak-anak seperti mendapat “kesempatan”.Sangat perlu pula berdialog dengan Ua-nya agar kompak tentang adab tersebut.

Anak-anak usia balita belum bisa membedakan mana baik dan mana buruk, terutama menurut Islam. Mereka hanya tahu mana yang menyenangkan dan mana yang tidak. Kelihatannya memang Ua -nya perlu diajak bicara agar bisa kompak dalam mendidik anak-anak. Kalau tidak nantinya akan menimbulkan masalah cukup besar di kemudian.

Tanya:

Bagaimana cara memulai agar target kita thd anak bs tercapai? Semenjak usia berapa anak bisa lebih diarahkan thd target itu?

Jawab:

Untuk Bunda Vivi, Terkait target pribadi anak bisa kita bagi menjadi dua. Pertama adalah target yang terkait kepribadian Islam berupa keterikatan mereka anak-anak pada Islam. Terikat pola pikir dan tindakannya dengan Islam.

Kedua adalah terbentuknya karakter efektif. Karakter efektif ini akan menghantarkan mereka pada kesuksesan yang sering dipahami oleh masyarakat umum. Berupa prestasi-prestasi ‘duniawi’. Duniawi ini tidak berarti negatif Bunda. Nah, saya akan bahas target pertama saja. Target anak seperti ini agar tercapai bisa dimulai sedini mungkin. Caranya adalah mencapai target itu pertama kali. Sebelum mengarahkan anak-anak mencapai tersebut, orang tua harus mencapainya terlebih dahulu. Dengan kata lain kepribadian Islam itu harus dimiliki oleh orang tua. Karena orang tua nantinya akan menjadi tauladan yang sangat berpengaruh pada anak-anak tanpa kita sadari. Mata, telinga anak-anak akan melihat orang tua dalam kehidupan sehari-hari. Bukan instruksi atau kata-kata kita yang fasih bicara pada mereka, tapi contoh dan keseharian kita yang akan membekas dalam benak mereka. Oleh karena itu, mendidik anak pada dasarnya mendidik diri sendiri.

Tanya:

apa yg hrs orangtua lakukan,  untuk mempersiapkan anak sejak usia dini,  agar di usia baligh nanti siap terikat kepada islam?

Jawab:

Bunda Anna,

Saya ingin sampaikan konsep “Tuning” dalam parenting. Konsep ini saya perkenalkan dalam buku saya “The MODEL” dan “The MODEL for Smart Parents”. Siapa kita, bagaimana kita, bagaimana kepribadian kita, bagaimana pola pikir dan kebiasaan kita sangat tergantung apa yang disebut model diri (self-model) yang ada pada diri kita. Model diri ini penentu bagaimana kita menjalani hidup. Nah, model diri ini dituning atau disetel. Tuning atau setelan selama ini sangat berpengaruh membentuk kepribadian kita.  Ada banyak hal yang men-tuning anak-anak dengan sangat efektif. Salah satunya adalah kebiasaan atau budaya dalam keluarga. Agar anak-anak usia baligh siap terikat kepada Islam, maka orang tua harus sedini mungkin men-tuning keterikatan ini pada anak-anak. Caranya? Bangun interaksi Islami dalam keluarga.

Ayah Bunda harus jadi model atau tauladan di rumah. Agar ketauladanan ini efektif maka orang tua harus memahami konsep-konsep keterikatan pada Islam ini dengan baik. Proses belajar tentang konsep Islam ini akan mempengaruhi prilaku ayah bunda. Selanjutnya akan men-tuning anak-anak tanpa disadari. Apa yang kita lakukan akan terus dilihat dan didengar  oleh anak-anak sehingga kepribadian mereka ter-tuning.

Sedikit tambahan apa saja yang men-tuning anak-anak kita adalah:

https://web.facebook.com/buku.themodel/photos/a.1081171078614238.1073741835.527903000607718/952915231439824/?type=3&theater

Tanya:

Anak saya usia 7 dan 4 th…masih ada kuranglebih 7 th an lagi menuju aqil baligh insya Allah…

persiapan apa sajakah yg harus kami lakukan utk ananda shg prestasinya kelak sesuai dg keinginan Allah

Jawab:

Bunda Fidyah,

Usia 7 tahun sebenarnya adalah lebar baru bagi hidup anak-anak kita. “Perintahkan anak-anak kalian untuk melakukan shalat saat usia mereka tujuh tahun, dan pukullah mereka saat usia sepuluh tahun. Dan pisahkan tempat tidur mereka.” (HR Ahmad)

Mereka sudah mulai kita beri instruksi dalam menjalankan Islam. Keterikatan pada Islam sudah mulai kita tanamkan dengan baik pada usia ini. Nah, disamping ketauladanan orang tua maka agar mereka mau dengan mudah terikat pada Islam maka aqidah mereka harus ditanamkan sejak dini.                       Maksudnya, penanaman aqidah sudah dilakukan sebelumnya. Bila aqidah dasar sudah ditanamkan, istilah saya dalam buku The MODEL for Smart Parents adalah filosofi hidup, maka keterikatan pada Islam itu akan menjadi mudah.

Modal keterikatan pada Islam itu ada dua, yaitu pemahaman dan yang kedua adalah pembiasaan prilaku.

Tanya:

Apakah masih tidak apa2 ustadz kalau shalat maunya hanya magrib dan subuh dg alasan rakaatnya sedikit? Agak tenang sedikit ketika dilingkungan baru ini ada kawan2 seusianya yg pergi mengaji sebelum magrib sampai bada isya…jadi dia mau shalat magrib dan isya dimasjid…tapi kalau tidak ngaji yaaa tidak shalat

Jawab:

Jangan bunda, usia itu sudah mulai diajarkan shalat sempurna. Sangat dianjurkan, bahkan bisa dikatakan wajib orang tua terutama bapak, memberi contoh dengan pergi ke masjid untuk shalat 5 waktu. Kalau Dzuhur atau ashar tidak bersama, maka ke masjidlah bersama-sama pada shubuh, maghrib dan isya. otomatis shalat anak akan sempurna. Jadi pada usia 7 tahun, pastikan tuning pemahaman dan pembiasaan pada anak-anak.

Tanya:

Maaf ustadz…aqidah dasar yg harus ditanamkan ke anak apa saja ya… #Malu saya…minim ilmu

Jawab:

Saya copy-kan bab 15 dari buku saya terkait Aqidah paling dasar.

Bab 15. Filosofi Hidup (Men-tuning Pondasi Hidup Anak-Anak Kita)

 Bila gedung bertingkat membutuhkan pondasi yang kokoh agar dapat tegak berdiri. Bila pohon membutuhkan akar yang kuat untuk tumbuh subur. Lalu landasan apa yang dibutuhkan anak kita agar dapat menjalani hidup dengan tegar dan benar di masa depan?

