Namanya Situ Cisanti

Lebaran hari ke-3 taun ini ngacir ke Bandung Selatan sama ortu. Niatnya memang mau silaturahim sama si hulu sungai Citarum ini. Lokasinya kira-kira 50-an km dari Bandung kalau lewat Pacet. Bisa juga lewat Pangalengan, lewat Perkebunan teh Malabar. Bagi orang kota, Situ Cisanti ini kurang begitu dikenal (iya kan, iya kan??), tapi bagi para pemerhati lingkungan, dia sudah sangat dikenal, bahkan sangat popular, famous, well-known. Kenapa?? Ya karna dia merupakan hulu, dari Sungai Citarum yang menghidupi jutaan warga Jawa Barat dan Jakarta!! (mungkin termasuk juga anda)

Perjalanan ke sini lebih asyik kalo pagi hari. Berangkatlah setelah subuh, supaya udara masih segar, ga banyak debu. Karena sepanjang jalan baik lewat pacet ataupun pangalengan, akan banyak ketemu jalan berdebu. Kalau secara hitung-hitungan, jarak sekitar 50 km harusnya bisa ditempuh cuma 1/2 jam atau sejam kalau santai banget. Tapi di perjalanan memang kondisi jalannya yang berkelok-kelok, berbatu, dan berdebu. Kalau lewat Pangalengan kita bisa lihat pemandangan perkebunan Malabar. Tapi kalau lewat Pacet, kebanyakan lewat rumah2 warga dan jalannya sempit. 2 mobil pas-pasan banget.

Area Situ Cisanti ini mudah dikenali dari area hutan di sekitarnya. Jadi nanti kalau di jalan sudah memasuki kawasan hutan dengan pohon2 tinggi (pinus dan eucalypthus), berarti udah deket tuh. Karna kebetulan kemaren kesini pas lebaran, jadi memang sedang banyak pengunjung. Kalo ngitung semut, yaa adalah 500 orang (1 waktu). Tapi keliatannya para pengunjung asalnya dari desa sekitar juga. Ada yang mancing, piknik, sekedar duduk-duduk, pacaran, tapi ada juga yang memang dalam rangka mencari sesuatu untuk dijual. Mereka warga setempat yang ngambilin lumut untuk pakan ikan. Lumut2 yang mereka dapat dijual ke Cirata, Saguling atau Jatiluhur.

Situ Cisanti ini merupakan hulunya Sungai Citarum dan yang namanya hulu akan banyak mata air, dan airnya jernih. Ada 7 mata air yang mengalir ke Situ ini. Sayangnya, sumber mata air yang berasal dari gunung2/bukit2 sekitarnya sudah mulai berkurang. Hal ini karena gunung di sekitar Situ Cisanti seperti Gunung Wayang, Gunung Windu, dan Gunung Rakatak, sudah mulai gundul (lihat foto yang menunjukkan gunung/bukitnya). Dalam buku Pegunungan Jawanya Junghuhn disebutkan bahwa hutan yang tersisa di pulau Jawa hanyalah tinggal yang ada di pegunungan. Jika pegunungan sudah mulai digunduli, maka alam yang akan bertindak selanjutnya.

Di gunung-gunung itu pepohonan ditebangi, membuka lahan, dalam rangka menjadikan lahan pribadi untuk produksi tanaman semusim. Para petani menanam tanaman yang cepat tumbuh dan cepat panen, karena secara ekonomi lebih menguntungkan mereka. Tanaman-tanaman itu ditanam pada kemiringan tanah yang sebenarnya hanya cocok untuk tanaman keras. Kenapa? tanaman keras akan membuat tanah menjadi kuat, tidak mudah longsor, dan mampu menahan laju air permukaan ketika hujan sehingga debit air sungai tidak menaik drastis yang menyebabkan banjir di area hilir (contohnya Baleendah, Dayeuhkolot, dsk). Jadi bisa dibayangkan jika pegunungan di hutan ditebang, akibatnya ke manusia juga.

Tinggal manusia yang harus bisa menjaga merawat bumi yang indah ini yang merupakan amanah dari Allah SWT. Dalam Al-Qur’an disebutkan berkali-kali tentang manusia yang berbuat kerusakan sangat dibenci Allah (berikut ini contoh ayat-ayat tentang manusia yang berbuat kerusakan, klik disini). Yuuk kita rawat bumi ini.

Kalau Allah ridho, insyaAllah akan jadi topik tesis setahun kedepan. Semoga dilancarkan, aamiiin

Banyak juga artikel2/berita2 yang terkait dengan Situ Cisanti ini. Berikut ini contoh-contohnya: artikel1, artikel 2, artikel 3, artikel4, lainnya silahkan disearch sendiri.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s