Sebelum membahas bagaimana mencetak generasi prestatif, terbaik di antara terbaik, best of the best, atau crème de la crème maka seharusnya tema filosofi hidup terlebih dahulu diperbincangkan. Filosofi hidup inilah yang menjadi landasan bagi anak-anak kita dalam menapaki terjalnya kehidupan. Landasan yang menjadi tempat mereka berpijak dengan kokoh dalam memutar roda hidup. Bila filosofi hidup yang benar bersemayam di dalam jiwa anak-anak maka Insya Allah mereka kelak menjadi pribadi yang kuat di tengah-tengah Era Kegagalan.

Filosofi hidup keluarga muslim adalah aqidah yang lurus dan kuat. Aqidah yang seperti ini terletak pada keyakinan mendasar akan adanya Allah swt., penghayatan terhadap tujuan hidup di dunia serta orientasi akhir kehidupan di akhirat. Aqidah Islam yang mesti dimiliki mampu menjawab dengan benar atas tiga pertanyaan mendasar umat manusia. Tiga pertanyaan mendasar tersebut adalah:

1) Dari mana manusia, alam dan kehidupan ini berasal?

2) Untuk apa manusia, alam dan kehidupan ini ada?

3) Akan ke mana manusia, alam dan kehidupan ini berakhir?

Jawaban yang benar atas tiga pertanyaan di atas harus dimiliki oleh anak kita sedini mungkin. Tidak boleh sekedar menjadi dogma tanpa pemahaman. Tidak cukup hanya memuaskan aspek kognitif (rasio) saja, tetapi harus mampu menyentuh aspek afektif (rasa) dan mewujud pada aspek motorik (gerak). Men-tuning aqidah seperti ini tidak bisa hanya dengan metode hafalan atau ceramah.

Metode men-tuning aqidah agar menjadi filosofi hidup yang kuat adalah menghadirkannya dalam kehidupan nyata. Harus mewarnai keseharian mereka sejak kecil. Dan cara hidup orang tua berbicara jauh lebih keras tentang filosofi hidup ini ketimbang ceramah dengan suara yang lantang. Keseharian orang tua adalah gambaran filosofi hidup yang tertanam di dalam diri anak-anak. Teladan orang tua adalah proses tuning filosofi hidup yang paling efektif.

Maka, berhati-hatilah wahai orang tua. Mata dan telinga anak-anak kita akan selalu lengket dengan kebiasaan kita. Mereka akan merangkai filosofi hidup dari keseharian yang kita tampakkan.

Orang tua dengan landasan hidup yang rapuh, kelak menghasilkan anak yang labil. Orang tua dengan filosofi hidup yang salah, kelak melahirkan anak yang tersesat. Filosofi hidup anak kita sangat tergantung dari cara hidup kita. Cara hidup mereka ditentukan oleh filosofi hidup kita. Jadi, tidak ada tawar menawar di sini. Orang tua harus memiliki filosofi hidup yang benar dan menjalani kehidupan dengan benar pula. Cara hidup kita harus dilandasi oleh aqidah yang lurus dan terikat dengan syariat Islam.

Kami ingin sharing bagaimana menanamkan aqidah ini pada anak-anak kami. Sejak kecil kami kenalkan anak-anak dengan Penciptanya, Allah swt. Mengenalkan keberadaan Allah swt. melalui hasil ciptaan-Nya berupa manusia, alam dan makhluk hidup. Ketika masih dalam gendongan kami ajak berbicara tentang alam dan Penciptanya. Saat melihat daun dan pepohonan maka kami katakan, “Ini daun. Daun ini diciptakan oleh Allah swt. Itu pohon. Pohon ciptaan Allah swt.” Saat melihat apa saja, maka kami kenalkan penciptanya. Ini kami lakukan agar keberadaan Sang Pencipta tertanam dengan kuat dalam benak mereka.

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.” (TQS. Ali Imran: 190)

Metode menunjukkan berbagai ciptaan dan menyebutkan Sang Kreatornya tidaklah cukup. Selanjutnya kami buat sedikit variasi agar tuning- nya lebih efektif. Kami menggunakan metode bertanya pada mereka. Misalnya, ketika melihat bulan dan bintang kami sampaikan begini, “Itu bulan. Itu bintang. Bulan dan bintang ciptaan siapa?” Maka mereka menyahut, “Allah.” Itulah cara kami men-tuning keberadaan Sang Pencipta pada mereka sejak kecil.

Orang tua harus lebih cerewet daripada biasanya saat berbicara dengan anak tentang tema yang berbobot. Dan tema pembicaraan yang bobotnya paling berat adalah perkara aqidah. Pembicaraan aqidah terkait pencipta makhluk yaitu al-khaliq dalam rangka menyentuh akal mereka yang polos dan bersih.

Berikutnya kami juga kenalkan mereka utusan Sang Pencipta, Muhammad saw. Dia adalah seorang nabi yang membimbing manusia agar dapat menjalani hidup dengan benar. Sosok yang ajarannya sangat dibutuhkan hari ini untuk mengubah Era Kegagalan menuju Era Keberkahan.

Ada banyak cara mengenalkan Rasulullah saw. kepada anak-anak. Misalnya, membacakan buku sirah Nabi – seperti karya Ibnu Hisyam, Shafiyurrahman al-Mubarakfury atau Muhammad Rawwas Qal’ahji – sampai menonton video tentang kehidupan Sang Nabi seperti “The Message” atau “Muhammad: The Last Prophet.”

Kami pahamkan bahwa Muhammad saw. membawa risalah dari-Nya berupa Al-Qur’an. Sejak kecil kami biasakan mereka berinteraksi dengan Al-Qur’an. Menghafal dan melafadzkan bacaan ayat-ayat dengan meniru murrotal Al-Ghamidi atau Mishary bin Rashid Alafasy.

Ketika sudah memasuki usia tamyiz kami ajak mereka berdialog tentang Al-Qur’an. Kami bangkitkan proses berpikir mereka dengan menunjukkan bukti-bukti kebenaran bahwa Al- Qur’an itu merupakan firman Allah swt. Bukti yang mengikat pikiran mereka sampai dewasa kelak. Bila mereka paham bahwa Al-Qur’an terbukti berasal dari Pencipta, maka apa pun yang ada di dalam Al- Qur’an pastilah akan mereka benarkan. Dari sanalah mereka akan tahu akan tujuan dari penciptaan manusia, yaitu beribadah kepada Allah swt. Taat kepadanya tanpa kecuali.

“Tidak Kuciptakan jin dan manusia, melainkan untuk beribadah kepada-Ku.” (TQS. Adz-Dzariat: 60).

Jadi, mereka paham sejak dini bahwa tujuan hidup di dunia ini adalah beribadah kepada Allah swt. dengan menaati segala yang diperintahkan dan menjauhi segala yang dilarang.

Menanamkan ketaatan kepada Allah swt tentu saja tidak cukup mengutip ayat QS. Adz-Dzariat: 60 di atas. Tidak cukup hanya dengan 1000 kali dialog atau ceramah. Dialog dan ceramah itu penting, tetapi membuktikan ketaatan itu jauh lebih penting. Ketaatan harus ada dalam kehidupan sehari-hari. Harus tercermin dari kebiasaan orang tua dan pembiasaan pada anak-anak.

Ketaatan itu tidak hanya dalam rangka menunaikan shalat, puasa, zakat, sedekah, berdakwah, belajar, atau berbuat baik kepada manusia. Marah orang tua pun harus selalu karena alasan Islami. Saat anak-anak melakukan pelanggaran akan perintah Allah swt. maka kami akan marah. Marah pada anak seringkali sekadar terekspresi di ucapan, bukan lahir dari dalam hati. Kami paham bahwa mereka belum baligh, jadi belum ada hisab atas amal mereka.

Kami “berpura-pura” marah dan menunjukkan kemarahan itu agar mereka paham bahwa ketidaktaatan kepada Allah swt. adalah perkara besar. Kami berusaha menjadikan ketaatan kepada Allah swt. sebagai budaya keluarga (family culture).

Selanjutnya tentang orientasi akhir hidup manusia. Segala hal yang dilihat pasti akan musnah. Manusia, alam dan kehidupan akan berakhir. Lalu kemana semua ini pergi? Mereka kami pahamkan bahwa kehidupan ini hanya berpindah fase; dari fase dunia menuju fase akhirat. Itulah kenyataan kehidupan yang kami pahamkan pada anak-anak.

“Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati. Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan di hari kiamat.” (TQS. Al Mukminun: 15-16)

Dengan berbagai uslub (cara) kami, pahamkan tentang akhirat pada mereka. Kami bacakan terjemahan ayat Qur’an terkait akhirat. Kami perdengarkan hadits-hadits tentang surga dan neraka. Dengan begitu kami ingin membuka hijab antara dunia dan akhirat agar mereka melihat dunia-akhirat itu sebagai satu kesatuan.

Inilah yang kami lakukan dalam mengenalkan aqidah sebagai filosofi hidup mereka sejak dini. Tuning tentang filosofi hidup sangat berharga agar mereka bisa hidup dengan benar dan tegar. Filosofi hidup harus menjadi pembicaraan orang tua pertama kali sebelum berbicara tentang prestasi duniawi. Lebih diutamakan ketimbang tema tentang generasi prestatif, terbaik di antara terbaik, best of the best, atau crème de la crème.

Semoga Allah swt. mengokohkan filosofi hidup kita dan anak-anak kita.

Aamiin yaa Rabb.

Tanya:

Ustadz…ortu kdg punya latar belakang pendidikan krg baik dr ortunya,yg otomatis suka muncul di depan anak, bahkan kadang ga disadari. Ortu suka sadar saat anak2 melakukannya, bagaimana mensiasatinya ya, agar anak mau nerima pengarahan qt yg jg sdg berproses berubah

Kedua, jika anak sudah lbh dr 7 thn dan pengaruh luar sudah banyak, apakah msh mudah diarahkan,  jika seandainya ortu terlambat utk mengarahkan dan menjadi the model yg seharusnya. Ada tips dan trik kah?

Jawab:

Bunda Helmi, Kita semua berproses. Namun, kita menjadi teladan (baik atau buruk) tidak bisa kita hindari. Bila kita belum sempurna menjadi orang tua, maka tidak perlu khawatir. Yang penting kita terus berusaha untuk menyempurnakna diri. Belajar Islam dengan sungguh-sungguh, kemudian mempraktekkannya, berusaha menjadi contoh yang baik dan berdo’a pada Allah swt. Yang penting adalah kita harus membersamai hidup anak-anak kita. Bukan hanya bersama secara fisik saja, tapi bersama dengan jiwa mereka. Kita musti keep in touch dengan bathin terdalam mereka. Kita harus berusaha memahami apa yang anak-anak pikirkan dan merasakan apa yang menjadi kegundahan mereka. Artinya, kita ada dalam hidup mereka. Dengan memahami apa yang sedang terjadi pada mereka maka kita akan tahu apa yang harus kita lakukan. Tidak ada kata terlambat, yang ada adalah kata seberapa cepat kita mau berubah menjadi lebih baik.

Alhamdulillahirobbil alamiin

Kita cukupkan Kulwap with Ustadz Nopri malam ini, semoga ilmu yang sudah di sampaikan bermanfaat bagi kita semua

Aamiinn ya robbal alamiinn

0

Challenge: merchandise PON PEPARNAS 2016

Iseng-iseng pake Bismillah, di sebuah grup WA ada yang nawarin untuk menyediakan merchandise untuk perhelatan olahraga nasional di Jawa Barat ini (penawaran ini kalau gak salah sekitar bulan Mei-Juni 2016). Walau agak maju mundur cantik, akhirnya saya nekat untuk ikutan sebagai supplier. Heheh supplier. Biasanya juga konsumen. Sekali nyemplung, sekalian tenggelam aja deh. Dulu melalui beberapa proses verifikasi kalau produk saya diterima untuk dijual, saya mikir panjang, ini gimana cara produksi yang tepat.

Hari berganti hari, di tengah kesibukan saya di kantor, baru sadar kalau tanggal 10 September itu sudah dekat. Awal bulan, saya langsung coba buat 1 produk, yang kemudian akhirnya saya produksi juga dengan ke sana kemari bulak balik. Ke tempat cetak, ke tempat potong kertas, cari plastik, pesen online, cari tali, dan sebagainya. Saya produksi dan cari ini itu kira-kira dalam waktu seminggu!! wew

Oia merchandise ini katanya sih official. Tapi entah gimana, sepertinya ga jadi official. Ah ya sudahlah. Produk yang saya ajukan adalah mini notes dan bookmark. Dari dulu saya pengen banget bikin notes untuk merchandise yang bertemakan Indonesia. Yaa sebagai souvenir buat para bule. Atau kita mau ngasih cinderamata buat yang ada di luar negeri sana. Awalnya di gelaran PON ini dulu kali yaa.

Semua anggota keluarga, bapak, ibu, kakak, kakak ipar, dan suami, semua ikut ngerjain nih. Dan akhirnya tanggal pengumpulan pun tiba. Jeng jeeeng

Mininote_radsDesign2.jpgBookmark_radsDesign2.jpg

Saya persembahkan untuk acara PON dan PEPARNAS 2016 ini. Dibuatnya juga pake hati ini mah. Gak laku? ya gapapa lah. Buat awalan, buat pelajaran. Paling tidak saya sudah berhasil menchallenge diri saya. Semoga barokah semua usaha ini dan begitupun hasilnya. Aamiiin

0

Kulwap: Merawat Gigi pada Anak

🍂🍃Resume Kulwapp🍃🍂
Rabu, 5 Oktober 2016
Pk.19.30 – 21.30

Materi: Merawat Gigi pada Anak
Oleh: 🎤 Drg Selly Priliana

🍵🍶🍵Materi🍵🍶🍵

Anak adalah amanah ya… Sama juga gigi anak juga amanah lo ya…😁

Jadi jika gigi anak bermasalah pasti……😁…

Yah silahkan dijawab sendiri ya..

Yang pasti anak dari bayi ga ngerti apa2. Dan tentunya orangtuanya yg wajib mengajari menjaga tubuhnya sendiri

😁😎😬😎😬😎😬😎

Penyakit dan kelainan gigi pada anak merupakan salah satu gangguan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Sejak gigi susu mulai tumbuh, orangtua harus bertanggungjawab membersihkan gigi bayi mereka. Walaupun gigi anak hanya merupakan gigi susu yang keberadaannya hanya sementara, namun kesehatan gigi susu berpengaruh terhadap kesehatan gigi anak di kemudian hari. Karena itu, sebagai orangtua perlu mengetahui bagaimana merawat gigi anak sejak bayi dengan cara yang benar, agar kesehatan gigi dan mulut anak teratasi.

😎😬😎😬😎😬😎😬😎😬

 

🍼🍩🍼🍩🍼🍩🍼🍩🍼🍩

Cara merawat mulut bayi pada saat usia 0 – 6 bulan:

  1. Bersihkan gusi bayi anda dengan kain lembab, setidaknya dua kali sehari
  2. Jangan biarkan bayi anda tidur sambil minum susu dengan menggunakan botol susunya.
  3. Selesai menyusui, ingatlah untuk membersihkan mulut bayi dengan kain lembab
  4. Jangan menambah rasa manis pada botol susu dengan madu atau sesuatu yang manis.

🍼🍩🍼🍩🍼🍩🍼🍩🍼🍩

Image result

🍡🍧🍡🍧🍡🍧🍡🍧🍡

Cara merawat mulut dan gigi bayi pada usia 7-12 bulan:

  1. Tanyakan dokter anak atau dokter gigi anda apakah bayi anda mendapat cukup fluor
  2. Ingatlah untuk membersihkan mulut bayi anda dengan kain lembab ( tidak basah sekali), sehabis menyusui.
  3. Jangan biarkan bayi tidur dengan botol susunya (sambil minum susu dari botol) kecuali air putih.
  4. Berikan air putih bila bayi anda ingin minum diluar jadwal minum susu
  5. Saat gigi mulai tumbuh, mulailah membersihkannya dengan menggunakan kain lembab. Bersihkan setiap permukaan gigi dan batas antara gigi dengan gusi secara seksama, karena makanan seringkali tertinggal di permukaan itu.
  6. Saat gigi geraham bayi mulai tumbuh, mulai gunakan sikat gigi yang kecil dengan permukaan lembut dan dari bahan nilon.
  7. Jangan gunakan pasta gigi dan ingat untuk selalu membasahi sikat gigi dengan air.
  8. Periksakan gigi anak anda ke dokter gigi, setelah 6 bulan sejak gigi pertama tumbuh, atau saat usia anak setahun.

🍡🍧🍡🍧🍡🍧🍡🍧🍡🍧

Image result

🍵🍶🍵🍶🍵🍶🍵🍶🍵🍶

Cara merawat mulut dan gigi bayi pada usia 13-24 bulan:

  1. Mulailah perkenalkan pasta gigi berfluoride
  2. Jangan biarkan anak tidur dengan botol susu (sambil minum susu dari botol), kecuali air putih.
  3. Pergunakan pasta gigi seukuran sebutir kacang hijau.
  4. Sikat gigi anak setidaknya dua kali sehari (sehabis sarapan dan sebelum tidur di malam hari)
  5. Gunakan sikat gigi yang lembut dari bahan nilon.
  6. Ganti sikat gigi tiap tiga bulan atau bila bulu-bulu sikat sudah rusak.
  7. Jadilah teladan dengan mempraktekkan kebiasaan menjaga kesehatan mulut dan lakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali.
  8. Biasakan anak untuk memakan makanan ringan yang sehat, seperti buah segar dan sayuran segar.
  9. Hindari makanan ringan yang mengandung gula.

🍵🍶🍵🍶🍵🍶🍵🍶🍵🍶

Buat yang masih berencana buat anak… info ini sama pentingnya… menjaga lebih baik daripada mengobati

🍵🍶🍵Tanya Jawab🍵🍶🍵

1⃣ Afwan dok mau tanya klo gigi anak sudah terlanjur rusak (udah coklat gitu..) apa masih bisa diperbaiki?

Jawab

✍🏻 jika lubang belum dalam masih bisa ditambal

2⃣ anakku usia 5,8 th, gigi depan atas abis😁…karena patah & rusak..masih bisa tumbuh lagi ga? klo bisa kira2 kapan ya? Karena tahun depan masuk SD 😁

Jawab

✍🏻gigi dewasa paling pertama tumbuh adalah gigi paling belakang, bawah dulu baru atas. Umur 5 tahun perhatikan gigi paling belakang, jika sudah tumbuh, anak harus sudah bisa sikat gigi sampai belakang supaya gigi dewasa tidak cepat berlubang. Jika normal Gigi dewasa depan penggantinya baru akan tumbuh beberapa bulan kemudian, bawah dulu baru atas. Kalau ada benih gigi dewasanya. Ada kasus anak ga ada benih gigi dewasa jadi ya ga ada penggantinya.

3⃣ Anak saya usia 5 & 3,5 th giginya sdh rusak semua. Trus gimana dok? Soalnya dulu waktu msh bayi tiap mau disikat nangisnya kelewatan

Jawab

✍🏻dari awal bayi perkenalkan anak dengan perawatan gigi baik itu diusap washlap atau disikat pakai sikat jari. Supaya ketika saatnya dia wajib menggosok giginya sendiri mereka tidak kaget.

Jika sudah lubang semua… biasanya yang saya marahi orang tuanya ya… proses gigi berlubang tidak terjadi dalam satu dua hari melainkan berbulan bulan dan bertahun tahun… kalau sudah lubang semua baru ibu sadari selama ini kemana aja? Bukankah setiap kasih susu atau makanan anda pasti melihat giginya?

Kalau bayi menangis pas disikat giginya itu biasa, apalagi jika masih kecil kan belum bisa apa2 paling cuma nangis aja, paksakan perawatan pembersihannya karena lama2 juga mereka akan terbiasa. Kaya belajar berjalan dan terjatuh. Kurangi makanan manis.

4⃣ Anak saya usia 6 th, sdh kls 1 SD. Masih minum susu pake dot saat mau tidur 😭😭. Tiap diajak ke dr gigi, suka nangis takut. Giginya banyak lubangnya, meskipun tiap mau tidur dibiasakan gosok gigi. Bagaimana itu dok? 😭😭

Jawab

✍🏻yang berbahaya bukan hanya dotnya. Gula dari susunya jauh lebih berbahaya membuat gigi berlubang. Ganti minum susu dengan makan buah2an berserat, karena buah bisa membersihkan gigi secara alami, contohnya apel, melon. Sudah kelas 1 sd. Gigi dewasa paling belakang harusnya sudah tumbuh. Jangan biarkan gigi dewasanya rusak ya.

5⃣ klo untuk ibu hamil , apa yg harus di persiapakan agar bayi tumbuh gigi sehat dok

Jawab

✍🏻janin menyerap semua kalsium dari ibunya selama dalam kandungan. Jadi jika hamil asupan kalsium tulang harus tercukupi. Susu formula tidak banyak membantu. Sebaiknya langsung dari makanan, sayuran atau seafood yg mengandung banyak kalsium wajib dimakan, konsultasi dulu sama bidan dan dokternya ya apa yg bisa dimakan dan tidak, krn tiap kehamilan kan beda2 ya. Ada yg punya alergi ada yg engga. Sebelum hamil tambal gigi berlubang, bersihkan karang gigi dan cabut gigi yg sudah membusuk, karena selama hamil obat2an tidak bisa bebas diberikan ke bumil, seminimal apapun pasti ada pengaruhnya, padahal semua penyakit gigi beresiko menjadi parah selama kehamilan.

6⃣ Dokter, usia berapa ya semua gigi susu sudah tumbuh semua? Anak saya (2,5th) masih kurang 1 gigi seri bawah dan 1 graham belakang kiri. Apa tidak apa2?

Jawab

✍🏻2,5 th biasanya sudah tumbuh semua. Paling lambat 3 tahun. Bisa dikontrol ke dokter gigi. Dicek memang tidak ada benih atau bagaimana. Seharusnya serentak, kanan kiri ga beda jauh tumbuhnya.

Tanya: Sudah dok. Katanya harusnya di xray. Tapi kasian masih kecil. Jadi apa perlu cek dokter lain?

Jawab: Biasanya klo saya diraba saja daerah itu klo tidak tebal berarti benihnya ga ada atau ga bakalan tumbuh dalam waktu dekat. Terus warna putihnya gigi yg akan tumbuh terlihat transparan dibalik warna gusi

Tanya: Kalo benihnya ga ada gapapa dok? Yg penting gigi dewasanya ya?

Jawab: biasanya kegagalan pertumbuhan gigi susu diikuti kegagalan pertumbuhan gigi permanen karena dari embrioniknya mereka dari satu sel pertumbuhan yg sama. Tapi semua tergantung Allah…

  7⃣ Berarti kalo sedang hamil ga boleh cabut gigi itu benar ya dok?

Jawab

✍🏻benar. Rasa nyeri memicu kontraksi rahim. Biasanya respon bumil ga sengaja mengejan jika kesakitan. Bisa pas saat dia menahan sakit gigi bisa pas dia menahan saat disuntik.

Mangkannya sebelum planing hamil obati dulu semua yg bisa jadi sumber infeksi di rongga mulut.

8⃣ Klo gigi anak sy (foto diatasi) msh ada sisa2 giginya yg patah, itu bagaimana? msh bs tumbuh lg kah atau nunggu sisa2 giginya copot dulu ya?😁

Jawab

✍🏻ditunggu saja. Ada yg sisa akarnya lepas sendiri, ada yg butuh bantuan dokter buat mencabut sisa akar.

Buat yg sudah berlubang, berarti anaknya punya bakat gigi bakal berlubang ya. Maka

❗hindari makanan, minuman manis

❗setelah makan apalai makanan manis wajib sikat gigi

❗ganti cemilan dengan buah2an bukan jus ya tapi makan buah langsung.

Gigi anak adalah salah satu amanah, rawatlah dari sebelum gigi mulai tumbuh. Agar kehidupan anak anda lebih berkualitas di masa masa emas pertumbuhannya… tidak diganggu dengan sakit gigi.

 

Sekian

 

0

Kulwap: Raising Readers

Sayang kalau disimpan di bookmark WA, saya share ya..

🍂🍃Resume Kulwapp🍃🍂
Rabu, 5 Oktober 2016
Pk.10.20 – 12.20

“Raising Readers”
by Thasya Sugito
👩🏻 Profil Narasumber:

Thasya Sugito, Ibu dari tiga orang anak. Berlatar belakang pendidikan, ilmu komunikasi, dan psikologi yang kini menjalani keseharian sebagai IRT sekaligus konselor di Smart Talent –sebuah lembaga yang berfokus di bidang pengembangan diri, konsultansi pendidikan, dan juga evaluasi psikologis. Hal ini didasari oleh cintanya pada dunia psikologi pendidikan. Disinilah, ia berkesempatan berbagi ilmu dan bertemu dengan banyak orangtua di Indonesia (di Jawa, Sumatra, Kalimantan). Berbagi dengan mereka adalah hal yang membahagiakan baginya. Dari sini juga, ia semakin meyakini bahwa anak-anak adalah anugerah terbesar yang dimiliki setiap orangtua, dan betapa setiap anak adalah bintang di kehidupannya sendiri.

Founder dan owner Smart Talent Consultant ini, kini juga diamanahi sebagai Ketua Umum Islamic Parenting Community, serta Parenting dan Academic Advisor di Prime Smart Islamic Montessori School.

Cita-citanya adalah menjadi pribadi yang penuh manfaat untuk orang lain, serta dapat berkontribusi positif di dunia pendidikan dan parenting.
🖊Materi:

📕📗📘📙📕📗📘📙
Raising A Reader – Menumbuhkan Minat Baca Anak Sejak Dini
By. Thasya Sugito

Raising A Reader
Membaca adalah kebiasaan orang2 sukses. Bagi seorang muslim, membaca juga adalah perintah pertama yang Allah turunkan. IQRA’. Membaca dalam perintah Allah SWT tersebut bukan hanya membaca kertas-buku…namun juga membaca lingkungan, alam sekitar, perilaku orang lain, dll.
Untuk meyakinkan kita betapa pentingnya menumbuhkan kecintaan membaca sejak dini, mari kita lihat pointers berikut:
‼Mengapa Membaca Itu Penting‼
1. Membaca mengembangkan otak. Otak butuh ‘latihan’. Memahami bahasa tulisan, adalah salah satu cara untuk melatih otak
2. Kita hidup di era ‘banjir informasi’, sehingga bila kita tidak memiliki keterampilan membaca yang baik, akan sulit untuk memilah informasi serta mengedukasi diri
3. Membaca meningkatkan imajinasi
4. Membaca dapat meningkatkan kemampuan fokus dan konsentrasi
5. Membaca membantu diri mengembangkan self image yang baik
6. Membaca meningkatkan kosakata, sehingga dapat membantu juga meningkatkan kemampuan verbal
7. Meningkatkan daya ingat
8. Membaca itu MENCERDASKAN!

Karenanya tentu yang menjadi pertanyaan berikutnya adalah: “HOW TO RAISE A READER?”

Ceritanya, anak pertama saya (12thn), memiliki hobi membaca ensiklopedi, siroh nabawiyah, dll. Buku2 teks setebal 700-900 halaman dapat diselesaikan dalam waktu 2 hari saja. Secara sadar saya sadari bahwa hobi ini tidak serta merta hadir begitu saja. Maka izinkan saya berbagi dengan sahabat2 disini.

Apa saja ikhtiar saya dalam mengasuh anak menjadi pencinta buku:
1⃣ Jadilah TELADAN! MEMBACALAH!
2⃣ Sisihkan waktu setiap hari untuk membacakan buku/membaca bersama anak2 meski hanya 10-15mnt/hari
3⃣ Penuhi lingkungan anak dengan bahan bacaan bergizi dan bervariasi
4⃣ Jadwalkan ‘Family Reading Time’
5⃣ Jadikan membaca sebagai bagian integral aktivitas anak2 (misal: saat berjalan2, saat belanja, saat memasak, dll)
6⃣ Kembangkan kebiasaan ‘cinta perpustakaan’, bawa mereka mengunjungi perpustakaan lokal secara berkala. Ajarkan ‘library skill’ pada mereka
7⃣ Perhatikan perkembangan kemampuan membaca anak (pastikan buku yang dibacanya sesuai dengan perkembangan kemampuan membaca mereka)
8⃣ Pastikan anak tidak memiliki kesulitan/hambatan belajar membaca, bila ada, segera lakukan intervensi dini. Segera bantu ia mengatasi kesulitannya, agar membaca tidak menjadi momok baginya.
9⃣ Minta anak menceritakan bacaannya, dan bersikaplah antusias-positif saat anak menceritakan bacaannya.

Hasan al-Bashri berkata, “Sungguh saya telah berjumpa dengan beberapa orang, mereka lebih bersungguh-sungguh dalam menjaga waktu daripada kesungguhan kalian untuk mendapatkan dinar dan dirham.” (Syarhus Sunnah, juz: 14).
Hammam bin al-Haris berdoa, “Ya Allah, cukupkanlah diriku dengan sedikit tidur dan anugerahkan kepadaku bangun malam dalam ketaatan.” (Sifatus Shafwah, 3:22). Mungkin doa yang dipanjatkan Hammam ini tidak pernah terpikirkan di benak kita, bagaimana seseorang bisa terpikir berdoa kepada Allah agar dicukupi dengan sedikit tidur demi memanfaatkan waktunya untuk beribadah kepada Allah. Kita lebih sering meminta agar tidur kita pulas dan nyenyak dan tidak jarang tertinggal shalat subuh di masjid.
Ibnu Aqil al-Hanbali mengisahkan perjalanannya menuntut ilmu dan fokus terhadap apa yang ia cita-citakan sehingga ia menjadi seorang ulama yang terpandang. Beliau mengatakan, “Tidak halal bagiku untuk menyia-nyiakan sesaat saja dari umurku, tatkala lisanku telah membaca dan berdiskusi, mataku lelah membaca, maka aku menggunakan pikiranku dalam keadaan beristirahat dan berbaring. Sehingga aku berdiri dalam keadaan ide-ide yang banyak dalam benakku lalu, aku tuangkan ide tersebut dalam tulisan. Aku dapati kesungguhanku dalam belajar lebih kuat saat aku berusia 80 tahun dibanding waktu aku berumur 20 tahun.” (al-Muntadzim fi Tarikhil Umam, juz: 9).

Buibu…pasti pengen punya putra putri seperti ulama shalih terdahulu dong ya?
Rata-rata mereka menguasai banyak cabang ilmu dan unggul pada bbrp bidang sekaligus.
Kalau bahasa sundanya mah: kabita
Nah sepakat kan kl sumber ilmu itu salah satu nya buku?
Gimana sih bikin anak cinta ilmu, cinta buku?
Mari berbagi ^_^

Konon, M.Hatta sang proklamator mulai mengoleksi buku sejak berusia 17thn, dan pada saat menikah, maharnya adalah 17 peti buku..
Seorang Hasan Al Banna lain lagi.. Putra putrinya diberikan 3 jenis uang saku:
3 qirsy utk harian
10 ma’dain uang pekanan
50 qirsy utk bulanan
Yang paling banyak ini dialokasikan untuk apa?
Yaitu untuk beli buku dan mengisi perpustakaan pribadi anak2nya
Sekali lagi, yang pertama dan paling efektif tentu saja adalah: KETELADANAN.
Dari siapa? Tentu dari kita, orangtuanya.
Kenapa? Karena bila anak terbiasa melihat, akan lebih mudah menumbuhkan ketertarikannya pada bahan bacaan

📕📗📘📙📕📗📘📙
🎯 Tanya Jawab:

1⃣ Ulfah_Banut2
saya ulfah, ibu dari afnan (2y). Mau tanya teh.. 1) maksud menjadi teladan dalan “membaca” ini contoh teknisnya sperti apa ya? Apakah menunjukkan diri saat sedang membaca buku pada anak? 2) saat membaca buku biasanya afnan lebih fokus pada gambarnya, malah tak jarang ia mengomentari di luar konteks cerita & jadi cerita kemana2. bagaimana respon yg tepat menanggapinya? Hatur nuhuuun

1⃣
Teh Ulfah yang baik, menjadi teladan artinya mencontohkan, bukan menyuruh. Artinya, kita sebagai orangtuanya mencontohkan suka membaca, rajin membaca. Teknisnya di rumah saya, di setiap ruangan ada rak buku, dan kami (ortunya) hampir selalu bawa buku kemana2, sehingga kapanpun bisa membaca. Saat mereka sedang main, biasanya saya duduk disitu nemenin mereka sambil baca buku juga (meski gak fokus karena sambil nemenin main juga). Plus, saya punya jam membaca khusus bareng anak2. Alhamdulillah sekarang, semua anak saya ternyata menduplikasi tanpa diminta. Mereka jadi hobi membaca dan membuka buku, sejak mereka bahkan belum bisa membaca.
Afnan baru 2 tahun yaa….fokus pada gambar dan mengomentari itu tanda awal ia mulai tertarik membaca teh. Jadi, lanjutkan saja membaca bersamanya. Ikuti flow-nya Afnan… 😉

2⃣ Afina_Banut2
Teh Thasyaa, ikutan nanya..
1. Gimana ya caranya supaya anak kinestetik mau duduk baca (sebenernya belum tau persis dia memang kinestetik apa bukan karna baru 2,5 tahun, tapi anaknya ga bisa diem kecuali sedang nonton). Ya minimal dengerin pas ibunya baca. Ah sebenernya sih udah lama ga bacain ke anak. Karna lihat anaknya gak bisa diem, jadi sebenernya dia bisa sibuk sendiri. Dan sayah jadi males. Gimana teteh bikin program bacanya?

2. Gimana teh Thasya mencontohkan membaca di depan anak? Apa pas mereka main kita baca, atau pas gimana? Maaf ini teknis pisan pertanyaannya.

3. Oia berarti bacanya jangan dari hape yah? Kalo teteh gimana bisa tetep online tapi bisa tetep baca?
2⃣
Fina….hihi, kalau anak 2,5tahun diem aja ntar fina malah bingung lho 😄. Kalau teteh, sejak anak2 bayi emang suka aja baca di deket mereka, lama2 mereka jadi tertarik juga dengan bukunya. Lalu mulailah kasih mereka buku bantal, terus naik ke board book, dst. Jadi sebetulnya program utamanya bukan gimana supaya mereka membaca, tapi gimana supaya saya bisa membaca meski ditengah kehebohan sebagai Ibu. Dan ternyata efektif, mereka jadi kebawa seneng baca juga. Memang ternyata kuncinya: kitanya gak boleh males fin, haha…😄

Pertanyaan nmr 2 sudah terjawab di pertanyaannya teh Ulfah tadi ya 🙂

Baca buku dan baca hape itu beda bangeet…hehe. kalau bacanya hape, ntar anak tertariknya ya sama hape 🙊.
Jadi tetap harus baca buku, meski ada ilmu yg kita dapatkan via HP juga. Kalau teteh, memang selalu punya target bacaan fin, jadi online ya disaat lain. Sekarang ini memang porsi online’an jadi lebih banyak dari sebelumnya, karena ada amanah2 yang harus dilakukan via online. Tapi target baca buku teteh alhamdulillah tetap tercapai dengan strategi2 tadi (baca sambil nemenin main, baca di kamar mandi, baca di jalan, baca pas antri sesuatu, dan baca pas me-time’an tengah malam) 😘

3⃣ Putri_Bansel
Teh Sya.. agak OOT sedikit, Saya suka baca, terutama fiksi. Dan kemampuan membaca Saya lumayan cepat. Buku setebal Harry Potter bisa Saya habiskan kurang lebih satu hari satu malam. Untuk buku non fiksi bisa memakan waktu lbh lama. Namun, terkadang Saya agak lama menangkap isi buku. Pertanyaannya adakah teknik baca cepat yang bisa dipraktekkan sendiri di rumah? Supaya lebih mudah menangkap/merangkum isi buku.

Hatur nuhun

3⃣
Hai Pu, setiap orang sesuai dengan modalitas/gaya belajarnya pasti punya cara masing2. Identifikasi dulu gaya belajar peoe, lalu gunakan teknik yang pas. Contohnya, teteh ini dominan auditori, maka kalau teteh baca buku yang agak berat, teteh suka bikin mind map2an (lebih tepat disebut coret2an sih) sambil ngomong sendiri (menjelaskan ke diri sendiri). Teknisnya, tth baca satu bab atau satu sub bab, terus coret2 sambil presentasi ringan ke diri sendiri. Untuk tth itu efektif.
Nah, peoe harus temukan dulu modalitas belajar peoe apa, baru cari metode yg paling tepat, ok? 😉


4⃣ Edwina_Banut2
1. Umur berapa seorang anak bisa diketahui terkena disleksia?
2. Anak saya seneng dibacain buku. Skrg sudah mulai mengenal angka dan huruf. Kadang menulisnya suka kebalik2 trs kalau menyebutkan angka suka ada yg kelewat. Kata gurunya itu krn konsep kanan kirinya blm konsisten. Tp kalau bisa dideteksi sedini mungkin, penanganannya jg bisa cepat. Umur 4th 8bln.

4⃣
Teh Edwina, sependek yang saya tahu, seorang anak mulai bisa didiagnosa mengidap dyslexia di usia 7 thn. Namun kita bisa melihat gejalanya pada usia preschooler /4-5thn (saat anak2 pada umumnya sudah pandai berbahasa). Betul, kita bisa bantu sejak dini, karena intervensinya paling efektif bila dilakukan dibawah usia 8thn.
Usia 4.8thn masih wajar kalau belum sempurna pengenalan huruf&angkanya teh. Yang harus lebih diperhatikan di usia ini adakah kemampuan berbahasanya. Karena dari situ biasanya tanda2 awal dyslexia terlihat. Semoga tetap semangat mendampingi anaknya ya teh 😘


5⃣ Niakuri_Banut1
Saya titip pertanyaan yaa kalau anaknya t tasya laki laki atau perempuan yaa? Pertanyaan saya sejak kapan yaa anak laki laki mulai sadar baca? Soalny anak anak saya lebih memilih aktivitas motorik kasar dibanding baca, mau sih baca tapi rasanya masih jauh dibandingkan anak perempuan. Kalau mendengarkan dongeng memang sudah dari sejak bayi dikenalkan buku dan cerita. Tapi mereka lebih memilih didongengin😄.

5⃣ Teh Nia yang keren….anak saya dua laki2 dan satu perempuan teh, hehe.. #info gak penting😄
Sejak kapan anak laki2 sadar baca? Saya belum pernah baca penelitiannya, tapi anak pertama (laki2) saya mulai hobi baca di usia 2thn-bisa baca di usia 4thn. Yang ketiga (laki2), hobi baca mulai usia 3thn, sekarang 4.5thn belum bisa baca tapi sudah sangat suka membaca. Yang perempuan, hobi baca mulai usia 3thn, hingga bisa baca di usia 5thn.

Mungkin, anak2 teh Nia mah karena ibunya jago banget ngedongeng, jadi mereka merasa lebih asyik didongengin ya….beda sama saya yang kemampuan mendongengnya standar..haha..😄😄

6⃣ Lely_banut 1
Teh tasya anak saya suka dibacain buku n suka pura2 baca sampai saya kewalahan nyuruh berhenti…pertanyaannya yang gak rutin baca itu adalah emaknya…waktu sdh habis untuk tugas domestik n tugas usaha snack dirumah. Jadi membaca butuh meluangkan waktu banget disela2. Mohon masukan teteh dalam membagi waktu.

6⃣ Hai teh Lely,
Membagi waktu utk membaca bagi kita sebagai IRT+MomPeneur emang gampang2 susah ya 😁

Saya pribadi, membaca yg betul2 fokus itu memang tengah malam & di kamar mandi teh 🙊. Itu me-time nya saya. Pagi-malam, karena bareng anak2, membacanya sekadarnya. Inti yang saya rasakan, selipkan saja di tengah2 aktivitas membersamai anak. 😘

7⃣ Anisa_banut1
Assalamualaikum teh sya, teh manik hatur nuhun udh diperbolehkan bertanya. To the point yaa 😁 anak saya laki2 usia 2,5thn yg ingin saya tanyakan buku bertema apakah yg cocok untuk dikenalkan pada anak seusia nya? Lalu apakah ada tingkatan pengenalan buku sesuai tahapan usia anak?
Nuhuunn sebelumnya teh sya 😘

7⃣ wa’alaykumussalam teh Anisa…untuk tema, yang paling pas adalah yang sesuai dengan tujuan pengasuhan kita.
Tingkatan pengenalan buku, ada teh:
Buku bantal/soft book – buku bertekstur – board book – dst, meningkat ke buku dewasa.

Untuk konten, mulai dari yang jumlah katanya sedikit dan didominasi gambar, sedikit2 meningkat ke buku yang lebih banyak katanya. 😊

8⃣ Vita _Banut1
👉🏽Teh Sya.. Bagaimana jika menghadapi gaya belajar anak (6 thn) yang cenderung auditory kinestetik, jadi dia lebih suka dibacakan buku2 daripada membaca sendiri. Padahal juga sudah lancar membaca sendiri teh 😁
Nhun.

8⃣
Teh Vita shalihah, qadarullah anak kedua saya auditori kinestetik, dan saya sendiri juga auditori banget.
Saya suka arahkan anak saya untuk bercerita ulang…itu cukup menantang untuk dia. Sehingga, saya bikin sesi presentasi sederhana untuk anak2. Mereka akan membaca, lalu menceritakan apa yang mereka baca. 😘

9⃣ Manik_banut1
Sejak kapan teh Thasya hobi membaca? apa yang menyebabkan teteh sangat suka membaca?

9⃣ Manik… 😁
Saya gak begitu ingat sejak kapan saya hobi membaca, tapi yang saya ingat…orang tua saya dulu suka ngajak saya beli buku bekas di cikapundung dan kadang2 di gramedia. Selain itu, dulu tempat usaha papa-mama saya tepat di samping gramedia merdeka, nah…setiap hari, saya suka ‘dititipkan’ di gramedia 🙈. Saya hanya pulang ke kantor papa saat jam makan, sisanya…saya keliling gramedia: membaca. Dulu buku2 disana gak diplastikin, jadi, saya bisa bebas ambil beberapa buku, lalu duduk di ruangan kasirnya untuk baca 😊. Begitu awalnya nik.. 😁

1⃣0⃣ Nirmala_Bansel
Td d jawaban pertanyaan no.4 ad kalimat bisa terlihat tanda awal dialeksia dr kemampuan berbahasanya? Apa aja tandanya?

1⃣0⃣ Nisa…tanda awal ini beragam, diantaranya:
– sering kebalik2 saat mengucapkan sebuah kata, misal: kaki jadi kika, Minum jadi munim, dst
– suka salah menyebut nama benda, misal: kita minta tolong ambilkan garpu, dia ambilkan sendok
– susah mengikuti perintah, contohnya: kita minta dia ambil jaket dan sepatu, tapi yang dia lakukan hanya ambil sepatu saja.

Ada banyak lagi…tapi, itu diantaranya nis 😊

1⃣1⃣Mira_banut1
1. Kedua anakku seneng baca. Tapi pada satu waktu buku2 itu d jadiin maenan rumah2n atau kereta2n. Gmn teh cara kasih tau nya? Usia yg pertama 4,5 th dan yg kedua 2,5 th.
2. Benarkah sakit step (kejang) dapat mempengaruhi kecerdasan seseorang? Kelas 6, ada yang belum mampu baca. Abjad hafal sampai huruf e. Setelah huruf e,, hanya tebak2n saja smpai z. Semua pelajaran yg sifatny kognitif itu low
1⃣1⃣ teh Mira..
1. Untuk anak usia 2.5 thn biasanya masih saya kasih board book, sehingga cukup aman dipakai bermain. Tapi tetap sambil di-sounding ‘bagaimana memperlakukan barang sesuai fungsinya’. 😉
2. Hmm, sependek yang saya tpelajari tentang kejang demam (kd) sederhana, KD itu ga menimbulkan komplikasi thdp ssp (susunan syaraf pusat). Memang tampak menakutkan, tapi sebetulnya tidak berbahaya. Jadi, setahu saya, tidak sampai mempengaruhi kecerdasan teh, cmiiw 😊

1⃣2⃣Edwina_Banut2
Teh ai pertanyaan lanjutan boleh?
Untuk bicara anak saya sudah lancar tp kadang kebalik2 misalnya dompet jd dempot, rapih jadi rapet, sulap jadi sit up 😅. Jd kadang penggunaan kosakatanya ga sesuai konteks. Wajar ga teh yg seperti itu di usia 4,8 thn?

1⃣2⃣ teh edwina…itu yang tadi saya bilang di jawaban utk pertanyaannya nirmala nisa. Tapi, sekali lagi…itu baru ‘kemungkinan’ gejala dyslexia, belum bisa dibilang terdiagnosa dyslexia 😊. Jadi… semangat saja mengarahkan dan menstimulusnya ya 😘

🌾🌾🌾 Sekian 🌾🌾🌾

0

HAKEKAT RUMAH YG SERING DIKUNJUNGI TAMU

#selfreminder #copasdarimedsoslain #seringseringundangtamukerumah

Diriwayatkan ada seorang lelaki yang senang kedatangan tamu. Namun isterinya menunjukkan sikap sebaliknya. Setiap kali ia membawa tamu kerumah, isterinya menunjukkan sikap yang tidak baik. Orang itu mengeluhkan keadaan ini kepada Rasulullah صلى الله عليه و سلم.

Mendengar itu, Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda, “Katakan kepada isterimu, hari ini Rasulullah صلى الله عليه و سلم dan beberapa orang sahabatnya akan bertamu ke rumah kita.” Rasulullah صلى الله عليه و سلم berpesan kepada orang itu,
“Katakan kepada isterimu supaya ia memerhatikan tamu pada saat keluar rumah”.

Isteri laki-laki itu melakukan apa yang diperintahkan Rasulullah صلى الله عليه و سلم. Pada saat tamu masuk, ia melihat mereka membawa daging dan buah-buahan yang banyak dan pada saat keluar mereka membawa keluar ular dan kala jengking yang begitu banyak.

Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda, “KEDATANGAN TAMU kerumah MENDATANGKAN KURNIA YANG BANYAK ke dalam rumah dan PADA SAAT PERGI, MEREKA MEMBAWA KELUAR BERBAGAI BENCANA”.

Dengan menyaksikan hal itu, wanita itu pun berubah menjadi orang yang suka menerima tamu.

Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda, “Sesungguhnya seorang tamu yang datang mengunjungi seseorang, membawa rezeki untuk orang tersebut dari langit. Apabila ia memakan sesuatu, Allah سبحانه و تعالى akan mengampuni penghuni rumah yang dikunjungi tersebut”.

Dalam kesempatan lain, Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda,
“Setiap rumah yang tidak dikunjungi tamu, maka malaikat-pun tidak akan mengunjungi rumah tersebut”.

Imam Jaafar ash-Sadiq رضي الله عنه berkata,
“Barangsiapa mengunjungi sahabatnya semata-mata kerana Allah, niscaya Allah سبحانه و تعالى mengutus 70 ribu malaikat untuk menyertainya”.

Para malaikat itu berkata; “Syurga untuk kamu”.

Sesungguhnya beruntunglah rumah-rumah yang sering kedatangan tamu, maka dari itu janganlah mengeluh jika ada orang yang ingin bertamu..

‪#‎indahnyasilaturahim‬ ‪#‎indahnyaberbagi‬